Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Monster kura-kura raksasa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiro dan Tutu berlari dengan begitu cepat kembali ke kerajaan Manipeda, walaupun memiliki sihir teleportasi tapi tetap saja satu detik saja sangat berharga di saat genting seperti ini jadi mereka mengandalkan kekuatan fisik yang di luar batas manusia normal pada umumnya.


Hiro pun tidak yakin untuk menentukan siapa yang akan menang apabila membandingkan teleportasi dengan berlari. Karena saat ini isi kepalanya penuh dengan kekhawatiran untuk para muridnya beserta anggota kelompok BLACKLIST lainnya.


Menurut perkataan sistem, monster misterius itu dapat menghancurkan sebuah benua hanya dengan satu tarikan nafas saja.


"Memangnya apa yang terjadi pada kerajaan Manipeda tuan?" tanya Tutu.


"Sudahlah jangan banyak tanya, nanti juga kau akan tahu sendiri kenapa aku sekhawatir ini" ucap Hiro.


Melihat ke seriusan Hiro, Tutu pun percaya bahwa memang terjadi sesuatu yang sangat genting pada kerajaan Manipeda.


Mereka pun menambahkan kecepatan berlari nya dengan sangat cepat, tidak ada satupun benda ataupun mahkluk hidup yang dapat menghentikan mereka.


Hingga 10 menit kemudian mereka telah sampai di pintu jaga gerbang perbatasan kerajaan Manipeda.


"Fyuhh… Syukurlah masih belum terjadi apa-apa, tetapi kita tidak boleh lengah ataupun tenang karena sebentar lagi akan terjadi sesuatu masalah besar" ucap Hiro dengan serius.


"Ahh! apakah monster yang selama ini kita cari akan datang kemari tuan?!" ucap Tutu yang telah sadar kenapa Hiro kembali dengan terburu-buru.


"Akhirnya kau sadar juga… Benar, itulah alasanku kenapa resah untuk kesini dengan cepat" ucap Hiro.


"Haishh… Monster sialan! berani sekali dia mempermainkan kita, apa dia tidak tahu? selama ini kita mencari-cari nya tetapi tiba-tiba dia datang sendiri menemui kita dan mencari masalah dengan kita?" ucap Tutu kesal.


"Hahaha tidak perlu kesal begitu untuk saat ini tahanlah, karena sebentar lagi kau bisa melampiaskannya" ucap Hiro.


DUM…DUM…DUM…


Getaran besar yang sangat terasa kuat menerpa seluruh wilayah kerajaan Manipeda, getaran tersebut juga membuat tanah terjadi keretakan dimana-mana.


Para pasukan kerajaan dengan panik langsung keluar dan membuat formasi siaga, begitupun dengan orang-orang penting kerajaan termasuk raja nya juga.


"Tutu… Suruh mereka kembali lagi ke dalam istana dan tunggu kekacauan ini di dalam sampai keadaan kembali tenang, setelah itu kau boleh langsung menghajar monster tersebut" ucap Hiro.


"Baik tuan!" ucapnya kemudian pergi menghilang menemui raja Pidana.


Setelah itu Tutu kembali lagi ke tempat semula nya di samping Hiro..


"Arah barat, jaraknya masih 10 km tapi pergerakan kakinya yang besar sampai terasa kesini dan sedikit membuat kerusakan" ucap Hiro.


"Berarti? jangan-jangan…"


"Benar, sosok monster tersebut pastilah sangat besar, melebihi besarnya gunung" ucap Hiro dengan serius.


Tutu pun terdiam dengan berbagai pertanyaan di dalam kepalanya.


"Kenapa kau? takut?" ucap Hiro.


"Tidak tuan… Saya hanya merasa heran, kenapa monster sebesar itu tidak bisa kita temukan sama sekali pada saat berpetualang kemarin-kemarin?" ucap Tutu.


"Kau pikir, hanya gunung saja yang memiliki ukuran besar? kenapa lautan yang begitu besar dan luas tidak terhitung olehmu?" ucap Hiro.


"Apa mungkin?!!".


"Yah benar sekali, monster tersebut selama ini bersembunyi di dasar lautan yang berarti dia monster yang dapat hidup di dua alam"


"Kodok?"


"Bodo sekali! kalau kodok mungkin dia sudah menyerang kita dengan lidahnya dan sekali lompat nya pun dapat di pastikan langsung sampai kemari sebelum kita datang" ucap Hiro.


"Paus?"


"Kura-kura?!!!" ucap Tutu.


"Benar… Dia pasti seekor monster kura-kura raksasa, ahh- aku jadi teringat Yuki" ucap Hiro.


"Ada apa tuan?" tanya Tutu.


"Tidak ada… Tapi kenapa kau masih berdiam disini?! cepat pergi dan cobalah untuk menghentikan pergerakannya!" ucap Hiro dengan tegas memerintahkan Tutu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...