
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah berbincang-bincang dengan mereka berdua, Hiro menyuruh keduanya untuk pergi mengabari Ning Kuan dan Ling San agar datang ke Kerajaan Langit karena ada hal yang harus di bicarakan bersama semuanya.
Dengan cepat mereka berdua pergi ke masing-masing tempat. Yan Gu pergi ke tempat Ling San yang lumayan cukup jauh dari kerajaan langit, sedangkan Yan Su menemui Ning Kuan untuk menyampaikan pesan Hiro.
Sedangkan Hiro sendiri pergi menemui Ru Lan dan Ru Kang untuk menyiapkan satu ruangan khusus untuk rapat penting tersebut. Dengan sigap Ru Kang langsung menyiapkan nya dan menyuruh beberapa orang yang mampu membuat formasi pelindung untuk di pasang di ruangan tersebut saat nanti di pakai.
Setelah menyampaikan apa yang ingin ia katakan, Hiro kembali ke kamarnya sambil menunggu kedatangan semua orang.
"Dengan begini aku langsung mengambil 2 langkah sekaligus, yah?" ucap Hiro.
{Benar tuan, lebih cepat lebih baik...}
"Hah yah begitulah, karena sangat beresiko kalau membiarkan 'mereka' terus tumbuh dan berkembang" ucap Hiro.
{Tenang saja tuan, anda sudah bisa di pastikan selangkah lebih jauh dari 'mereka' semua}
{Lagipula anda kan sudah mempersiapkan semuanya dan kini progres nya telah mencapai 70%}
"Benar, semoga saja semuanya lancar sampai akhir" ucap Hiro kemudian tertidur lagi karena tidak ada yang harus ia lakukan seharian ini.
***
Setelah Hiro bangun kembali ternyata hari sudah berubah menjadi gelap, bahkan ada banyak surat tergeletak di bawah lubang pintunya. Ia pun mengambilnya dan membacanya, isi surat tersebut hanyalah perihal bahwa semua orang yang di undang rapat oleh Hiro telah siap dan telah hadir di kerajaan langit. Mereka sedang menunggu perkataan Hiro selanjutnya.
Di dalam kamarnya Hiro langsung mandi dan setelah selesai ia keluar menuju ke ruangan rapat yang telah di siapkan sebelumnya.
Di ruangan tersebut terdapat beberapa orang yang sebelumnya saling berbicara menjadi hening saat Hiro memasuki ruangan tersebut.
"Anda sudah datang tuan.."
"Kalian sudah berkumpul rupanya, maafkan aku.. aku tidak tahu bahwa akan ketiduran selama ini, sepertinya karena aku terlalu kelelahan" ucap Hiro.
"Tidak masalah tuan! Ini kesalahan kami karena datang terlalu cepat menjawab panggilan anda, tanpa tahu kondisi anda sedang kelelahan" ucap mereka.
"Hahaha kalian benar-benar lucu, yasudah lupakan saja... Mari kita mulai rapatnya" ucap Hiro kemudian seisi ruangan terdiam hening, mereka menunggu Hiro yang pertama kali memulai pembicaraan.
"Ahh tunggu sebentar, sepertinya aku melupakan sesuatu"
"Oh iyah, Tu Tilu, Tu Talu.. panggilkan ayah kalian untuk segera datang menemui ku disini, ku tunggu" ucapnya.
Kemudian 2 sosok muncul tiba-tiba berlutut di depan Hiro dan menundukkan kepalanya.
"Baik tuan, saya yang akan pergi" ucap Tu Tilu kemudian menghilang pergi, Hiro mengangguk dan menatap Tu Talu yang sedang berlutut di depannya.
"Bangunlah.."
"Selama ini, apa kamu menemukan sesuatu yang aneh tidak?" tanya Hiro pada Tu Talu.
"Tidak ada tuan.." ucap Tu Talu.
"Ternyata itu kalian berdua, kukira siapa yang selalu mengikuti tuan muda Hiro" ucap Ling San.
"Iya toh, aku pun sempat di buat kebingungan oleh mereka berdua" ucap Ning Guan.
"Hah aku pun sama seperti kalian.." ucap Ru Hu Lun.
"Hhe maafkan kami, tapi itu karena tugas kami sebagaimana mestinya" ucap Tu Talu.
"Hemmm apa sangat membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu Tu Tile kemari?"tanya Hiro.
"Tidak juga tuan, sebentar lagi ia akan segera sampai" ucap mereka semuanya.
SWOSHHH...
"Maafkan saya karena telah membuat anda menunggu lama, tuan penguasa!" ucap Tu Tile yang tiba-tiba muncul bersama dengan Tu Tilu.
"Ohh tidak masalah, asalkan kamu sudah datang... Baiklah silahkan duduk di tempatnya masing-masing karena rapat kita akan segera di mulai" ucap Hiro dengan mulai serius.
"Pertama-tama aku ucapkan terimakasih kepada kalian semua yang masih tetap setia kepadaku bahkan setelah sekian lamanya tahun demi tahun berlalu.. sungguh aku sangat senang dan bersyukur memiliki kalian semua" ucap Hiro.
"Tidak tuan! Harus nya kami yang berterimakasih karena anda sudah kembali lagi..!" ucap mereka semua.
"Hahh bisakah kalian diam saja? Aku memang senang kalian loyal, tetapi kalau seperti ini terlalu lebay!" ucap Hiro dengan sedikit kesal, membuat semua orang terdiam.
"Baik tuan" ucap mereka.
"Apa selama aku tidak ada, hidup kalian susah?" tanya Hiro.
"Susah sih tuan, namun masih bisa di hadapi dan di selesaikan" ucap Tu Tile, Ru Kang dan Yan Gu.
"Kalian? Tidak ada kesulitan?"
"Tidak terlalu tuan, karena kami kan dari bangsa Naga jadi agak sedikit mudah karena di bantu identitas ras Naga" ucap Ling San.
"Ahh baguslah kalau begitu karena kalau tidak, siapapun orang yang menyulitkan kalian akan aku hempaskan" ucap Hiro dengan tenang namun dari nada nya semua orang tahu bahwa Hiro serius mengatakan hal tersebut.
"Tidak perlu tuan, karena sebelum anda turun tangan maka kami yang akan terlebih dahulu melakukannya" ucap mereka.
"Baiklah mari kita ke inti pembahasan, ku harap kalian dapat bergerak kalau ku beri tanda. Ada beberapa yang mungkin akan bergabung dengan kalian, seperti Dunia Alam Kematian yang sebelumnya di kuasai oleh Yaammaa namun dia telah tiada karena telah ku bunuh" ucap Hiro.
Mereka sedikit terkejut mendengar hal tersebut, memang kematian Yaammaa sudah di ramalkan jauh-jauh hari namun yang membuat mereka terkejut adalah karena Hiro mampu membunuh Yaammaa yang berarti tingkatan nya sekarang sudah sangat tinggi.
***
Terimakasih buat teman-teman yang telah memberikan Like dan Vote nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
Author doakan semoga sehat selalu buat para pembaca yang suka memberikan Like dan Komen, entah itu komentar positif ataupun negative.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...