Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Kebenaran


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiro kembali tepat sebelum orang-orang lainnya menyadari bahwa ia tidak ada sebelumnya.


Kaisar pun kembali setelah menyembuhkan para jenderalnya dan terbang ke atas para pasukannya.


"Para pasukan, dengarkan perintahku!" ucap kaisar berbicara menggunakan energinya agar suaranya terdengar hingga barisan ujung.


"Siap Yang Mulia!" ucap para prajurit.


"Kita akan beristirahat terlebih dahulu di sekitar sini, tidak perlu terburu-buru untuk masuk ke wilayah tersebut karena aku takut akan terjadi hal yang buruk apabila kita terus memaksa menerobos pertahanan pelindung tersebut" ucapnya.


"Selagi para jendral memulihkan diri mereka, maka tugas kalian saat ini adalah membangun tempat istirahat sementara!" lanjut kaisar.


Dengan serentak para prajurit pun membangun sebuah perkemahan sederhana di sekitar wilayah misterius/dunia jiwa.


Hiro satu tenda dengan Tutu, di dalam tenda pun mereka hanya berdua.


Dalam tenda Hiro membicarakan hal-hal apa saja yang harus mereka lakukan apabila akan di lakukan pergerakan.


Hiro memberitahukan nya bahwa sampai kapanpun kaisar pasti tidak akan bisa menembus pelindung tersebut dan kemungkinan yang terjadi adalah orang-orang dari wilayah misterius menyerang pasukan kekaisaran dari dalam wilayah misterius karena kalau orang-orang wilayah misterius keluar maka mereka tidak akan pernah bisa masuk lagi.


"Kenapa tuan? kok bisa?" tanya Tutu terkejut.


"Yah begitulah sistem yang terpasang pada pelindung tersebut" ucap Hiro.


"Bukankah itu sangat menakutkan tuan? mereka terjebak di dalam entah harus melakukan apa, tapi saya yakin mereka pasti menderita" ucap Tutu.


"Maka dari itu, kedatangan ku kemari adalah untuk membebaskan mereka semua" ucap Hiro.


"Anda benar-benar seperti pahlawan tuan!!!" ucap Tutu mengagumi Hiro.


"Apa? pahlawan? aku bukan pahlawan" ucap Hiro.


"Anda pahlawan tuan! anda kan ingin menyelamatkan mereka, jadi tentu saja anda adalah pahlawan" ucap Tutu.


"Haishh kau begini karena belum tahu apa-apa, tapi nanti kalau sudah tahu…" ucap Hiro tersenyum kecil.


"Perlukah aku beritahu sekarang?" ucap Hiro.


"Tolong beritahu saya tuan! saya janji tidak akan bermulut ember" ucap Tutu yang sudah sangat penasaran.


"Sebenarnya wilayah misterius itu dulunya adalah dunia kecil milikku, tetapi ingatkah kamu pernah suatu ketika aku tiba-tiba menghilang tanpa jejak? bahkan tidak ada satupun energi atau aura yang terasa dariku? nah itulah penyebab nya dunia kecil milikku itu terpisah denganku dan terdampar disini… Di dalam dunia kecil itu ada keluarga ku, jadi apa pantas aku di sebut pahlawan karena menyelamatkan keluarga ku sendiri?" ucap Hiro tertawa lucu.


Tutu terdiam dengan ekspresi wajah tidak karuan, pikirannya saat ini terbelit oleh pernyataan Hiro.


"Sudah kubilang kan? karena kau belum tahu apa-apa jadi menganggapnya aku pahlawan tetapi lihatlah dirimu setelah tahu kebenarannya" ucap Hiro menggelengkan kepalanya.


"Apa anda masih seorang manusia tuan?" tanya Tutu dengan tatapan mata yang kosong.


"Manusia? mungkin bukan" ucap Hiro.


"Apa anda dewa?"


"Lebih dari itu"


"Anda mahkluk mitologi?"


"Sialan! kau samakan aku dengan mahkluk purba dan kuno?" ucap Hiro sedikit kesal.


"Kalau begitu anda itu apa sebenarnya?"


"Aku hanya seorang pria muda yang gemar berpetualang" ucap Hiro.


{Cihh! pria muda apanya? anda sudah sangat~ tua sekali tuan… Lihatlah umur anda pada jendela status}


'Diamlah sistem!'


{Pria tua mengaku-ngaku masih muda… Sungguh lelucon di luar nalar…}


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...