Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Monarch Orion


"Bagaimana? Apakah kalian telah menemukan orang yang aku suruh cari?"


Orang yang diatas seperti seorang raja, karena dia sekarang duduk diatas singgasana yang agung.


"Maaf tuan, saya belum menemukan orang dengan nama yang anda sebutkan, Yang Mulia."


Seseorang berjubah yang memakai penutup wajah tunduk dihadapan raja yang diatas.


"Apa benar aku telah membuangnya? Apa aku salah harus meninggalkannya dirumah gubuk itu?"


"Tidak sayang, ini bukan salahmu. Kalau bukan karena dia, kita tak akan pernah meninggalkannya di gubuk yang dulu."


Seorang wanita muncul disamping raja. Suaranya sangat halus dan dia seperti isteri dari sang raja yang sedang duduk diatas singgasana.


"Tapi aku menyesal, bahkan aku telah menyuruh orang hingga berpindah dimensi agar bisa menemukannya, tetapi apa? Bahkan kabar tentangnya tiada sedikitpun pernah terdengar di telingaku."


Seorang raja itu seperti sedang menyesali sebuah kejadian yang tak pernah ia lupakan. Bahkan hal ini juga masalah yang menyangkut kepentingan isterinya.


"Baiklah, kau keluarlah dulu. Aku akan berlatih."


"Baik Yang Mulia Monarch."


Orang yang menunduk itu keluar dari ruangan sang raja itu. Dia adalah sang Monarch dengan isterinya.


TOK!! TOK!! TOK!!


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan sang Monarch.


"Masuklah."


Lalu, ada seorang yang membawa pedang masuk kedalam ruangan tersebut. Orang yanv membawa pedang tersebut seperti seorang prajurit yang sedang akan melapor.


"Ada apa?"


"Yang Mulia, ada seorang pendekar yang ingin menemui anda."


"Siapa? Darimana asalnya?"


"Dia berasal dari rasi bintang kita sendiri yang mulia, dari organisasi pendekar pedang."


"Biarkan dia masuk, aku ingin tahu dia."


"Baiklah Yang Mulia."


Lalu prajurit tersebut berbalik dan membukakan pintu ruangan sang Monarch. Orang tersebut dipersilahkan untuk maju dan mengatakan tujuannya.


"Kau... Bukankah kau sekarang sedang ada dalam misi?"


"Betul Yang Mulia."


"Kau jangan terlalu formal dan menundukkan kepalamu seperti itu. Organisasi dari sekte mu adalah yang paling membantu rasi bintang ini untuk mencapai kejayaan. Berdirilah, kau tak perlu menunduk."


"Baik Yang Mulia."


Lalu, orang yang menunduk itu berdiri dengan sopan. Sang Monarch tersenyum.


"Ada apa kau kesini?. Bukankah kau sedang ada misi yang harus kau selesaikan bersama kakakmu, Zeno?"


"Benar, Yang Mulia. Tetapi ada informasi yang jauh lebih penting dari pada misi yang sedang kujalani sekarang."


"Informasi apa itu? Apa tingkat kerahasiaannya?"


"Diatas tingkat keramat Yang Mulia."


"Apa?"


Lalu, sang Monarch berdiri dan mengangkat tangannya. Ia seperti sedang akan mengeluarkan sebuah teknik.


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi?"


"Maaf Yang Mulia."


"Haish, baiklah. Sekarang tak ada waktu, teknik Perubahan Alam Bintang!!"


Lalu seluruh ruang itu berubah menjadi alam semesta yang berbeda dan hanya menyisakan sang Monarch, Isterinya, dan Zeno.


"Baik, baru saja aku menerima informasi yang sangat rahasia."


"Rahasia apa itu?"


"Maaf tuan, menurut sang pemberi informasi, saya tidak diperbolehkan untuk memberi tahu tentang informasi ini. Hanya saya saja yang diperbolehkan untuk tahu."


Sang Monarch hampir saja terpancing amarahnya karena Zeno merahasiakan informasi itu.


"Tapi Yang Mulia, ada satu syarat yang diajukan oleh pemberi informasi."


"Sebutkan syaratnya!!"


Sang Monarch seperti siap akan menerima syarat apapun dari Adrine. Asalkan informasi itu didapatkan olehnya.


"Sebentar, akan kuberikan clue yang mempermudah informasi ini Yang Mulia."


"Apa itu?"


"Mata jiwa."


"Apa maksudmu ada 2?"


"Seperti itulah."


Sang Monarch seperti kecewa dengan informasi ini. Mungkin sebuah tipuan dari musuh atau hoax saja.


"Sudahlah, mungkin informasi ini tipuan atau hoax. Lupakan!"


"Tapi Yang Mulia, aku sendiri yang pernah melihat mata jiwa itu..."


"Apa kau melihatnya sendiri dengan mata kepalamu?"


Sang Monarch terkejut karena Zeno sendiri yang telah melihatnya.


"Benar Yang Mulia."


Lalu sang Monarch menjadi tertarik dengan hal ini.


"Sekarang, sebutkan syarat yang diajukan oleh pemberi informasi ini!!"


"Baiklah."


Zeno mengangguk.


"Pemberi informasi ini adalah pemilik mata jiwa yang lebih dari satu."


"Lalu?"


"Dia mengatakan bahwa informasi ini hanya akan diberikan kepada rasi bintang kita saja. Rasi bintang Orion, tetapi dengan satu syarat. Dia sendiri harus menemui anda secara pribadi."


"Oke, tapi siapa dia?"


"Dia tidak memperbolehkan memberi tahu identitasnya, saya hanya boleh memberikan inisial nama depannya saja. AE, itulah inisial namanya."


'AE? Apa ini cuma kebetulan?'


Sang Monarch seperti teringat akan sesuatu.


"Apa dia masih seorang murid?"


"Ya."


"Baiklah, kapan dia bisa kesini?"


"Karena semua planet dialam semesta ini telah diatur dengan rotasi yang sama, maka dia bisa diajak kesini sekitar 3 hari lagi karena sedang ada ujian pelantikan."


"Baiklah, akan kupersiapkan tumpangannya dan dia akan kubawa kesini."


"Maaf Yang Mulia, tapi informasi rahasia tingkat keramat darinya tidak hanya satu."


"Apa?"