Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Tantangan


Adrine memancarkan energinya yang kuat. Begitupun dengan Ray, energinya juga tak kalah kuat. Adrine tak merasa gentar sedikitpun saat berada didepan Ray. Ray pun juga tak takut karena status sosialnya dan merasa paling kuat.


"Jangan sesali kalau kau mati!"


"Namamu Ray bukan? Khawatirkan dulu dirimu sendiri!"


Ray semakin terpancing emosinya. Adrine hanya tersenyum disaat berhasil memancing emosi Ray. Shin kecil mengamati Ray dengan teliti.


"Adrine, dia lebih kuat dari Senior David. Apa kau yakin?"


"Apa pencapaiannya sekarang?"


"Dia sekarang sudah mencapai tahapan darah level-2 kelas awal. Kau harus berhati-hati."


'Sial, pantas aku merasa energinya lebih kuat dari yang kupikir sebelumnya.' Pikir Adrine.


Ray mulai bergerak menyerang Adrine. Adrine menghindari serangan Ray dengan mudah karena gerakannya tidak lebih cepat dibanding dengan Adrine. Ray menghantam tanah agar memunculkan ledakan area.


BLAAR!!


'Serangannya kuat, tapi setidaknya aku harus menyembunyikan kemampuanku terlebih dahulu.' Pikir Adrine.


Adrine berusaha untuk tidak mengeluarkan pasukannya sedikitpun. Apapun pasukannya harus ia simpan untuk mengelabuhi penglihatan lawan terhadap kemampuan Adrine.


"Sudah kubilang, kau itu tak punya kemampuan untuk menyerangku. Lebih baik kau menyerah sekarang!"


Dengan sombongnya, Ray mengolok-olok Adrine dan menyuruhnya untuk menyerah dihadapannya.


WUUSH!! WUUSH!! WUUSH!!


Pukulan Ray yang cepat dan kuat menghasilkan suara karena gesekan pukulannya dengan angin. Adrine berusaha untuk menguras energi Ray terlebih dahulu agar tidak berhasil mengelabuhinya.


"Kenapa kau hanya menghindari seranganku dan tidak menyerang balik? Kau takut? Hehe."


"Aku berusaha untuk tidak menyerangmu secara langsung, tapi aku salah. Sekaranglah saatnya."


Adrine menggunakan skill Dead Silent untuk menyerangnya diam-diam. Ray mulai kebingungan dengan gerakan Adrine yang mulai tak bisa dilihat dan tidak bisa diprediksi. Ray pun mengaktifkan mata jiwanya.


"Lihat! Bukankah itu mata Nebula Iblis? Hebat sekali!!"


Mata Nebula Iblis adalah mata jiwa yang mempunyai kemampuan untuk mengelabuhi mata orang lain. Sehingga, orang yang melihatnya menjadi seperti melihat awan nebula yang berwarna-warni membentuk sebuah tubuh manusia. Dan artifaknya pun tidak lemah juga.


"Lihatlah ini! Ini adalah artifak milikku. Tombak cantik ini namanya adalah Tombak Nebula Es."


"Waah, hebatnya!!"


Orang lain yang melihat tombak tersebut sangatlah terpana karena tombak tersebut adalah artifak tingkat semesta.


"Lemah!!"


Nicho mengejek Ray sambil tersenyum menyindir. Ray malah menjadi ikut marah kepada Nicho.


"Kau bilang apa?"


"Ini pertarungan kita. Untuk apa kau menyerang orang lain?"


"Cuih! Ayo kita bertarung! Aku ingin cepat-cepat membunuhmu."


Lalu Adrine dan Ray melompat mundur. Adrine mengeluarkan mata jiwa kanannya dan mengeluarkan belati jiwanya. Ray hanya tersenyum saat melihat senjata artifak milik Adrine.


"Artifak apa itu? Belati hitam? Paling bagus mungkin tingkat menengah."


"Hahaha!!"


Orang-orang yang menonton menertawakan Adrine karena hinaan dari Ray. Ray menjadi senang karena lawannya telah ditertawakan oleh para penonton.


"Kau ini banyak bicara ya? Kita buktikan, siapa yang kuat dan siapa yang lemah!"


Adrine pun bergerak cepat, penglihatannya lebih jelas disaat ia mengaktifkan mata jiwa kanannya tanpa disadari orang lain.


TRAANG!! TRAANG!! TRAANG!! TRAANG!! TRAANG!!


Serangan demi serangan diterima oleh Ray. Adrine hanya bergerak dan menunjukkan sedikit kemampuannya. Adrine menjadi lebih semangat dengan melihat Ray yang bangga karena akan mengalahkannya.


Adrine melompat mundur untuk membatasi pergerakan dari Ray berikutnya. Ray hanya tersenyum saja saat melihat Adrine melompat mundur.


"Apa hanya ini saja kemampuanmu? Aku ingin tahu, apa pencapaianmu?"


Adrine diam dan menebas angin untuk memancarkan energi tebasan yang mengarah ketubuh Ray. Ray menangkis tebasan tersebut, tetapi Ray terpental karena tebasan dari Adrine sangatlah kuat.


Lalu Adrine dengan gerakan secepat kilat menyerang Ray dengan jarak dekat. Serangannya membuat Ray selalu terpukul mundur karena Adrine begitu cepat dan serangannya adalah tebasan berat.


"Aku akan tanya kau dulu, apa pencapaianmu sekarang?"


"Huh? Sekarang aku telah mencapai pencapaian darah level-2."


Ray sedikit tak paham kenapa tiba-tiba Adrine menanyakan kultivasinya. Namun ia merasa kalau Adrine itu sedang menguji dirinya.


"Tak sekuat apa yang kukira."


"Apa kau bilang? Beraninya kau!!"


Ray tak tahu kalau Adrine itu bertanya tentang kultivasinya tadi cuma karena ingin menghinanya.


Ray mengeluarkan energinya yang sangat kuat. Adrine mundur untuk menghindari kontak langsung dengan energi Ray. Ray bergerak cepat dan hampir menusuk perut Adrine. Adrine berhasil menghindar dan menyerang punggung Ray.


Ray pun terjatuh dan Adrine berdiri dihadapannya. Ray hampir tak bisa berdiri. Adrine mengangkat belatinya keatas dan akan menyerang Ray. Mulutnya terbuka seperti akan mengatakan sesuatu.


"Kau tahu, aku masih pencapaian Tenaga level-7 lho..."


DEG!!


Ray terkejut dan membuat matanya menjadi terbelalak lebar. Adrine hanya tersenyum dan bersiap untuk mengayunkan belatinya. Namun Ray masih saja tertekan oleh emosinya yang mendengar Adrine hanya masih berada ditahap Tenaga level-7.


SLAAASH!!