
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat Hiro dan yang lainnya melangkahkan langkah kaki mereka tiba-tiba penglihatan mereka terganggu dengan cahaya putih terang membuat mata mereka sakit, jadi mereka memejamkan matanya dan saat membuka matanya kembali… kini mereka telah berada di atas lautan yang luas dengan berbagai macam keindahan yang sangat menakjubkan.
“Kak, Yan Xiu.. sebenarnya kita ada dimana sekarang?”
“Bukankah kita tadi ada di hutan, kenapa sekarang kita ada di laut?!” ucap Ning Quan dan Ru Ji yang terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi para mereka tersebut.
“Kalau kalian bertanya kepadaku, maka tidak aka nada jawaban sama sekali..!” ucap Yan Xiu yang jelas ia pun tidak tahu mengapa mereka bisa berpindah tempat.
“Ilusi kah? Atau teleportasi?!” ucap Ning Quan.
“Sepertinya jawaban yang tepat adalah teleportasi..” ucap Hiro tiba-tiba bersuara dengan nada serius.
“Tetapi tenang saja tidak akan ada masalah karena ada aku disini..” Hiro kembali berbicara namun perkataan nya terpotong dan pandangan nya terfokus pada laut di bawahnya.
“Semuanya menghindar!!!” ucap Hiro yang tiba-tiba berteriak dan mendorong mereka semua menggunakan energi Qi.
SWOSHHH…
HHHAUUUMM…
Tiba-tiba dari bawah laut muncul seekor ikan raksasa melompat ke atas membuka mulutnya berniat untuk menelan mereka semua.
“Cihh..! matilah!” ucap Hiro sambil menyerangnya dengan energi kegelapan.
BOOM…
Mulut ikan itu langsung hancur, darah ikan tersebut lalu mengubah air laut menjadi merah karena darahnya.
SWOSHHH…
Tidak lama kemudian, tiba-tiba muncul kembali ratusan ikan dengan ukuran yang lebih besar dari ikan sebelumnya. Mereka melompat dengan sangat tinggi sambil membuka mulutnya berusaha menelan Hiro dan yang lainnya.
BOOM…
BOOM..
Kini bukan hanya Hiro saja yang membunuh para ikan raksasa tersebut, Yan Xiu dan yang lainnya pun melancarkan serangan mereka masing-masing kepada para ikan tersebut.
“Serang mulutnya..! itu kelemahan mereka” ucap Hiro mengintruksikan mereka semua agar tidak asal menyerang.
“Baik!” ucap mereka kembali menyerang tak henti-henti ke arah para ikan raksasa yang melompat kepada mereka.
“Tuan Hiro.. sepertinya disana ada pulau!” ucap Ru Jian sambil menunjuk ke suatu arah.
Hiro pun melihat arah yang di tunjuk oleh Ru Jian dan ternyata benar bahwa ada suatu pulau yang berada sekitar 6 kilo meter dari posisi mereka semua.
“Tuan, apakah kita akan pergi ke pulau itu?” tanya Yan Xiu.
Sedangkan Ning Quan ragu, ia takut akan ada monster yang lebih berbahaya daripada ikan raksasa ini.
“Kalian gunakan perlindungan dari energi Qi masing-masing dan pegang tangan ku..” ucap Hiro yang kemudian di turuti oleh mereka semua.
“Nah sudah kan, kita pergi saja ke pulau itu dan kalau terjadi apa-apa maka aku akan langsung membawa kalian keluar dari sana walaupun posisi kalian berjauhan dariku..” ucap Hiro.
Barulah mereka mengerti mengapa Hiro menyuruh mereka menyentuh tangan nya, ternyata untuk hal tersebut.
Tidak lama kemudian mereka semua tiba di pulau itu dan perlahan turun untuk mendarat di pantai.
“Hemmm tidak ada apa-apa rupanya, hanya sekedar pulau biasa?” ucap Hiro.
