
"Adrine, koinmu itu banyak sekali. Mau kau apakan koin sebanyak itu?" Tanya Etern.
"Aku ingin membeli artifak tingkat puncak atau semesta." Ujar Adrine.
"Itu... Walaupun koinmu banyak, tapi untuk membeli artifak tingkat puncak itu hampir mustahil. Harganya terlalu mahal." Ujar Etern.
"Maka dari itu aku mengumpulkan koin dengan sangat banyak. Memangnya berapa harga dari artifak tingkat puncak?' Tanya Adrine.
"Sangat mahal. Yang paling murah, setidaknya 10 juta koin lho." Ujar Etern.
"Ah, hanya segitu? Aku bisa kalau hanya dengan harga semurah itu. Apa kau punya nomor Heyto?" Tanya Adrine.
"Ya, aku punya. Akan aku share kenomormu saja, bagaimana?" Ujar Etern.
"Ya, kirimkan."
Lalu Etern memberikan nomor hologram milik Heyto dan Hanura. Adrine langsung menghubungi Heyto untuk urusan sesuatu. Tak lama kemudian, muncul wajah Heyto yang diprogramkan oleh hologram ditangan Adrine.
"Halo Adrine. Apa ada yang bisa kubantu?" Tanya Heyto.
"Aku ingin mengubah perjanjian kita." Ujar Adrine.
"Apa? Kita sudah sepakat dengan jumlahnya, kenapa kau mau mengubahnya?" Tanya Heyto yang terkejut mendengar kalimat Adrine.
"Tenang, aku mau menambah jumlah Pil Mutiara Petir Langit dalam perjanjian kita. Dari yang 80 pil, kuubah menjadi 100 pil setiap 3 bulan sekali." Ujar Adrine.
"Kukira kau mau mengurangi jumlahnya. Syukurlah. Apa kau benar-benar yakin ingin menambah jumlah pilnya?" Tanya Heyto yang sedikit tak percaya.
"Ya. Aku yakin. Apa kau mau menolaknya?" Tanya Adrine balik.
"Ah, tidak tidak. Aku akan terima keputusanmu." Ujar Heyto.
"Oh ya, Pil Yin Surga Keempat yang kudapatkan semakin banyak. Aku juga ingin menambah jumlah pilnya dari yang 30 menjadi 40 pil." Ujar Adrine.
"Ya. Jika itu maumu, aku akan terima. Apa ada yang lain lagi?" Tanya Heyto.
"Oh ya, apa kau masih butuh Pil Matahari Terbit?" Tanya Adrine.
"Aku bukan menjual dalam jumlah yang besar, namun aku akan menjualnya kepadamu setiap tiga bulan 30 pil, bagaimana?" Tanya Adrine.
"Tak apa-apa, dan juga kami telah menjanjikan pengiriman Pil Matahari Terbit nanti akan berlangsung 5 bulan lagi." Ujar Heyto.
"Ya. Tapi aku masih bingung tentang sesuatu." Ujar Adrine.
"Kau bingung tentang apa?" Tanya Heyto.
"Nanti kalau aku jadi murid inti, aku akan berpindah ketempat perguruan murid inti. Apa aku masih bisa berbisnis denganmu?" Tanya Adrine.
"Ya, kita masih bisa. Karena ada juga cabang perusahaanku disana. Dan harga yang akan kau terima disana juga lebih tinggi nantinya." Ujar Heyto.
"Oh ya? Kau itu sangat hebat ya, aku akan manjadi murid inti 7 bulan lagi." Ujar Adrine.
"Ya, aku tahu itu. Kau sudah punya koin plasma dengan jumlah yang cukup banyak. Mau kau gunakan untuk apa nantinya?" Tanya Heyto.
"Nah, memang itu yang sedang kubicarakan dengan Etern. Aku sebenarnya mau beli artifak." Ujar Adrine.
"Dengan koinmu yang sekarang, kau bisa beli 5 artifak lebih dengan kualitas yang terjamin." Ujar Heyto.
"Tidak tidak. Aku sedang mencari artifak tingkat semesta." Ujar Adrine.
"Itu... Itu... Apa kau tahu harga dari artifak tingkat semesta?" Tanya Heyto.
"Aku tak tahu. Memang berapa harga dari artifak tingkat semesta?" Tanya Adrine.
"Walaupun aku sanggup untuk membelinya, tapi kau itu belum pasti mungkin. Harganya saja sekitar 200 juta koin lebih." Ujar Heyto.
"Harganya sangat mahal. Maka dari itu, aku akan selalu menambah tingkat pencarian pil tingkat tinggi." Ujar Adrine.
"Ya, jika kau butuh apa-apa, kau bisa bilang kepadaku." Ujar Heyto.
"Ya, terima kasih untuk itu."
Lalu Adrine pergi berlatih melawan monster. Adrine menyuruh Etern untuk berlatih sendiri. Adrine lebih giat melawan monsternya. Adrine tak ingin menyia-nyiakan waktunya hanya dengan berkultivasi biasa. Adrine bisa meningkatkan kemampuannya dengan berlatih melawan monster.