
Adrine menghantam bola kristal dari Arpha dengan tinjunya. Tak disangka, dampak yang diakibatkan oleh ledakan kristal tersebut sangatlah kuat. Adrine terpukul mundur karena ledakan dari kristalnya. Tapi ledakan tersebut tak hanya berdampak terhadap Adrine, tetapi juga berdampak terhadap Arpha.
Hal ini disebabkan karena adanya fluktuasi yang diakibatkan oleh tabrakan antara kristal es dan api. Adrine masih berdiri kokoh walaupun mulutnya mengeluarkan darah. Tak terlepas dengan Arpha, ia pun mengeluarkan darah pula karena kekuatan formasi mental yang dihancurkan akan lebih berdampak daripada serangan langsung.
"Sudah kubilang, kau terlalu berlebihan menilai dirimu sendiri. Akan kuperlihatkan apa yang namanya kekuatan absolut. BANGKITLAH DRAGON STEEL!!" Adrine sekali lagi mambangkitkan wujud asli dari naga miliknya dihadapan orang lain.
"Walaupun nagamu itu besar, tapi percuma kalau naga itu lemah. ALAM KEDU... UAGHH!! Beraninya kau!" Arpha tiba-tiba diserang Adrine dari samping. Belati milik Adrine menancap tepat dilengan atas Arpha. Naga milik Adrine juga tak lupa untuk digunakan. Naga tersebut mengeluarkan api dan melelehkan seluruh es yang ada disekitar mereka.
"Aku akan mengakhiri semuanya. Lain kali, jika kau benar-benar ingin menantang orang lain, introspeksilah dirimu sendiri terlebih dahulu. Jika tidak, mungkin kondisimu tak akan seberuntung ini. Kali ini selesai dulu pertarungan kita." Adrine menasehati Arpha dan mencabut belatinya dari lengan Arpha.
"Uugh!" Arpha sedikit merasa sakit saat belati Adrine dicabutnya dari lengan Arpha.
AUUUMM!!
"Apa itu?" Adrine terkejut mendengar suara dari arah hutan yang lebih dalam.
"Jika aku menilai dari suaranya, itu adalah suara yang berasal dari kawanan Serigala bermata kristal." Kata Arpha.
"Apa? Bukankah serigala itu setara dengan hewan spirit tingkat monster level 3? Satu serigala mungkin setara dengan kultivator pencapaian semesta. Aku bisa melawannya jika itu satu. Tapi, dari yang kubaca dari beberapa buku satu kawanan mungkin berjumlah 185 ekor. Gawat!!" Kata Adrine yang sedikit gelisah.
"Tapi aku masih punya cara untuk menghadapi mereka." Kata Adrine dengan penuh percaya diri.
"Tak mungkin! Inti roh mereka mungkin berwarna hijau, dan itu baru kawanannya. Bagaimana dengan pemimpin dari serigala serigala itu?" Kata Arpha dengan wajah panik.
"Kau benar! Ini bisa berbahaya. Kita akan kembali dulu. Dan dalam dua bulan lagi, aku akan kembali kesini dan mengalahkan semua kawanan ini!" Kata Adrine kembali dengan percaya dirinya.
"Kalau kau ingin mati, maka jangan bawa bawa aku. Aku masih belum mau mati. Aku pergi dulu." Arpha langsung berlari meninggalkan Adrine yang masih memandangi arah suara serigala berasal.
"Hei hei, jangan pergi dulu! Dasar payah." Adrine terkejut tiba-tiba Arpha pergi meninggalkannya begitu saja tanpa mengajak ajak.
"Heh, serigala bermata apa? Kalian itu masih sangat lemah dimataku. Lihat saja dalam dua bulan, tak butuh waktu lama aku akan memusnahkan seluruh kawanan kalian. Lihat saja." Sifat Adrine yang kekanak-kanakannya muncul. Padahal hanya kawanan serigala, tapi seakan akan dia sangatlah dendam dengan seluruh kawanannya seperti pernah ada masalah.
Adrine pulang dan langsung berlatih. Saat Adrine memasuki ruang pelatihan kultivasi dan fisik, seluruh ruang dipenuhi oleh petir yang sangat kuat. Tetapi, energi yang dipancarkan oleh petir petir tersebut sama kuatnya dengan tegangan petirnya.
"Sepertinya Pil Mutiara Petir Langit sangat memengaruhi energi yang ada diruang pelatihan ini. Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." Adrine mengeluarkan Pil Mutiara Petir Langit sebanyak 3 butir dan menelan ketiga pil tersebut begitu saja.
"AAARGHH!!!"