Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Kawanan Serigala Bermata Kristal


'Sepertinya teriakanku tadi saat kaget membuat seluruh kawanan serigala bermata kristal menjadi tahu keberadaanku dan Etern.' Adrine sudab mengira kalau teriakannya tadi bisa memancing seluruh kawanan serigala tersebut keluar.


"ETERN! LEBIH BAIK KAU PERGI, DARIPADA KAU TERLUKA KAU PERGI SAJA!!" Adrine langsung berteriak untuk menyuruh Etern pergi.


"Lalu, bagaimana denganmu?" Etern juga mengkhawatirkan keselamatan Adrine.


"Tenang saja, akan kuatasi mereka semua! Ini adalah tugasku untuk membereskan semua kawanan serigala ini." Adrine ingin meyakinkan Etern supaya ia tak khawatir tentangnya.


"Baiklah kalau ini maumu. Aku akan pergi, tapi aku tetap berjaga disekitar sini." Etern sebenarnya ingin bertarung bersama dengan Adrine lagi, sayangnya Adrine melarang hal tersebut.


"Terserah, tapi kau harus pergi sekarang! Aku tak mau kau kenapa-napa disini. Kalau kau terluka dan kawanan ini masih banyak, maka akan jadi repot semuanya." Adrine yang mengkhawatirkan Etern, juga mengkhawatirkan keselamatannya sendiri.


'Sebenarnya, Adrine bukan melihatku sebagai beban. Tapi dia juga sedang mengkhawatirkan dirinya sendiri. Aku tahu Adrine.' Pikir Etern dalam hati.


"Baiklah, akan kutinggal sekarang. Tapi kau juga harus berhati-hati, Oke!"


"Ya, pergilah! Aku akan berusaha!" Ucap Adrine agar meyakinkan Etern bahwa ia tak selemah itu.


Setelah itu, Etern pun pergi seperti apa yang dikatakan oleh Adrine. Tetapi dengan ini, Adrine juga tak khawatir lagi tentang keselamatan Etern. Etern sudah pergi dan dalam keadaan yang aman.


"Aku tak akan berlama-lama untuk meladeni kalian semua. Semua pasukanku, Keluarlah!!" Adrine memunculkan semua pasukannya. Bahkan Red Diamond, Golden Fire, dan Dragon Steel juga dibangkitkan oleh Adrine.


"Semuanya sudah bertarung tanpa perintahku. Mereka semua, para pasukanku telah punya insting sendiri sebagai prajurit yang melindungi tuannya." Kata Adrine saat ia melihat semua pasukannya menyerang dengan sangat ganas.


Semuanya tak berlangsung lama. Kurang dari 15 menit, Adrine sudah membunuh semua kawanan serigala tersebut. Adrine mengambil semua mata serigala kristal. Mata serigala kristal sangatlah bagus untuk digunakan sebagai obat penyembuh atau regenerasi. Maka dari itu, harganya pun cukup tinggi untuk dijual.


ZRIIIING!!


"Semuanya sudah mati?" Etern yang tiba-tiba datang langsung bertanya apakah semua kawanan serigala tersebut sudah mati ataukah belum.


"Kau itu tenang saja. Ini aku, Adrine Arnando, orang hebat yang akan menjadi semakin kuat nantinya." Adrine malah menyombongkan diri didepan Etern.


"Ya iya. Mata kristalnya banyak sekali, satu saja harganya 70 koin plasma. Ini semua totalnya kalau tidak salah sampai ratusan. Kau untung banyak kali ini." Kata Etern.


"Kau itu mata duitan ya? Nih, ambil 28 butir. Sisanya akan kujual sendiri untukku." Adrine tak seserakah itu sampai mengambil semua keuntungannya.


"Oi, aku tak membantumu sedikitpun. Tapi kau memberikanku sebanyak ini?" Etern terkejut, padahal ia tak membamtu apa-apa, tapi malah dapat hadiah.


"Kau tidak ingat saat awal tadi? Kau itu cukup membantuku lho. Walaupun tak banyak, tapi itu pantas. Terima saja!" Ucap Adrine dengan tulus.


"Kalau kau sudah berkata seperti ini, apa boleh buat. Akan kuterima ya, Terima kasih." Ucap Etern berterima kasih.


"Baiklah, ayo kita kembali!"


"Ya."