“Tapi tuan, yang paling penting saat ini adalah keberadaan kita sebenarnya sedan gada dimana?!” ucap Yan Xiu dengan gelisah.
‘Apa kamu tahu sesuatu sistem?’ ucap Hiro dalam pikiran nya.
{Dari informasi yang sistem dapatkan sepertinya tempat anda saat ini adalah pulau kura-kura..}
‘Hah? Dimana itu, aku baru tahu ada pulau kura-kura’ ucap Hiro.
{Sepertinya begitu karena cobalah lihat sekeliling anda yang hanya di penuhi oleh kura-kura saja, bukankah pulau ini terlalu besar kalau hanya ada kura-kura saja? Jadi kemungkinan yang paling mendekati hanya spekulasi tersebut tuan}
‘Cihh kesimpulan macam apa itu?’ ucap Hiro.
“Apa kalian tahu atau pernah mendengar pulau kura-kura?” tanya Hiro pada 3 orang di belakangnya.
“Pulau Kura-kura? Entahlah tuan, saya baru mendengarnya?” ucap Yan Xiu.
Ning Quan pun menggelengkan kepalanya tidak tahu sama seperti Yan Xiu, ia baru mendengar sebuah tempat Bernama pulau kura-kura. Sedangkan Ru Jian terdiam seperti teringat sesuatu atau tahu sesuatu.
“Apa kamu tahu sesuatu tentang pulau kura-kura, Ru Jian?” tanya Hiro yang menyadari tingkah anehnya.
“Saya seperti pernah mendengarnya tapi sedikit lupa..”
“Entah itu keluarga saya atau kenalan saya pernah berbicara tentang pulau kura-kura, hanya saja saya saat itu mengabaikan nya karena mengira bahwa itu dongeng belaka…” ucap Ru Jian.
“Apa itu? Bisa jelaskan lebih detail?” ucap Hiro.
“Seingat saya bahwa pulau kura-kura itu adalah sebuah dunia yang memang sering terhubung dengan dunia kita, tidak jarang juga banyak orang-orang yang menghilang secara tiba-tiba dan kembali ke dunia kita dalam waktu yang sangat lama. Menurut dari cerita orang-orang itu mereka terdampar di suatu pulau antah berantah dan hanya ada puluhan ekor kura-kura saja di tepian pantai…”
“Saat kabar itu marak di wilayah timur dunia, kaisar kekaisaran Ling San mendengar hal tersebut memberikan suatu penjelasan pada semua orang yaitu bahwa pulau itu ada benarnya dan penghuni dari pulau itu adalah salah satu kenalan kaisar. Dewa penguasa Kura-kura, Tu Tile” ucap Ru Jian.
“Setelah itu tidak ada kejadian kembali orang-orang tersesat ke pulau kura-kura dan kita adalah yang terakhir kalinya setelah sekian lama” ucap Ru Jian kembali mengatakan penjelasan mengenai semua yang ia tahu tentang pulau kura-kura.
“Ada kabar seperti itu? Aku baru tahu” ucap Yan Xiu dan Ning Quan.
“Ada, namun kaisar memberikan perintah untuk menyebarkan kabar tersebut. Jadi hanya orang-orang wilayah timur saja yang tahu keberadaan tentang pulau kura-kura” ucap Ru Jian.
“Masuk akal, terimakasih atas penjelasannya” ucap Hiro.
Kemudian ia memutuskan mengecek sekitarnya dan memerintahkan mereka bertiga untuk berdiam diri tempat untuk mencegah terjadinya sesuatu hal yang tidak di inginkan.
Setelah berkeliling Hiro menemukan sebuah gua yang cukup besar dan mengeluarkan aura yang sangat menarik perhatiannya.
“Sepertinya ada sesuatu di dalam gua itu” ucap Hiro.
