Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Penculik?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah cukup menggoda Yue, Hiro kembali ke ekspresi dingin dengan tatapan tajam.


"Kami menghadap Penguasa" Ucap para bawahan Hiro yang tiba-tiba muncul dan berlutut memberi hormat.


"Hooo penguasa yah? Cocok juga" Ucap Hiro tersenyum membuat para bawahannya pun bahagia.


"Oh yah aku ingin memperkenalkan seseorang" Ucap Hiro kemudian melirik ke arah Yue dan menariknya untuk duduk di pangkuannya.


Kejadian itu membuat mereka semua terkejut dan bertanya-tanya siapa wanita tersebut?.


"Ia adalah Yue wanitaku perlakukan dia seperti kalian memperlakukan aku!" Ucap Hiro dengan tegas.


"Baik tuan!" Ucap mereka dengan tegas juga tetapi berbeda dengan Rachel ia seperti tidak bersemangat.


Yue yang mengetahuinya tersenyum kecil.


"Sayangg~ lepaskan… Aku malu tahu" Ucap Yue dengan manja.


Hiro terkejut dengan sikap Yue yang tiba-tiba seperti itu kemudian ia melihat kedipan mata Yue.


Hiro pun mengerti saat melihat ekspresi Rachel.


"Tidak bisakah kamu jangan mempermainkan Rachel kasian dia… " Bisik Hiro.


"Tidak apa-apa lah! apa salahnya aku menggoda dia yang akan menjadi saudariku nanti?" Ucap Yue.


"Hahh… Terserah kamu saja tapi jangan terlalu berlebihan" Ucap Hiro..


Ia pun melihat ke arah para bawahannya.


"Apa kalian ingin kembali ke dunia jiwa atau di sini saja?" Tanya Hiro.


"Hamba hanya ingin disini saja tuan" Ucap Diablo, Long Wang, Raphael, dan Rachel.


"Kami di dunia jiwa saja tuan" Sedangan sisanya memilih untuk di dunia jiwa.


"Baiklah" Hiro mengangguk dan membuka portal dimensi.


Mereka pun memberi hormat dan pergi memasuki portal.


"Long Wang kamu sementara menggantikan ku memimpin wilayah utara ini sedangkan yang lainnya ikut aku kembali ke kekaisaran" Ucap Hiro.


"Baik tuan!" .


Setelah mengatakan hal tersebut Hiro pergi menghilang bersama dengan Yue.


"Jangan bersedih seperti itu Rachel" Ucap Raphael.


"Tapi…"


"Rachel jangan sampai lupa bahwa kita itu pelayannya tuan Hiro!" Ucap tegas Long Wang.


Mendengar hal tersebut membuat Rachel semakin bersedih ia hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya.


Bughh…


"Dasar bodoh! Bukannya menghibur malah membuatnya semakin menderita" Ucap Raphael memukulnya.


"Hahh!… Apa salahku? Bukankah itu faktanya kalau kita adalah pelayan tuan Hiro? Jadi jangan terlalu berharap lebih!" Ucap Long Wang kesal karena di pukul cukup keras.


"Haisshh bisakah kalian diam" Ucap Diablo.


Diablo kemudian menghampiri Rachel dan berkata, "Kamu masih bisa bersama tuan tetapi apakah kamu dapat menerima bahwa kamu menjadi yang kedua atau bisa jadi kamu yang terakhir dari banyaknya istri tuan? Dan kamu juga harus bisa memastikan bahwa nyonya dapat menerimamu sebagai saudarinya".


Long Wang dan Raphael yang sedang berdebat pun tiba-tiba terdiam menatap Diablo, begitu pun dengan Rachel.


"Hah?! Kenapa? Ada apa dengan kalian menatap ku begitu?" Ucapnya.


"Apakah kamu merasa merinding Saudara Long Wang?" Tanya Raphael.


"Benar… Apa kamu juga merasakannya?" Ucap Long Wang.


Diablo yang mendengarnya seketika kesal, " Sialan kalian anggap aku ini apa hah?" Ucapnya.


"Iblis? Tetapi bukankah iblis itu adalah ras jahat yang tidak pernah menolong ataupun berbuat baik seperti itu?" Ucap Long Wang.


"Iyah karena itu lah kami merasa merinding" Ucap Raphael.


"Sial… Aku memang iblis tetapi apa masalahnya memang kalau aku baik!" Ucap nya kesal.


Melihat kejadian di depannya Rachel tersenyum.


"Terimakasih kalian semua" Ucap Rachel.


"Haha tidak masalah kita kan keluarga" Ucap Diablo.


Long Wang dan Raphael tiba-tiba menjauh dengan ekspresi ketakutan.


