Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Pemberian Shin kecil untuk Adrine


Matahari sudah tak menampakkan cahaya jingganya lagi, langit mulai gelap dan sunyi, cahaya bulan telah menggantikan cahaya matahari yang telah sirna di malam hari.


Semua kandidat sibuk berkultivasi, mempersiapkan diri untuk seleksi 2 bulan ke depan, begitu pula dengan Adrine yang ingin melatih dirinya agar semakin maju dan terus di depan.


Keempat senior yang berada di sebuah markas tersembunyi mereka, yaitu di bawah tanah bukit yang di tinggali para kandidat, tengah membicarakan tentang seseorang. Seseorang itu adalah Adrine yang di karenakan energi kekuatannya yang mencolok.


"1 kandidat baru yang tadi itu lumayan juga, mereka jauh melampaui para kandidat yang lainnya."


Kembaran Asra telah memulai pembicaraan.


"Ya, kau betul Arsa. Bahkan sepertinya jika semua kandidat mengeroyoknya pun mungkin bisa di halau olehnya."


Nama kembaran Asra adalah Arsa, tepat seperti apa yang di katakan oleh Asra barusan.


"Setidaknya, bocah itu memang pantas jika langsung di jadikan sebagai murid tingkat permukaan. Apakah keluarga Xsue akan marah jika seorang bocah mengalahkan Reihan Xsue?"


Orang yang barusan berbicara adalah salah satu senior yang memakai baju santai sebelumnya. Mereka masih terlihat seperti pemalas dan tangannya memegang gelas berisikan anggur yang memabukkan. Senior ini bernama Gren.


"Hahaha, betul juga kau... Mungkin bukan hanya marah, kejadian 5 tahun lalu pun mungkin juga akan terulang lagi, mereka akan membayar seseorang untuk di suruh melumpuhkan lawan sebelum waktu seleksinya tiba."


Dan yang ini adalah kembaran dari Gren, yakni Grem. Dia juga sedang memegang gelas yang juga berisikan anggur dan mereka tengah membicarakan tentang keluarga Xsue.


"Hei hei... Mulut kalian berdua itu memang kotor ya, kalau sedang membicarakan keluarga biadab itu? Bukankah topik pembicaraan kita adalah si bocah tadi?"


Walaupun tujuan dari Arsa adalah mengembalikan topik pembicaraan, namun ia menambahkan kata kasar di saat menyebutkan nama keluarga Xsue. Mereka seperti sedang bernostalgia dengan kebiadaban dari kekuasaan keluarga Xsue.


Keluarga Xsue hanya sedikit berperan di dalam Perguruan Kilat Langit saja, keluarga tersebut hanya bagian kecil dari perguruan dan masih banyak keluarga lain yang juga menjadi bagian dari Perguruan Kilat Langit, bahkan memiliki kekuasaan yang lebih besar lagi daripada keluarga Xsue.


"Ya, nama bocah tadi adalah Adrine Arnando, dia berasal dari Perguruan Bayangan Langit dan asal-usulnya masih belum diketahui. Usianya beranjak 19 tahun dan kultivasinya telah mencapai tahap Keberlanjutan level-1."


Asra menjelaskan tentang informasi tentang Adrine karena dia adalah registrator yang dimana juga bertatap muka secara langsung dengan Adrine.


"Sudah kuduga kalau bocah itu berada di tahap Keberlanjutan, tapi apakah dia itu murid yang sebelumnya tak lolos?"


Gren merasa kurang yakin dengan keberadaan Adrine, namun ia lebih ingin memastikannya lagi dengan bertanya kepada Asra.


"Sejujurnya, Adrine tidak memiliki catatan ketidak berhasilan selama berada di Perguruan Bayangan Langit, bahkan dia adalah murid dengan kultivasi yang sangat cepat."


Asra menjelaskan lagi tentang latar belakang Adrine.


"Menarik, sangat pantas kalau dia langsung di tetapkan menjadi murid tingkat permukaan, setidaknya berada di peringkat 3500 saja sudah lebih dari cukup."


