
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro tidak peduli dengan hal tersebut, tetapi apabila berlebihan maka ia akan menghentikannya karena satu anak cacat pun saat ini sangat berharga bagi Hiro. Eksistensi nya di dunia ini masih belum terlihat jelas jadi ia harus menimbun pasukan dan kekuatan terlebih dahulu sebelum suatu saat nanti dirinya muncul di pembicaraan orang-orang.
"Sudahlah berhenti, bisa-bisa mereka akan mati kalau di pukuli terus" ucap Hiro.
"Ahh baik tuan… Kalian selamat karena tuan menghentikan ku kalau tidak, mungkin kalian sudah mati di tanganku!" ucap Tutu.
"Baiklah Tutu, bisa kamu jelaskan secara rinci seberapa banyak anggota kelompok mu dan level-level mereka?" tanya Hiro.
"Bisa tuan… Anggota BLACKLIST berjumlah sebanyak 10.000 penyihir dan 2.000 pembela diri, rata-rata mereka semua berada di level Master Silver" ucap Tutu menjelaskannya secara ringkas.
"Apa semua itu cukup untuk menaklukkan dunia ini?" tanya Hiro.
Tutu terdiam sejenak untuk berpikir memperkirakan hal tersebut.
"Mungkin belum tuan tetapi apabila mereka semua telah mencapai level Guru maka ada kemungkinan setengah dunia dapat di taklukkan" ucap Tutu.
"Hemmm begitukah? bagaimana cara mereka semua meningkatkan levelnya?" tanya Hiro.
"Biasanya kami meningkatkan level dengan cara sebelum-sebelumnya yaitu membunuh penyihir lainnya dan menyerap esensi kehidupan mereka beserta energi Mana nya" ucap Tutu.
"Apa ada cara lain?" tanya Hiro.
"Mungkin ada tuan tapi kami masih belum menemukan cara lain" ucap Tutu.
Hiro pun terdiam memikirkan cara agar meningkatkan level mereka tanpa menggunakan cara mereka sebelumnya.
{Berhubungan badan antara sesama penyihir hitam dapat meningkatkan esensi energi di dalam tubuh mereka tuan, teknik tersebut di sebut sebagai energi Yang, sedangkan apabila berhubungan badan antara penyihir hitam dan penyihir biasa maka dapat menggunakan teknik Yin/Yang}
"Ada berapa banyak wanita dan pria di kelompok ini?" tanya Hiro.
"Anggota wanitanya berjumlah seperempatnya tuan" jawab Tutu.
"Baiklah aku akan berikan tugas kepadamu yaitu kumpulkan semua anggota dan tanyakan pada mereka apabila di anggota mu ada yang saling mencintai maka nikahkan mereka tetapi apabila anggota yang lain memiliki kekasih penyihir pada umumnya maka perintahkan mereka untuk segera menikah! pokoknya atau intinya buat mereka untuk berhubungan badan dengan kekasih mereka tetapi apabila ada unsur pemerkosaan maka bunuh di tempat, aku hanya mengijinkan mereka yang saling mencintai saja" ucap Hiro.
Tutu terkejut mendengarnya karena memang selama ini banyak anggota yang mengeluh karena tidak bisa bercinta dengan kekasihnya karena tidak ia perbolehkan.
"Kenapa seperti itu tuan? apa ada sesuatu yang menguntungkan apabila menggunakan cara itu?" tanya Tutu.
"Kita akan menggunakan teknik Yin dan Yang agar meningkatkan level mereka secara cepat, hanya ini satu-satunya cara agar mereka berkembang secara cepat dan tidak menggunakan cara kejam sebelumnya" ucap Hiro.
Walaupun Tutu masih belum sepenuhnya mengerti, ia tetap mengangguk menjalankan perintah Hiro karena tidak ada salahnya untuk mencoba.
"Baik tuan, besok akan saya umumkan kepada seluruh anggota" ucap Tutu.
"Untuk saat ini itu saja perintah dariku, sementara ini kita hentikan pergerakan di dunia luar fokus terlebih dahulu di dalam kelompok" ucap Hiro kemudian pergi bersama para muridnya.
***
Keesokan harinya saat Hiro berada di dunia jiwa, markas kelompok BLACKLIST tengah di buat kehebohan ketika mendengar sebuah pemberitahuan dari Tutu bahwa mereka semua telah di beri hak atau ijin untuk menggapai mimpi mereka yaitu menikah dan bersatu bersama para wanita yang mereka cinta, begitupun dengan para wanita anggota BLACKLIST, mereka sangat senang bercampur terharu karena setelah sekian lama menahan ataupun kencan sembunyi-sembunyi akhirnya itu semua akan berakhir di saat Tutu membeberkan berita yang sangat membuat mereka bahagia.
Tutu tersenyum saat mendengar banyak teriakan terimakasih atas pengumumannya itu, padahal itu semua bukanlah murni perintah darinya tetapi sepenuhnya perintah dari Hiro.
Sedangkan Hiro tidak tahu bahwa satu perintah darinya telah membuat sebuah perubahan yang sangat besar terhadap kelompok BLACKLIST, dimana tempat berkumpulnya para penjahat ataupun orang-orang tidak manusiawi menjadi tempat yang damai dan penuh cinta.
Karena yang Hiro pikirkan hanyalah sebuah pasukan yang sangat kuat dan besar untuk persiapan akan gerakan besar yang akan ia lakukan suatu saat nanti.
