Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Memasuki Distorsi Portal kembali


Waktu berlalu begitu cepat, seminggu telah terlewat begitu saja tanpa terasa. Adrine terus menerus menelan pil yang rasanya begitu menjijikkan di mulutnya, namun sama sekali tidak mempengaruhi kualitas kultivasinya.


Adrine sedikit kecewa dengan apa yang telah diberikan oleh Shin kecil, akan tetapi ia merasa jika ledakan kekuatan yang mampu ia hasilkan dari serangan fisik telah meningkat secara signifikan. Seperti apa yang telah dikatakan oleh Shin kecil sebelumnya, pil yang ia berikan itu meningkatkan potensi, potensi yang di maksud ini adalah sebuah peningkatan di luar keterampilan kultivasi.


Walaupun kultivasinya tinggi, jika didukung oleh potensi yang juga tinggi akan menjadi yang terkuat di antara para kultivator yang setara dengannya. Maka dari itu Shin kecil terus mendukung perkembangan Adrine di luar membantu menumbuhkan kultivasinya yang juga semakin tinggi pula. Dan karena itu lah Adrine sudah tak terlalu kecewa dengan pemberian Shin kecil dan juga menghargainya.


Pil yang diberikan oleh Shin kecil bernama pil Potensi Perak. Baunya memang sangatlah menyengat, namun haslinya sangatlah bagus.


Adrine terus menelannya sekali dalam sehari untuk meningkatkan potensinya. Menurut Shin kecil, potensi Adrine sendiri juga sudah sangat tinggi. Potensi Adrine harus selalu diasah dan terus dikembangkan untuk menjadi yang paling hebat.


Sekarang ini Adrine tengah bersiap untuk memasuki Distorsi Portal yang berada di laut Ye Zeronia, tepatnya di sebelah Utara kota Fierry, namun harus melewati perbatasan antara kota Fierry dengan kota Yena.


Megalopolis Zeronia sendiri berada di sebuah pulau yang sangat besar dan d perlahan menyatu dengan daratan yang ditempati oleh perguruan Kilat Langit dan lain-lain, daratan ini berupa benua yang bernama benua Langit.


Adrine tengah menunggu pesawat yang akan menjemputnya bersama dengan para murid yang lainnya di depan gerbang perbatasan kota Fierry dengan kota Yena. Para murid yang bersama Adrine kali ini rata-rata berada di tahap Keberlanjutan level-3, kebanyakan dari mereka baru sampai di kelas awal, Adrine sendiri berada di kelas menengah.


'Pesawatnya akan datang dalam beberapa menit lagi, katanya akan datang persis jam 8 pagi ini.' Pikir Adrine.


PLAK!!


Tiba-tiba ada yang menepuk pundak.


"Hei hei, bukankah kau murid undangan yang itu? Benar bukan?"


"Benar."


Adrine menjawabnya dengan nada datar.


"Ayolah kawan, kau tak perlu begitu dingin. Perkenalkan, namaku adalah Qiu Dota, panggil saja aku Dota."


"Oh hai Dota, panggil saja aku Adrine."


Dota sendiri berasal dari keluarga Qiu yang berada di dalam kota Fierry, dia adalah murid tingkat Permukaan dan kultivasinya adalah tahap Keberlanjutan level-2 kelas puncak. Kulitnya putih dengan mata birunya yang bersinar, dia agak pendek dan cenderung ceria. Rambutnya tipis serta berwarna pirang.


Murid yang bernama Dota ini nampak terus memperhatikan Adrine yang terus mengalihkan pandangannya dan sama sekali tidak berekspresi, namun pandangannya terlihat tidak kosong.


"Hei kawan, jangan merenung terus ... Ada masalah apa kau ini?"


Dota tidak terlalu yakin akan pertanyaan tersebut, justru ia takut membuat Adrine marah dengannya karena baru saja menanyakan sesuatu yang mungkin menyinggung Adrine.


"Tidak ada, aku hanya tak sabaran saja untuk segera memasuki Distorsi Portal."


Dota pun mengusap keringat di keningnya, ia lega kalau Adrine sama sekali tidak marah akan pertanyaan yang baru saja diajukan oleh Dota.


'Kupikir dia orangnya sensitif.' Pikir Dota.


"Oh iya, kau akhir-akhir ini cukup terkenal ya? Apa benar kau sudah menembus Ascending jingga sekarang ini?"


Adrine mengangguk.


"Benar, hanya saja aku belum terlalu mahir dalam keterampilannya."


"Tidak usah terlalu merendah, banyak yang bilang kau ini sangat hebat, bahkan beberapa master sempat berkata kalau kemampuanmu itu di luar nalar."