Arsa sedikit tertarik dengan Adrine, namun ia masih ingin memastika lagi tentang keberadaan Adrine yang sebenarnya. Dan walaupun keempat senior itu sangat tertarik dan menyanjung kemampuan kultivasi Adrine, namun mereka berusaha untuk menutupi informasi tersebut agar tidak terdengar hingga ke telinga keluarga Xsue.


"Ingat, kalian rahasiakan informasi ini agar keluarga Xsue tidak mengeluarkan bocah yang bernama Adrine itu dengan cara kotornya lagi!"


Semuanya langsung mengangguk dengan serentak setelah mendengar perkataan Asra.


Malam telah berlalu dengan panjang dan para senior menghabiskan malam tersebut dengan mabuk dan tertidur di tempat, berbeda dengan para kandidat yang menghabiskan malam dengan berkultivasi sepanjang waktu.


SETELAH 1 MINGGU BERLALU


Adrine pun terbangun dari kultivasinya dan kini dia tengah mencari Shin kecil untuk mencari tahu tentang apa yang akan di dapatnya dari Shin kecil.


Adrine telah mencarinya di luar, namun tetap saja ia tak menemukan Shin kecil, hal tersebut membuatnya bingung dan ingin kembali berkultivasi saja.


'Dimana dia?' Pikir Adrine.


"Hoi, kau sedang mencari siapa?"


Tiba-tiba terdengar suara dari belakang Adrine, suara tersebut sangat familiar di telinga Adrine, ia adalah Shin kecil.


"Apa kita sedang bermain petak umpet? Kenapa kau seperti sedang ingin mengagetkanku?"


Adrine sedikit marah dengan Shin kecil yang membuatnya kaget, namun Shin kecil malah nampak bingung dan merasa tidak bersalah.


"Kau ini bicara apa? Aku sedang membuat pil dan aku datang dari arah yang berlawanan dari pintu rumahmu, aku ini roh dan bisa menembus tembok biasa seperti ini, pintu rumahmu itu tak berguna juga bagiku."


Shin kecil juga sedikit marah mendapati Adrine yang akhir-akhir ini sering marah juga kepadaku dan sikapnya juga semakin dingin terhadapnya. Namun Adrine tidak berpikir demikian karena ia hanya melihat Shin kecil yang suka menghilang dan datang tiba-tiba dari belakang.


"Iyalah iya, katanya kau ingin memberiku sesuatu di saat semua orang telah masuk ke dalam rumahnya masing-masing? Berarti kau berniat memberikannya padaku jauh dari rumah dan menghindari orang banyak, kau yang terus-terusan pergi dari sini seharusnya tahu dimana tempat yang cocok, cepat tunjukkan sekarang!"


Adrine langsung mengetahui rencana Shin kecil yang katanya ingin memberikan sesuatu kepada Adrine.


"Wow, kau langsung tahu sedetail itu, kalau begitu aku tak akan menjelaskannya lagi, sekarang ikuti aku!"


Lalu Shin kecil keluar, begitupun dengan Adrine. Mereka mengarah ke tempat yang dimana datangnya Adrine ke area seleksi tersebut, namun agak menuju ke hutan yang lebih lebat dan tertutup.


"Kau membuat pil apa selama 1 minggu ini?"


Adrine memulai pembicaraannya dengan rasa penasarannya akan pil yang di buat oleh Shin kecil.


"Pil Penjara Energi, pil ini sangat berguna bagimu dan juga setelah ini kau harus menggunakannya di saat kita sampai ke tempatnya!"


Adrine sedikit merasa curiga dengan pil yang akan di berikan Shin kecil kepadanya, apalagi namanya yang menurutnya sangat mencurigakan.


"Pil Penjara Energi? Namanya aneh sekali, apa pil itu akan mengakibatkan sesuatu yang buruk kepada aliran energiku?"


"Tenang saja, pil ini tidak memiliki efek samping untuk tubuhmu, selain itu pil ini memiliki kualitas yang sangat tinggi. Pil ini sangat berhubungan dengan apa yang akan kuberikan padamu nantinya."


