
SETELAH 3 MINGGU BERLALU
Dalam 3 Minggu ini, Adrine terus berlatih secara berselang-seling, sehari melakukan kultivasi tubuh dan seharinya lagi melakukan pelatihan Ascended Sword. Selain itu, kini Adrine telah memiliki 6 konektivitas Flowing dan dapat membentuk sampai 155 buah Shadow. Walaupun pelatihannya tidak terlalu rutin dan terus bergantian, namun perkembangannya tetaplah pesat dan sangat efisien.
Adrine kini sedang menyelesaikan pelatihannya dan ingin mengambil beberapa bahan yang disiapkan oleh master Heyto untuk pelatihannya yang ada di gudang penyimpanan. Ia menunggu sampai Bongkahan Inti Beku-nya benar-benar habis dan harus diganti dengan bahan yang baru.
'Kira-kira beberapa menit lagi Bongkahan Inti Beku akan habis.' Pikir Adrine.
Benar juga dan secara kebetulan setelah Adrine memperkirakannya akan habis dalam beberapa menit, Bongkahan Inti Beku yang ia gunakan itu langsung habis dan benar-benar sudah kering.
"Ah ... Terlalu tepat waktu."
Kemudian Adrine turun dari Teratai Pelangi Surga dan akan mengambil bahan lagi. Namun sebelum itu, Adrine ingin melatih energi pedangnya dengan menggunakan pedang Angin Tajam yang diberikan oleh master Heyto.
SWOOOSH!!
Angin berhembus luar biasa kencang di dalam ruangan tersebut ketika Adrine menggunakan Ascending pada pedangnya.
'Hembusannya memang benar-benar sudah diasah dan menjadi lebih tajam dengan Bongkahan Inti Beku.' Pikir Adrine.
Setelah beberapa kali Adrine mengayunkan pedangnya dan melatih sedikit kemampuan berpedangnya, ia keluar dan mengambil bahan kultivasi yang ada di gudang, tepatnya berada di belakang kamar Adrine.
Namun Adrine harus keluar dari pintu masuk yang ia gunakan dari depan karena harus melewati lorong sempit di samping kamarnya, dan di kamarnya juga tak ada pintu yang langsung menghubungkannya dengan gudang.
Ketika Adrine membuka gudangnya, ia melihat begitu banyak harta benda yang sangat berharga dan berkilauan. Jumlahnya sangat banyak namun Adrine hanya diperbolehkan mengambil yang terdapat label namanya. Ia terus mencari ke belakang untuk mencari apa yang telah dipersiapkan oleh master Heyto untuknya.
Adrine melihat-lihat apa saja isi di gudang tersebut, ia melihat banyak sekali pil tingkat Semi Duniawi dan Duniawi, ia juga melihat banyak sekali tanaman herbal dan Batu Artifak.
Hingga akhirnya Adrine melihat sebuah tulisan yang melayang, tulisan tersebut bertuliskan namanya yang ditampilkan berupa holo-visual.
"Ini dia."
Terdapat Bongkahan Inti Beku lagi yang dipersiapkan oleh master Heyto dan juga ada beberapa pil Mutiara Petir Langit bintang 3. Adrine cukup senang dan terharu karena master Heyto begitu baik hati hingga memberinya banyak pil yang berharga itu.
'Setidaknya satu buah pil Mutiara Petir Langit bintang 3 itu setara dengan 30000 koin plasma.' Pikir Adrine.
Pil tersebut memang sangat cocok bagi pelatihan Adrine, namun ia sebenarnya ingin melatih kemampuan pasukannya setelah benar-benar masuk ke tahap Keberlanjutan level-5.
Lalu Adrine pergi dari gudang dan kembali berlatih di kamarnya.
Namun di saat Adrine mulai memasuki ruangan, Teratai Pelangi Surga bereaksi dan juga tubuh Adrine seperti beresonansi dengan reaksi dari teratainya.
"Aku ... Haha, ternyata sekarang waktunya ya?"
Adrine menyadari kalau tubuhnya sudah sangat siap menembus ke tahap Keberlanjutan level-5. Ia pun segera naik ke atas Teratai Pelangi Surga dan memfokuskan kultivasinya, namun ia belum menggunakan Bongkahan Inti Beku atau menelan pil Mutiara Petir Langit.
