Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Altar Sembilan Warna Api Spiritual (9)


BLAAM!! BLUAAAARRR!! BLUAAAARRR!!


Walaupun Adrine menggunakan transformasi kekuatan dan perlindungan tubuh api milik Purgatory Demon yang telah menggunakan skill peningkatan, tetapi Adrine tetap harus melawannya sekuat tenaga, sedikitpun tak boleh lengah. Bahkan Adrine telah melawan Naga Kristal Api Bersayap 6 sehari penuh tanpa adanya istirahat sejenak.


'Energiku telah terkuras banyak hanya untuk melawan naga sialan ini. Sekarang akan jadi bahaya kalau aku tidak segera menghabisi sialan ini.'


Adrine mengepalkan tangannya. Sorot matanya tajam dan tertuju pada naga tersebut tanpa pengalihan sama sekali. Muncul puluhan jiwa api ungu yangsegera berkobar dan seperti sedang mengorbit tubuh Adrine.


"Grrrr.... GRAAAAHHH!!!"


Sama seperti Adrine yang selesai berkultivasi pada Altar Sembilan Warna Api Spiritual, fluktuasi dahsyat dan meluapkan seisi magma disekitarnya. Seluruh magma panas meluap dahsyat keatas dan warna api mulai berubah menjadi ungu seketika.


Tak disangka, Adrine bisa dan berhasil menggabungkan tubuh Purgatory Demon dengan api ungu miliknya. Beberapa bagian sudah mulai berwarna ungu gelap seperti kedua tangannya. Untuk kekuatannya, sudah tidak diragukan lagi, semuanya jauh meningkat pesat.


"Sekarang adalah waktunya untuk membunuhmu!!"


ZRAAAST!!


Sementara itu, Shin kecil sedang mengamati pergerakan orang-orang yang berada diluar pelindung yang ia ciptakan.


"Eh? Apa itu? Energi ini rasanya familiar, apa ini dari Adrine?"


Shin kecil merasakan energi yang berbeda namun familiar berasal dari Adrine. Setelah itu, ia segera bergegas dan memeriksa apakah terjadi sesuatu pada Adrine.


Tak diduga, Shin kecil melihat sesuatu yang aneh pada tubuh Adrine. Ia juga merasakan panas dari energinya lebih kuat.


"E... Energi Adrine berwarna ungu?"


Selain melihat energi Adrine yang berwarna ungu, Shin kecil juga melihat kalau magma disekitarnya mulai menguap sedikit demi sedikit. Tetapi hasil uapnya seperti terhisap kedalam tubuh Adrine.


Dan Adrine yang sekarang sedang melawan Naga Kristal Api Bersayap 6, tubuhnya juga seperti sedang menguap, mengeluarkan asap dengan sendirinya.


Tetapi, dalam kurun waktu 3 jam, Adrine telah berhasil mengalahkan Naga Kristal Api Bersayap 6.


"Hufth... Hufth... Hufth... Hufth... Hufth... Syukurlah sudah berakhir."


Adrine mulai terengah-engah karena kelelahan mulai dirasakan Adrine setelah benar-benar berhasil mengalahkan Naga Kristal Api Bersayap 6. Bahkan dengan sendirinya Purgatory Demon lepas dari tubuh Adrine.


"Tak kusangka aku akan selelah ini... Tapi... Aku tak boleh lengah... Ini masih belum yang merah darah dan hitam... Aku harus berusaha lebih lagi."


Tubuh Adrine terjatuh dan terbaring diatas tanah lava merah. Panas yang ada tidak berpengaruh dengan lelahnya Adrine yang sedang ia rasakan.


Mayat dari Naga Kristal Api Bersayap 6 mulai terkonversi menjadi energi. Api ungu yang masih melayang-layang membakar sisa-sisa mayatnya agar semakin mengembang dan menguat.


Energi yang terkonversi berubah menjadi sebuah benda yang wujudnya bukan kitab, melainkan hampir mirip sebuah gembok yang berwarna merah.


Adrine melihat sesuatu dari gembok yang masih berbentuk energi tersebut. Ada sebuah tulisan yang berada digembok dan energinya melayang membentuk tulisan-tulisan yang terpisah menjadi 3 bagian tulisan dan sepertinya adalah petunjuk dari artifak tersebut.


