
Dengan sombongnya Adrine melangkah kedepan dan mendekati Yama. Disana, kekuatan Adrine masih belum bisa dirasakan oleh Yama.
"Aku hanya mengandalkan fakta yang sudah lampau? Aku tanya padamu lagi, bagaimana cara seorang mage yang mampu mengeluarkan pasukan mendapatkan pasukan itu?"
Entah kenapa Adrine tiba-tiba menanyakan hal tersebut kepada Yama. Dan Yama sendiri pun juga tak tahu apa maksud dari pertanyaan Adrine, namun ia hanya menjawabnya saja.
"Seorang mage harus berhasil mendapatkan jiwa dari hewan spirit yang sudah mati dan dijadikan pasukan miliknya. Memangnya kenapa? Bukankah itu sudah jadi umum?"
Yama masih tak paham dengan apa yang dimaksud oleh pertanyaan Adrine. Namun ia merasa kalau Adrine punya alasan lain dengan menanyakan pertanyaan tersebut.
"Memang semua itu umum, jangan berpikir kalau aku itu tak tahu. Jadi, bisa dibilang kalau ingin memiliki pasukan yang kuat, seorang mage harus mengalahkan hewan spirit dan diambil jiwanya."
Walaupun Adrine sudah menjelaskan ulang, namun semuanya yang ada disana tak ada yang paham dengan maksud dari perkataan Adrine.
'Apa tujuannya mengatakan hal seperti ini? Apa dia ingin mengulur waktu?' Pikir Yama.
Dan kini, Adrine yang tersenyum. Senyuman itu bukan karena Adrine berhasil membingungkan seluruh orang yang ada disana, namun Adrine berusaha memancing semuanya kedalam kejutan yang sudah dipersiapkan oleh Adrine.
"Baiklah, kalian pasti bingung, benar bukan?"
Adrine merasa senang dengan melihat wajah bingung dari semua orang. Namun Etern dan Arpha tersenyum karena merasa paham dengan maksud Adrine. Dan David sedikit merasa ragu kalau apa yang dikatakannya itu memang mengarah dengan apa yang ia pikirkan.
"Yama? Benar kan, namamu Yama? Aku ini seorang mage yang sama dengan apa yang kukatakan sebelumnya. Bagaimana kalau kau melawan pasukanku?"
Setelah diberikan jawaban dari pertanyaan yang memusingkan kepala tadi, Yama langsung paham dan merasa lebih semangat lagi. Ia merasa kalau pasukan milik Adrine pasti lebih lemah dari Adrine itu sendiri.
"Baiklah, aku bersedia melawan pasukanmu itu. Tapi kalau aku berhasil mengalahkannya, kau sendiri yang harus melawanku, bagaimana?"
Yama dengan sangat berani menantang Adrine. Namun Adrine jauh lebih percaya diri dibandingkan dengan melihat wajah Yama yang hanya gila akan reputasi.
Yama yang tadinya pendiam, kini menjadi lebih terbuka karena bersemangat melawan Adrine. Namun Adrine hanya tersenyum.
"Aku akan memberimu 2 kode dan ini akan menentukan siapa lawanmu. Bagaimana?"
Yama diberi pilihan untuk memilih sebuah kode dan lawan yang akan dilawan ditentukan oleh kode itu.
"Baiklah, apa itu?"
Adrine tersenyum senang melihat Yama menerima saran darinya.
"Kau pilih Api? Atau Darah?"
Setelah mendengar pilihan dari Adrine, Yama menjadi cukup bingung untuk memilih yang mana. Yama dan orang yang lain juga merasa tak paham dengan 2 pilihan tersebut.
Dan para penonton malah saling bertaruh siapa pemenang antara keduanya. Yang memulai semua itu adalah seseorang yang tahu kemampuan Adrine dan yakin kalau Adrine yang akan menang. Lalu beberapa orang tidak terima dan bertaruh kalau Yama yang akan menang.
Dan ada 2 orang yang saling mempertanyakan kekuatan Adrine dan Yama agar mengerti akan perbandingan kekuatan antara keduanya.
"Seberapa kuat Adrine itu? Kenapa kau yakin sekali kalau Adrine itu lebih kuat dibandingkan dengan Yama?"
Salah seorang penonton menanyakan kemampuan Adrine dengan sebelahnya yang seperti sedang mendukung dan yakin kalau Adrine yang akan menang.
"Aku sendiri tak tahu seberapa kuat Adrine itu, tapi yang pasti, sesuatu hal terjadi dan membuat seluruh orang terkejut dan semua itu disebabkan oleh Adrine. Bukan hanya para murid, namun para master pun juga terkejut."
Disaat ia menjawab dan menjelaskan pengetahuannya tentang Adrine, orang yang bertanya tadi langsung merasa penasaran.