Setelah mendengar jawaban dari Shin kecil, Adrine hanya diam dan terus mengikuti Shin kecil hingga ke tujuannya.


Tak lama kemudian, gerakan Shin kecil mulai melambat. Shin kecil pun berhenti dan Adrine juga berhenti di sana.


Shin kecil memberikan Pil Penjara Energi yang tadi telah di beritahu olehnya kepada Adrine, pil tersebut berwarna perak dan memiliki unsur yang cukup padat.


Lalu Adrine mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya, benda tersebut adalah suntikan plasma.


"Apakah kau tidak ingin menelannya langsung?"


Adrine langsung menoleh dan menatap ke arah Shin kecil.


"Memangnya kenapa? Bukankah efeknya akan lebih cepat jika menggunakan suntikan plasma?"


Shin kecil hanya terdiam dan tak dapat menjawab pertanyaan dari Adrine.


Setelah itu, Adrine pun memasukkan Pil Penjara Energi ke dalam suntikan plasma dan ia menyuntikkannya ke lengan kirinya.


Adrine merasakan sesuatu terhadap tubuhnya dan meridiannya.


"Bukankah katamu Pil Penjara Energi tidak memiliki efek samping dan berkualitas tinggi? Kenapa pil ini mempengaruhi tubuh dan energiku?"


Adrine tidak terima karena merasa telah di bohongi oleh Shin kecil, namun roh kecil itu hanya menatap Adrine dengan tatapan biasa saja.


"Memang seperti itu Pil Penjara Energi bekerja, energimu akan tertutup sementara waktu dan tidak akan ada residu energi yang keluar dari tubuhmu di saat kau akan menggunakan energi ataupun berkultivasi."


"Berarti efek pil ini seperti pelindung sihir?"


Shin kecil mengangguk mengiyakan pertanyaan Adrine.


"Bisa di bilang pil ini adalah versi sederhananya dan lebih mudah digunakan."


Adrine sudah mengetahui hal itu bahkan sebelum Shin kecil mengangguk sebelumnya.


"Lalu apa yang ingin kau berikan padaku?"


"Jiwa hewan spirit."


Shin kecil mengatakannya sambil mengeluarkan jiwa-jiwa yang di milikinya. Adrine memang sedikit terkejut akan hal tersebut, namun ia bersikap dingin dan biasa lagi seperti rasa kagetnya tadi tidak pernah terjadi sama sekali.


"Kenapa kau harus repot-repot membawaku kemari hanya untuk memberiku puluhan jiwa hewan spirit? Dan lagi, aku tidak terlalu menggantungkan semuanya kepada pasukan milikku, ambillah jiwa itu kembali!"


Awalnya Shin kecil merasa terkejut dan sedikit kecewa dengan Adrine yang menolak pemberiannya mentah-mentah, namun dia tak menyerah dan masih ingin meyakinkan kepada Adrine.


"Apa kau benar-benar menolaknya? Semua jiwa yang ada di genggamanku ini adalah jiwa hewan spirit tingkat Langit peringkat ke-5 lho... Apa kau akan melewatkan pemberianku ini begitu saja?"


Adrine tetap kokoh dengan pendiriannya dan menolak pemberian Shin kecil dengan kepalanya yang di gelengkannya.


"Tunggu sebentar! Jangan terburu-buru untuk memutuskan sesuatu, coba kau lihat ini!"


Lalu Shin kecil menjulurkan tangannya dan mengalirkan energinya kepada jiwa yang ada di tangannya. Jiwa tersebut terbang dan berada di hadapan Adrine, jiwa itu juga membentuk sebuah tubuh.


"I... Ini... Hewan iblis?"


Shin kecil mengangguk mengiyakan pertanyaan Adrine lagi.


"Apa kau yakin tidak mau menerima jiwa hewan iblis ini?"


Adrine hanya terdiam dan masih terus memandangi hewan iblis yang ada di depannya, dia bahkan menghiraukan perkataan Shin kecil.


