Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Perang?!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BOM… DUG…


DUARRRR…


SWOSHHHH…


CRACK…


#ANGGAP AJA SUARA KEKACAUAN.


"Hiro!!!! keluar kau sialan!! apa yang kau lakukan hah? kenapa kau membunuh Dewa kami?!!!"


"Hey bedebah?! siapa yang kau panggil itu hah? jangan bertindak kurang ajar!!"


"Berisik kalian dasar anjing-anjing nya Hiro!"


"Apa kau bilang hah?! kalian tidak berkaca? dasar kacung Napoleon!"


Suara keributan cekcok antara para penyihir dengan orang-orang kerajaan Romania membuat suasana di tempat tersebut semakin memanas.


Kekacauan besar telah terjadi yang melibatkan antara penyihir BLACKLIST dengan orang-orang kerajaan Romania.


{Selamat tuan! anda mendapatkan Skil pasif 'The Trigger'}


Hiro hanya bisa terdiam bengong, tidak dapat berkata-kata.


Pikirannya sudah tidak sanggup mencerna semua yang terjadi.


"S-sistem… SIALAN!!!!!!" teriak keras Hiro menggelegar.


***


Di BB tengah peperangan yang begitu hebat antara kerajaan Romania dan para penyihir anggota BLACKLIST, kerajaan Manipeda dan kerajaan Argantara mencoba meredam mereka tetapi tidak berhasil sama sekali.


Keduanya telah sama-sama murka tidak tertolong lagi, dimana kerajaan Romania marah karena Hiro membunuh Dewa Napoleon mereka sedangkan para anggota BLACKLIST marah karena tuan atau pemimpin mereka di hina, dan injak-injak oleh seekor para manusia biasa.


"Sialan para tikus Hiro! menyingkir atau akan aku bunuh kalian semua!!!" ucap raja Rama.


Tutu pendiri kelompok BLACKLIST pun muncul di saat mendengar kabar bahwa tuannya di hina-hina oleh suatu kerajaan.


Ryu, Toru dan Lalita sudah membunuh lebih dari ratusan pasukan Romania akibat marah besar karena gurunya di rendahkan.


Sebenarnya raja Pidana dan raja Gara tidak percaya pada saat raja Rama mengatakan bahwa Hiro membunuh Dewa Napoleon karena menurut mereka tidak mungkin ia bertindak secara gegabah seperti itu karena sepengetahuan mereka Hiro adalah orang yang sangat terencana, jadi segala sesuatu pasti di rencanakan terlebih dahulu atau di pikirkan baik-baik sebelum melakukan sesuatu.


Tetapi mau tidak mau mereka terpaksa mempercayai ucapan raja Rama yang dimana Hiro lah pelaku terbunuhnya Dewa Napoleon.


Apa kalian penasaran bagaimana bisa kerajaan Romania mengetahui Dewa Napoleon mati?. Baik akan author jelaskan…


Di setiap kerajaan pasti memiliki satu patung berbentuk Dewa masing-masing, patung itu di gunakan oleh mereka untuk melakukan upacara penghormatan kepada Dewa/Dewi mereka masing-masing, setiap perkataan ataupun perintah dari Dewa/ Dewi pasti selalu melalui patung dan patung itu juga di gunakan sebagai alat komunikasi mereka dengan Dewa nya.


Jadi pada saat raja Rama kembali setelah pertemuan nya itu dengan para raja lain, ia mengadakan upacara doa untuk meminta berkah kelancaran segala sesuatu yang sedang di rencanakan tetapi pada saat ia masuk ke dalam suatu ruangan tempat menyimpan patung, betapa terkejutnya ia saat melihat bahwa patung Dewa Napoleon telah hancur lebur kepalanya dan di tubuh patung itu terdapat sebuah goresan seperti terkena sabetan pedang bersilang.


Terkejut, sedih, panik dan marah bercampur aduk menjadi satu. Perasaan Rama saat itu sungguh tidak dapat di jelaskan lewat kata-kata.


Hingga istana kerajaan Romania pun menjadi gempar dan heboh pada saat kabar tentang patung Dewa Napoleon hancur berkeping-keping.


Para rakyatnya pun menangis sedih merasa sangat kehilangan, bahkan sampai ada yang bunuh diri karena tidak ingin di tinggalkan begitu saja oleh Dewa pujaannya.


