
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro duduk dengan tenang di kursi nya, sedangkan para bawahannya tengah sibuk mengatur rekonstruksi ulang karena pergantian pemimpin beserta dengan yang lainnya.
"Hoammm… Sampai kapan aku harus hidup kebosanan seperti ini?" Ucap Hiro.
{Sampai sistem selesai memindai misi anda selesai atau belum}
"Hah Kalau begitu cepat selesaikan" Ucap Hiro kesal.
{Mohon bersabarlah tuan}
"Aku sudah bersabar selama seminggu! jadi cepatlah selesaikan" Ucap Hiro.
{Baik tuan…}
"Cihh… Coba saja ada sesuatu yang bisa menghilangkan rasa bosanku" Ucap Hiro menopang dagu.
"Tuan…tuan!" Ucap seseorang berlari ke arahnya.
"Hmmm? ada apa?" Ucap Hiro.
"Di depan banyak sekali rombongan dari setiap wilayah… Katanya mereka kesini untuk memberi ucapan selamat kepada anda" Ucapnya.
"Ohhh biarkan mereka masuk dan bawa ke hadapanku" Ucap Hiro tersenyum kecil.
"Baik tuan!" Ucapnya kemudian berlari kembali.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu ruangan yang besar itu terbuka dan memperlihatkan beberapa orang memasuki ruangan.
"Selamat guru… Tuan!" Ucap Jing Tao dan anaknya Jing An.
"Selamat tuan!" Ucap patriak Le In.
"Selamat tuan!" Ucap patriak Qi Un.
Mereka memberi ucapan selamat kepada Hiro karena telah menguasai wilayah timur.
"Hahaha terimakasih aku sangat menghargai kalian karena telah jauh-jauh datang kemari untuk memberikan ucapan selamat" Ucap Hiro tersenyum senang.
"Tidak masalah tuan" Ucap mereka menundukkan kepalanya dengan hormat.
"Apa kamu berlatih dengan rajin?" Tanya Hiro.
"Tentu saja guru! saat ini aku telah lebih kuat dari sebelumnya" Ucap Jing An tersenyum bangga.
"Hoo benarkah? kalau begitu mari kita test, tahanlah auraku selama yang kau bisa" Ucap Hiro.
"Baik guru!" Ucap Jing An dengan semangat.
SWOOOOSSHHH……
Suana menjadi mencekam dan di tambah dengan hawa dingin menyelimuti seluruh ruangan. Para patriak lainnya bergetar hebat seluruh badannya bahkan Jing Li terduduk lemas di tanah, Hiro yang melihat itu langsung melambaikan tangannya melindungi mereka dari auranya.
Akhirnya mereka semua bisa bernafas lega dan bisa bergerak kembali tetapi tidak dengan Jing An, ia saat ini tubuhnya sangat berkeringat karena menahan tekanan yang begitu besar dari aura Hiro.
Sepuluh detik kemudian Hiro menarik kembali auranya dan bertepuk tangan.
"Bagus-bagus kamu luar biasa! benar-benar tidak mengecewakan ku!" Ucap Hiro tersenyum bangga.
"Hah…hah…hah… Terimakasih guru!" Ucap lemas Jing An.
Ia di bantu berdiri oleh ayahnya dan adiknya.
"Hahaha sungguh aku tidak menyangka kamu bisa menahan auraku selama 10 detik walaupun seperti tidak lama tetapi kalian merasakan sendiri bagaimana tekanannya kan? berarti Jing An sangat luar biasa!" Ucap Hiro.
Mereka saling bertatapan dan mengangguk, kemudian mereka bertepuk tangan memuji Jing An yang sangat luar biasa dapat menahan tekanan tersebut padahal mereka sendiri tidak akan mampu menahannya selama itu.
"Baiklah sebagai hadiahnya… Hmm tunggu sebentar" Ucap Hiro mencari barang bagus untuk di berikan sebagai hadiah.
'Hmmm jubah emas sudah lama tidak kupakai, baiklah berikan ini saja sebagai hadiah' Pikir Hiro.
Kemudian Hiro mengeluarkannya dan menunjukkan kepada Jing An.
"Apa ini cukup sebagai hadiahnya?" Tanya Hiro.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedikit dulu yah nanti di revisi kembali karena ini hanya untuk absen up aja 🤣
Tenang besok di revisi kok santai jangan marah-marah.