
Hingga setelah beberapa saat Adrine menyelesaikan semua lawannya, ia terus menatap pada Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang.
"Tunggu saja!! Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang harus kudapatkan!!"
Lalu Adrine masih memandanginya, tapi dengan tersenyum. Hingga dalam seketika...
"Eh? Apa ini?"
Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang bergerak dan menunjukkan reaksi. Diikuti tanah dan batu yang mengitarinya seperti terhisap kedalam kubus tersebut. Tak hanya itu, tanah pijakan Adrine bergetar layaknya sedang terjadi gempa bumi.
Namun Adrine dan Purgatory Demon masih berdiri tegak dan seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
"Tuan, makhluk yang ada didalam kubus itu telah terbangun. Maka dari itu, Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang bereaksi."
Adrine teringat akan sesuatu yang dikatakan oleh Purgatory Demon tentang ruang kultivasi.
'Cukup masuk akal juga jika ruang kultivasi dihubungkan dengan hal ini.' Pikir Adrine.
Adrine mulai melakukan persiapan apabila lawan telah keluar dan menampakkan wujudnya. Adrine sendiri juga sebenarnya penasaran dengan yang ada didalam kubus raksasa yang melayang diatasnya.
Dan tiba-tiba saja Adrine mencium sebuah aroma. Ia merasa kalau aroma ini cukuplah familiar di hidungnya.
"Ini... Kenapa disekitar sini aku mencium aroma... Darah? Apa kau juga menciumnya?"
Walaupun tak ada tanda-tanda ada darah disekitarnya. Namun entah darimana, aroma darah yang dicium oleh Adrine sangatlah pekat.
"Ya, tuan. Saya juga mencium aroma yang sama. Saya menjadi bingung karena menurut saya, Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang tidak seharusnya berbau seperti darah. Tak sedikitpun kubus itu ada hubungannya dengan darah."
Purgatory Demon juga menciumnya, namun itulah permasalahannya. Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang tidaklah ada hubungan dengan darah. Kubus tersebut hanyalah berhubungan dengan ilusi dan semacamnya.
"Atau mungkin, ini adalah aroma dari makhluk yang ada didalamnya?"
Tiba-tiba saja Adrine terpikir tentang makhluk yang ada didalam Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang. Menurutnya, mungkin saja kalau Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang memanh tidak berbau seperti darah, namun apa yang didalam itulah yang mungkin jadi penyebabnya.
"Saya sendiri juga kurang pasti tuan. Saya tidak bisa memprediksi apa yang akan kita hadapi."
"Kau benar."
Dan lama-kelamaan, Adrine merasa kalau Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang semakin bereaksi dan memberikan tekanan yang berat. Walaupun Adrine merasakannya, namun tekanan tersebut tidak terlalu berat dan kuat bagi Adrine.
"Tekanannya boleh juga. Kalau tekanan dikombinasikan dengan darah, maka mungkin bisa membuat efek pusing terhadap penggunanya. Cara ini cukup hebat."
"Tuan, mengapa anda malah memuji kehebatan lawan yang akan kita hadapi? Ini adalah serius tuan, kau tidak boleh main-main sekarang. Apalagi kalau makhluk yang ada disana belum kita ketahui, apa itu sebenarnya."
Adrine menoleh kearah Purgatory Demon.
"Bukan seperti itu Purgatory Demon. Aku sendiri bukan maksud untuk memujinya, hanya saja... Aku berpikir kalau makhluk itu adalah boss-nya, tak mungkin hanya setingkat Suci."
DEG!!
Getaran yang ada disekitar semakin kuat.
Adrine hanya tersenyum. Tapi, Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang yang ada diatasnya mulai menciut dan Adrine melihat ruang waktu yang ada disekitarnya juga seperti terpengaruh.
Dan tiba-tiba saja tubuh Adrine seperti terangkat oleh sesuatu. Tubuh Adrine melayang dan Adrine tidak bisa mengendalikannya.
"Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba aku melayang?"
Dengan sigap Purgatory Demon menarik kembali Adrine agar tidak terhisap oleh Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang. Gravitasi pada kubus itu seperti jauh lebih kuat daripada tanah pijakan Adrine.
"Hati-hati tuan. Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang sepertinya sedang mereaksikan sesuatu. Jadi, mungkin akan terjadi seperti ini."
Purgatory Demon menarik Adrine semakin kuat, namun gravitasinya meningkat jauh lebih kuat.
"Aku tak tahu. Tubuhku juga rasanya seperti tercabik-cabik. Ada apa ini?"
Gravitasi yang menarik tubuh Adrine seperti juga membawa bencana dan kesakitan yang membuat Adrine begitu tersiksa.
Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang mulai bercahaya. Bukan hanya Adrine yang tertarik keatas, bahkan pepohonan dan batu yang ada dibawah juga tertarik dan terhisap.
Langitnya juga sepertinya terpengaruh oleh Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang. Diatas, awan juga mulai memancarkan cahaya yang sama seperti yang dipancarkan oleh kubus itu. Hingga awan-awan yang tadi mengepul, mulai bergerak dan seperti membentuk sesuatu.
"Ada apa dengan awannya? Awannya bergerak dengan sangat cepat seperti sedang membentuk... Pedang."
Bukan hanya membentuk satu pedang besar, melainkan membentuk banyak pedang yang berukuran besar dan terbentuk dari awan itu. Dan warna awannya seperti berubah menjadi berwarna merah api.
"Ada apa ini? Apa makhluk yang ada didalam sana sangat kuat hingga muncul bencana seperti ini?"
Guncangan dan gempa buminya semakin kuat. Banyak tanah yang retak dan terbelah. Banyak juga lava dari bawah tanah yang meletus hingga keluar diudara dan membuat hujan lava. Tekanan yang ada disekitar juga semakin kacau seiring diikuti gravitasinya yang semakin kuat.
Dapat dilihat bahwa ruang waktu disekitar Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang semakin kacau yang menandakan bahwa gravitasinya juga semakin kuat. Namun, setiap kali ada benda yang terhisap masuk kedalam kubusnya, ditengah-tengah kubus itu pasti memancarkan cahaya terang yang menyilaukan.
'Ini tak mungkin. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa ini ilusi?' Pikir Adrine.
Pikiran Adrine semakin kacau. Dan Adrine melihat Purgatory Demon sepertinya lama-kelamaan juga mulai terangkat sedikit demi sedikit.
Tangan Purgatory Demon yang memegang tangan Adrine mulai melemah dan lama kelamaan pegangannya juga akan terlepas.
"Tuan... Sepertinya... Saya... Sudah tidak bisa lagi... Menahan..."
"JANGAN DILEPASKAN PEGANGANNYA!!"
Dan entah kenapa, tangan Adrine menjadi sangat licin. Sehingga pegangan Purgatory Demon menjadi terlepas dan Adrine terhisap keatas.
Tubuhnya melayang tak beraturan dan berbenturan dengan benda lain yang juga ikut terhisap kedalam Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang.
"TIDAAAAKKK!!!"
Bersambung!!