Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Berlatih Sendiri (2)


SETELAH 15 HARI BERLALU


"Ah ... Benar-benar dalam waktu yang singkat aku sudah menembus kelas menengah, jadi aku bisa fokus meningkatkan kemampuan Purgatory Demon."


Dalam setengah bulan ini, Adrine sudah menembus sampai ke tahap Keberlanjutan level-5 kelas menengah, waktu yang sangat singkat bagi kultivator yang setara dengannya. Selain itu, semua Esensi Air Kristal yang diberikan oleh master Heyto masih belum juga habis dan ketiganya masih tersisa separuhnya saja.


Kini Adrine tengah berjalan menuju ke kincir angin raksasa yang di mana itu adalah ruang Augmentasi Reality Hologram 3D yang biasa ia gunakan untuk melatih kemampuannya bertarung. Merasa kemampuannya sudah cukup terasah, ia ingin berlatih sekali pada hari ini dan pada pelatihan selanjutnya akan ia teruskan dengan melatih dan memperkuat Purgatory Demon.


Sesampainya Adrine di sana, ia mendapati master Heyto sudah ada di balik pintu dan ternyata memang telah menunggunya sejak tadi.


"Master Heyto? Apa kau akan menggunakan ruangan ini? Jika iya, aku akan keluar."


"Ah ... Bukan begitu, Adrine ... Eemm ... Ini tentang kau yang menggunakan ruang AuRyHl 3D."


Adrine tak paham maksud perkataan master Heyto.


"Au ... Rihil ... 3D? Apa itu?"


"Ruang Augmentasi Reality Hologram 3D, begini, ini tentang listrik yang digunakan, untuk setiap jam itu setara dengan 35000 koin plasma."


"APA?!! SEBANYAK ITU?!"


Adrine cukup terkejut mendengar biaya pemakainya yang sangatlah mahal.


'Pantas saja master Heyto memperingatiku, ya ... Seharusnya aku tidak terlalu banyak menerima bantuan darinya, aku agak sungkan jika terus meminta sesuatu dengannya.' Pikir Adrine.


Memang semenjak Adrine datang dan diberi bantuan dari master Heyto, ia memang agak sungkan ketika menerimanya.


"Baiklah master, untuk hari ini aku hanya akan menggunakannya sekali saja."


"Aku bukan menyuruhmu untuk mengurangi pemakaian."


"Eh?"


Lagi-lagi Adrine memutar otaknya untuk pembicaraan yang kurang ia mengerti ini.


"Itu terlalu murah bagiku, gunakan semaksimal dan sesering mungkin karena dalam beberapa Minggu lagi kau akan pergi ke kota kebebasan yaitu kota Toturao."


Kota kebebasan adalah kota tanpa pemerintahan dan di sana menjadi tempat yang sangat bebas, kota Toturao sendiri adalah kota kebebasan yang dipenuhi oleh para pedagang yang memperjualbelikan barang berupa harta berharga, bahan kultivasi, tanaman herbal, hingga artifak langka. Kota Toturao memiliki daya tarik yang lebih karena Monumen Iblis 6 Tahun dan tempat lelang yang ada di sana, kota tersebut sangatlah ramai dan sangat sering dikunjungi oleh banyak orang dari berbagai benua.


Adrine sangat terkejut mendengarnya, tak ia sangka justru master Heyto menekankan untuk sering menggunakan ruang Augmentasi Reality Hologram 3D atau AuRyHl 3D.


"Kukira master menyuruhku untuk berhenti, ternyata malah berbanding terbalik dengan apa yang kupikirkan.".


"Anggap saja aku ini orang kaya, semua biaya yang kau butuhkan masih belum seberapa dengan apa yang kubutuhkan sekarang ini. Jadi aku masih dibilang belum memberimu apapun."


Adrine hanya tersenyum diam dengan perkataan master Heyto yang penuh dengan kepercayaan diri dan kesombongan, namun ia tahu kalau masternya itu tak terlalu melebih-lebihkan dirinya sendiri, master Heyto hanya sedang menghibur Adrine saja.


