
SETELAH 1 BULAN BERLALU
"Apa? Ada Distorsi Portal?"
Tak sengaja Shin kecil merasakan adanya gejolak energi yang tidak asing baginya.
Tetapi, apa yang sedang terjadi didalam alam bawah sadar sungguhlah mengerikan. Pertarungan Adrine dengan Hydra Hitam Ekor Api Galaksi masih terus berlanjut dan belum juga selesai.
"Purgatory Demon!! Gunakan lagi Blood Fire!!"
Adrin memerintahkan kepada Purgatory Demon untuk mengeluarkan kekuatan Blood Fire.
"Baik tuan. Tapi, Blood Fire telah anda gunakan beberapa waktu lalu. Blood Fire masih belum sepenuhnya saya restorasi. Kemungkinan kalau kekuatan yang tuan pakai hanya sekitar 60% saja."
Walaupun demikian, Adrine masih terus tetap untuk menggunakan Blood Fire dikarenakan situasinya yang sudah sangat mendesak.
"Tak apa-apa, gunakan saja! Lagipula kekuatanku akan meningkat dan lebih kuat daripada api ungu gelap. Dan sekarang, kepala naga sialan ini sudah sebanyak... 7 kepala. Aku harus mengurangi kecepatan regenerasi tumbuhnya."
Adrine terus bersikeras untuk menggunakan kekuatan Blood Fire. Dan Ia juga sudah kalau kekuatan api yang besar bisa memperlambat kecepatan regenerasi tumbuhnya kepala baru.
"Baiklah tuan. Blood Fire Transformation!!"
Tubuh Adrine tertutup oleh api merah darah yang sangat gelap. Namun Adrine merasakan kalau kekuatannya hanya meningkat sebesar banyaknya yang tadi dikatakan oleh Purgatory Demon.
"Kau benar. Tapi untuk sekarang, Blood Fire milikmu hanya kujadikan sebagai penopang utama kekuatan tubuh saja dulu. Aku ingin menyerang naga ini dengan Shadow creation."
Tiba-tiba Hydra Hitam Ekor Api Galaksi seperti sedang tersenyum.
"Hehehe... Apa kau sudah mau menyerah manusia? Kekuatanku masih belum yang sebenarnya. Apa kau benar-benar masih ingin melanjutkannya?"
Lalu Adrine mengangkat pedangnya dan membuat 2 kloningannya dan mengeluarkan semua pasukan miliknya tanpa terkecuali. Tatapan Adrine semakin ganas. Walaupun wajahnya telah tertutup oleh api dari tubuh Purgatory Demon, namun seakan tatapannya dapat dilihat.
"Heh!! Menyerah katamu? Aku tak akan menyerah semudah itu! Maju!!"
Lalu semua pasukan Adrine maju dan menyerang Hydra Hitam Ekor Api Galaksi. Namun, tak ada satupun yang hampir setara dengan Hydra Hitam Ekor Api Galaksi. 2 kloningan Adrine juga hanya berhasil melukai sedikit di bagian lehernya.
"Membunuhku juga tak akan semudah berkata-kata seperti tadi. Menyerah saja, akan kuampuni dirimu dan kukeluarkan jiwamu dari sini."
Adrine hanya diam dan tak berkutik. Dan sebenarnya, energi Adrine juga sudah habis ia gunakan disaat menggunakan Shadow Monarch beberapa waktu lalu.
"Ada apa manusia? Apa kau sudah menyerah? Hehe, biar kubantu kau keluar dari sini."
Lalu tangan Hydra Hitam Ekor Api Galaksi terangkat dan seperti ingin menghantam tubuh Adrine. Lalu tangan itu terayunkan dengan sangat cepat.
SET!!
Mata Adrine terbuka dan mata jiwa tengahnya teraktifkan.
"Eh? Apa itu?"
Hydra Hitam Ekor Api Galaksi kaget seperti melihat sesuatu.
"Mata jiwa yang lain? Tak mungkin!!"