Di dalam dunia jiwa, Hiro saat ini tengah menikmati waktu bersamanya dengan para istrinya.
"Kenapa kamu tidak membawa mereka kemari sayang? bukankah dengan membawa mereka kesini maka dapat memungkinkan bertambah cepatnya mereka kuat?" tanya Elizabeth.
"Tidak bisa… Karena tubuh mereka pasti belum bisa menerima energi alam yang hanya bisa di gunakan oleh Kultivator saja" ucap Hiro.
Elizabeth akhirnya mengerti, memang satu faktor penting yang menjadi masalahnya adalah perbedaan esensi kehidupan antara seorang kultivator dan penyihir.
"Tenang saja aku pasti akan mencari jalan keluarnya agar kalian bisa melihat-lihat dunia baru tersebut" ucap Hiro.
"Tapi kalau masih tidak ada jalan keluarnya, maka bersabarlah untuk tinggal di dunia jiwa. Mungkin di dunia selanjutnya kalian bisa bebas keluar masuk dunia jiwa" ucap Hiro.
Hiro tersenyum puas melihat para istrinya kini telah banyak perubahan, yah walaupun mereka bisa saja menjadi buas kembali kalau dirinya berbuat kesalahan.
***
Tiga hari Hiro habiskan di dunia jiwa, ia pun harus kembali ke dunia luar karena ia yakin kalau terlalu lama di dunia jiwa maka para muridnya akan menggila mencari dirinya.
Dan benar saja pada saat ia keluar dari dunia jiwa, markas BLACKLIST tengah di buat repot oleh ketiga muridnya yang sedang menggila memerintahkan para penyihir lain untuk mencari Hiro, sedangkan untuk yang menolak maka akan di hajar habis-habisan oleh mereka.
Tutu pun sebenarnya sudah membantu mereka bertiga untuk mencari Hiro tetapi hasilnya nihil dan hal itu lah yang membuat mereka gila karena seorang Tutu pemimpin BLACKLIST saja tidak bisa menemukan Hiro.
"Mau sampai kapan kalian membuat keributan hah? menghancurkan markas sama saja menghancurkan rumah kalian" ucap Hiro dengan keras meneriaki mereka agar berhenti membuat kekacauan.
Ryu, Toru dan Lalita menghentikan tindakan mereka dan menoleh ke arah sumber suara.
Mereka dengan cepat berlari menuju ke Hiro dan memeluknya.
"Maafkan kami guru, kami seperti ini karena khawatir kepada anda" ucap Ryu.
"Kemana saja anda guru selama 3 hari ini? apa anda tidak tahu apa yang kami rasakan selama 3 hari itu?" ucap Toru.
"Anda bodoh guru! jahat!" ucap Lalita.
Hiro menghela nafas dan mengelus mereka untuk menenangkannya.
"Sudah tidak apa-apa, tidak perlu khawatir sekarang aku sudah kembali dan baik-baik saja" ucap Hiro dengan lembut.
Tutu pun dari jauh melihat itu hanya bisa menghela nafas lega, akhirnya Hiro kembali kalau tidak. Hah ia tidak tahu apa yang akan terjadi kedepanya.
"Sudah tenangkan? sekarang cepat bereskan kekacauan yang kalian buat ini! aku beri waktu 3 jam" ucap Hiro dengan tegas.
{Tuan… Anda harus segera menyelesaikan semua urusan anda di dunia ini karena sistem mendapatkan informasi bahwa akan terjadi pergerakan dari para musuh anda}
'Memangnya apa urusan ku di dunia ini? sekarang juga aku sudah selesai karena telah mendapatkan pasukan yang lumayan kuat' ucap Hiro.
{Baiklah kalau begitu, tentukan dengan pasti kapan anda akan meninggalkan dunia ini?}
'Hemmm kalau di tanya seperti itu secara mendadak begini membuat ku bingung… Memang urusan ku sudah selesai tapi banyak tempat yang masih belum ku tinggalkan jejak' ucap Hiro.
{Maka sistem akan memberikan waktu kepada anda… Butuh berapa lama?}
'Hemmm 1-2 tahun…' ucap Hiro.
{Terlalu lama… Sistem hanya bisa memberikan waktu 1 tahun tidak bisa lebih}
'Hahh baiklah kalau begitu satu tahun' ucap Hiro.
{Baik tuan… Kalau waktu anda sudah habis, maka mau tak mau sistem akan menarik anda keluar dari dunia ini dan pergi ke tempat lain}
'Baik-baik terserah kamu saja' ucap Hiro.
Hiro pun pergi menuju ke ruangan aula pertemuan, disana Hiro menyuruh Tutu mengumpulkan kembali para anak buahnya yang di percaya atau paling kuat di antara yang lain.
Setelah berkumpul Hiro sedikit berbasa-basi terlebih dahulu sebelum ke topik pembicaraan utama.
"Baiklah selama 3 hari ini sudah berapa kalian naik level?" tanya Hiro mulai serius.
Mereka agak gugup untuk menjawab pertanyaan Hiro, karena kenaikan mereka takut mengecewakan.
"Kenapa kalian diam saja hemmm? apa tidak ada yang naik level?" ucap Hiro.
"Tidak tuan bukan begitu tapi…" ucap Tutu.
"Tapi kenapa? apa ada masalah? apa yang aku sarankan tidak ada pengaruhnya?" tanya Tutu.
"Kami hanya naik tingkat 3-4 tingkatan saja tuan" ucap Tutu menundukkan kepalanya ketakutan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...