Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Lee (3)


BLAAAM!!


"Tenang saja, aku ini tak mudah dikalahkan." Kata Lee yang masih begitu sombong.


"Kau memang hebat Lee!!" Kata para teman teman Lee.


"Hei hei, sombong itu juga ada batasnya tau." Kata Adrine.


"Aku ini kuat, wajar sajalah kalau aku ini sombong?" Kata Lee.


"Iya, benar!!" Kata para teman teman mengiyakan kata Lee.


Lalu, tentakel Lee teregenerasi dan menyerang Adrine lagi. Adrine hanya menghindari serangan tersebut. Lalu, Adrine menebas tentakel Lee dengan belatinya lagi. Adrine melempar belatinya kearah wajahnya Lee. Hampir saja Lee akan memegang belati tersebut dengan tentakel lainnya, tak disangka...


"On target!!" Adrine mengeluarkan teknik dari skill assassin miliknya yang telah mencapai level maksimum. Dengan seketika, Adrine berpindah ke tempat belati miliknya dan menebas nebas tentakel Lee. Adrine mengayunkan belatinya lagi, dan...


ZRAAAST!!


"AAARGH!!" Belati Adrine membuat tebasan yang menyakitkan dan mata Lee berdarah. Adrine menyimpan kembali belati yang ia pegang sebelumnya ke cincin penyimpanan. Lalu Adrine memukul wajah Lee dan memukul Lee lagi diperutnya, dan membuat Lee terlempar sekali lagi.


"Blue Body Charger!! Rasakan, MERIAM PETIR!!" Cahaya biru berlapiskan petir yang sangat mengerikan, dilancarkan oleh Adrine.


"TIDAAAAKKK!!!" Teriak Lee.


DUAAAAR!!


Ledakan yang hebat. Asap mengepul, dihembuskan oleh angin Lee telah terbaring lemas. Semua tentakelnya perlahan mulai hilang dan menyatu dengan alam.


" Huh, kuakui kau hebat. Aku menyerah." Kata Lee sambil tersenyum sinis dan mengalihkan pandangannya kearah yang lain.


"Baguslah. Kalau begitu, selamat tinggal." Kata Adrine dan tiba-tiba Adrine menghilang begitu saja.


"Semoga kita tak akan bertemu denganmu lagi, ADRINE!!" Kata Lee.


"Bagaimana menurutmu? Apakah seorang assassin bisa mengeluarkan pasukan? Apakah mage bergerak secepat itu?" Kata teman Lee yang sebelumnya pernah mengingatkan.


"Yeah dia benar-benar sesuatu. Apabila kita semua bertemu dengannya lagi, kita akan menghabisinya bersama-sama!" Kata Lee yang punya pikiran untuk mengroyok Adrine.


"..."


"Kau kira aku tak dengar dari kejauhan segini? Kau salah besar Lee. Jika itu maumu, maka akan kuberikan kau sebuah kejutan yang tak akan kau duga sebelumnya. Hehe, lihat saja nanti!" Kata Adrine yang telah menjauh.


"Disamping itu, kurang lebih satu tahun lagi akan ada pelantikan menjadi murid inti. Aku harus lebih giat berusaha dan berlatih." Kata Adrine untuk memotivasi dirinya sendiri.


Adrine langsung masuk keruang kultivasi dan berlatih agar menjadi semakin kuat dikala ia akan membutuhkan fisik yang benar-benar siap dan kuat.


"Semuanya, akan kubuktikan. Akulah yang terkuat diseluruh penjuru alam semesta nantinya! Aku akan menjadi seorang dewa yang tak mungkin dikalahkan, dan menjadi sosok yang memiliki keberadaan yang tak tersentuh." Kata Adrine yang benar-benar serius untuk menjadi kuat.


Adrine mengeluarkan Pil Mutiara Petir Langit. Ia menelannya dan energi petir disekelilingnya menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Memang sejak dari awal Adrine mengkonsumsi Pil Mutiara Petir Langit, energi petir yang ada di dimensi pelatihan fisik dan kultivasi.


"Oh iya, aku lupa kalau aku belum melakukan penilaian akhir akhir ini. Baiklah, aku akan ketempat master sekarang." Lalu Adrine keluar dari dimensi tersebut, dan langsung menuju ketempat penilaian.