Saat tiba di pintu masuk gua, terasa segelintir angin yang juga membawa sebuah energi kehidupan yang sangat kecil, Hiro yang merasakan langsung segera masuk karena ia tahu bahwa ada seseorang yang hampir mati di dalam gua tersebut.
Namun yang Hiro lihat hanyalah sekumpulan kura-kura yang mengelilingi sebuah pohon berwarna emas ditengah-tengah mereka.
{Pohon perak hitam… anda harus mendapatkan nya tuan, karena itu bahan yang sangat langka!}
“Sebutkan alasan mu datang kemari?” tanya salah satu manusia kura-kura dengan suara serak.
“Tidak ada, aku hanya kebetulan melihat gua ini dan pohon perak hitam di dalamnya…” ucap Hiro dengan tenang.
“Bersikaplah sopan di tempat orang nak..” ucap salah satu manusia kura-kura lainnya.
“Ahh maaf, begini saja tuan kura-kura… bagaimana kalau kalian menukar pohon perak hitam itu dengan ini?” ucap Hiro sambil menyodorkan salah satu potion nya yang memiliki efek mujarab dalam mengobati luka serius.
Mereka melihat botol potion di tangan Hiro seketika terkejut, mimpi apa mereka sehingga di datangi oleh seorang manusia muda dan menawarkan sesuatu yang sangat mereka butuhkan.
“Ramuan tingkat tinggi?!” ucap mereka.
“Benar tuan kura-kura, bagaimana apa kalian bersedia menukarnya dengan pohon perak hitam?” tanya Hiro kembali.
“Baiklah sepakat, kamu boleh mengambilnya” ucap mereka sambil menyerahkan pohon perak hitam tanpa ragu-ragu.
Ternyata energi kehidupan yang menipis itu berasal dari mereka, selama ini kelima kura-kura itu terluka parah dan mereka bertahan hidup dari kekuatan roh pohon perak hitam. Itulah alasan mereka tidak menyerang Hiro sebelumnya walaupun telah bertindak lancang.
Sebelum terluka parah tidak ada satupun mahkluk yang berani menginjakkan kaki di pulau ini karena mereka akan membunuh siapa saja yang memasukinya.
Salah satu kura-kura yang mengambil potion itu menatap Hiro dengan penuh arti.
“Apa ada yang kalian butuhkan?” tanya Hiro yang menyadarinya.
“Ekhem, anak muda.. sekali lagi kami ingin meminta bantuanmu” ucapnya dengan memohon.
“Apakah kamu punya potion yang dapat menyembuhkan roh dan jiwa?” tanya mereka.
Hiro lalu menyerahkan kedua potion tersebut pada mereka tanpa ragu-ragu.
“Apa ada lagi?” tanya Hiro.
“Terimakasih nak, ini sudah cukup” ucapnya dnegan sangat senang.
“Baiklah kami akan memulihkan kekuatan kami, kamu boleh pergi”
“Baiklah aku akan pergi, kalau butuh sesuatu lagi temui saja aku di tepi pantai” ucap Hiro kembali ke arah pantai.
Di pantai Yan Xiu dan yang lainnya masih menunggu dengan waspada.
“Yan Xiu, Ning Quan, Ru Jian apakah ada sesuatu?” tanya Hiro.
“Ahh tuan, kami tidak mendapatkan sesuatu petunjuk untuk keluar dari sini” ucap Yan Xiu.
“Baiklah tidak masalah, kita akan tinggal sementara disini sampai bisa menemukan jalan keluar” ucap Hiro.
Di dalam gua sebelumnya.
Kelima kura-kura itu di kelilingi cahaya dari energi Qi sekitarnya. “Bersatu!” teriak mereka bersamaan.
BOOM…
Ledakan keras terjadi dan setelah debu menghilang, berdiri seorang pemuda dengan rambut putih.
“Hahaha akhirnya aku pulih!” ucapnya berteriak senang.