"Apa ini? Apa semacam petunjuk?"


Lalu Adrine membacanya dan ternyata tulisan itu bukan hanya petunjuk, tetapi terdapat sebuah teknik atau skill khusus yang memang tertanam pada Gembok Merah Api Pengunci Ruang Waktu.


"Sepertinya ada 3 tahapan tekniknya, dari Penjara Simbol, Penjara Ruang, dan Pengunci Ruang."


Adrine tak mau menyia-nyiakan waktunya. Ia langsung mengkultivasi Gembok Merah Api Pengunci Ruang Waktu. Adrine merasa agak aneh dengan kultivasinya. Aliran energinya seperti sedang dipercepat dan dipanaskan.


Lalu Adrine membuka matanya sedikit untuk mengintip apa yang terjadi dengan kultivasinya terhadap Gembok Merah Api Pengunci Ruang Waktu.


"Lho kok? Bagaimana mungkin? Kultivasiku..."


Dan memang benar ada yang sedang terjadi dengan aliran energi pada tubuh Adrine. Tetapi bukan hal yang buruk, melainkan adalah hal baik yang terjadi.


"Kenapa semua api dan magmanya terhisap? Tapi, malahan lebih cepat kultivasinya."


Adrine menjadi sangat senang. Ia melihat kalau magma yang ada disekitarnya terhisap dengan sangat cepat tanpa Adrine harus mengkultivasinya dengan sekuat tenaga. Bahkan tubuh Adrine mengeluarkan api yang sangat panas dan kuat yang juga mempercepat kultivasinya.


"Kurasa Gembok Merah Api Pengunci Ruang Waktu akan selesai dengan sangat cepat."


Bukan hanya didalam alam bawah sadar Adrine saja, Shin kecil juga melihat kalau magma yang ada disekitar Altar Sembilan Warna Api Spiritual juga terhisap dalam tubuh Adrine. Shin kecil agak berpikir akan adanya bahaya, tetapi ada hal lain yang menurutnya berbeda.


"Apa Adrine akan baik-baik saja? Tapi firasatku mengatakan kalau Adrine akan baik-baik saja, malahan menurutku kalau semua ini justru sangat baik."


Tubuh Adrine yang ada diluar alam bawah sadar dan yang ada didalam bercahaya merah. Hal tersebut disebabkan karena api yang ada diluar alam bawah sadar memanaskan tubuh Adrine dan api yang ada didalam alam bawah sadar yang keluar dari tubuh Adrine mengubah api dari luar menjadi api yang dapat membantu proses kultivasinya terhadap Gembok Merah Api Pengunci Ruang Waktu.


"Menurutku, sekitar 4 bulan lebih kultivasiku pasti sudah selesai."


Lalu Adrine menjadi lebih semangat dan meningkatkan kultivasinya, berharap kalau ia menyelesaikan kultivasinya terhadap Gembok Merah Api Pengunci Ruang Waktu dengan sangat cepat.


"Kupikir Adrine sekarang mengalami hal yang baik. Suhu magmanya jauh lebih panas daripada sebelumnya. Tapi kenapa pikiranku tentang ini malah baik?"


Shin kecil masih bimbang antara tubuh Adrine yang menghisap magma atau firasatnya yang mengatakan kalau Adrine akan menjadi lebih baik. Dalam pikirannya, Shin kecil masih sedikit berpikir manakah yang benar, dan ia sedang bingung apakah Adrine baik-baik saja atau tidak.


"Semoga Adrine baik-baik saja disana."


Sementara itu, Adrine masih senang dan terus berlanjut mengkultivasi Gembok Merah Api Pengunci Ruang Waktu tanpa ada sedikit rasa sakit yang dirasakan oleh Adrine. Rasa sakit dan panas yang dapat melelehkan kulit dan menguapkan seluruh darah diabaikan oleh Adrine karena rasa sakit tersebut telah tergantikan dengan rasa senang karena kecepatan kultivasinya telah dipercepat.


"Baiklah, aku harus segera selesai dan cepat sekarang. Aku ingin cepat kembali ke Perguruan Bayangan Langit. Ray, Alfian, dan kalian semua yang meremehkanku, akan kubuat kalian berlutut dihadapanku."