Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Bahaya Sedang Mendekat


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BOOM...


BOOM...


"Bunuh semua orang yang ada disini, jangan sisakan satu pun!" teriak Zaldabaoth.


"Serang!" ucap para pasukan iblis menyerang pasukan dunia jiwa yang Hiro milii, peperangan pun pecah kembali tetapi kali ini lebih besar daripada sebelumnya.


Mayat-mayat pun terjatuh ke tanah, kedua pasukan saling membunuh satu sama lain tetapi sayang sekali tidak ada satupun iblis yang dapat membunuh pasukan dunia jiwa.


"Bocah, menarik juga pasukan yang kau miliki... Sepertinya mereka bukan mahkluk biasa" ucap Palaq yang masih mengamati jalannya pertempuran.


"Haha percuma saja berapa pun pasukan yang kau miliki tidak ada mampu mengalahkan pasukan ku... "


"Apa kau ingin melihat sesuatu yang menarik?" ucap Hiro sambil tersenyum misterius.


Palaq menatap serius Hiro dan pasukannya, ia mencoba mengamati dengan benar apa yang sebenarnya terjadi pada pasukannya.


Tiba-tiba ia membelalakkan matanya terkejut, "Jangan-jangan...?"


Hiro tersenyum saat Palaq menyadari sesuatu, ia pun berteriak keras pada para pasukannya.


"Kalian semua tunjukkan lah kekuatan kalian yang sebenarnya, jangan menahan diri... Musnahkan seluruh musuh yang ada!"


Mendengar teriakan Hiro pun para pasukannya tersenyum senang, mereka tiba-tiba berubah wujud masing-masing yang sebenarnya.


"M-malaikat?!!"


"N-naaga?!!"


"Ras D-dewa?!"


"Dan juga iblis?!!!"


"Apa-apaan mereka itu?!!"


Teriak terkejut seluruh pasukan iblis yang ada disana, mereka benar-benar tidak menyangka sama sekali bahwa para pasukan yang sedang mereka perangi ternyata berasal dari berbagai ras.


Sedangkan pasukan Hiro kini tengah tersenyum senang, karena mereka kini dapat mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Pada dasar pasukan Hiro hanya bisa mengeluarkan 50% kekuatannya karena batasan tubuh manusianya itu, tetapi berbeda apabila kembali ke wujud yang sebenarnya mereka dapat mengeluarkan seluruh kekuatan yang ada di dalam tubuhnya.


"Hahaha terimakasih tuan, akhirnya kita bebas!"


"Kau benar, sudah lama aku tidak merasakan kekuatan ku yang sebenarnya" ucap mereka berteriak senang.


Hiro mengangguk dan kembali berteriak.


"Mengamuk lah sesuka kalian!"


Palaq tertegun melihat apa yang ia duga ternyata benar. Ia menggertakkan giginya dan menatap tajam Hiro.


"Sialan! Siapa kau sebenarnya?!!" teriak Palaq yang penasaran dengan identitas Hiro.


Karena tidak mungkin manusia biasa dapat menggerakkan seluruh pasukan yang ras nya berbeda-beda.


"Bukankah sudah aku katakan sebelumnya? Bahwa diriku ini adalah penguasa seluruh alam semesta" ucap Hiro tersenyum kecil.


"Jangan bercanda sialan!!!" teriak marah Palaq, ia benar-benar memiliki firasat buruk dengan keadaannya saat ini.


"Zal, Kal, Pel! Cepat selesaikan semua ini... Aku memiliki firasat tidak baik tentang perang ini" ucap Palaq menggunakan telepatinya.


"Ada apa Pal? Mengapa kamu gelisah begitu" ucap Zaldabaoth.


"Apa kalian tidak menyadari sesuatu saat manusia ini dapat menggerakkan pasukan dari berbagai ras?" ucap Palaq.


"Kamu benar... Ini sangat aneh" ucap Peldana.


"Tidak mungkin seorang manusia bisa seperti ini, apa jangan-jangan kamu memiliki sesuatu yang terpikirkan Palaq?" ucap Kalam.


"Benar, aku terpikirkan suatu sosok yang dapat melakukan hal seperti ini..." ucap Palaq.


"Siapa?"


"Siapa?"


"Sosok yang dapat bertarung imbang dengan beliau dan akhirnya tersegel bersama-sama selama ini" ucap Palaq.


"Apa?!!" ucap mereka bertiga terkejut.


"Bagaimana mungkin?! Beliau saja masih tersegel!" ucap Peldana.


