
Beberapa hari telah berlalu, Adrine juga sudah dipertemukan dengan master Heyto kembali, ternyata master Heyto memiliki bisnis dengan perguruan Bayangan Langit dan menjadi master di perguruan tersebut dalam beberapa waktu. Dan juga tepat 3 bulan Adrine meninggalkan perguruan Bayangan Langit.
Adrine juga telah mendapatkan misi dari perguruan 4 hari yang lalu untuk membantu laboratorium di kota Phyro selama 2 hari 1 malam. Ia telah menyelesaikan misinya dan mendapatkan bintang kontribusi dari misi yang diselesaikannya.
Kini Adrine diminta untuk menemui master Heyto di laboratorium pusat kota Fierry, dirinya tak diberi tahu untuk apa ia dipanggil.
Adrine telah sampai di depan pintu laboratorium, tempatnya sangat besar dan luas. Di saat Adrine ingin membuka pintu, pintunya terbuka secara otomatis dan ia hanya tinggal masuk ke dalam saja.
'Wow, canggih sekali.' Pikir Adrine.
Adrine sangat terkagum dengan teknologi yang ada di sekelilingnya, begitu canggih dan memukau matanya.
"Pintu itu telah dilengkapi oleh kamera pengawas, setelah menangkap gambarmu, akan ada komputer yang secara otomatis mengidentifikasi siapa yang ditangkap dalam gambar, setelah itu baru memutuskan izin masuknya secara otomatis."
Tiba-tiba saja ada master Heyto di depan Adrine dan dia juga menjelaskan cara kerja dari pintu yang sebelumnya terbuka sendiri. Master Heyto tampak mengenakan pakaian yang diharuskan ketika berada di dalam lab, jas putih dan juga sarung tangan.
"Kau tidak perlu menjelaskannya master, aku tidak terlalu tertarik dengan yang seperti itu."
Master Heyto tersenyum mendengar Adrine berkata seperti itu.
"Oh iya, ada apa master Heyto memanggilku kemari? Apakah ada hal penting?"
Adrine langsung menanyakan inti panggilannya dari master Heyto.
"Aku hanya ingin bertanya, apakah kau sudah berhasil menyempurnakan teknik Pancaran Kunci Yin-Yang?"
"Sudah pernah kubilang sebelumnya bukan? Aku sudah menguasai teknik itu, lagipula aku sendiri sekarang tak tahu apa lagi yang harus aku pelajari dan disempurnakan dari teknik itu."
Adrine pun mendengus kesal dengan hal itu, karena sebelumnya ia terus disuruh untuk menyempurnakan teknik Pancaran Kunci Yin-Yang, namun ia sudah melatihnya beberapa kali dan terus menyempurnakan kekurangan yang ada. Akan tetapi, hanya ketiadaan yang ia dapatkan.
"Aku juga merasa kalau apa yang kau lakukan itu sudah sempurna, hanya saja aku ingin mengetes apakah yang kau lakukan sebelumnya itu hanya kebetulan saja atau kau memang telah mahir."
"Aku ini benar-benar mahir, bukan hanya sekedar kebetulan."
Adrine pun menggelengkan kepalanya.
"Apa master hanya sekedar menanyakan itu saja? Jauh-jauh dari rumah aku hanya sekedar ditanyai tentang penguasaan ku saja?"
Master Heyto pun juga ikut menggelengkan kepalanya.
"Apa kau ingat rombongan yang ikut denganmu ke perguruan Bayangan Langit?"
Tiba-tiba saja Adrine teringat dengan geng Deon yang pernah bersamanya dulu, ia hampir melupakan mereka karena sudah tak pernah bertemu lagi.
"Hampir saja aku lupa dengan mereka, apa master tahu sesuatu tentang mereka?"
"Sayangnya aku tidak punya banyak waktu ketika mengintrogasi mereka, jadi aku melepaskan mereka dan aku usir mereka dari perguruan Bayangan Langit."
Adrine sangat terkejut mendengarnya.
"APA? MASTER MENGUSIR MEREKA?!"
Master Heyto mengangguk.
"Ya, memangnya kenapa?"
"Apa salah mereka sehingga harus diusir?"
Adrine merasa tidak terima akan hal tersebut.
"Yang pertama, mereka bukan anggota dari perguruan Bayangan Langit."
Hal ini memang benar, Adrine sendiri juga sudah memperkirakan alasan ini keluar dari mulut master Heyto.
"Yang kedua, tidak ada yang mengenalnya selain kau saja dan juga mereka sangat asing di mata perguruan Bayangan Langit."
Adrine kini mengerti mengapa geng Deon miliknya harus pergi dari perguruan.
SET!!
Tiba-tiba ada sesuatu terlintas di benak Adrine.
"Ya, kau akan bilang jika salah satu dari mereka mempunyai kakek yang dulunya adalah salah seorang master di sana, tapi itu dulu, sekarang beda."
Adrine memang terpikirkan oleh hal itu baru saja, namun ia tak dapat berkata lagi dengan elakan dari alasan master Heyto yang sangat masuk akal.