Bahkan hewan spirit saja terkejut melihat mata jiwa yang lain dari satu tubuh. Tetapi, mulut Adrine tersenyum dengan sangat mengerikan.
"Eh? Ada apa ini?"
Purgatory Demon seperti kebingungan karena sesuatu. Tiba-tiba saja tubuh Purgatory Demon yang masih menopang kekuatan tuannya, seperti sedang bereaksi karena sesuatu.
"Tuan!! Sepertinya ada yang tidak beres. Tiba-tiba kekuatan tubuh saya... Meningkat... Kekuatan saya seperti sudah teregenerasi dan menjadi kembali 100%. Tuan, apa anda tahu tentang ini?"
Purgatory Demon mengalami kenaikan kembali dan energinya seperti telah pulih seperti semula.
"Kekuatanmu sekarang sudah 100%. Dan juga, kau tahu? Sekarang api yang ada disekitar kita sudah tidak mempengaruhimu lagi."
Adrine seperti sudah tahu kalau kejadian seperti ini akan terjadi padanya. Lalu Adrine ingin melepaskan transformasinya.
"Tubuh transformasi, lepas!!"
Secara otomatis tubuh Purgatory Demon lepas dan langsung berdiri disamping kiri Adrine.
Ditempat yang lain, tubuh Adrine seperti memancarkan energi yang sangat kuat. Energinya sangat murni dan bahkan angin bertiup sangat kencang hanya dengan mengenai beberapa aliran energi saja.
"Purgatory Demon!!"
Adrine memanggil sosok iblis api yang menjadi pasukan miliknya. Dan sosok api yang hidup itu pun menoleh.
"Ya, tuan. Ada apa?"
"Aku tahu. Kekuatanmu yang asli, jauh lebih kuat dibandingkan dengan Hydra Hitam Ekor Api Galaksi yang ada dihadapan kita sekarang ini. Walaupun kau belum setingkat Jelmaan Iblis, namun kekuatanmu adalah yang memimpin hewan spirit tingkat langit. Majulah! Hadapi naga itu untukku!!"
Adrine menunjuk kearah Hydra Hitam Ekor Api Galaksi dan Purgatory Demon juga menoleh.
"Apa? Fire demon of death? Iblis api? Tak mungkin!!"
Hydra Hitam Ekor Api Galaksi tak percaya dengan adanya kehadiran dari Iblis api, atau Fire demon of death.
Dengan cepat Purgatory Demon bergerak dan melompat kearah Hydra Hitam Ekor Api Galaksi. Gerakan Purgatory Demon hampir tak bisa dilihat karena saking cepatnya.
SLAAASH!!
Purgatory Demon mengubah tangannya menjadi sebuah pedang dan menebas salah satu leher Hydra Hitam Ekor Api Galaksi.
"Hehe... Iblis api yang agung, percuma saja kalau kau memotong leherku. Aku masih bisa.... Eh?"
Tiba-tiba saja Hydra Hitam Ekor Api Galaksi seperti merasakan sesuatu yang lain dari tubuhnya.
"Kenapa ini? Regenerasiku... Bagaimana mungkin? Kenapa regenerasiku menjadi sangat lambat?"
"Heh..."
Adrine tersenyum dan seperti tahu apa yang sedang terjadi.
"Regenerasi bisa melambat dikarenakan oleh sebuah luka bakar. Walaupun hidupmu berada didalam api, namun Fire demon of death berbeda. Api miliknya sangatlah unik dan benar-benar menyerupai iblis. Jadi, ini seperti kau yang berupa air mendidih yang sedang dibekukan."
"Apa? Kau..."
Lalu, entah kenapa, Hydra Hitam Ekor Api Galaksi seperti tak terima kalau dirinya telah dipermainkan oleh Adrine.
"Sekarang waktunya, Ultimately Transformation Swords!! Perubahan Api, Pedang Perubahan Inti Api Bayangan Ashura!!"
Pedang Adrine berubah hingga sedemikian rupa. Ukurannya menjadi lebih besar.