Hewan iblis itu cukup berbeda dari hewan iblis yang menjadi pasukan milik Adrine. Hewan iblis tersebut memiliki tubuh yang berwarna hitam secara keseluruhan kecuali pada bagian tertentu. Hewan iblis ini memancarkan petir putih di setiap tubuhnya dan ia juga memiliki 2 tanduk, kedua tanduk inilah yang memiliki warna berbeda dari seluruh tubuhnya. Ia juga memiliki kuku yang sangat panjang, kukunya itu juga memiliki warna yang sama seperti petir di tubuhnya dan tanduk yang ada di kepalanya. Hewan iblis ini juga sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Purgatory Demon.


"Hewan iblis jenis apa ini? Kekuatannya sangat dahsyat, sangat berbeda dari Blood Demon ketika aku ekstraksi jiwanya."


Shin kecil tersenyum dan menunduk seketika itu, Adrine terus merasa penasaran dengan hewan iblis yang ada di depannya dan juga ada rasa ingin segera memiliki jiwanya itu.


"Nah kan, kau tertarik dengan yang satu ini... Hewan iblis ini bernama Darkness Lightning Demon, di saat aku bertemu dengannya, dai berada di tingkat Jelmaan Iblis peringkat 1."


"APA? TINGKAT JELMAAN IBLIS?"


Adrine langsung terkejut mendengar bahwa hewan iblis yang ada di depannya itu berada di tingkat Jelmaan Iblis. Adrine juga malah semakin penasaran dengan kekuatan yang di miliki eh hewan iblis yang ada di depannya yang bernama Darkness Lightning Demon.


"Pantas saja jika aku merasa kekuatannya melebihi Blood Demon dan Purgatory Demon. Jika de sandingkan dengan kultivasi, maka harus berada di tahap apa agar aku bisa seimbang melawannya?"


"Tahap Penciptaan level ke-1 atau ke-2 di tingkat Kesempurnaan, tergantung pada fase-nya."


Adrine langsung menunduk ke bawah dan memikirkan tentang kultivasinya, bukan hanya kultivasinya saja yang di pikirannya, namun ia memiliki firasat jika proses ekstraksi jiwa pada hewan iblis tersebut tidak akan mudah dan mungkin tingkat presentase kegagalannya akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan presentase keberhasilannya.


"Bukankah sama saja aku melakukan bunuh diri jika aku mengekstraksi jiwa ini? Akan sangat mempengaruhi jiwaku jika mengekstraksi jiwa yang memiliki kekuatan di atasku, mungkin juga akan melukai jiwaku juga."


Walaupun Adrine terlihat gelisah jika jiwanya terluka dan merasa terlewatkan jika harus menolak pemberian dari Shin kecil, namun ia masih harus berpikir lagi untuk memutuskannya. Shin kecil juga malah tersenyum tipis dan seperti memiliki solusi dari permasalah Adrine.


"Tenang saja, aku punya sesuatu yang mungkin akan membantumu dalam penyerapan jiwa."


Lalu Shin kecil mengeluarkan sebuah pil berwarna merah dengan aura dan bau yang sangat pekat.


"Apa kau pikir aku tak tahu? Itu adalah Pil Amarah Jiwa kan? Aku tahu tentang pil itu, efeknya memang akan meningkatkan jiwa, tapi efek sampingnya adalah akan melemahkan bahkan bisa saja melumpuhkan jiwa dalam jangka panjang. Jika Pil Amarah Jiwa saja, aku pun juga punya puluhan pil seperti itu di dalam cincin penyimpananku."


"Ah? Kau sudah tahu ya?"


Shin kecil terkejut mendapati Adrine yang ternyata sudah mengetahui tentang Pil Amarah Jiwa yang di pegangnya, namun ia seperti tidak kecewa dan malah tersenyum melihat Adrine yang ternyata sudah tahu.