"Kuceritakan sedikit saja, dan sebenarnya ini semua adalah murni opini. Namun opini ini sangatlah meyakinkan."
"Apa yang dilakukan oleh Adrine? Apa itu semua hal hebat?"
Namun orang yang ditanyainya hanya diam dan menunduk sambil menggenggam kedua tangannya.
"Ini semua entah benar atau tidak, tapi disaat ujian pelantikan murid dalam pertama berlangsung, didalam kabin simulasi ada seseorang yang masuk kedalam wilayah stormzone. Kami semua tak tahu siapa itu, tapi yang pasti, tak lama kemudian ada sebuah penampakan dan itu nampak sekali seperti Fire demon of death. Kau tahu kan, itu adalah iblis api."
Orang yang menceritakan hal itu merasa merinding dan orang yang mendengarnya merasa semakin penasaran.
"Setelah itu, penampakan itu memang diklarifikasi sebagai Fire demon of death. Dan setelah penampakan itu hilang dan dikalahkan, ada seseorang yang mendapatkan point yang sangat banyak dan menjadi rangking pertama. Kau tahu siapa itu? Dia adalah Adrine, orang yang sedang melawan Yama disana itu."
Orang itupun menunjuk kearah Yama dan Adrine. Dan orang yang disebelahnya mulai merasa kalau Adrine itu mengerikan. Namun ia sedikit tak percaya kalau Adrine itu memang sekuat apa yang diceritakan barusan.
"Lalu, apa hubungannya dengan pasukan yang dimaksud tadi? Apa dia mengambil jiwa iblis api itu? Bukankah itu tak mungkin? Jiwa itu adalah simulasi dan tak bisa benar-benar menjadi pasukan yang sebenarnya."
Walaupun sebenarnya orang yang bercerita sedikit kurang yakin, namun ia tetap merasa kalau Adrine yang memang melakukan itu semua.
SET!!
Tiba-tiba saja orang itu pun terpikir oleh sesuatu yang semakin yakin kalau yang diceritakan itu opini yang juga fakta.
"Apa kau tak ingat kejadian 2 tahun yang lalu? Kedua bodyguard Alfian telah dikalahkan, kau tahu kalau Adrine yang mengalahkan kedua bodyguard itu. Dan kau tahu bagaimana cara Adrine mengalahkan mereka berdua?"
Orang yang mendengar cerita itu pun menggelengkan kepalanya. Ia menjadi penasaran lagi.
"Semua itu berhubungan dengan apa yang kuceritakan tadi. Adrine mengalahkan kedua bodyguard itu dengan satu pasukannya, dan pasukannya itu sangatlah mirip dengan iblis api."
Walaupun sudah diceritakan hingga sedemikian rupa, namun orang disebelahnya masih tidak percaya dengan cerita itu. merasa kalau semua itu hanya keberuntungan.
"Mungkin hanya keberuntungan saja. Tak mungkin kalau 2 orang tahap Nirvana Alam Pertama level terakhir tidak bisa mengalahkan iblis api. Bukankah kekuatan iblis api itu setara dengan tahap Nirvana Alam Pertama level-1 atau level-2?"
Memang apa yang dikatakan oleh orang itu memang benar. Namun disaat itu, Purgatory Demon menggunakan skill Fire Transformation dan berubah kedalam mode Blue Fire, dan itu membuat Purgatory Demon lebih unggul daripada dalam kondisi normalnya.
Tapi dibawah sana, Yama masih memikirkan apa yang ingin ia pilih. Namun Yama sudah tak ingin menunda waktu lagi. Tanpa pikir panjang ia langsung memilih 1 dari 2 pilihan tersebut.
"Aku memilih darah."
Dengan percaya diri Yama langsung memilih dan mengungkapnya dengan lantang. Adrine hanya tersenyum dan menatap konyol kearah Yama.
"Haha, kau ini psikopat ya? Tapi kau memilih darah, dan sekarang lawanlah pasukanku yang satu ini."
Lalu muncul bayangan yang nampak seperti cairan kental dan hampir mirip darah yang berwarna gelap seperti sedang menyatu dan membentuk tubuh.
'Apa itu?' Pikir semua orang kecuali Adrine.
Bahkan Arpha, Etern, dan David juga tak tahu dan penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Adrine.
"Ini pilihanmu dan sekarang, lawanlah pasukanku ini!"
Tepat disaat Adrine mengatakan hal tersebut, bayangan darah yang sedang membentuk tubuh itu sudah selesai terbentuk.
Semua mata terbelalak lebar melihat tubuh tersebut. Jantung mereka semua pun berdebar kencang bahkan Yama sekalipun disaat melihat makhluk yang dimunculkan oleh Adrine.
"IBLIS DARAH!!?"
Bersambung!!