"Sudahlah, cepatlah kau berlatih, ruangan itu menunggumu."


"Heh, mana ada ruangan bisa menunggu seseorang."


Tangan kiri master Heyto diam-diam menekan sebuah tombol yang berada di belakang punggungnya.


"[Adrine Arnando, silahkan masuk untuk melakukan pelatihan! Kami telah menunggu kedatangan anda!]"


Muncul suara dari dalam ruangan yang di mana itu adalah suara sistem yang memanggil nama Adrine, sontak Adrine terkejut mendengar namanya yang tiba-tiba saja dipanggil oleh sebuah sistem.


"Haha, master pasti sedang berulah, kan?"


Master Heyto tersenyum jahat mendengar perkataan Adrine yang tahu akan perbuatannya.


"Cepat masuk! Kau sudah ditunggu, itu."


Kemudian Adrine pun masuk sambil tersenyum tipis dan raut wajahnya yang senang barusan berubah kembali ketika cahaya mulai memancar di sekelilingnya yamg menutupi dinding.


"[Memulai perpindahan gravitasi!]"


Gravitasi pun berubah dan sekarang Adrine berjalan di dinding, sebuah robot tercipta dari cahaya hologram dan ditampilkan dengan sangat nyata dan solid.


"[Pengaturan tingkat kekuatan, silahkan disesuaikan!]"


"Tingkat Keabadian tahap Keber ... Tidak! Tahap Nirvana Alam Pertama level-1 kelas awal!"


"[Pengaturan tingkat kekuatan telah diterima, bersiaplah untuk bertarung!]"


Kini Adrine sangat bersiap dengan pertarungan yang ada, ia mengeluarkan pedang Api Hitam Ashura-nya dan udara panas segera memancar di sekeliling tubuhnya, cahaya yang ada di sekitar pun mulai terlihat membengkok karena terdistorsi oleh suhu yang panas. Bayangannya kini seolah-olah membesar dan menjadi senjata rahasia.


Lalu kepala robot visual yang ada di depan Adrine mendongak seakan sedang menatap tajam ke arah Adrine.


ZRAAAST!!


Gerakannya begitu cepat dan Adrine sendiri sudah menduganya, hanya saja tidak secepat di tingkat Kesempurnaan yang dilawan oleh para pasukannya.


ZRIIING!!


Tiba-tiba saja robot tersebut sudah muncul tepat di depan mata Adrine, mereka hanya berjara beberapa jengkal saja.


CTIIIIING!!


Pukulan keras dilayangkan oleh robot visual, namun serangan itu ditahan telak oleh Adrine dengan pedangnya. Suara yang terdengar pun sangat nyaring layaknya besi berhantaman dengan besi yang lain.


SWOOOSH!!


Adrine melontarkan bola api ke badan robot visual, robot itu mundur dan tubuh bagian perutnya masih sedikit terbakar akibat serangan bola api dari Adrine.


Kemudian Adrine mengangkat pedangnya tinggi tinggi dan menancapkannya dengan sangat keras ke lantai.


KRAK!! KRAAAK!! KRATAAK!! KRAAAK!!


Muncul retakan yang bercahaya kuning dari dalamnya dan segera mengarah ke robot visual, retakan itu terus mengejarnya, targetnya itu juga berusaha menjauh dan terus melompat mundur.


Robot itu melompat tinggi dan melakukan salto belakang dengan lincahnya.


KRAAAK!!


Ketika kakinya menginjak tanah, muncul retakan yang sama seperti retakan yang mengejarnya.


BLAAARR!!


Ledakan muncul dan robot visual terlemah, Adrine yang melihatnya melayang di udara tengah memanfaatkan situasi dengan menyerangnya dengan tebasan dari pedangnya yang melontarkan api berbentuk sabit yang begitu ganas dan mengarah ke robot visual. Tak hanya satu tebasan saja, berderet di belakang Adrine terus menerus menambahkan serangan yang bertubi-tubi.