"Kau jangan risau, mereka bukannya di usir, karena kakek salah seorang dari mereka telah berkontribusi terhadap perguruan Bayangan Langit, mereka dipindahkan ke kota Spilleri, tepi hutan yang telah kau bersihkan sebelumnya."
Adrine sangat terkejut mendengarnya.
"Benar, tapi kami hanya memindahkannya sampai di sana, aku tidak tahu apakah mereka akan masuk ke dalam wilayah kota Spilleri untuk berinteraksi dengan sosial."
Adrine cukup lega mendengar hal tersebut, namun ia masih juga terpikirkan oleh geng Deon.
"Apakah aku bisa menghubungi mereka?"
"Bisa, tapi tolong kesampingkan hal itu dulu, sekarang ini ada hal yang lebih penting, alasan mengapa aku ingin bertemu denganmu di laboratorium pusat kota Fierry."
Tiba-tiba saja master Heyto menggenggam tangan Adrine dan menariknya ke dalam laboratorium. Adrine sendiri malah kembali bingung sekarang ini.
"Kami di laboratorium ini telah menciptakan berbagai hewan spirit buatan, para master juga telah menguji coba untuk melakukan penyerapan jiwa layaknya kau yang membangkitkan jiwa hewan spirit yang mati, para master juga sepertimu."
Adrine sedikit paham dengan maksud master Heyto, namun ia terlihat masih perlu memastikan apakah pemahamannya itu memanglah benar.
"Lantas?"
"Kami telah melakukan uji coba selama 3 kali berturut-turut, hewan spirit buatan lab ku ini bisa diserap jiwanya dan dipakai dalam pertempuran, apa kau tertarik mencobanya?"
Adrine terkejut mendengarnya, ia tak percaya jika master Heyto benar-benar melakukan penelitian yang gila.
"A... Aku?"
Master Heyto mengangguk.
'Aku tidak berharap ini terjadi, tapi kebangkitan hewan spirit dengan teknologi itu sangat berbeda dengan yang lain, mungkin ada kemampuan yang berbeda juga. Tidak salah jika aku mencobanya.' Pikir Adrine.
Adrine berusaha untuk membuat keputusan, ia nampak lebih ke pilihan setuju untuk mencobanya ketimbang tidak setuju.
"Coba saja, tapi kau tidak mengambil jiwanya, justru kau menyerap tubuhnya."
Tiba-tiba saja ada Shin kecil di sampingnya, Adrine sedikit terkejut akan hal itu.
"Hewan spirit akan tetap memiliki jiwanya, tapi fisiknya akan kau serap dan dijadikan layaknya pasukan yang kau punya, namun bukan jiwa, mereka bergerak dengan tubuh asli, dan kau juga akan memiliki cabang kemampuan yang baru."
Shin kecil pun menambahkan penjelasannya.
'Justru dengan itu kemampuanku akan meningkat.' Pikir Adrine.
"Baiklah, aku setuju."
Adrine mengangguk mantab akan jawabannya.
"Karena kau sudah setuju, maka ikutlah denganku ke dalam."
Master Heyto pun berjalan ke dalam dan Adrine mengikutinya, mereka memasuki ruangan yang sangat besar yang di mana terdapat sebuah bola bercahaya yang sangat besar.
"Kau akan masuk ke dalam dunia yang ada di dalam bola besar itu, di sanalah kami menciptakan berbagai hewan spirit buatan, nanti kau akan bertemu dengan mereka."
Adrine pun mulai mendekat ke arah bola bercahaya itu setelah master Heyto menjelaskan, ia juga mulai melihat dunia yang lain berada di dalam bola itu dengan samar-samar.
"Apa aku harus masuk ke dalam?"
Master Heyto mengangguk.
"Masuklah!"
Adrine pun berjalan ke depan dan mulai menyentuh bola bercahaya itu, bola tersebut ternyata ditembus oleh Adrine layaknya angin dan ia memasuki dunia yang ada di dalam sana.
Adrine melihat pemandangan yang berbeda dari dunia itu, terdapat berbagai macam pepohonan yang juga dilengkapi oleh berbagai macam teknologi, sehingga pohon itu tetap nampak seperti pohon namun berlapis baja yang menyerupai kayu.
'Pohon pohon ini pasti adalah habitat dan tempat hewan spirit buatan berbaur, mereka dilengkapi oleh teknologi buatan dan lingkungannya pun juga sama, para master dan profesor sangat cerdas hingga berpikir sejauh ini.' Pikir Adrine.
Kemudian Adrine didatangi oleh hewan spirit berupa kucing berwarna merah.
"Kucing Berbulu Darah?"
Lalu Adrine memperhatikan kucing itu lebih presisi lagi.
"Tidak, matanya ada yang berbeda, cakarnya juga telah diganti menjadi baja, dan yang paling aneh..."
Ada sesuatu yang paling mencolok dari Kucing Berbulu Darah yang di mana membuat kucing itu sangat berbeda dari Kucing Berbulu Darah pada umumnya.
"Kenapa kucing memakai headset?"
Bersambung!!