Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Peningkatan


"Tiga skill sekaligus dipromosikan? Baguslah." Ujar Adrine.


Lalu Adrine mengeluarkan pasukannya. Adrine sedikit terkejut melihat pasukannya berubah menjadi hitam pekat seperti bayangan dimalam hari.


"Apakah kekuatannya meningkat?" Tanya Adrine yang ragu dengan kekuatan pasukannya.


"[-Kekuatan meningkat 40%


-Pertahanan meningkat 20%


-Kecepatan meningkat 25%]"


"Lalu, apa perubahan dari kemampuan Transformation?" Tanya Adrine.


"[Dengan status pasukan yang meningkat, jiwa pasukan yang anda gabungkan tubuh anda juga meningkat. Dengan kekuatan ini, user bisa berubah langsung dengan pasukan tanpa harus penggabungan jiwa.]" Instruksi sistem.


"Dan satu lagi, bagaimana dengan Regeneration?" Tanya Adrine lagi.


"[Jika Immunity adalah kemampuan kekebalan tubuh untuk melindungi racun, kutukan, dan lainnya, maka Regeneration adalah kekuatan user dimana anda bisa memulihkan tubuh dengan cepat saat terkena serangan fisik maupun kekuatan mental.]" Instruksi sistem.


"Oh, jadi seperti itu ya? Dengan ini, kemampuanku akan meningkat tajam." Ujar Adrine.


"Oh ya, bagaimana dengan statistik tubuhku? Sudah lama aku tak melihatnya." Ujar Adrine.


"[Status tubuh user:


-Nama : Adrine Arnando


-Pencapaian : Alam Level-1


-Kekuatan : 258 -Level : 278


-Daya Tahan : 102 -Gelar : Kelayakan 2


-Kecepatan : 121


-Indera : 73


-Intelegence : 109


-Mentality : 23.]"


"Aku saja belum melakukan pelatihan melawan monster, bagaimana kalau aku melakukan pelatihan itu? Pointku sudah lebih tinggi dari ini pastinya." Ujar Adrine.


Setelah itu, Adrine meminta drone untuk mengembalikannya kedimensi biasanya. Lalu Adrine telah berpindah lagi dan mengajak Etern untuk pergi mengambil teknik dari perpustakaan. Etern pun setuju dan mereka pergi bersama.


Disaat Adrine dan Etern sampai keperpustakaan, mereka bertemu Arpha. Arpha juga sedang membeli kitab teknik dan sedang memilih milih. Awalnya Arpha tak tahu kalau ada Adrine datang keperpustakaan.


"Hei Arpha, kau sedang membeli kitab teknik ya? Aku jarang melihatmu ada disini." Ujar Adrine sambil menepuk pundak Arpha.


"Memangnya kenapa? Aku tidak boleh membeli teknik? Aku ini juga berhak membeli." Ujar Arpha.


"Kau membeli? Kalau kami hanya mengambil satu perbulannya. Gratis." Ujar Adrine dengan sombongnya.


"Kau bilang gratis Adrine? Kau saja jarang kesini, kau harus membayar uang sanksi karena kau tak mengambil jatah bulananmu." Ujar penjaga perpustakaan.


"Ya, berapa?" Tanya Adrine dengan begitu santainya.


"100 koin plasma." Ujar penjaga perpustakaan.


"Pfft... Hei Adrine, kau itu banyak hutang ya?" Tanya Arpha meledek.


"Aku punya banyak uang, terserah aku mau gunakan untuk apa, itu uangku." Ujar Adrine.


"Utang banyak kau bilang banyak uang? Kau jangan banyak mengkhayal, Adrine." Ujar Arpha.


"Hei kau yang namanya Arpha. Dia itu kaya lho, uang yang ada didata penyimpanan koin miliknya banyak lho. Jumlahnya sekitar 3850 koin lebih." Ujar penjaga perpustakaan.


"Shit... Banyak banget." Ujar Arpha terkejut mendengar koin yang dimiliki oleh Adrine sangatlah banyak.


"Adrine, kau sungguh-sungguh punya koin sebanyak itu. Kenapa tak pernah kau gunakan?" Tanya Etern.


"Itu urusanku. Lagipula, barang-barang yang kuinginkan pasti selalu ada. Kau tahu sendiri kan Etern?" Ujar Adrine sambil menyenggol pundak Etern.


"Ya ya ya. Kita ini jadi apa tidak mengambil kitab tekniknya?" Tanya Etern.


"Ya jadilah. Aku mau mengurus ini dulu. Kau keatas saja dulu, nanti aku susul." Ujar Adrine.


"Aku akan kelantai 4, nanti kau susul, oke?" Ujar Etern.


"Ya."


Lalu Etern pergi sendiri kelantai 4 meninggalkan Adrine yang masih berada dilantai 1 bersama Arpha dan penjaga perpustakaan.


"Lalu bagaimana Adrine dengan koinnya?" Tanya penjaga perpustakaan.


"Kau potong saja 20 koin pendapatanku perbulannya, apabila aku tak datang." Ujar Adrine dengan santainya.


"Yakin?" Tanya penjaga perpustakaan dan Arpha dengan tatapan muka yang tak percaya.


"Aku yakin. Kalau kau tak mau, mending aku tak pernah kesini dan tak mau bayar." Ujar Adrine.


"Ya sudah, kau jangan marah kalau koinmu berkurang nantinya." Ujar penjaga perpustakaan mengingatkan.


"Aku mau kelantai atas duluan. Dah Arpha." Ujar Adrine meledek.


"Diamlah kau, dasar siluman sialan" Ujar Arpha yang sedikit marah diledek oleh Adrine.