Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Roh Naga Bintang Api


Adrine hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Apalagi yang membuatnya agak takut adalah ketika sosok roh di depannya itu mengatakan bahwa ia telah menunggunya.


Ingin Adrine segera kabur dari sana, namun apa daya tubuhnya begitu berat dan lukanya itu membuatnya tak bisa bergerak.


"Tenang saja, aku tak akan memakanmu ataupun semacamnya, jadi tenanglah," ujar roh api itu dengan nada halus.


Kemudian roh itu melakukan sesuatu. Tubuhnya semakin terang, suasana hangat di sekitar menjadi lebih nyaman dan tidak lagi menyiksa seperti sebelumnya.


"Ini ... "


Adrine tak bisa berkata-kata lagi ketika melihat hampir seluruh lukanya sembuh. Kesembuhannya itu disebabkan oleh roh di depannya itu, sekaligus meyakinkannya bahwa roh itu bukanlah makhluk jahat yang akan memangsanya ataupun menyiksanya.


Adrine cukup penasaran dengan siapa sosok roh api itu. Ia juga sadar bahwa kemampuan roh itu sangatlah besar, yang pertama disadarinya adalah ketika dapat membuat tubuh roh yang mirip dengan leluhur Shin. Akan tetapi tubuh roh di depannya itu sedikit lebih besar daripada Adrine.


"Siapa kau sebenarnya?" tanyanya.


Roh itu terdiam sejenak, lantas ia mulai berbicara, "Aku adalah Naga Bintang Api, sang Raja Naga dari keturunan Naga Api. Aku juga adalah pelayan dari pemilik mata putihmu itu, dulu pemilik terakhir memberinya julukan, Cahaya Surga Tanpa Batas."


Adrine mendengarnya seksama seraya bangun, ia sudah merasa baikan setelah apa yang dilakukan oleh roh Naga Bintang Api barusan.


"Mata itu memungkinkan dirimu untuk memiliki regenerasi super dan melihat formasi mental tersembunyi. Kau juga bisa melihat jebakan jebakan klasik di sebuah labirin atau semacamnya dengan mata itu," jelas roh itu lagi.


Adrine teringat ketika mata putihnya itu pertama kali aktif, 'Yah, pada saat itu juga aku berada di sebuah labirin dan bertemu dengan hewan ajaib,' batinnya.


Roh itu belum selesai menjelaskan, "Kau punya mata putih itu yang berarti Yang dan mata hitam itu yang berarti Yin, ketika keduanya dalam satu kesatuan maka kau mempunyai tubuh Yin-Yang yang sempurna. Keuntungannya adalah kau bisa mempraktekkan segala teknik dengan atribut apapun di dunia ini, begitupun dengan teknik kultivasi."


"Aku tahu pasti Tubuh Yin-Yang memiliki kerugian, aku ingin tahu tentang itu," sahut Adrine.


Kini ia tak lagi takut dengan roh di depannya, menurutnya ucapannya itu benar dan tidak terlihat menunjukkan kebohongan sama sekali.


"Kerugian ya? Kau harus memiliki pasangan dengan tubuh yang sama, Tubuh Yin-Yang, tak harus sempurna. Jika tidak, tubuhmu itu akan meledak setelah beberapa saat selesai melakukan hubungan intim, itu karena ada atribut yang berlebihan dan tak ditangani," jawab roh tersebut.


Adrine terdiam sejenak seraya menunduk. Seingatnya ia tak pernah melihat ataupun bertemu dengan wanita dengan Tubuh Yin-Yang.


"Tunggu dulu, aku masih belum selesai lagi dengan penjelasanku," sahut roh itu tiba-tiba.


Seketika Adrine mendongak, "Ada apa? Apa kau punya alternatifnya?" tanyanya.


Roh itu menjawab lagi, "Yap, aku punya alternatifnya. Kau hanya perlu memiliki dua wanita dengan atribut yang berbeda, itu saja. Kalau kau ingin punya tiga, kau hanya perlu mencari satu wanita dengan Tubuh Yin-Yang, sehingga tubuhmu itu dapat mengkondisikannya."


"Aku tak butuh istri banyak banyak," sahut Adrine.


"Hahaha, apa kau benar-benar seorang lelaki? Seorang leluhur saja terkadang merasa kesepian dan bosan hanya dengan satu istri saja."


Setelah itu, Adrine meminta roh Naga Bintang Api itu untuk menjelaskan tempat apa ini dan di mana mereka sekarang ini. Roh itu menjelaskan seperti kenyataannya bahwa mereka berada di ruang terbawah dari puncak gunung Frey. Hanya saja goa ini adalah goa buatannya sebagai tempat tinggalnya.


Roh Naga Bintang Api juga menjelaskan bahwa dulunya ia adalah sesosok naga yang sangat perkasa. Di masa kejayaannya dulu ia adalah hewan spirit tingkat Ketiadaan peringkat satu. Kekuatannya amat sangat luar biasa bahkan menjadi yang ditakuti oleh para bangsawan rasi bintang.


Adrine juga bertanya kenapa roh naga itu tahu kalau Adrine akan ke sana.


"Sederhana saja, aku sudah merasakan kalau kau ada di sekitar gunung ini. Dan lagi, aku sudah mengetahui sistem yang dibuat oleh para manusia yang ada di bawah, jadi kurasa kau adalah yang terkuat sekarang dan akan menjadi pilar dari orang-orang yang setingkat denganmu, karena itu mungkin kau akan kemari, Tubuh Yin-Yang mu itu pula yang membuatmu cukup tahan dengan tekanan yang ada di ruangan-ruangan sebelumnya," jawab roh itu.