"Jangan mendekat… Dia berbahaya saudara Long Wang" Ucap Raphael.


"Benar" Jawab Long Wang.


***


Hiro dan Yue telah pergi keluar dari wilayah utara menuju kekaisaran.


"Oh yah Yue, kalau kamu disini terus suara sistem siapa?" Tanya Hiro.


"Hmmm… Yue juga tetapi seperti telepati gitu lah" Ucap Yue.


"Tidak bisakah penjelasan lebih dapat di pahami?" Ucap Hiro berkerut.


"Anggap saja seperti suara sistem adalah telepati dari Yue!" Ucap nya.


"Hah… Baiklah aku mengerti" Ucap Hiro tidak membahas lebih lanjut.


Setelah beberapa saat kemudian Hiro telah sampai di perbatasan kekaisaran.


Hiro melihat kekaisaran tengah sibuk mendekorasi untuk upacara kedewasaan dirinya.


"Yue jangan sebut aku tuan lagi oke? karena kamu adalah wanitaku!" Ucap Hiro.


"Baiklah sayang~" Ucap Yue dengan lembut.


Hiro tersenyum dan mengandeng tangannya menuju ke kekaisaran.


Tetapi saat Hiro melihat antrian masuk ke kekaisaran sangat panjang membuat ia harus mengurungkan niatnya saat ingin pergi dengan cara jalan kaki.


"Kita berteleportasi saja, kamu lihat seberapa panjangnya antrian itu?" Ucap Hiro.


"Baiklah terserah kamu saja" Ucap Yue.


Swoshhh…


Hiro dan Yue muncul kembali di kamarnya.


"Baiklah ayo temui orangtuaku" Ucap Hiro.


Ia pun keluar dan pergi menemui orangtuanya yang sedang melakukan rapat mengenai acara yang akan di gelar.


Di dalam ruangan aula pertemuan terdapat beberapa orang yang terlihat membicarakan sesuatu yang serius.


"Besok acaranya akan di mulai tetapi dimana anak itu?" Tanya Escanor.


"Entahlah tapi ia berjanji akan pulang sebelum acara di mulai" Ucap Karmelia.


"Kenapa kamu tenang sekali Karmelia? Biasanya kamu lah yang akan terburu-buru" Ucap Escanor.


"Hah… Kak kamu tidak tau kenapa ia seperti itu karena Hiro pada kepulangannya akan membawa menantunya" Ucap Hara.


"Apa!! Kenapa kalian tidak memberitahu ku?' Ucap Escanor terkejut.


"Bagaimana aku punya waktu untuk itu kak? sedangkan istriku saja tidak membiarkan aku untuk beristirahat dalam persiapan untuk menyambut menantunya itu!" Ucap Hara frustasi karena kelelahan.


"Sayang? Apakah kamu tidak berniat dalam menyambut kedatangan menantu kita?" Ucap Karmelia tersenyum manis.


Tetapi senyuman manis itu bukannya terlihat indah tetapi menakutkan bagi Hara.


Saat pembicaraan berlangsung tiba-tiba pintu aula pertemuan terbuka dan memperlihatkan sosok Hiro yang tengah berdiri tersenyum menatap mereka semua.


"Aku pulang ayah, ibu dan paman" Ucap Hiro tersenyum.


"Nak! Akhirnya kamu pulang" Hara bersyukur di selamatkan oleh kedatangan Hiro.


"Kesini nak duduklah" Ucap Escanor.


Hiro kemudian melihat ke samping menyuruh Yue untuk masuk.


"Salam paman, bibi… Perkenalkan namaku Yue" Ucapnya memperkenalkan dirinya.


Hening… Seluruh orang yang ada di ruangan terdiam saat melihat Yue.


"Ayah,ibu dan juga paman ada apa dengan kalian?" Tanya Hiro keheranan.


"Astaga nak!!! Kamu menculik wanita ini dari mana?!!" Teriak Hara keras.


"Nak… Jangan merusak nama baik ibumu ini, kamu pasti memaksa ia ikut denganmu kan?" Ucap Karmelia.


"Namamu Yue kan? Percaya saja pada paman jadi cepat beritahu kami ancaman apa yang dia berikan padamu agar ikut dengannya?" Ucap Escanor serius.


Mendengar perkata seluruh keluarganya membuat sudut bibir Hiro berkedut.


Sedangkan Yue tersenyum menutup mulutnya dengan tangannya untuk menahan diri agar tidak tertawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like, hadiah, and vote nya teman-teman !!!


Semoga berkah untuk kalian yang memberikan Likenya dll. 🤲


Selamat ngabuburit ! dan selamat berbuka puasa bagi yang membacanya pada saat berbuka !


See You Next Up 👋