
SETELAH 5 HARI BERLALU
Didalam alam bawah sadar, tubuh Adrine hanya masih tertinggal kepala yang masih separuh, tangan kiri, seperempat tubuh, dan paha kaki kirinya. Bahkan tubuh Adrine menjadi hampir tak terlihat karena transparansinya yang terlalu hingga hampir tak terlihat.
'Jika mungkin ini adalah akhir hayat hidupku, maka aku bisa menerimanya.' Pikir Adrine.
Adrine berpikir kalau semua ini adalah akhir dari hidupnya. Dan bisikan aneh juga masih membuat gendang telinga Adrine terus bergetar.
"Ssshhh... Pagar penutup neraka... Iblis tua... Tangga keras... Ssshhh... Rumah kutukan... Iblis simbol... Ssshhh... Ahli iblis... Simbol iblis... Bahaya kutukan... Artifak inti terkutuk... Paras pemikat iblis... Ssshhh..."
Setelah 5 hari, Adrine masih terus tak memahami apa arti dari bisikan misterius tersebut. Apa gunanya dan kenapa terus terdengar hingga ribuan kali terucapkan, entah siapa yang membisikkan.
Tetapi, setelah semua itu berlalu hingga sekarang, kitab yang bertuliskan Manifestasi Iblis mulai menunjukkan reaksi. Lembaran-lembaran kertasnya mulai terbuka dan bercahaya. Adrine juga merasakan adanya hal lain yang terjadi pada tubuhnya.
"Tubuhku... Tubuhku kembali normal... Aku juga tak merasa sakit sama sekali sekarang."
Seolah-olah Adrine sudah tidak merasakan apa-apa lagi setelah kitab merah itu bereaksi.
"Ssshhh... Akhir segalanya... Kiamat terakhir... Terlahirlah kaisar dewa iblis sejati... Pemecah perang kiamat dunia neraka abadi."
kata-kata itu mengakhiri bisikan-bisikan aneh yang selama ini terus menghantui Adrine dengan rasa sakit yang sangat mengerikan.
"Tubuhku telah pulih. Tak kusangka, skill regenerasi milikku sudah meningkat sampai seperti ini."
Selain tubuh Adrine yang pulih dengan sangat cepat, ada penampakan lain yang membuat Adrine terkejut. Ada sesosok makhluk berwarna merah kehitaman yang muncul didepannya layaknya bayangan Adrine sendiri. Diatasnya tertuliskan sebuah nama Jiwa Iblis Bangsawan. Tulisan itu juga terbuat dari bayangan hitam kemerahan yang sama seperti Jiwa Iblis Bangsawan.
"Apa ini? Jiwa Iblis Bangsawan?"
Adrine memberanikan diri untuk menyentuh kepala dari sesosok makhluk hitam itu.
WOOOSHH!!
"AAAHH!!"
Sesaat Adrine menyentuh sosok hitam itu, tiba-tiba ia bergerak dengan cepat. Spontan Adrine menutupi kepalanya dengan kedua lengannya.
Tetapi Adrine tidak merasakan apa-apa setelah sesosok makhluk hitam itu bergerak. Adrine mencoba membuka matanya untuk mengintip apa yang sedang terjadi.
"Lho kok?"
Adrine menjadi bingung melihat sosok hitam itu bukannya menyerang Adrine, malahan tertunduk seperti sedang menghadap seorang penguasa ataupun monarch.
'Apa mungkin... Hmm, benar juga. Makhluk ini aku yang membentuknya.'
Adrine teringat kalau sesosok hitam yang ada didepannya itu adalah suatu bentukan dari teknik yang baru saja dikultivasikan oleh Adrine sendiri.
Adrine sendiri tak mau membuang-buang waktunya. Walaupun cukup cepat daripada warna api yang lainnya, namun Adrine ingin tetap segera kembali ke Perguruan Bayangan Langit secepatnya.
Diwaktu yang sama, tubuh Adrine yang ada diluar alam bawah sadar ikut pulih dengan sendirinya. Api yang ada disekitar ikut bereaksi setelah tubuh Adrine sepenuhnya pulih dan tidak lagi transparan.