Lalu Adrine menoleh ke sekitarnya. Lantas ia berjalan-jalan menelusuri ruangan itu. Roh Naga Bintang Api di belakang mengikutinya.


Adrine hanya diam saja tak menjawab pertanyaan roh itu. Beberapa saat kemudian ia pun berhenti dan menoleh pada roh yang ada di belakangnya itu.


"Sebelumnya aku sedang mencari artifak di atas sana, jadi kupikir ada sesuatu di bawah sini yang lebih menarik ... Tapi rupanya hanya kau saja yang di sini," jawabnya.


Roh Naga Bintang Api tertegun, ia tahu bahwa Adrine sebelumnya memang bertujuan untuk mendapatkan artifak.


'Sebelumnya aku kemari hanya karena ketidaksengajaan saja, apa aku harus menceritakan kalau sebenarnya aku bisa sampai ke sini itu karena terpeleset? ... Ah sudahlah, lupakan saja!' gumamnya dalam hati.


Kemudian roh Naga Bintang Api mendongak, "Emmm ... Aku punya beberapa rongsokan di tempatku kalau kau mau, dan juga nanti kuberi satu tambahan spesial," ujarnya setelah teringat bahwa ia memiliki beberapa artifak simpanannya.


Adrine memintanya untuk membawanya ke ruangannya itu. Roh Naga Bintang Api pun segera mengantarnya.


Sesampainya di ruangan yang dimaksud barusan, Adrine terkejut melihat ada empat artifak yang memiliki aura yang sangat mengerikan. Ia kembali mendengar jiwa-jiwa yang berteriak dan bergumam. Karena terdengar suara jiwa, maka itu pasti adalah artifak tingkat Surgawi.


"Keempat artifak itu dulunya adalah pemberian dari tuanku selepas berperang. Kami dulunya menang, tetapi ada beberapa pemberontak yang membuat kami dalam kesulitan setelah beberapa tahun usai peperangan. Aku menyuruh tuanku untuk kabur sementara aku dikejar dan pergi melarikan diri sampai ke sini, hingga setelah itu tubuhku membusuk setelah ribuan tahun dan jadilah aku yang sekarang ini," terang roh naga itu.


Adrine turut berduka atas nasib dari sang naga itu. Tetapi yang tertinggal sekarang hanyalah cerita dan keempat peninggalan itu saja.


Roh Naga Bintang Api yakin bahwa tuannya itu telah berhasil menembus dan menjadi seorang dewa. Adrine mengangguk mempercayainya agar roh naga itu senang.


Adrine pun segera mendekati keempat artifak yang ada di dalam ruangan di depannya. Tapi mata putihnya aktif dengan sendirinya, ia melihat ada susunan formasi yang membuat ruangan di depannya tak bisa ditembus. Matanya itu juga melihat aliran energi sihir yang ada di dalam ruangan tersebut mengarah kepada keempat artifak itu.


'Itu ... Itu adalah susunan sihir formasi tingkat enam, akan sangat sulit bagiku bisa menerobos ke dalam,' batinnya.


Susunan sihir itu bukanlah susunan sihir yang terbuat dari sihir spiritual atau yang biasa disebut formasi mental. Ruangan itu hanya tertutup dengan sihir pada umumnya tapi sayangnya sihir yang ada di sana terlalu kuat. Adrine tahu akan semua itu dan ia sadar bahwa tak mungkin bisa untuk mengambil semua artifak itu


"Bagaimana bisa aku mengambilnya?! Artifak itu membuat perlindungannya sendiri, aku tak bisa menerobosnya!" serunya.


Roh Naga Bintang Api pun mendekat ke mulut ruangan yang terdapat keempat artifaknya itu, "Oh iya, aku lupa ... Aku sendiri yang melepas susunan sihir yang ada pada mereka," ucapnya.


"Lah?"


Kemudian roh Naga Bintang Api pun menutup kembali susunan sihir yang ada pada keempat artifak itu, lantas Adrine dapat masuk ke dalam dan mengambil mereka semua. Keempat artifak itu terlihat seperti satu set, ada zirah, pelindung kepala, kalung, dan sepatu.


Keempat artifak itu berwarna hitam kemerahan dan memancarkan sinar berwarna merah gelap, dan sinarnya tak terlalu terang. Lantas keempat artifak itu digantung pada dinding di belakangnya.


Ketika ia mendekat, "Ugh ... "


DEG!!


'Apa ... Tekanan apa ini?!!!' batinnya sembari tertunduk.


Kepalanya menjadi begitu berat dan ia tak bisa mengangkatnya. Adrine merasakan tekanan yang sangat ekstrim dari keempat artifak itu, tubuhnya menjadi begitu tertekan, berat, dan kacau. Di atas kepalanya juga terdapat empat jiwa yang seolah akan memangsanya, jiwa itu juga memancarkan aura yang begitu menekan, berat, dan sangat kacau.


'Mereka berempat ... '


Adrine melirik ke atas melihat ke arah artifak yang ada di depan wajahnya yang tertunduk itu.


' ... Bukan artifak tingkat Surgawi!' batinnya.


Bersambung!!