
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beradai di tengah hutan yang terkenal sangat terlarang membuat kedua perempuan tersebut ketakutan tetapi karena mereka bersama Hiro, mereka merasa aman dan berani masuk lebih dalam.
"Haha sungguh memalukan…" Ucap Hiro tiba-tiba.
Elizabeth dan Meng Luo terkejut dan heran dengan perkataan Hiro.
"Kenapa? Apanya yang memalukan?" Tanya Elizabeth.
"Aku mengajak dua wanita cantik berkencan ke sebuah hutan bukannya tempat yang indah ataupun romantis" Ucap Hiro tertawa.
Elizabeth dan Meng Luo yang mendengarnya pun tertawa, memang benar apa yang di katakan Hiro bahwa hal ini sangatlah aneh tetapi yang lebih anehnya adalah mereka yang senang-senang saja saat di ajak oleh Hiro, karena telah banyak pria di wilayah kekaisaran ini mengajak mereka berdua untuk berkencan ke tempat romantis ataupun tempat mewah tetapi mereka menolaknya sedangkan di ajak ke hutan belantara dan terlarang mereka dengan senang menerima ajakan Hiro.
"Asalkan aku bersama mu, kemanapun aku akan senang" Ucap Elizabeth malu-malu.
"Aku juga sama" Ucap Meng Luo.
"Tetapi apakah kalian tidak takut?" Tanya Hiro.
"Takut? Takut dengan hutan ini? Sebenarnya kami ta-…"
"Maksud ku bukan takut karena masuk ke hutan ini tetapi apakah kalian tidak takut kepadaku? Bisa saja bukan monster yang memakan atau memangsa kalian tetapi aku sendiri" Ucap Hiro memotong perkataan Elizabeth dan menjelaskan maksud perkataannya yang sebelumnya.
Sadar akan sesuatu mereka pun menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Mereka baru tersadar bahwa yang berbahaya di hutan ini bukanlah monster tetapi yaitu pria yang ada di samping mereka itu.
"A-anu…"
"Hahaha sudah lah jangan di anggap serius karena aku hanya bercanda" Ucap Hiro tertawa senang melihat ekspresi mereka berdua.
Mereka berdua semakin malu karena memikirkan hal yang aneh-aneh.
Hiro dan kedua perempuan tersebut masuk lebih dalam hutan terlarang.
Setelah beberapa saat berjalan tiba-tiba Hiro berhenti, dan tersenyum misterius.
"Hoho… Sepertinya teman berlatih kalian sudah menunggu" Ucap Hiro.
Elizabeth dan Meng Luo hanya menatap bingung Hiro.
"Keluarlah!" Ucap Hiro dengan tenang.
Setelah berkata demikian tiba-tiba tanah bergetar dan pohon-pohon bergoyang-goyang.
BOOMMMM…
"Roarrrr!!!"
Sesosok monster bertubuh besar dan berbulu mendarat dengan keras di depan Hiro sambil mengaum.
Hiro membeku saat melihat wujud monster tersebut, karena wujud nya sangatlah aneh dan abnormal.
Monster dengan badan monyet atau gorila, kepala singa, ekor ular, cakar dan sayap elang.
Sulit menjelaskan monster tersebut jenis apa di karenakan berbagai macam bentuk tubuh hewan ada pada monster tersebut.
"Apakah kalian tahu monster apa itu?" Tanya Hiro.
"I-itu a-adalah King of Beast yang ada di hutan ini, menurut orang-orang monster itu sudah hidup selama ratusan abad tahun lamanya" Ucap Elizabeth dan Meng Luo yang terbata-bata karena ketakutan, bukan hanya mereka yang tahu monster tersebut tetapi semua orang juga mengetahui sosok monster tersebut yang di kenal sebagai Raja monster di hutan terlarang.
"Hmmm kenapa waktu aku membunuh banyak monster di hutan ini ia tidak muncul?" Tanya Hiro heran.
Elizabeth dan Meng Luo menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu.
{Mungkin saja ia muncul setelah tahu banyak bawahan nya yang mati karena anda tuan… Tetapi setelah kemunculan dirinya pas sekali dengan kepergian anda menuju dunia dewa}
Suara sistem memberi penjelasan mengenai pertanyaan Hiro.
"Hmmm begitukah? Tetapi raja monster kenapa begitu lemah" Ucap Hiro.
{Bukan dia yang lemah tuan tetapi anda yang sangat kuat}
"Hahaha kamu benar" Ucap Hiro tertawa kecil.
Hiro melirik ke arah kedua perempuan tersebut dan tersenyum.
Elizabeth dan Meng Luo yang melihat senyuman Hiro, mereka merasakan sebuah firasat buruk.
"Kalian bertarung lah dengan nya untuk meningkatkan level kalian" Ucap Hiro.
