Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Perburuan (2)


Adrine mengaktifkan mata jiwa yang kiri untuk memeriksa posisi musuh yang berad didekatnya. Adrine hanya melihat beberapa saja, dan ada sekitar 15 hewan spirit tingkat monster didekatnya. Dan juga ada 1 hewan spirit tingkat raja didekatnya.


"Ini akan mudah. Cukup membunuh semua monsternya dan membiarkan mereka pergi." Ujar Adrine.


Lalu Adrine membunuh semua hewan spirit tingkat monster dan sedang menuju kearah monster tingkat raja. Dalam waktu yang tak lama, Adrine telah membunuh hewan spirit tersebut.


"Tak kusangka aku jadi sekuat ini sekarang. Tapi tetap saja, aku tak boleh bermain bar-bar disini. Tetap pada rencana." Ujar Adrine.


Sebenarnya, Adrine telah menetapkan rencana sebelum ia memasuki kabin. Adrine duduk seperti pengemis dan kepalanya ditutupi oleh hodie (Penutup kepala, biasanya ada dijaket) yang terbentuk dari nano teknologi berasal dari zirah cybernya. Adrine masih mengaktifkan mata jiwa kirinya. Sebenarnya, mata jiwa kirinya tidak terdeteksi oleh sistem pada kabin walaupun itu adalah simulasi yang dikendalikan oleh sistem mesin.


"Kenapa anak ini hanya duduk dan diam saja?" Ujar master yang bernama Tiran.


"Mungkin dia punya rencana." Ujar Master lainnya yang bernama Tirani (Adiknya Tiran).


"Dia mungkin menunggu musuhnya datang. Dia membunuh semua monster rendahan itu mungkin untuk berjaga-jaga agar pointnya tidak terlalu rendah." Ujar master lainnya yang bernama Taro.


"Ya, tapi aku tak tahu dia sekuat apa? Mungkin dia tak mau membiarkan orang lain melihat kemampuannya. Bagaimana denganmu, Heyto?" Tanya Tiran. Dan juga tiba-tiba saja muncul Heyto dibelakang Tiran.


"Haha, kau itu cepat sekali menemukanku." Ujar Heyto sambil menepuk pundak Tiran.


"Aku sering melihat anak ini ditempatmu, mungkin kau tahu sesuatu tentangnya?" Tanya Tiran.


"Dia benar-benar sesuatu. Aku tak bisa mengatakan apapun lagi tentangnya, hanya itu yang bisa kukatakan." Ujar Heyto.


Sementara itu, Adrine masih duduk dan tetap diam. Menunggu datangnya musuh. Para master yang mengawasi jalannya ujian tersebut juga melihat-lihat murid yang lain. Semua berjuang keras untuk mendapatkan point. Junior meminta bantuan kepada senior untuk mendapatkan point dari monster. Dan mereka akan melakukan sebuah kesepakatan untuk bekerja sama.


Belum 3 menit, Adrine sudah mendapatkan seekor hewan spirit tingkat monster. Dengan mudah Adrine membunuhnya. Adrine pun pergi dan mencari hewan spirit lagi. Tak disangka, Adrine menjumpai senior yang sedang menghadapi hewan spirit tingkat raja peringkat 5. Senior yang dilihat Adrine adalah Lee. Dan sepertinya, Lee sedang kesulitan untuk mengalahkan hewan spirit tersebut.


"Tak kusangka, kini aku hampir melewati senior Lee." Ujar Adrine dari belakang Lee.


"Apa? Siapa kau?" Tanya Lee yang terkejut melihat seseorang menyebutkan namanya.


"Baru 2 jam berlalu, kau sudah tak mengenaliku, Senior Lee." Ujar Adrine.


Untuk menghindari ketidak fokusan terhadap pertarungannya dengan hewan spirit, Lee memutuskan untuk mundur sejenak.


"Apa yang kau pikirkan? Aku sekarang sudah sampai pada pencapaian Tulang, apa kau sudah sampai pada tahap ini?" Tanya Lee dengan tatapan yang seperti sedang menghina.


"Memang aku belum sampai pada pencapaian Tulang, tapi aku tahu kalau kau sekarang hanya pada level-1 tahap Tulang, iya kan?" Ujar Adrine yang membalas dengan tatapan yang menghina.


'Anak ini tahu darimana?' Pikir Lee dalam hati.


"Kalau iya, memang kenapa? Kau sendiri belum sampai pada tahap ini." Ujar Lee dengan sombongnya.


"Ya. Tapi aku sekarang sudah sampai pada pencapaian Tenaga level-7 puncak." Ujar Adrine.


"Itu... Tak mungkin!!" Ujar Lee yang tak percaya.