Karena berada di udara, robot visual kesulitan untuk menghindari serangan dari Adrine.


BLAAARR!! BLAAARR!! BLAAARR!!


Robot visual terkena telak serangan dari Adrine.


***


Dari ruang monitoring, master Heyto mengamati pertarungan Adrine dengan robot visual. Matanya sangat antusias dengan rekaman yang ditampilkan oleh layar yang ada di depannya.


"Tingkatkan kecerdasan! Tambahkan akselerator tambahan! Tambahkan teknik Tapak Penyegel 7 Lapisan Tanah!"


Ternyata master Heyto menambahkan berbagai fitur tambahan pada kemampuan yang dimiliki robot visual.


'Coba kau lawan yang ini, Adrine.' Pikir master Heyto.


Hal ini semata-mata dilakukan hanya untuk melihat seberapa jauh perkembangan yang dialami oleh Adrine, bukan untuk menyiksa seorang muridnya itu dan memberikannya beban yang lebih berat lagi.


Kembali lagi kepada Adrine, robot visual yang barusan diserangnya masih melayang di udara, namun tubuh robot itu tertutup oleh kabut yang tercipta dari serangan Adrine tadi.


WUUUSH!!


Sekelibat bayangan dengan cepat turun dari udara.


BLAAARR!!


Sekelibat bayangan itu menghantam dinding dengan begitu kerasnya dan membuat retakan retakan baru yang menyebar pada area yang luas. Sesosok itu adalah robot visual yang telah diperkuat oleh master Heyto dengan beberapa peningkatan kemampuan.


Adrine menatapnya dengan sangat waspada dan tatapannya begitu tajam, dia sama sekali sudah menduga hal ini terjadi karena kemampuan bertahan milik robot visual lebih besar dari serangannya barusan.


ZRAAAST!!


Robot visual itu bergerak dengan sangat cepat dan bergerak dengan gerakan zig-zag.


'Sial, tak sempat menghindar!!' Pikir Adrine.


"TAPAK SUCI API HIJAU ALAM!!!"


Dengan mengerahkan tenaganya dalam jumlah yang besar, Adrine membentuk api hijau berupa tangan yang besar dari tangan kanannya dan membuat api tersebut melesat dengan sangat cepat ke arah robot visual. Pedang Adrine menghilang dan kini Adrine mulai bertarung dengan tangan kosong.


Teknik Tapak Suci Api Hijau Alam milik Adrine melesat begitu cepat hingga sudah ada di depan mata robot visual.


"[Tapak Penyegel 7 Lapisan Tanah!]"


Robot visual menapakkan tangannya dengan sangat cepat pada teknik Adrine dan seketika muncul cahaya dengan pola garis kotak kotak yang seperti mengikat teknik Tapak Suci Api Hijau Alam milik Adrine..


BLAAARR!!


Teknik milik Adrine meledak dan sialnya, ledakannya diarahkan kepada Adrine oleh robot visual dengan teknik Tapak Penyegel 7 Lapisan Tanah. Adrine terpental cukup jauh akibat ledakannya dan membuatnya melayang di udara, tubuhnya pun masih belum terkendali dan dalam keadaan terluka.


SRAAAT!!


WUUUUNG!!


Muncul cahaya hijau di dinding yang terkena tetesan darah Adrine dan cahaya tersebut bertambah cerah dan meluas. Cahaya hijau itu membuat beberapa luka Adrine menjadi pulih dan sedikit mengembalikan kondisi Adrine pada keadaan yang lebih baik.


"Jika dalam pertarungan yang sebenarnya, hal ini tidak mungkin terjadi jika ada seorang support yang membantu menyembuhkan dari belakang, yang berarti aku tidak butuh ini karena tidak ada support di sini."


Kemudian Adrine berdiri tegak dan berjalan mundur seraya menghindari cahaya yang akan menyembuhkan luka-lukanya. Robot visual juga menatap tajam Adrine dan bersiap menyerang kembali.


