
SETELAH 4 BULAN BERLALU
"Semakin lama kok Adrine semakin bertambah waktunya? Apa benar kalau tingkatan tekniknya selalu naik terus?"
Shin kecil juga bingung karena Adrine selalu keluar membawa teknik yang semakin lama semakin tinggi tingkatannya.
"Ugh.. Akhirnya selesai."
Lalu Adrine keluar dari alam bawah sadarnya dan seperti biasanya, fluktuasi energi yang dahsyat langsung muncul setelah Adrine keluar dari alam bawah sadar.
BWOOOOSHH!!
"Sudah kuduga, ini pasti akan terjadi. Malah, fluktuasinya semakin kuat saja. Haish, pasti ketahuan sama yang dibawah sana."
Fluktuasinya telah selesai. Adrine mendapatkan sebuah teknik yang bernama Ukiran 9 Bintang Api. Shin kecil langsung menghampiri Adrine setelah tahu kalau Adrine telah sadarkan diri.
"Kau ini, fluktuasi energimu terlalu heboh, banyak yang penasaran dengan hal itu."
Adrine menjadi bingung karena Shin kecil tiba-tiba datang dan marah-marah.
"Ha? Memangnya kenapa? Aku disini bawa teknik lho..."
"Apa kau tahu. Apabila kau telah selesai dan mendapatkan kitab teknik, kau itu pasti menimbulkan fluktuasi energi yang kuat disekitarmu."
Hal itu memang selalu terjadi, karena kekuatan yang muncul tiba-tiba akan menghasilkan gelombang yang cukup kuat dan menimbulkan fluktuasi energi yang konstan.
"Terus?"
"Lihat disana!! Fluktuasi energimu memancing mereka datang kemari."
"Wah... Iya. Sebenarnya, apa yang membuat mereka tertarik selain fluktuasi energi yang kubuat?"
"Mungkin mereka tahu kalau disini ada sesuatu yang cukup menarik perhatian mereka. Oh ya, apa yang kau dapat sekarang?"
"Aku tak tahu ini teknik tingkat apa. Namanya Ukiran 9 Bintang Api."
DEG!!
Shin kecil mengingat tentang sesuatu.
"Kau ini cukup beruntung ya, teknik Ukiran 9 Bintang Api pernah dipakai oleh salah satu temanku dulu. Kalau tidak salah, teknik ini tingkat Kaisar level-2, hampir sebanding dengan tingkat Kaisar level-3."
"Hahaha. Baguslah."
Setelah itu, Adrine melompat keatas dan melihat orang-orang yang penasaran dengan fluktuasi energi yang dipancarkan oleh Adrine.
"Rata-rata diantara mereka setara dengan tahap Kehidupan sampai Kematian. Akan aku lenyapkan mereka."
"Tapi bukankah kau sekarang hanya masih berada ditahap Kehidupan level-3? Kau yang sekarang belum sanggup."
"Hehe, mereka pasti merasa tersiksa saat naik keatas. Dengan teknik baru yang baru saja aku dapatkan, mereka hanyalah tikus saja dimataku."
Shin kecil juga baru menyadari kalau panas yang ada sangatlah menyengat dan cukup bagi Adrine untuk membunuh mereka dengan bantuan panas dan tekanan.
"Akan kucoba sekarang, tingkat pertama, Ukiran 9 Bintang Api Jingga."
Adrine hanya membuat sebuah persegi panjang dengan menggunakan ibu jari yang dibuat vertikal dan jari telunjuk yang dibuat horizontal. Ibu jari dari tangan kanan diatas jari telunjuk tangan kiri dan sebaliknya dengan jari yang lainnya.
Satu teknik tersebut berhasil membunuh satu orang yang sedang berusaha keatas. Pencapaiannya sama dengan Adrine, yakni tahap Kehidupan level-3.
"Sudah kuduga, bahkan orang yang kekuatannya sama denganku tetap saja mati walaupun aku tak banyak mengeluarkan tenaga."
Salah seorang yang ada disebelahnya cukup khawatir dengan sosok bayangan yang barusan menyerang temannya hingga mati, bahkan mati dalam satu serangan telak. Didalam matanya, ia tak bisa melihat dengan jelas siapa sosok hitam yang ada diatasnya dan menyerang temannya. Itu disebabkan oleh tekanan yang sangat kuat sehingga membuat kabur penglihatannya walaupun jaraknya 1 meter.
"Tadi aku sudah pakai teknik Ukiran 9 Bintang Api. Sekarang, aku akan pakai teknik Tapak Suci Api Hijau Alam."
Panas yang ada disekitar berubah menjadi api berwarna hijau. Dan semua api hijau itu berkumpul pada satu titik, yaitu tangan kanan Adrine yang ditegangkan dengan kencang.
'Sepertinya dia akan mengeluarkan teknik untuk membunuhku. Aku harus berhati-hati.' Pikir orang yang sedang mendaki.
ZRIIIING
Tiba-tiba Adrine menghilang dari pandangan orang yang mendaki itu.
'Dimana dia?' Pikir orang yang sedang mendaki.
Ia kebingungan melihat sosok bayangan yang ada diatasnya tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Orang itu melihat kanan-kiri karena waspada akan serangan dadakan.
"Kau sedang lihat apa?"
"Itu, aku tadi lihat orang yang berdiri disana... Tunggu..."
Tiba-tiba orang itu terpikir sesuatu yang sangat membuatnya takut. Hal ini benar-benar membuatnya mengeluarkan keringat lebih deras dibandingkan dengan panas yang menyengat ini.
'Ini... Siapa yang barusan bicara denganku?'
Jelas orang itu terkejut bukan main. Teman yang bersamanya hanya ada 1 dan dia sudah dibunuh. Tiba-tiba ada orang dibelakangnya dan bertanya kenapa dirinya ketakutan. Orang itu menoleh dan terkejut bukan kepalang.
"Aku yang membunuh temanmu!"
Adrine mengucapkan kalimat tersebut dihadapan orang itu seperti seorang iblis. Padahal ditempat itu sangatlah panas dan tekanannya sangat kuat, hingga membuat kepala pusing dan penglihatan menjadi kabur.
"Apa?"
Orang itu menoleh dan melihat Adrine. Dengan tatapan yang sangat mengerikan, Adrine melihat orang itu seperti mangsa.
"Nih makan, Tapak Suci Api Hijau Alam!!"
Orang itu menatap Adrine dengan sangat ketakutan, tetapi malah dipukul oleh tangan api hijau raksasa yang sangat panas.
"TIDAAAAKKK!!"