
2,5 jam berlalu. Adrine tak kunjung berhasil, ia terlalu lelah karena terlalu banyak menghabiskan energinya dalam satu waktu. Adrine tak tahu apa yang sebenarnya harus ia lakukan untuk menggabungkan dua teknik sekaligus.
Adrine masih mengaktifkan teknik Body Charger. Iseng-iseng Adrine mengeluarkan energi petir, petir tersebut berkontraksi dengan residu energi teknik Blue Body. Kontraksi tersebut menyatu dengan teknik Body Charger. Hasil dari penyatuan kedua energi tersebut, menciptakan serangan terhadap Adrine sendiri. Adrine menahannya sekuat tenaga.
Ledakan tak terduga terjadi begitu saja. Adrine tak terpengaruh oleh ledakannya karena ledakan tersebut berasal dari energinya sendiri.
"Akhirnya... Akhirnya, aku bisa menyatukan kedua teknik ini. Teknik ini, akan kuberi nama... Blue Body Charger!!" Adrine sangat senang setelah berhasil menyatukan teknik Body Charger dengan Blue Body.
Adrine merayakan hal tersebut dengan berkultivasi menggunakan Pil Mutiara Petir Langit. Tubuh Adrine semakin banyak mengeluarkan petir. Walaupun berada di dimensi yang lain, tetapi dimensi tersebut terpengaruh oleh Pil Mutiara Petir Langit. Dilangit dimensi tersebut, mengeluarkan petir yang sangat kuat.
Tiba-tiba sebuah petir yang kuat menyambar tubuh Adrine. Efek samping dari pil tersebut mulai terasa oleh Adrine. Ia merasakan sebuah efek stun. Tubuh Adrine kaku.
Selama 8 detik, tubuh Adrine menjadi kaku. Setelah hal itu berlalu, Adrine tak memperdulikannya. Adrine hanya fokus untuk berkultivasi dan menjadi lebih kuat. Tubuh Adrine masih terkonsentrasi dengan energi yang ada disekitarnya, apalagi energi petir. Karena ruang pelatihan kultivasi dan fisik memiliki segala energi elemental.
Setiap kali Adrine lebih fokus, energi petir yang dipancarkan oleh Adrine semakin kuat. Kultivasi Adrine kali ini, dibantu oleh energi petir yang dihasilkan oleh Pil Mutiara Petir Langit. Kecepatan kultivasi Adrine 30% lebih cepat dari sebelumnya.
Dengan tak sadar, kultivasi Adrine ada yang berbeda dari sebelumnya. Kitab dan gulungan yang ingin Adrine sempurnakan sebelumnya, melayang mengikuti arah gerak aliran energi yang berada disekitar tubuh Adrine. Lembaran lembaran tersebut, seakan memiliki pikiran sendiri, dan memancarkan cahaya seperti sedang mentransferkan ilmu ilmu tersebut melalui aliran energi.
Adrine masih belum menyadari hal tersebut. Ia masih fokus dengan kultivasinya dan ingin segera menjadi lebih kuat. Pikiran Adrine telah dikosongkannya, agar ia semakin terfokus akan kultivasi yang sedang ia jalani.
Banyak hal yang terjadi selama 9 bulan berlangsung. Adrine sangatlah terfokus akan kultivasinya. Sehingga ia lupa dengan mengambil lembaran teknik di perpustakaan. Dan sekarang, karena Adrine tak ke perpustakaan selama 9 bulan, penjaga perpustakaan sedang berjalan kerumah Adrine.
Saat penjaga perpustakaan sampai dirumah Adrine, ia hanya mendapati sebuah keheningan. Hanyalah sepi yang berada di rumah Adrine. Penjaga perpustakaan memanggil manggil nama Adrine hingga beberapa kali namun tak ada balasan dari Adrine. Hingga akhirnya...
"Hei, kamu sedang ngapain?" Tiba-tiba muncul suara dibelakang penjaga perpustakaan, dan ada tangan yang tiba-tiba menepuk bahunya.
"WHOAA!!! Hei, ngagetin tau!? Kamu darimana saja?" Kata penjaga perpustakaan yang jantungnya masih berdebar kencang.
"Aku baru saja berkultivasi, emangnya kenapa?" Tanya Adrine dengan polosnya.
"Kau tanya kenapa, lalu kenapa kau tak ke perpustakaan selama 9 bulan terakhir?" Tanya balik penjaga perpustakaan dengan agak emosi.
"Ooh, itu karena aku terlalu fokus berkultivasi. Aku tahu aku salah tapi aku masih ada urusan. Maaf ya." Kata Adrine dengan polosnya.
"Kau ini... Tapi kau harus membayar dendanya! 100 koin plasma." Kata penjaga perpustakaan.
"Baiklah, ini dia." Kata Adrine sambil menyodorkan koin. Dan perguruan murid dalam, apalagi murid VIP, mendapatkan 125 koin plasma perharinya.