ZRAAAST!!


Robot visual kembali menyerang dengan kecepatan tinggi dan Adrine kembali memunculkan pedangnya. Pedangnya ia tancapkan di dinding dan membuat bayangan yang mulai menyelimuti dindingnya. Adrine tengah menggunakan teknik domain Bayangan Neraka agar bisa mengontrol pertarungan dengan lebih baik, ia juga menyadari adanya keanehan pada robot visual yang tiba-tiba menjadi semakin lincah dan gesit.


SRAAAT!!


Tiba-tiba saja kaki robot visual terkena teknik manipulasi bayangan Adrine yang di mana barusan Adrine membuat tangan yang memegang kaki robot visual.


BRAAK!!


Robot itu terjatuh dengan sangat keras di dinding dan melihat apa yang barusan membuatnya terjatuh, selain itu bayangan yang disebarluaskan oleh Adrine sudah menutupi seluruh dinding di ruangan itu.


ZRAAAST!!


Adrine memanfaatkan situasinya yang di mana robot visual lengah akan keberadaan Adrine yang sedang menuju ke arahnya.


BLAAARR!!


Adrine memukul kepalanya ke dinding dan membuat retakan besar di dinding.


BUAGH!!


Kemudian Adrine menendang robot hingga terpental jauh.


ZRAAAST!!


Adrine kembali melesat dengan sisa-sisa kemampuannya dan dengan sangat cepat ia sudah berada di depan lintasan terpentalnya robot visual.


BUAGH!!


Adrine menahan tubuh robot visual dengan tinjunya dan mengarahkannya pada dinding bagian yang lain.


BLAAARR!!


Robot visual menghantam negara di bagian atas dengan sangat keras dan menjadikannya dalam kondisi yang tak memungkinkan untuk bangkit dengan cepat.


Sekali lagi Adrine memanfaatkan situasinya dengan baik dan kini Adrine mendapatkan momentum yang sangat bagus.


"Tapak Suci Api Hijau Alam!"


BLAAAM!!


Serangan Adrine meledak tepat pada sasaran, api berkobar dan menyebar di lapisan dinding. Namun faktanya robot visual masih bisa bertahan dan mengaktifkan mode pemulihan, akan tetapi ini akan menjadi kesempatan bagi Adrine yang di mana ketika robot tersebut sedang dalam mode pemulihan maka kemampuannya akan menurun.


Robot visual kembali bangkit dengan posisi berdiri yang sudah tidak lagi tegap dan berada tepat di atas kepala Adrine.


ZRAAAST!!


Adrine melompat dengan cepat dengan tangan yang mengepal.


BLAAARR!!


Pukulan yang dilancarkan oleh Adrine berhasil dihindari oleh robot visual, robot tersebut melarikan diri dan menjauh dari Adrine hingga pemulihannya sampai pada titik yang menurutnya cukup untuk bisa menghadapi Adrine kembali. Lawannya juga bukan orang bodoh yang membiarkannya kabur begitu saja, Adrine mengejar robot itu dengan segenap kemampuan yang tersisa.


'Melawan praktisi di tahap Nirvana yang sebenarnya tanpa mengandalkan kekuatan pasukanku memang bukanlah hal yang mudah, apalagi jika lawanku adalah manusia sungguhan.' Pikir Adrine.


Kemudian Adrine memanipulasi bayangan yang ada di dekat robot visual dan mengikat robot tersebut. Adrine pun melompat ke sisi lain dinding dan mengambil kembali pedangnya yang tertancap, semua bayangannya terhisap kembali pada pedang Api Hitam Ashura dan robot visual juga tertarik ke arah Adrine.


Kembali memenangkan situasi, Adrine segera melompat dan menyerang robot visual dengan pedangnya.


SLAAASH!!


Tubuh robot itu terbelah menjadi dua dan pada bekas tebasannya terdapat api yang membakar tubuhnya.