Energi yang memenuhi tubuh Adrine kini ia keluarkan sampai membumbung ke langit-langit kamar, namun semua energi yang ada di sana sedang menyelimuti Adrine dan meningkatnya ke level yang lebih tinggi.
Adrine sangat berharap bisa berhasil dalam sekali percobaan dan ia juga berharap bisa langsung naik 2 atau 3 kelas sekaligus. Walaupun mungkin hanya keberuntungan, Adrine ingin mencobanya semaksimal mungkin agar keberuntungan itu ia dapatkan.
Tubuh Adrine melepaskan banyak sekali energi dan bersiap meningkatkan kapasitas daya energinya serta ketahanan tubuh dan kekuatannya. Teratai Pelangi Surga sangat membantu proses peningkatannya, bahkan Adrine merasa begitu terbantu dengan penerobosannya itu.
Adrine merasakan pelebaran kapasitas energinya, tubuhnya bereaksi dengan sangat hebat atas penerobosan tersebut.
WUUUSH!!
Angin berhembus kencang dan bergerak secara spiral di sekitar tubuh Adrine, kini ia benar-benar telah memasuki tahap Keberlanjutan level-5.
"Ternyata ruangan ini meredam ledakan energi yang keluar dari tubuhku."
Sekali lagi Adrine merasa sangat kagum dengan kemampuan dari teknologi modern yang ada.
Adrine sangat puas dengan pencapaiannya pada kali ini, ia sudah bisa kembali terfokus kepada kemampuan berpedangnya dan peningkatan level pasukannya.
Sekarang ini Adrine tengah mencari master Heyto untuk meminta pelatihan pribadi untuk melatih Bolt Demon yang sudah akan mencapai pasukan peringkat ke-7. Bolt Demon sendiri sudah berada di level-10 pasukan peringkat 6 dan butuh sedikit kemampuan lagi untuk melakukan peningkatan serta menyesuaikan diri di saat peningkatan peringkatnya nanti.
Adrine sudah menemui master Heyto dan master Heyto menyarankan untuk pergi ke ruangan Augmentasi Reality Hologram 3D yang berada di dalam kincir angin raksasa. Adrine merasa agak tak masuk akal jika berlatih di ruang yang sangat sempit walaupun kincir anginnya sangat besar.
'Ya sudahlah, aku menurut saja.' Pikir Adrine.
Adrine pun undur diri dan ia segera masuk ke dalam ruangan Augmentasi Reality Hologram 3D yang katanya berada di dalam kincir angin.
'Di mana ruangannya?' Pikir Adrine.
TIIIING!!
Tiba-tiba saja cahaya memancar di mana-mana, Adrine juga cukup terkejut dengan pintu ruangannya yang tertutup dan menyesuaikan bentuknya dengan sangat sempurna mengikuti pola pada cahaya yang memancar.
"[Memulai perpindahan gravitasi!]"
Terdengar suara sistem yang tak tahu darimana asalnya. Bersamaan dengan itu, sesuai dengan apa yang disebutkan oleh suara sistemnya barusan, gravitasinya berubah menjadi terberat di dinding dinding ruangan. Adrine tak terlalu terkejut karena sudah diberitahukan oleh sistem yang tadi.
Terdapat cahaya yang sedang membentuk tubuh.
"[Pengaturan tingkat kekuatan, silahkan disesuaikan!]"
"Tingkat Kesempurnaan tahap Penciptaan level-2 kelas menengah."
"[Pengaturan tingkat kekuatan telah diterima, bersiaplah untuk bertarung!]"
Kemudian tubuh yang terbentuk dari cahaya tadi sudah sepenuhnya dipersiapkan untuk bertarung melawan Adrine. Walaupun hanya berupa holo-visual, Adrine bisa merasakan kekuatan besar dari dalam tubuh hologram tersebut.
"Bangkitlah, Bolt Demon!"
Adrine membangkitkan Bolt Demon yang telah mencapai level-10, ia berusaha meningkatkan kekuatan dan kemampuannya untuk disesuaikan di saat naik ke pasukan peringkat 7.
Bolt Demon telah bangkit dari alam bayangannya. Bolt Demon, Adrine, dan lawannya belum juga saling menunjukkan aksi untuk melawan.