Adrine mulai berpikiran konyol dengan apa yang barusan ia dengar dari Dota.


'Apa aku ini terlihat tidak masuk akal di mata para master? Sudahlah.' Pikir Adrine.


Tak lama kemudian, sebuah pesawat pun mendatangi para murid yang sudah bergerombol dan menunggu di depan gerbang. Mereka pun naik ketika cahaya masuk mulai bersinar dari pesawat, satu persatu telah masuk dan giliran Adrine pun juga mulai masuk ke dalam.


Kini Adrine sudah mulai bisa mengatasi rasa mualnya, walaupun kepalanya masih agak pening ketika berteleportasi.


Ketika Adrine memilih tempat duduk yang berada di barisan terdepan, Dota juga mengikutinya dan duduk di samping Adrine. Tempat duduknya berpasang-pasangan dan Adrine setempat duduk dengan Dota.


Adrine cukup penasaran dengan motif Dota yang terus mendekatinya.


"Kenapa kau mengikuti ku? Apa aku ada salah denganmu?"


Dota menggelengkan kepalanya.


"Aku hanya tertarik padamu, aku merasa kita ini cocok."


'Sialan, apa-apaan bocah satu ini? Menjijikkan sekali.' Pikir Adrine.


Tiba-tiba Adrine merasa jijik dan geli, ia langsung menoleh ke belakang dan melihat-lihat apakah ada kursi yang kosong.


"Bukan... Bukan seperti apa yang kau pikirkan, aku ini juga tak menyukai sesama jenis. Aku hanya tertarik padamu sebagai teman, kemampuan selalu dibicarakan dan membuatku tertarik padamu, itu saja. Bukan hal yang aneh-aneh."


Walaupun telah mendapatkan penjelasan dari Dota, namun Adrine menatap Dota dengan tatapan yang kurang percaya, namun ia sedikit percaya jika mengatakan tentang kemampuan yang selalu dibicarakan oleh orang-orang.


"Baiklah, aku percaya kalau kau itu bukan penyuka sesama jenis. Aku ingin tanya satu hal, apa yang sering dibicarakan oleh orang-orang tentangku?"


Seketika Dota langsung melirik ke atas dan memikirkan sesuatu.


"Tentang penerobosan dan juga kultivasimu, para master dan senior senior besar sering membicarakan tentang kejeniusan mu di dalam bidang kultivasi yang terbilang sangat cepat."


Adrine mulai curiga jika dirinya selalu diawasi oleh orang untuk mendapatkan informasinya, namun ia hanya berpikir konyol jika senior Lhila hanya sedang iseng dan tidak benar-benar serius.


'Mungkin saja di saat aku sedang mencari beberapa bahan yang diminta oleh Shin kecil.' Pikir Adrine.


Kini Adrine tinggal menunggu saja sampai tiba di tempat tujuannya, estimasi waktu tempuhnya sekitar 30 menit lamanya. Karena kecepatan rata-rata pesawat ini adalah 1300 km/h, maka bisa disimpulkan bahwa jarak yang ditempuh sekitar 650 km.


Adrine memanfaatkan waktunya untuk menikmati makanan yang ada di dalam pesawat. Terdapat beberapa pramugari yang melayani para murid yang lain, Adrine meminta beberapa makanan seperti daging hewan buas dan juga minuman herbal yang ada.


"Kenapa kau minta minuman herbal? Apa kau tak suka alkohol dan soda?"


Dota menawarkan minuman yang lebih berat, namun Adrine tidak tertarik untuk minum minuman seperti itu.


"Tidak, aku tidak suka."


Dota menjadi lebih bingung dan tak dapat memahami bagaimana pemikiran Adrine sebenarnya, Adrine terlihat pendiam dan sedikit menakutkan dengan ekspresi datarnya namun dia tidak seperti orang-orang lain yang terlalu bebas dan liar.


"Apa kau takut lambung dan ginjalmu itu rusak? Tenang saja, pil Pemulihan bisa memperbaikinya secara perlahan."


Adrine menoleh ke arah Dota.


"Bukannya aku takut, aku hanya tidak suka, itu saja alasanku tidak minum minuman beralkohol dan bersoda."


"Oh, begitu ya?"


'Aku tidak tahu dia berkata jujur atau tidak, tapi yang pasti tatapannya padaku barusan itu sangat meyakinkan bahwa ucapannya memang benar.' Pikir Dota.


Dota berpikir bahwa ia bisa menyelami pemikiran Adrine yang cukup rumit, akan tetapi pemikiran Adrine justru lebih rumit dan sangat sulit untuk benar-benar bisa ditembus, bagaikan lautan yang dalam dengan berbagai ikan ganas yang permukaannya ditutupi oleh beberapa lapisan es yang begitu tebal.