"[Pelatihan dihentikan! Avatar kalah, user menang! Selamat atas pencapaian anda yang mengalahkan praktisi tahap Nirvana Alam Pertama!]"


Setelah itu, gravitasi kembali menjadi normal dan Adrine yang sudah banyak kehilangan energinya pun jatuh bebas ke bawah.


WUUUSH!!


Seseorang telah menangkap Adrine sebelum dirinya menyentuh tanah. Sesosok itu tidak lain adalah master Heyto.


"Selamat atas pencapaianmu."


Adrine membalas perkataan master Heyto dengan senyuman.


"Terima kasih, master."


Adrine pun pingsan karena kehabisan energinya.


***


Dua jam kemudian, Adrine terbangun dan sudah berada di atas ranjang. Ia duduk dan bangun keluar dari kamar, kamar yang ia tempati barusan adalah kamar master Heyto. Adrine keluar dan mencari masternya itu.


Setelah mencarinya, ia melihat master Heyto sedang mengurusi sesuatu.


"Ah? Kau sudah bangun? Baguslah."


Adrine melihat begitu banyak tulisan dan angka yang ia tidak mengerti, namun semua itu tengah dikerjakan oleh master Heyto.


Lalu Adrine berbalik ingin melatih Purgatory Demon yang belum sempat ia latih.


"Mau kemana kau?"


"Berlatih lagi di ruang AuRyHl 3D."


Master Heyto agak terkejut mendengarnya.


"Kau sudah pulih?"


"Tenang saja, aku sudah pulih selepas tidur 2 jam."


Adrine sangat berambisi untuk membuat Purgatory Demon menjadi semakin kuat dan semakin cepat untuk dievolusikan menjadi pasukan peringkat 7, pelatihan yang dilakukannya itu juga masih harus lebih untuk bisa secepatnya dievolusikan.


"Apa kau tidak ingin memulihkan tenagamh terlebih dahulu?"


"Tidak perlu, master. Aku akan langsung ke sana, jika kau perlu sesuatu, panggil saja."


Adrine pun menutup pintu dan keluar menuju ke kincir angin, ia berniat menghabiskan sisa waktu yang ada untuk membuat Purgatory Demon segera dievolusikan sebelum keberangkatannya menuju ke kota Toturao.


"Haiiih ... Dasar!"


Master Heyto cukup terkesan dengan sikap keras kepala.


Kini Adrine telah kembali ke ruang Augmentasi Reality Hologram 3D dan Purgatory Demon pun ia munculkan setelah memasuki ruangannya. Pintu tertutup dan cahaya bersinar terang menutupi seluruh dinding.


"[Memulai perpindahan gravitasi!]"


Gravitasi berubah.


"Kau siap?"


"Saya selalu siap, tuan."


Robot visual pun muncul.


"[Pengaturan tingkat kekuatan, silahkan disesuaikan!]"


"Tingkat Kesempurnaan tahap Penciptaan level-2 kelas menengah."


"[Pengaturan tingkat kekuatan telah diterima, bersiaplah untuk bertarung!]"


Lalu Adrine teringat robot visual pernah menggunakan sebuah teknik padanya di saat melawan teknik Tapak Suci Api Hijau Alam.


"Tambahkan teknik Tapak Penyegel 7 Lapisan Tanah!"


"[Teknik Tapak Penyegel 7 Lapisan Tanah ditambahkan!]"


Adrine pun berbalik memandangi Purgatory Demon.


"Bersiaplah! Dia lebih berbahaya dari yang sebelumnya.""


"Baik tuan."


Purgatory Demon langsung maju di depan Adrine dan berdiri menantang robot visual.


ZRAAAST!!


Pertarungan pun dimulai dengan Purgatory Demon yang langsung memulai pergerakan dan robot visual langsung bergerak juga setelah pasukan Adrine itu memulai serangan. Adrine di belakang melihat pertarungan dengan perasaan senang, sementara master Heyto pun juga senang dan sangat mengapresiasi tekad Adrine.


Bersambung!!