"Tidak, aku tidak akan memberikan pil itu padamu, hanya saja aku ingin memberitahukan padamu tentang pil itu, tapi ternyata kau sudah tahu. Hanya saja aku akan memberimu pil yang lain."


Adrine masih merasa curiga kepada Shin kecil jika dia akan di beri pil yang berbahaya seperti Pil Amarah Jiwa yang tadi.


Shin kecil pun mengeluarkan sebuah pil berwarna ungu keemasan dan pil itu juga memancarkan aura yang sama dengan Pil Amarah Jiwa, namun tidak sepekat pil tadi.


"Pil ini adalah perpaduan antara Pil Amarah Jiwa dan Pil Pemurnian Hati."


"Kenapa sepertinya pil itu malah lebih berbahaya dari Pil Amarah Jiwa?"


Adrine masih kurang mempercayai pemberian Shin kecil.


"Jangan salah paham dulu, pil ini memang juga berasal dari Pil Amarah Jiwa, akan tetapi pil ini memiliki sumber yang berbeda juga, yaitu Pil Pemurnian Hati. Efek penguatan jiwa pada Pil Amarah Jiwa akan meningkat sebanyak 5% dan efek samping yang di miliki oleh Pil Amarah Jiwa juga di lemahkan, jika sebelumnya Pil Amarah Jiwa menyerang jiwa, maka sekarang pil ini hanya memberikan efek samping yang berdampak pada fisik saja, hanya melemahkan tubuh sedikit saja dan bisa di pulihkan dengan cepat, apalagi pil ini memiliki kualitas yang sangat tinggi. Pil ini bernama Pil Penyucian Jiwa."


Mendengarkan penjelasan panjang lebar dari Shin kecil, Adrine menjadi agak bosan, namun semuanya telah di dengar oleh Adrine dan di pahaminya dengan sangat mendalam.


"Oke oke, pada dasarnya pil itu memiliki efek yang lebih bagus daripada Pil Amarah Jiwa bukan? Dan efek sampingnya juga telah di turunkan benarkan?"


Shin kecil mengangguk lagi.


"Baiklah, berikan pil itu!"


Shin kecil pun memberikan Pil Penyucian Jiwa-nya kepada Adrine.


Adrine langsung memasukkan pil tersebut ke dalam suntikan plasma dan ia langsung menyuntikkan pada tangan kirinya lagi.


Setelah menyuntikkannya, Adrine langsung merasakan adanya perbedaan pada jiwa yang ada di dalam alam bawah sadarnya. Jiwa tersebut terasa jauh lebih keras dan lebih kuat dari sebelumnya.


"Wow, Pil Penyucian Jiwa ini ternyata berada di luar dugaanku, tapi bagaimana dengan datangnya efek samping pada pil ini?"


Walaupun terlihat mengagumi peningkatan kekuatan jiwa pada Pil Penyucian Jiwa, namun Adrine masih cemas dengan efek yang samping yang akan di timbulkan pada pil tersebut.


"Efek sampingnya akan datang di saat efek peningkatannya menghilang, sama seperti Pil Amarah Jiwa. Durasi pada Pil Penyucian Jiwa juga meningkat, yang dimana Pil Amarah Jiwa adalah selama 15 menit, maka Pil Penyucian Jiwa memiliki durasi 25 menit, hampir 2 kali lipatnya bukan?"


Shin kecil ingin meyakinkan kepada Adrine lagi tentang hebatnya pil buatannya itu.


"Kalau begitu, sekarang berikan padaku jiwa hewan iblis ini!"


Lalu Shin kecil melepas ikatan energi pada jiwa Darkness Lightning Demon dan memberikannya kepada Adrine. Tubuh dari hewan iblis tadi menghilang dan membentuk sebuah gumpalan energi berwarna hitam yang di lapisi oleh petir.


Adrine menerima jiwa Darkness Lightning Demon dan sekarang ia tengah bersiap untuk menyerap jiwa hewan iblis tersebut.


"Baiklah, sekarang ini adalah pertarunganku melawan Darkness Lightning Demon."


Bersambung!!