Sebelum melanjutkan pembicaraannya Hiro terlebih dahulu mengunci monster tersebut agar tidak menyerangnya.
"Dengarkan aku… Kalian hanya perlu bertarung sampai batasan kalian saja, aku tidak menyuruh bertarung hidup dan mati dengannya" Ucap Hiro.
"Tapi sama saja seperti bertarung hidup dan mati" Ucap Elizabeth menolak dengan keras.
"Haisshh percaya lah padaku, tidak mungkin aku membiarkan kedua calon istriku di habisi oleh monster rendahan sepertinya" Ucap Hiro dengan serius.
Mendengar perkataan Hiro membuat Elizabeth terdiam, ia malu karena Hiro menyebut mereka calon istri.
"Baiklah aku bersedia!" Ucap Meng Luo dengan serius.
Hiro tersenyum puas dengan jawaban dari Meng Luo, ia mengusap lembut kepalanya.
"Bagus… " Ucap Hiro dengan lembut, kemudian ia melirik ke Elizabeth yang masih terdiam.
"Baiklah-baik aku juga bersedia" Ucap Elizabeth.
"Hahaha baiklah, aku akan memperhatikan dan menjaga kalian dari jauh tetapi tenang saja bila ada sesuatu aku akan datang menyelamatkan kalian dengan cepat" Ucap Hiro kemudian melompat mundur menjaga jarak.
Setelah menjauh dari mereka, Hiro membebaskan monster tersebut.
Karena sebelumnya ia di kunci membuat monster itu murka, ia dengan cepat melesat ke arah Elizabeth dan Meng Luo.
Pertarungan sengit pun terjadi antara Elizabeth, Meng Luo dan King of Beast.
Walaupun King of Beast melawan 2 orang sekaligus hal tersebut tidak berpengaruh, bahkan monster itu dengan ganas dan cepat menyerang Elizabeth dan Meng Luo.
"Hmmm… Pergerakan Elizabeth memang sedikit kaku tetapi serangan elemennya tidak dapat di remehkan, sedangkan Meng Luo pergerakannya sempurna tetapi kelemahannya adalah tidak dapat bertindak dengan tepat dan cepat" Ucap Hiro yang memperhatikan pertarungan tersebut, ia melakukan hal itu untuk dapat membuat kedua perempuan itu tidak menjadi beban untuknya di masa depan nanti.
Walaupun ia sangat menyukai dan mencintai mereka tetapi kalau mereka hanya akan menjadi beban untuknya dengan terpaksa ia harus pergi dari mereka.
"Monster itu cukup langka dan luar biasa… Dengan bantuan dari setiap tubuh hewan berbeda-beda, ia dapat menyerang ataupun bertahan sesuka hati…"
"Tidak akan mudah buat Elizabeth dan Meng Luo untuk merobohkan monster itu" Ucap Hiro.
"ROARRRR!!!!"
Monster tersebut mengaum dengan sangat keras, ia sangat kesal karena Elizabeth dan Meng Luo dapat bertahan hidup melawannya.
Setelah auman tersebut aura monster itu meningkat secara drastis, berawal dari level Penguasa tahap akhir melesat sampai level langit tingkat akhir.
"Gawat!! Monster itu bertranformasi… Mereka berdua tidak akan mampu melawan monster yang berbeda 3 tingkatan dengan mereka" Ucap Hiro dengan panik, ia segera menuju ke arah Elizabeth dan Meng Luo yang tidak bisa bergerak karena tertekan oleh aura yang di keluarkan monster tersebut.
Mereka berdua melihat Monster tersebut yang berubah dengan memakai armor emas dan mahkota di kepalanya.
Monster tersebut bersiap-siap menyerang Elizabeth dan Meng Luo yang tidak dapat bergerak.
Setiap dari bagian tubuh yang berbeda-beda mengeluarkan serangan masing-masing.
Kepala singa menyemburkan api yang sangat besar dan panas.
Ekor yang berbentuk kepala ular menyemburkan racun berbisa.
Cakar Elang mengeluarkan siluet angin berbentuk pisau yang tajam.
Sedangkan sayap elang nya mengeluarkan sebuah jarum yang sangat banyak.
Setiap serangan bersiap menuju ke arah kedua perempuan tersebut.
Elizabeth dan Meng Luo hanya terdiam pasrah karena mereka tau kalau terkena serangan itu maka mereka akan mati.
"Siall!! Kumohon sempatlah!" Ucap Hiro dengan panik.
"Selamat tinggal Hiro…" Ucap Elizabeth dan Meng Luo dengan tersenyum manis ke arah Hiro dan menetes air matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Vote nya dong!!!
Kalau gak ada vote setidaknya kopi lah biar gak ngantuk Author 🤣
Seperti biasa Like nya di tingkatkan lagi 👍
Jangan lupa ⭐5!!!
See you next up 👋
^^^^ASMODEUS^^^^