***
“Tuan Hiro, apa yang harus kita lakukan?” tanya Yan Xiu.
“Kita hanya bisa menunggu, semoga saja kita bisa segera keluar” ucap Hiro.
Tiba-tiba dari arah kedalaman pulau cahaya ke emas an dengan aura kuat dan ganas melesat ke arah mereka.
“Siapa yang berani menginjakkan kakinya di pulau kura-kura emas..?!” ucap suara tersebut dengan sangat keras menusuk gendang telinga mereka.
BOOM…
Ledakan keras terjadi saat cahaya tersebut menyentuh tanah. Pada saat debu hilang, tampak seorang pemuda tampan dengan rambut putih dan tatapan matanya tajam memandang Hiro dan kelompoknya.
Hiro pun mengeluarkan auranya untuk menahan tekanan dari aura yang di keluarkan sosok tersebut, “apa ini balasan anda setelah di sembuhkan olehku, tuan kura-kura?” ucap Hiro dengan dingin.
"Ahh itu ternyata kamu junior, maaf karena telah menakut-nakuti kalian... aku tidak bermaksud demikian" ucap pemuda berambut putih tersebut dengan canggung.
"Oh baiklah tidak masalah, tadinya ku kira senior ini telah lupa dengan diriku" ucap Hiro dengan tersenyum tenang.
"Hahaha tentu saja tidak mungkin aku lupa dengan mu yang telah berjasa kepadaku, sebelumnya aku belum mengucapkan terimakasih kepada mu junior karena telah memberikan ku potion yang sangat berharga itu" ucap pemuda itu dengan tulus menyampaikan rasa terimakasih nya.
"Haha apa yang senior katakan? Bukankah kita hanya melakukan pertukaran yang sepadan?" ucap Hiro tertawa ringan.
"Tetap saja pertukaran tadi sangat menguntungkan ku, baiklah sebelumnya perkenalkan namaku adalah Tu Talu putra dari Tu Tile penguasa pulau Kura-kura ini" ucap pemuda itu sambil menyodorkan tangannya ingin berjabatan tangan dengan Hiro.
"Oh aku Hiro.. mereka adalah rekan-rekan ku, ini Yan Xiu, Ning Quan dan ini Ru Jian" ucap Hiro sambil memperkenalkan ketiga orang di belakangnya.
"Oh baik, salam kenal semuanya" ucap Tu Talu dengan ramah.
'Hebat sekali, tuan Hiro dapat berteman akrab dengan anak dari penguasa pulau ini?!' ucap mereka di pikiran masing-masing.
"S-senang bertemu dengan anda tuan muda.." ucap mereka dengan canggung dan segan karena sosok di depannya itu adalah mahkluk yang keberadaannya sangat luar biasa.
"Hahaha tidak perlu formal begitu, kalian boleh memanggilku senior saja seperti junior Hiro memanggil ku" ucap Tu Talu.
"Senior Tu Talu, apa boleh kami tinggal sementara di pulau ini? karena kamu saat ini belum bisa menemukan jalan keluar dari pulau ini" ucap Hiro yang sebenarnya niat aslinya adalah ingin tahu lebih siapa itu Tu Tile, apa hubungannya dengan Tutu dan Yuki yang seorang Beast Kontrak miliknya.
"Tentu saja tidak apa-apa junior, kalau perlu ikut saja bersama ku ke kediaman ku atau tempat tinggalnya kura-kura emas" ucap Tu Talu.
"Benarkah? apa tidak apa-apa?" tanya Hiro yang semakin senang mendengar hal tersebut.
"Baiklah kalau begitu mari ikuti aku!" ucap Tu Talu lalu mengarahkan mereka menuju ke tengah pulau tersebut.
***
Terimakasih buat teman-teman yang telah memberikan Like dan Vote nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
Author doakan semoga sehat selalu buat para pembaca yang suka memberikan Like dan Komen, entah itu komentar positif ataupun negative.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...