'Sudahlah, lupakan saja!' Pikir Dota.


Beberapa saat kemudian, makanan yang dipesan oleh Adrine telah datang. Pramugari tersebut juga menyajikan beberapa makanan dan minuman yang lain, ternyata itu untuk Dota yang sebelumnya memang telah memesan sebelum Adrine.


"Apa itu alkohol?"


Adrine agak penasaran dengan minuman berbusa yang ada di gelas yang digenggam oleh tangan kanan Dota.


"Bukan, ini susu soda. Mau coba? Enak lho..."


Dota menyodorkan minumannya kepada Adrine.


"Tidak tidak, minumanku ini saja sudah cukup."


Setelah selesai makan, mereka berdua bersendawa hampir secara bersamaan. Mereka meminum minuman masing-masing dan menghabiskannya.


Tak berselang lama setelah mereka berdua menyelamatkan makanan mereka, pesawat yang mereka tumpangi telah sampai di tempat tujuan, yaitu laut Ye Zeronia. Adrine pun turun dari pesawat bersama para murid yang lain.


"Baru kali ini aku melihat pantai, indah juga pemandangannya."


Adrine cukup terkesan dengan pantai Ye Zeronia, namun lokasinya berada di tengah laut yang lebih jauh lagi.


"Lihat, bukankah itu portalnya?"


Salah seorang murid menunjuk ke sebuah pusaran yang ada di atas lautan, Distorsi Portal yang ditunjuknya lebih besar dari yang pernah Adrine masuki sebelumnya.


'Besar juga? Apa ukuran portal itu mempengaruhi hewan spirit yang ada di dalam?' Pikir Adrine.


Distorsi Portal kali ini berwarna kemerahan, mirip seperti sebelumnya yang pernah Adrine masuki, hanya saja ukuran portal masuknya lebih besar.


Kemudian Adrine menoleh ke arah Dota yang masih antusias dengan Distorsi Portal, matanya terus terpaku oleh portal yang terpampang di depan matanya.


'Sepertinya dia baru melihat Distorsi Portal untuk yang pertama kalinya.' Pikir Adrine.


Adrine teringat jika ia memilikinya pertanyaan yang ingin diajukan.


"Hei, Dota, kenapa kita diturunkan di pinggir pantai? Kenapa kita tidak langsung ke sana?"


Dota pun menoleh ke arah Adrine.


"Oh, itu karena protokol yang diberikan kepada pesawat tadi, pesawat itu diberi perintah untuk mengantar kita sampai di sini saja, aku tak tahu apa tujuannya. Oh iya, pesawat tadi itu adalah drone, bekerja secara otomatis."


Adrine mengangguk paham dengan penjelasan Dota.


"Berarti kita harus mencari cara untuk ke sana."


Baru saja berucap, Adrine langsung terpikirkan cara untuk menyeberangi lautan untuk sampai ke Distorsi Portal-nya.


"Bangkitlah, Red Diamond!"


Muncul bayangan berwarna biru yang menyelimuti bayangan Adrine, bayangan biru tersebut memisahkan diri dari bayangan Adrine dan membentuk tubuh secara nyata.


"A... Apa ini? Apa dia roh? Ba... Barusan kau yang panggil?"


Dota terkejut melihatnya, beberapa murid yang lain juga terkejut melihatnya.


Mereka yang mengira jika Adrine hanya seorang pengguna pedang, kini diperlihatkan secara langsung bahwa Adrine juga bisa melakukan pemanggilan roh dan mengendalikannya.


"Iya, ini pasukanku, namanya Red Diamond."


"Berarti kau juga bisa melakukan pemanggilan roh? Kejutan besar, aku kira kau hanya seorang pengguna pedang yang jenius saja, ternyata kau juga seorang Necromancer."


Para murid yang lain juga tertegun melihat kemampuan yang ditunjukkan oleh Adrine, mata mereka yang awalnya tertuju oleh Distorsi Portal, kini berubah ke pasukan yang dimunculkan oleh Adrine.


"Hoi hoi! Ini adalah misi kalian, cepat cari cara untuk segera ke Distorsi Portal-nya."


Seorang senior yang menjaga para murid yang menjalani misi sedikit kesal dengan para juniornya, bukannya mencari cara justru mereka malah terdiam kagum.


"Tenang saja senior, aku punya cara. Red Diamond, beri jalan untuk kami!"


Mendengar perintah dari Adrine, Red Diamond membekukan air laut dan membuat jalan es untuk para murid dan juga senior.