Shin kecil juga menyadari kalau Adrine telah berhasil menyelesaikan kultivasinya. Melihat dari gejala awal yang muncul pada sekitar altar, menandakan kalau Adrine telah berhasil dan selamat.
"Seminggu sudah selesai? Cepat sekali... Dan lagi, tubuh Adrine telah kembali seperti semula."
Bahkan tidak disangka, kecepatan Adrine dalam berkultivasi sangatlah hebat. Kini Adrine telah memasuki tahap Kematian level-4 kelas akhir dalam waktu yang sangat singkat. Didalam dunia kultivator, semua hal ini sangatlah langka dan legendaris. Dan Adrine telah berhasil menunjukkan apa yang dikatakan langka dan legendaris seperti itu.
"Ini dia..."
BLAAARR!!
Fluktuasi energi langsung muncul tepat sedetik setelah Shin kecil mengatakan kalimat barusan. Fluktuasi energi kali ini bukan sekedar memancarkan energi yang sangat kuat, melainkan sebuah pancaran yang sangat kuat sehingga sama dengan ledakan yang sangat dahsyat.
"Huuuuh..."
Sebuah hembusan nafas muncul dari tengah-tengah altar. Shin kecil bisa mendengarnya walaupun telah terbang menjauh.
Dari suara nafas tadi, sudah dipastikan kalau Adrine telah tersadar. Tubuhnya sudah tidak dalam keadaan tranparan seperti tadi, justru menjadi semakin kuat dalam waktu yang sangat singkat.
Mengetahui kalau Adrine telah sadarkan diri, Shin kecil turun untuk memeriksa keadaan yang ada dibawah. Ia juga khawatir kalau ledakan tadi berdampak terhadap Adrine juga. Dan ternyata Shin kecil melihat kalau Adrine tidak apa-apa.
"Apa kau baik-baik saja?"
"Ya. Apa aku tadi yang menghancurkan gunung ini?"
Adrine tak sengaja melihat kalau lingkungan disekitarnya sudah hancur seperti baru saja diledakkan.
"Kau pikir siapa? Tak ada orang lain disini selain kau dan aku."
"Nah, itu, kupikir itu kau."
"Untuk apa kulakukan hal tak berguna macam itu? Dan juga baru kali ini kau meledakkan semua ini."
"Hehe."
Shin kecil seperti sedang melihat sesuatu yang janggal. Seperti ada yang tak beres dengan Adrine.
"Ada apa?"
"Sekarang masih hari kelima kau berkultivasi, apa secepat itu?"
"Memang, tapi perjuanganku sangat menyakitkan. Apapun yang terjadi sebelumnya, tak pernah setara dengan setengah dari kesakitan yang aku alami."
Shin kecil mengangguk paham.
"Lalu, kau dapat apa?"
"Tekniknya sangat mengerikan, namanya Manifestasi Iblis. Lihatlah!"
Lalu muncul sesosok makhluk hitam yang sangat mengerikan. Sesosok api yang berwarna hitam kemerahan itu hampir sama seperti Purgatory Demon.
"Jiwa Iblis?"
Shin kecil terkejut seperti pernah melihat sesuatu seperti ini. Seakan-akan ia tahu tentang apa itu Jiwa Iblis.
"Apa kau tahu ini?"
"Ya, tak banyak. Jiwa Iblis adalah jiwa atau roh dari iblis yang tubuhnya sudah mati. Jiwanya keluar dari tubuhnya. Jiwanya akan dimakan oleh iblis yang lain apabila ada yang menemukannya dan apabila memasuki dunia manusia, maka akan terperangkap pada dunia manusia untuk selamanya. Jika Jiwa Iblis bertemu dengan manusia, maka manusia akan menjadikannya boneka dengan memberinya tubuh baru yang dapat bertarung dan melindungi tuannya."
"Apa itu termasuk Purgatory Demon?"
