
"Aku akan menjadi seorang assassin terbaik yang Pernah ada. Tak akan ada satupun yang bisa melihat bayanganku sedikitpun. Mereka yang melawan harus mati, Mereka yang bertahan harus dilenyapkan! Itu pasti. Meskipun itu adalah temanku sendiri." Kata Arpha dimasa lalu.
"Tak akan pernah, siapapun bisa mengalahkanmu bahkan MELAMPAUIKU!" Kata Arpha.
"Benarkah? Mari kita buktikan! Dead Silent!" Adrine memulainya dengan sedikit trik.
"Baiklah! LIGHT MOVEMENT!!" Arpha mengeluarkan teknik yang hampir seperti Flashstep. Hanya saja, efek dan kecepatan yang dihasilkan sedikit berbeda.
Arpha bergerak secepat kilat mengelilingi Adrine. Adrine hanya diam dengan tenang tapi pasti. Dengan cepatnya Arpha menyerang, dan saat Arpha hampir menyentuh Adrine...
"Hehe, Flashstep!" ...
DUAAR!!
Asap mengepul tebal di arena. Asap menghilang diterjang energi milik Arpha. Semua mata terpana dan tertuju pada seseorang yang berada dibelakang punggungnya Arpha.
"Kau itu, sangat cepat. Hehe." Adrine meledek Arpha.
"Kau itu cuma beruntung." Kata Arpha.
"Oh, ya." Adrine langsung bergerak dengan sangat cepat.
'Bagaimana bisa dia bergerak secepat itu? Pergerakannya pun tak dapat dibaca. Dia itu definisi dari kata assassin sempurna.' Pikir Arpha.
"Kenapa kau terdiam? Arpha." Sebuah tiba-tiba muncul ditelinga Arpha.
"Beraninya kau permainkan aku!!" Arpha mulai emosi.
DUAAAR! DUAAAR! BLAAM! BLAAHR! .
"Hah, beraninya kau tak menampakkan dirimu. KELUAR KAU!!" Arpha merasa ia sedang dipermainkan.
"Baiklah, kalau begitu aku akan sedikit serius. sedikit saja..." Adrine semakin memanaskan suasana. Adrine menggunakan Flashstep. Kecepatannya sungguh luar biasa.
'Ba... Bagaimana bisa? Kecepatan macam apa itu?' Kecepatan Adrine sangalah hebat. Semua orang terkejut dengan kecepatan yang sangat cepat.
SLAASH! CRAASHT! .
BLUAAR!
"Sistem! Analisa kekuatan dan daya tahan Arpha!" Adrine ingin menganalisa seberapa kuat Arpha dibandingkan dengannya.
"[Menganalisa.....]
[Nama : Arpha Centaur
Kekuatan : 82
Daya Tahan : 39]" ...
"Hehe, kini dia lebih lemah dibandingkan denganku." Ucap Adrine berbisik.
'Bagaimana mungkin ini terjadi!? Aku... Aku terjatuh! Tak akan kubiarkan! Ah iya, aku punya pemikiran bagus!' Kata Arpha dalam hati.
"Hai Adrine! Aku punya tantangan untukmu, bagaimana?" Kata Arpha.
"Ha, apa tantangannya?" Tanya Adrine.
"Bagaimana kalau aku menyerangmu, dan apabila kau terjatuh, maka kau akan kalah. Tetapi ini akan berlaku sebaliknya. Apabila kau masih berdiri, maka aku akan menyerah bagaimana, baguskan tantangannya?" Arpha menantang Adrine, yah. Ia berpikir ini adalah pemikiran yang paling bagus menurutnya.
"Hmm, baiklah aku terima. Tapi ku ubah sedikit tantangannya! Jika kau mampu membuatku mundur lebih dari 3 langkah, maka kau akan menang dan mendapatkan 1 Pil Mutiara Petir Langit dariku, bagaimana?" Kata Adrine yang semakin memanaskan suasana.
"Hah, pil mutiara petir langit? Bukankah itu pil yang sangat berharga? Itu bisa meningkatkan kecepatan kultivasi menjadi berkali kali lipat lho!? Si bocah sepertinya punya benda seperti itu? Hebat!!" Kata para penonton yang terkejut mendengar kata Adrine barusan.
"Hehe, kau sudah gila Adrine. Baiklah kuterima perubahannya." Arpha menerima perubahan yang dilakukan oleh Adrine. Ia berpikir bahwa hal ini lebih menguntungkan baginya.
"Lalu, kenapa sekarang kau masih berdiri seperti itu? Cepat mulai pukul aku! Hehe." Kata Adrine menggoda.
"Baiklah, kau sendiri yang minta. Rasakan ini!!" Arpha dengan cepatnya langsung memukul Adrine, bahkan gerakannya tidak bisa diikuti oleh mata penonton yang biasa biasa saja.
BLUAAAR!