"Ayo."


Adrine pun memimpin perjalanan menuju ke Distorsi Portal yang jaraknya sekitar 200 meter. Jalanannya memang agak licin dan membuat beberapa murid tergelincir, akan tak ada dari mereka yang sampai terjatuh ke dalam lautan.


Mereka pun sampai di depan Distorsi Portal, Adrine mengembalikan Red Diamond ke dunia bayangan kembali.


"Namamu Adrine bukan? Kau yang barusan memimpin, jadi masuklah terlebih dahulu."


Adrine mengangguk dan langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam Distorsi Portal.


Ketika Adrine memasuki portal, di dalamnya hampir mirip dengan apa yang pernah ia masuki sebelumnya, hanya saja memiliki suasana yang berbeda dan jauh lebih mencekam.


"Blood Demon, apa dunia ini juga dikuasai oleh Blood Demon Underworld sepertimu?"


Muncul kepala yang berupa bayangan kemerahan dari belakang punggung Adrine, kepala itu adalah kepala Blood Demon.


"Maaf tuan, aku tidak cukup tahu, akan tetapi sama seperti jenisku, hewan iblis. Oh iya, tuan, tampaknya dunia ini agak berbeda dengan duniaku sebelumnya. Suasana yang mencekam ini juga bukan berasal dari sejenis ku, dia juga tidak memegang Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang. Kubus itu adalah artifak simbol yang luar biasa, tidak sembarang makhluk bisa memegangnya."


Adrine tidak terlalu tertarik dengan Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang, kubus tersebut juga berada di tangan Shin kecil.


"Aku tahu kau sendiri mungkin tak mengerti situasi ini, langit yang ada di atas juga sangat gelap dan dipenuhi dengan badai petir, seharusnya ada hal lain di balik celah tebing."


"Kau benar tuan, apa yang kita rasakan ini memang berasal dari belakang celah tebing, ada sesuatu di sana."


Adrine terus menatap antusias dan waspada dengan apa yang ada di depan, ia juga sesekali memandangi langit gelap yang dipenuhi awan hitam dan petir petir berwarna merah.


"AARGHH!! APA ITU YANG ADA DI BELAKANG PUNGGUNGMU, ADRINE?!!"


Tiba-tiba saja Dota berada di belakang Adrine dan berteriak histeris, Adrine cukup terkejut dengan teriakan Dota.


"Kau ini mengagetkanku saja. Dia adalah salah satu pasukan milikku."


Kemudian Blood Demon kembali ke dunia bayangan dan lenyap dari pandangan, Dota merasa agak lega akan hal tersebut.


"Jelas kau yang membuatku kaget, aku sendiri juga tak tahu kalau kau bisa melakukan hal itu."


Lalu beberapa murid lain telah memasuki Distorsi Portal beserta dengan senior yang akan memantau dan menjaga para junior.


Adrine yang melihat senior, ia langsung mendatangi senior tersebut untuk membicarakan sesuatu.


"Senior, apa kau tahu tentang Distorsi Portal ini?"


Senior tersebut mengangguk.


"Distorsi Portal ini adalah portal khusus, kalau tidak salah aku pernah membaca suatu buku, ciri-ciri dari dunia ini sepertinya dikuasai oleh hewan iblis, entah apa jenisnya."


Adrine tersenyum tipis melihat senior tersebut tahu tentang dunia portal ini yang dikuasai oleh hewan iblis.


"Benar, senior, dunia ini dikuasai oleh hewan iblis berjenis Blood Demon Underworld."


"Bagaimana kau bisa tahu? Ah, mungkin kau pernah masuk ke dalam Distorsi Portal semacam ini? Jangan asal tebak, biasanya hewan iblis yang ada di sini bermacam-macam, bukan berarti kau sudah pernah memasuki Distorsi Portal yang sama, kau langsung menyimpulkan penguasa dunia ini."


Adrine cukup mengerti dengan ucapan dari senior tersebut yang awalnya mengira bahwa Distorsi Portal ini mirip seperti dunia yang pernah dikuasai oleh Blood Demon.


"Oh iya, perkenalkan, namaku adalah Yota, kau sudah tahu kalau aku ini adalah seniormu, jadi hormati aku dengan memanggil ku senior Yota."


Adrine mengangguk paham.


"Baiklah, senior Yota, mari kita mulai menelusuri dunia ini."


"Oke, PARA JUNIOR! AYO KITA SEGERA MULAI MENELUSURI DUNIA INI!"


Para murid segera bersemangat dan mereka pun menelusuri dunia di dalam Distorsi Portal ini.


Bersambung!!