Stop! kembali ke peperangan yang telah semakin panjang dan hebat.


Walaupun para penyihir memiliki energi Mana sekalipun tidak bisa membunuh sekaligus manusia-manusia itu karena mereka juga harus menghemat setiap pengeluaran energi Mana supaya tidak keluar berlebihan.


Para pasukan kerajaan Romania begitu kuat dan tangguh. Para pasukan itu terus maju menyerang tanpa gentar sedikitpun, walaupun lawan mereka para penyihir yang dapat dengan mudahnya membunuh mereka semua.


Bendera panji berlambang kerajaan Romania pun di kibarkan tetapi sedikit rendah dengan bendera yang satu lagi, dimana bendera tersebut berkibar sangat tinggi yang dapat dengan mudah di lihat jelas bendera tersebut berlambangkan singa yang menggigit dua pedang di mulutnya dan bercorak merah terang seperti api membara, bendera tersebut adalah bendera Dewa Napoleon.


Para penyihir amatiran sedikit terkena serangan mental akibat melihat bendera tersebut.


Tetapi tiba-tiba dari belakang datang juga seseorang yang mengibarkan bendera tidak jauh tingginya dengan bendera kerajaan Romania dan bendera Napoleon.


Panji Hitam yang di hiasi dengan tengkorak di tengahnya membuat siapapun yang melihatnya merinding ketakutan.


Datang lagi seorang muridnya Hiro, yaitu Toru dengan memegang bendera yang berkibar tinggi dan melambai-lambai karena tertiup angin, bendera tersebut berwarna emas di campur silver dan ada sosok sketsa Hiro yang sedang memegang kedua pedangnya.


"Semua pasukan?!" ucap raja Rama


"Yo semangat kita harus menang dan pulan dengan selamat agar bisa pergi ke klub malam!" ucap Tutu.


"SERANG!!!" teriak keras mereka berdua secara bersamaan.


Kedua pasukan tersebut saling bertabrakan dan saling serang menyerang menggunakan kekuatan tempur masing-masing.


Para penyihir menggunakan kekuatan sihirnya untuk membuat mereka bisa bertarung di baris depan.


Sedangkan yang lainnya tetap berada di jarak jauh agar bisa membantu teman-temannya di baris depan tersebut.


BOOMMMM… DUARRRR… M*M*Q…


Perang tersebut pecah dengan sangat dahsyat, belum ada yang bisa di lihat siapa pemenangnya di antara mereka karena walaupun pasukan kerajaan Romania tidak memiliki sihir atau apapun itu tetapi dengan tekad keberanian mereka yang tidak takut mati cukup membuat para penyihir kewalahan, pasukan tersebut tetap maju menyerang walaupun telah banyak yang mati di antara rekan mereka. Para penyihir jarak jauh menggunakan serangan area luas tetap saja tidak mampu menjegal pergerakan pasukan Romania.


"Ketua! bagaimana ini, mereka terus saja maju menyerang walaupun telah banyak dari mereka yang mati terkena sihir kita?!" ucap salah seorang penyihir yang berada di dekat Tutu.


"Terus saja serang! kalau bisa musnahkan mereka semua yang telah berani-beraninya menghina tuan kita, bunuh mereka semua! terus serang menggunakan kekuatan sihir yang kalian miliki, sudah cukup menghemat energi Mana sekarang kita serang habis-habisan mereka!" ucap Tutu dengan sorot mata yang tajam dan nada dingin menjelaskan bahwa saat ini ia benar-benar telah sangat marah, kalau saja Tutu tidak dapat mengontrol dirinya maka sedari tadi ia sudah turun tangan pembunuh pasukan kerajaan Romania.


"B-baik ketua!… Teman-teman, dengarkan perintah ketua serang habis-habisan! tidak perlu mengkhawatirkan energi Mana kalian habis!" ucap penyihir tersebut.


"Baik ketua!!!!" ucap semua penyihir.


SWOSHHHH…


Energi mana di sekitar tiba-tiba berkumpul dan mengalir deras ke para penyihir yang sedang merapalkan mantra itu.


"Sihir kegelapan : Dark Orb!!!" ucap mereka semua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...