"Grrrrhhh... Tak akan kubiarkan kau menang!! Api Gelap Gelombang Awan."
Lalu Adrine bergerak untuk menghindari serangan tersebut. Walaupun pedang yang sedang ia bawa menjadi cukup berat, namun kecepatan Adrine tetap masihlah tinggi. Serangan api tadi dengan mudah Adrine hindari.
"Purgatory Demon!! Lanjutkan!!"
"Baik!"
ZRAAAST!!
Dengan sangat cepat, Purgatory Demon bergerak hingga gerakannya tak bisa dilihat. Lalu Purgatory Demon melompat dan menebas lagi kepala Hydra Hitam Ekor Api Galaksi.
Awalnya naga tersebut berhasil menghindari serangan dari Purgatory Demon. Namun Purgatory Demon bergerak lagi dan berhasil menebas satu lagi kepala dari Hydra Hitam Ekor Api Galaksi. Dan sekarang, kepalanya masih tersisa 5.
"Mundur!!"
Lalu Adrine memerintahkan kepada Purgatory Demon untuk segera mundur. Dan Adrine juga sepertinya ingin melakukan sesuatu terhadap Hydra Hitam Ekor Api Galaksi.
"Aku menyuruh Purgatory Demon untuk mundur bukan karena aku takut... Tapi, aku ingin kalau yang membunuhmu itu adalag tanganku sendiri."
Lalu dengan sangat cepat, Adrine bergerak dan melompat.
"Tidak... Tidak, jangan!!"
"Sudah terlambat untuk takut dan menyesal!! Rasakan, tebasan pedang, Ashura Fire!!"
Setelah itu, Adrine menebas separuh bagian tubuh Hydra Hitam Ekor Api Galaksi menjadi 2. Dan tak disangka, kalau tubuh naga itu tidak bisa beregenerasi seperti kepalanya.
"Kukira lebih kuat, ternyata sama saja."
Lalu Adrine melompat turun kebawah untuk mengambil jiwa dari Hydra Hitam Ekor Api Galaksi. Tubuh dari naga itu mengapung diatas magma dan seperti akan terbakar. Adrine berdiri diatasnya agar tidak terkena langsung oleh lautan magma yang panas tersebut.
"Bangkitlah!!"
Setelah itu, muncul aura hitam yang mulai berkumpul didekat Adrine. Aura tersebut sangatlah kuat hingga membuat tubuh Adrine serasa sedang terdorong.
BLAAARR!!
Aura hitam tersebut tiba-tiba saja meledak dan membuat tubuh Adrine terpental hingga hampir terjatuh di magma.
"Ugh... Hampir saja... Tak kusangka aku gagal. Akan kucoba lagi, aku masih punya 2 kesempatan lagi. Bangkitlah!!"
Tapi, setelah Adrine mencoba untuk membangkitkan jiwa Hydra Hitam Ekor Api Galaksi yang kedua kalinya, ia berhasil mendapatkannya.
"Bagus, cukup besar juga ya... Dan pasukan peringkat 5, sama seperti Purgatory Demon. Kuberi nama Hydra. Baiklah, sekarang yang ada diatas sana."
Lalu Adrine melompat tinggi keatas dan kembali berpijak pada tanah yang mengapung tadi. Adrine berjalan mendekati gulungan hitam yang terikat tersebut dengan penuh keberanian.
Disaat Adrine sudah dekat dan tinggal mengambilnya saja, tiba-tiba tanah yang terapung tersebut berguncang lagi.
"Apa ini? Apa aku harus melawan hewan spirit lagi?"
Namun diluar alam bawah sadarnya, tubuh Adrine seperti sudah siap untuk berfluktuasi lagi. Shin kecil juga sudah menyadari hal tersebut.
"Cepat juga. 1 bulan sudah selesai. Kurasa teknik apa ya? Eh?"
Tiba-tiba saja Shin kecil merasakan adanya sesuatu yang sepertinya tidak terlalu bagus menurutnya.
Bersambung!!