"Kalau begitu apa penyebab segel beliau melemah kalau bukan karena itu?" ucap Palaq.


Mereka bertiga pun terdiam saat mendengar ucapannya Palaq.


"Kalau begitu kita harus pikirkan rencana lain dan hubungin Kazarim!" ucap Zaldabaoth.


"Kamu benar, kita coba tahan dia disini selama mungkin... Walaupun bayarannya nyawa kita sendiri, agar Kazarim dapat bergerak bebas" ucap Palaq.


Mereka bertiga mengangguk setuju dan mulai membahas rencana selanjutnya.


Hiro tidak menyadari rencana mereka itu dan mungkin saja dirinya akan menyesal di kemudian hari.


"Sayang lebih baik fokus saja tujuan mu dalam mencari raja iblis Yammaa" ucap Yue.


"Tetapi menurut perkataan tahanan sebelumnya Yaammaa telah bergabung dengan mereka ini untuk membuka segel Memphistopheles, walaupun aku tidak tahu itu siapa tetapi aku merasa seperti ada sesuatu yang hilang saat mendengar nama itu jadi aku memutuskan untuk mencari tahunya"


"Untuk urusan raja iblis Yaammaa bisa di tunda terlebih dahulu" ucap Hiro dengan serius.


Yue, Raphael, Long Wang dan Diablo yang mendengar nya tersentak dengan rencana Hiro yang ingin mencari tahu tentang Memphistopheles.


'Hah! Bagaimana ini nyonya, bagaimana mungkin kita tidak sadar selama ini sedang bertarung dengan pasukan dia?! Sepertinya kami terlalu terbawa suasana karena sudah lama tidak berperang bersama-sama seperti ini jadi melupakan sesuatu hal yang sangat penting! yaitu ingatan nya tuan samar-samar telah kembali' ucap Long Wang mengirim telepati ke Yue.


'Ahh benar apa katamu! Kenapa kita tidak menyadari nya, sialan! Hahhh entahlah aku juga bingung, kenapa hal-hal yang berhubungan dengan dia pasti terdengar ke Hiro dan memicu ingatannya kembali' ucap Yue melalui telepati.


'Ini gawat, kita tidak tahu ternyata rencana tuan kemari adalah berhubungan dengan dia' ucap Raphael.


'Benar, aku juga baru tahu bahwa rencana tuan telah berganti atau lebih tepatnya beralih haluan' ucap Diablo.


'Kalian sebisa mungkin jaga Hiro jangan sampai mengetahui lebih dalam tentang dia' ucap Yue dengan serius.


'Tentu saja baik!' ucap mereka bertiga.


"Mereka hanya iblis-iblis yang berkaitan dengan Yaammaa... Tidak ada orang bernama Memphistopheles" ucap Yue.


"Benarkah? Kalau begitu mengapa mereka begitu keras sekali menghormati sosok itu? Kalau begitu berarti mereka berkhianat pada Yaammaa?" ucap Hiro dengan bingung.


"Sudah pasti begitu, namanya juga iblis penuh dengan tipu daya dan kelicikan" ucap Yue.


"Hemmm baiklah kalau begitu, segera musnahkan mereka! Sedari dulu aku membenci yang namanya pengkhianat" ucap Hiro dengan dingin.


Yue, Raphael, Long Wang dan Diablo menghela nafas lega. Mereka mengangguk dan mulai serius untuk membereskan semuanya agar tidak terjadi sesuatu yang menambah masalah lagi, apa lagi dengan sosok yang bernama Memphistopheles itu sebisa mungkin mereka mencoba untuk menghindarinya.


'Aneh, mengapa Yue seperti mencoba menjauhkan ku dengan sosok raja iblis yang namanya Memphis yah? Apa ada sesuatu yang tidak ku ketahui?' ucap Hiro dalam hatinya.


{Cihh! mengapa harus begini jadinya...}


{Tuan! Anda harus segera menyelesaikannya, sistem merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi apabila perang ini berlangsung terlalu lama!}


'Ahh sistem! kemana saja kamu selama ini?’


{Sekarang bukan itu tidak penting, dengarkan apa kata sistem sebelumnya!}


'Hmmm mengapa memangnya?'


{Sudah selesaikan saja perang ini!}


'Cihh baiklah! entah mengapa akhir-akhir ini kalian semua bertindak aneh, aku harap nanti aku dapat mendapatkan jawaban yang memuaskan!' ucap Hiro.


***


Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...