Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Blood Demon Under World


"APA? BLOOD DEMON UNDER WORLD?"


Seketika Adrine langsung terkejut mendengar nama tersebut dari Purgatory Demon.


"Iblis darah?"


"Ya tuan. Benar sekali."


Adrine sangat mengenali karakteristik hewan spirit ini, karena telah diberitahu oleh Shin kecil sebelumnya.


"Iblis ini bisa memanipulasi darahnya untuk digunakan sebagai senjata, bahkan apabila iblis ini telah menyentuh darah makhluk lain, dia bisa memanipulasinya menjadikan senjata maupun yang lain. Hewan spirit ini adalah yang paling mirip dengan iblis yang sesungguhnya."


Purgatory Demon mengangguk membenarkan perkataan Adrine.


Lalu, sosok yang dipanggil iblis darah oleh Adrine ini, telah maju semakin mendekat dengan Adrine. Purgatory Demon pun juga tak ingin terjadi apa-apa terhadap tuannya.


"Purgatory Demon, walaupun kekuatanmu sudah meningkat sekarang, tapi kau masih belum setara dengannya."


Purgatory Demon hanya menoleh dan mengangguk saja. Setelah itu, iblis darah bergerak sangat cepat hingga mata Adrine tak mampu untuk mengikuti pergerakannya.


"Apa ini ilusi?"


"TUAAAN!! SADARLAH!!"


Seketika Adrine terkejut dan langsung melihat Purgatory Demon yang barusan meneriaki tuannya, Adrine.


Adrine langsung tahu kalau apa yang terjadi barusan adalah ilusi yang cukup lemah, sehingga suara saja bisa terdengar hingga kedalam ilusi. Dan Adrine melihat kalau iblis darah sedang berjalan cepat maju kearah Purgatory Demon dan juga sebaliknya, Purgatory Demon juga berlari kearah Blood Demon Under World.


PLAK!!


'Sadarlah Adrine!!' Pikir Adrine.


Adrine tak ingin ia terkena ilusi lagi, maka dari itu dari itu, dia menampar pipinya sendiri agar lebih siap dan tidak terjatuh lagi kedalam ilusi.


Sementara itu, Purgatory Demon telah bertarung dengan Blood Demon Under World dan sedang mempertaruhkan jiwa mereka habis-habisan. Purgatory Demon mengaktifkan teknik Transformation Fire yaitu, Blue Fire.


Lalu dengan bersamaan, Adrine ingin mengaktifkan mata jiwa kirinya, ternyata mata jiwa kirinya telah teraktifkan saat itu juga.


"Ada apa ini? Apa aku bisa mengaktifkan mata jiwa hanya dengan insting saja? Bukan... Ini bukan melalui insting, tapi ada yang tidak beres."


Adrine berpikir-pikir, jika mata jiwanya dapat aktif hanya dengan insting, sudah dari tadi ketiga mata jiwanya aktif semua. Namun berbeda jika Adrine mengaktifkannya dengan pemikiran terlebih dahulu atau secara manual otak atau pikiran.


Tapi mata kiri Adrine berbeda kali ini. Adrine mampu melihat dengan sangat jelas bagaimana aliran energi Blood Demon Under World yang terikat dengan Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang. Tidak seperti biasanya yang terlihat sedikit buram.


"Aku tidak tahu kenapa, tapi kubus itu benar-benar membantuku. Dan juga efek ilusinya... Benar juga!!"


Adrine terpikir oleh sesuatu yang mungkin sudah terpikir olehnya sejak tadi. Namun ia teralihkan karena mata jiwa kirinya yang tiba-tiba aktif dengan sendirinya.


"Ini mungkin ilusi lagi... Ya, ini ilusi."


PLAK!! PLAK!! PLAK!!


Adrine telah menampar pipinya sendiri berkali-kali, namun sepertinya tak ada membuahkan hasil dan tidak membuktikan kalau asumsinya itu benar berada dalam ilusi.


"Kenapa ini tak berhasil? Apa jangan-jangan... Ini bukan ilusi? Lalu, bagaimana dengan mata jiwaku ini yang aktif sendiri?"


Adrine berandai-andai kalau semua itu bukanlah ilusi, kenyataanya terlalu bagus untuk benar-benar menjadi kenyataan. Mata jiwa yang aktif dengan insting, Adrine tidak mengakui kalau itu benar-benar nyata, melainkan hanya ilusi.


Sementara itu, Purgatory Demon sedikit kewalahan untuk bertarung dengan Blood Demon Under World. Dikarenakan iblis darah memanipulasi tangannya berubah menjadi lebih besar, namun itu adalah jebakan ilusi, walaupun kekuatannya memang meningkat.


'Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang itu memang sangat hebat. Tak kusangka, walaupun hanya ilusi mata, tapi kekuatannya tetap meningkat.' Pikir Adrine.


Diam-diam Adrine Adrine menggunakan skill Dead Silent dan bergerak sangat cepat. Lalu ia bersembunyi dipepohonan dan mengamati pergerakan Blood Demon Under World.


Setelah beberapa saat Adrine mengamati dan melihat Purgatory Demon terus didesak mundur oleh iblis darah, Adrine memutuskan untuk maju dan membantu Purgatory Demon.


"Transformation, White Wolf!!"


Adrine berucap dengan suara kecil, namun perubahannya sangatlah besar. Tubuh Adrine bagaikan manusia serigala. Adrine jadi mempunyai kuku yang panjang dan runcing, dan juga punya ekor yang panjang serta matanya seperti mata serigala pada umumnya.