"Tidak. Fire Demon of Death adalah hewan spirit yang hampir 100% menyerupai sejenis iblis. Jadi, Fire demon of death bukanlah iblis, melainkan hanya sedikit menyerupai iblis saja."
"Ooh..."
Adrine mulai mengerti. Ada beberapa hewan spirit yang sangat kuat dengan wujud yang mengerikan sehingga dianggap mirip dengan suku iblis.
"Kembali dengan yang tadi. Iblis mempunyai 4 kasta atau tingkatan yang berbeda-beda. Yang pertama, kasta bawah atau para penduduk. Kedua, kasta menengah atau para prajurit iblis. Ketiga, kasta atas atau para jenderal pada sekte besar di dunia iblis ataupun para bangsawan. Dan yang terakhir, kasta puncak, para dewa iblis yang memiliki kekuatan terbesar pada kedudukan iblis."
"Wow, aku dapat Jiwa Iblis kasta bangsawan. Aku punya satu lagi pasukan yang bisa menjagaku."
Jiwa Iblis yang didapat oleh Adrine adalah Jiwa Iblis dengan kasta atas atau bangsawan. Jelas hal itu membuat Adrine sangat senang karena dapat satu lagi prajurit yang bisa melindunginya.
"Eitzz... Tunggu dulu. Jiwa Iblis tak bisa bertarung kalau kau belum mendapatkan tubuh untuk jiwanya."
"Tubuh yang bagaimana?"
Adrine malah bingung sendiri. Padahal tadi sudah dijelaskan panjang lebar oleh Shin kecil.
"Tubuh manusia yang sudah mati. Semakin kuat tubuhnya maka semakin banyak pula presentasi kekuatan yang dapat digunakan. Mungkin kau butuh tubuh manusia diatas tingkat Misteri agar kau bisa mengeluarkan 100% kekuatan dari Jiwa Iblis kasta menengah. Dan proses penggabungannya adalah dengan menggunakan harus menggunakan jimat mental. Apa kau bisa?"
Adrine menjadi sedikit bingung karena proses penggabungannya harus menggunakan jimat mental. Adrine masih belum bisa untuk menggunakan jimat mental.
"Aha..."
Tiba-tiba Adrine mendapatkan ide yang sangat cemerlang."
"Apa kau ada ide?"
"Hehe, aku kan bisa berlatih denganmu. Kau kan bisa menggunakan jimat mental, apa kau mau mengajariku."
"Haish... Sudah kuduga. Otakmu sekarang cukup encer ya?"
"Hehe."
Lalu Adrine berlatih menggunakan kekuatan jimat mental. Dengan arahan Shin kecil, Adrine dengan patuh langsung mempraktekkan apa yang dikatakannya.
"Energi mental?"
"Ya. Sebelum kau bisa menggunakan jimat mental, kau harus bisa mengendalikan energi mental untuk mengubah dan melatihnya menjadi jimat mental. Lalu kau bisa dengan bebas menggunakannya untuk menggabungkan Jiwa Iblis dengan tubuhnya. Selain itu, kegunaan jimat mental juga beragam, seperti menyuling pil, membuat ramuan herbal, dan yang lainnya."
"Ya, aku mengerti. Aku mau tanya satu kali lagi. Setelah aku memberikan tubuh kepada Jiwa Iblis, apa aku bisa memisahkannya lagi dari tubuhnya?"
Shin kecil tersenyum, seperti telah menunggu pertanyaan tersebut dari tadi.
"Pertanyaan bagus. Ya, kau bisa melakukannya. Proses memisahkannya juga hampir sama dengan penggabungannya. Kau bertanya dengan pertanyaan itu, pasti kau ingin mengubah tubuhnya nanti saat kau mendapatkan tubuh baru iya kan?"
"Haha, kau pintar juga Shin kecil."
"Sudahlah, ayo kita lanjutkan latihanmu!"
"Baik."
Lalu mereka berlatih hingga 3 minggu berikutnya, sehingga genap sebulan apabila ditambah dengan seminggu disaat Adrine mengkultivasi api warna merah darah.