'[Identifikasi lawan :
Berat badan : 60 kg
Spesifikasi lanjutan :
Tingkat Kebangkitan ~ Tahap Keberlanjutan ~ Level-5 ~ Kelas Awal
Tipe kelas kemampuan < Mage / Necromancer >]'
Ternyata Adrine tengah dianalisa oleh sistem AI yang terdapat di dalam tubuh holo-visual tanpa sepengetahuan Adrine.
Robot yang berupa holo-visual tersebut telah merubah dirinya sepertinya layaknya robot yang terbentuk dari baja, dia seperti menyesuaikan tubuhnya dengan tindakan yang akan diambil oleh Adrine dan dilaksanakan oleh Bolt Demon.
Selesai menganalisa, robot cahaya itu berancang-ancang untuk melakukan serangan. Bolt Demon yang mengetahui hal itu juga langsung berancang-ancang untuk mengambil tindakan defensif ataupun ofensif ketika lawan mendekat.
"Maju!"
Tak disangka Adrine bertindak lebih cepat dan memerintahkan Bolt Demon untuk mengawali serangan.
ZRAAAST!!
Seketika pasukan Adrine itu menyerang dengan sangat cepat dan ganas.
Melihat Bolt Demon yang bergerak dengan sangat cepat ke arahnya, robot visual langsung mengambil tindakan berupa defensif. Robot tersebut tidak menunjukkan reaksi apa-apa terhadap Bolt Demon yang bergerak cepat ke arahnya, walaupun ia tahu jika serangannya akan dilancarkan oleh pasukan Adrine, namun ia lebih mengincar kepada pengendalinya, yaitu Adrine.
ZRAAAST!!
Gerakan yang tak diduga telah dilancarkan dengan sangat cepat oleh robot visual, Adrine sangat waspada karena lawannya itu memiliki AI yang sangat cerdas dan langsung mengincar kepada pengendalinya. Bolt Demon dengan cepat pula merubah arahnya untuk melindungi tuannya, gerakannya telah berubah dari ofensif menjadi defensif.
Gerakan Bolt Demon lebih cepat dari robot visual, namun masih belum diketahui secara pasti bagaimana dengan kekuatan dan kemampuan dari robot visual tersebut. Hal ini masih dikarenakan robot visual belum juga menerima maupun memberikan serangan ataupun kerusakan. Akan tetapi, dalam segi gerakan saja Adrine sudah terlampau jauh, gerakan dari robot visual jauh lebih cepat dan lebih lincah dibandingkan dengan Adrine yang sekarang, bahkan tadi robot tersebut sempat menghindari serangan diam-diam yang dilakukan oleh Bolt Demon karena berusaha melindungi tuannya.
Kini robot visual yang ada di hadapan Adrine telah berhenti melakukan penargetan dan sedang memikirkan siasat untuk bisa menyerang Adrine dengan menyingkirkan Bolt Demon. Robot visual tersebut terlihat layaknya seorang manusia dengan tubuh yang sangat polos tanpa wajah maupun bulu, hanya saja sudah tercantum 5 indera di dalam tubuhnya.
'Serangan berikutnya dan seterusnya harus tetap berada di dekatku, jika tidak aku akan terserang dengan sangat mudah. Aku tahu aku menjadi target utamanya karena dia memang sudah diprogramkan untuk memiliki pemikiran layaknya manusia.' Pikir Adrine.
Adrine berusaha untuk melakukan serangan yang tak terlalu mencolok namun tetap dalam posisi yang defensif, serangan yang akan dilakukan oleh Bolt Demon sendiri sudah sangat memberikan efek kerusakan yang besar dalam lingkup yang luas. Robot visual juga melakukan pose tubuh yang defensif dan waspada dengan serangan mendadak yang dilakukan oleh Adrine dan Bolt Demon.
WHUUUU!!
Robot visual tersebut bergerak dengan sangat cepat layaknya angin, gerakannya sangat tidak meninggalkan jejak dan menghilang begitu saja dari pandangan. Adrine berusaha keras agar tidak menggunakan sedikitpun kemampuannya, bahkan jika itu adalah mata jiwanya pun ia tak mau mengaktifkannya karena ia memang sedang meningkatkan kekuatan Bolt Demon sepenuhnya.