WUUUSSHHH!!


Adrine bergerak dengan cepat seakan telah menyatu dengan angin. Gerakannya memang tak terlihat dan dengan cepat menyambar kearah iblis api.


CRAASHT!!


Adrine berhasil menyerang punggung iblis darah, namun serangan barusan telah disadari oleh iblis darah.


BUGH!!


Adrine baru saja terkena serangan berupa tinju dari iblis api dengan sangat keras. Adrine juga melindungi tubuhnya dengan kedua tangannya, namun Adrine tetap merasa sakit karena tingkatannya yang memang tidak seimbang.


BLAAARR!!


Dan Adrine menghantam tanah karena terjatuh dengan sangat keras. Setidaknya, Adrine bisa menahan serangan barusan apabila telah mencapai tahapan Nirvana Alam Pertama.


"Kurasa tulang tanganku retak, ugh... Sekali lagi aku terkena pukulan tadi, mungkin tulangku bisa hancur."


Adrine merasa sedikit tidak merasakan dari beberapa bagian dari lengannya. Ia berpikir kalau tulangnya retak karena serangan tadi.


Namun Adrine menghiraukan rasa sakitnya. Ia tak berpikir untuk mundur walaupun mendapatkan cedera yang sangat serius. Dan mata jiwa kanannya diaktifkan kembali dan pedangnya muncul. Pedangnya dipegang dengan sangat erat. Tapi serangan tadi langsung membuat transformasi Adrine terlepas, dan sekarang tubuh Adrine dalam keadaan normal.


"Aku tak secepat tadi, tapi sekarang aku akan mengandalkan kekuatan. Ashura Fire!!"


Adrine memunculkan Ashura Fire, namun langsung dengan api berwarna biru.


Tapi, Blood Demon Under World tak memberikan kesempatan untuk Adrine menyerang lagi. Dan juga tak lupa dengan Purgatory Demon, iblis api membuat pelindung agar lawan utamanya tidak bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Lalu, Blood Demon Under World bergerak kearah Adrine dengan sangat cepat untuk menyerang balik pada Adrine.


ZRAAAST!!


'Bahaya!! Cepat sekali...' Pikir Adrine.


Karena melihat gerakan secepat itu, Adrine mengayunkan pedangnya dari bawah keatas sambil bergerak menyamping untuk menghindari serangan langsung.


CRAASHT!!


Tubuh Blood Demon Under World terbelah secara vertikal oleh tebasan dari pedang Adrine.


"Apa aku berhasil membunuhnya?"


Adrine sendiri juga merasa terkejut kalau iblis api ternyata selemah itu, sehingga kalah hanya dengan sekali tebas.


'Tidak mungkin. Ada yang tak beres, apa ini ilusi?' Pikir Adrine.


Adrine merasa ada yang tak beres dengan apa yang ada didepannya. Ia merasa kalau yang barusan ini adalah ilusi dari Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang.


"TUAN!! HATI-HATI DIBELAKANG ANDA!!"


Seketika Adrine mendengar suara dari Purgatory Demon yang meneriakinya kalau dibelakang Adrine terdapat sebuah bahaya. Dan disaat Adrine menoleh kebelakang, ia melihat kalau tubuh yang tadinya terbelah perlahan mulai menyatu kembali.


'Licik sekali!! Dia memang sengaja membiarkanku untuk menyerangnya dan akan menyerang balik dari belakang. Tapi karena Purgatory Demon mengingatkan, iblis ini jadi tak bisa melakukan rencananya.' Pikir Adrine.


Memang setelah Adrine memikirkan semua hal barusan, iblis darah memang meregenerasi tubuhnya dengan sangat cepat dan langsung membentuk tubuhnya yang tadi.


ZRAAAST!!


Bahkan tak lebih dari sedetik setelah tubuhnya kembali teregenerasi kembali, iblis darah langsung bergerak cepat dan menyambar Adrine.


'CELAKA!!' Pikir Adrine.


BUAGH!!


Adrine kembali terkena pukulan langsung dari iblis darah dan lagi-lagi mendapatkan cedera yang sangat serius.


"BERANINYA KAU!!"


ZRAAAST!!


Purgatory Demon tak terima karena tuannya diserang dan langsung bergerak cepat kearah iblis darah. Seketika itu juga, Purgatory Demon pun langsung menghantam iblis darah hingga terpukul mundur. Pukulannya juga bukan hanya membuat iblis darah terpukul mundur, bahkan bagian tubuh iblis darah berlubang dan hancur yang terkena pukulan dari Purgatory Demon.


"AAARGHH!! Sepertinya ada beberapa tulang rusukku yang hancur dan patah... Ugh..."


Adrine merasakan kesakitan yang amat sangat luar biasa. Beberapa tulang rusuknya yang hancur bahkan banyak yang sampai menusuk paru-parunya. Dan tulang punggungnya pun juga ada yang retak karena residu energi pukulan yang menyalur dan juga karena terhantam ketanah dengan sangat keras.


"Aku tak boleh memaksakan diri untuk sekarang... Ugh... Dan sekarang ini, aku harus... Menggantungkan kepada Purgatory Demon untuk sementara ini... Aaaarghhh!!"


Bersambung!!


Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin...


Minta maaf ya... Apabila saya ada salah dalam penulisan kata ataupun yang mungkin penulisannya tidak mengenakkan hati... Mohon dimaafkan ya...🙏🙏