ZRAAAST!!
Bolt Demon bergerak dengan sangat cepat secara tiba-tiba dan gerakannya memutari Adrine secara terus menerus dengan lintasan yang cukup acak, kadang ia melompati Adrine, kadang ia juga juga mengitarinya. Saking cepatnya hanya terlihat bayangannya saja yang seolah-olah adalah bola petir yang sedang melindungi Adrine.
BRZZZT!!
Bolt Demon berhasil menaklukkan serangan diam-diam dari robot visual, serangannya begitu mendadak dan sangat misterius.
Dalam gerakan berikutnya, mereka melakukan serangan secara berturut-turut dan Adrine terus mengamati pergerakan robot visual, ia terus menjauh dari pertarungan. Terlihat jika robot tersebut selalu mengincar Adrine dan kadangkala Adrine merasa kalau dirinya terus dilihat oleh robot visual. Perbandingan kekuatannya terlalu lebar, Adrine yakin jika dirinya mungkin akan kalah dalam satu gerakan.
ZRAAAST!!
Robot visual berhasil melewati pertahanan Bolt Demon dan langsung bergerak menuju ke arah Adrine dengan begitu cepat. Ia melancarkan serangan berupa pukulan yang akan ia daratkan di muka targetnya yaitu Adrine.
"Tapak Suci Api Hijau Alam!"
Dengan menggunakan energi yang cukup besar, Adrine berhasil memukul mundur robot visual. Tekniknya itu juga membakar robot visual secara terus menerus dengan api hijau.
ZRIIING!!
Tiba-tiba Bolt Demon sudah berada di depan robot visual dan tangannya mencengkram erat wajah robot tersebut.
BLAAARR!!
Bolt Demon membantingnya dengan sangat keras ke tanah.
WUUUSH!!
Bolt Demon melompat dengan sangat cepat dan bergerak melalui udara, kemudian ia menjulurkan tangannya dan mengumpulkan energi di tangannya itu untuk membentuk 3 bola petir dengan tegangan yang sangat tinggi. Ketiga bola petir tersebut berputar dengan sangat cepat dan menciptakan bola petir di tengahnya dengan intensitas cahaya yang sangat cerah, seolah bola petir tersebut akan meledak.
"PUSARAN ANOMALI BOLA PETIR!"
Suara Bolt Demon begitu berat dan mengerikan.
CRAAAZT!!
Bola petir tersebut meluncur dengan sangat cepat ke arah robot visual, serangan tersebut hampir mustahil untuk dihindari jika dalam kondisi robot visual sekarang ini apabila dia benar-benar manusia yang sebenarnya.
BRAAAAZZZTT!!
Ledakan dahsyat pun terjadi, Adrine menggunakan teknik Green Light Prison Psionic untuk menahan efek ledakan areanya. Walaupun berhasil menahan, Adrine tetap kewalahan jika terus menahan kekuatan yang berada di atas kemampuannya.
Di samping itu, master Heyto bisa merasakan ledakan yang ada di dalam kincir angin raksasa.
'Gelombanh energi yang barusan ... Setidaknya berada di tingkat Kesempurnaan, apakah Adrine ... Mungkinkah?!!' Pikir master Heyto.
Segera master Heyto menuju ke ruangan monitoringnya dan memeriksa data yang ada pada Adrine, sekaligus ia memeriksa kamera pengawas yang mengawasi Adrine secara tersembunyi. Master Heyto agak terkejut melihat data yang tercantumkan nama Adrine tersebut.
"Huh ... Tahap Keberlanjutan level-5 dalam 3 Minggu, secepat ini kah?"
Kemudian ia terfokus pada layar yang menunjukkan rekaman Adrine yang sedang menahan ledakan.
"Serangan di tahap Penciptaan, apa Adrine bisa?"
Master Heyto cukup ragu, ia terus berharap yang terbaik, bahkan ia juga nampak terkejut ketika laporan data yang terkirim dari server di ruangan Augmentasi Reality Hologram 3D menyatakan bahwa Adrine kali ini sedang melakukan perlawanan dengan praktisi 3D di tahap Penciptaan level-2.
Bersambung!!