Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Pergi Ke Wilayah Selatan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jantung semua orang kecuali Ling San, Ning Quan dan yang lainnya berdetak kencang. Mereka menatap tidak percaya ke arah Hiro dengan tatapan ingin kepastian.


"T-tidak mungkin.."


"B-benar kah?!"


"Apa mungkin..?!" ucap mereka dengan heboh.


"Yah memang sukar tuk di percaya tapi... Silahkan tuan muda" ucap Ling San.


Hiro menggelengkan kepalanya dan hanya mengeluarkan secuil energi aura dari energi Dewa Naga nya.


SWOSHHH...


BRUK...


Seketika semua orang kecuali orang-orang yang telah tahu tentang Hiro sebelumnya, mereka yang merasakan energi Hiro bersujud dengan tangisan haru.


"Selamat datang kembali tuan penguasa!!!"


"Kami telah sangat lama menantikan kedatangan anda, tuan penguasa... Terimalah hormat kami..!" ucap mereka semua saat sedang bersujud.


"Berdirilah.. aku terima hormat kalian" ucap Hiro.


"Terimakasih tuan penguasa!!" ucap mereka kemudian berdiri.


"Senang bertemu kalian, bagaimana kabar kalian selama ini?" ucap Hiro tersenyum hangat.


"Kami baik-baik saja tuan, namun sekarang saat anda disini mungkin keadaan kami akan jauh lebih sehat lagi daripada sebelum-sebelumnya" ucap para tetua sambil tertawa bercanda riang.


SWOSHHH...


Hiro mengeluarkan beberapa tetes darah nya dan melemparkannya menuju kepada Ling San, para tetua lainnya.


BRUK!


Mereka langsung bersujud kepada Hiro saat merasakan kekuatan luar biasa dari darahnya itu.


"Terimakasih banyak tuan muda" ucap mereka semua.


"Sudah berdirilah, kita mulai acara makan-makan nya" ucap Hiro kemudian menyantap makanan yang di bawakan oleh para pelayan.


***


"Haishh aku akan pulang untuk memberitahukan keluarga ku tentang tuan penguasa..." ucap Yan Xiu di dalam ruangannya yang saat ini sedang berkumpul dengan kedua temannya.


"Janganlah! Aku saja tidak bisa pulang untuk memberitahukan keluarga ku" ucap Ning Quan.


"Kenapa kamu jadi melarang ku?" ucap Yan Xiu.


"Kita harus selalu sama, kalau ada satu orang yang tidak pulang maka semuanya juga tidak boleh pulang!" ucap Ning Quan.


"Cihh sejak kapan ada aturan seperti itu?" ucap Yan Xiu yang kurang bisa menerimanya.


"Yaudah berarti kamu bukan teman kami..!" ucap Ning Quan.


"Sudahlah, sudah... Kak Yan Xiu lebih baik ikuti saja apa kata Ning Quan, toh tidak ada masalahnya kita pulang atau tidak juga" ucap Ru Jian menenangkan mereka berdua.


"Tapi... Kamu tahu kan bagaimana sikap dan sifatnya orang-orang di kampung halaman ku? Aku takut gara-gara mereka, tuan penguasa marah besar" ucap Yan Xiu.


"Tidak, aku yakin tuan muda akan dapat memaafkannya walaupun kita membuat kesalahan... Menurut paman ku, bahwa tuan muda akan sangat marah dan akan membantai suatu wilayah apabila penguasa wilayah itu sama jahatnya dengan para penduduknya, tetapi kalau penguasanya telah berusaha keras memimpin wilayahnya untuk menjadi lebih baik maka yang akan di habisi oleh tuan penguasa adalah orang-orang yang berkaitan dengan kejahatan di wilayah itu sendiri hanya saja pemimpin wilayah itu akan sedikit di beri nasihat keras oleh tuan penguasa" ucap Ning Quan.


"Benarkah?" tanya Yan Xiu.


"Yah begitulah menurut kata paman..." ucap Ning Quan.


"Tapi ayahku cukup baik kan?" tanya Yan Xiu.


"Ahh, yah baik.. baik kok aman tenang saja, ah-haha" ucap Ning Quan dan Ru Jian.


Sedangkan Hiro masih berbincang-bincang dan minum bersama dengan Ling San yang memintanya untuk menemani minum setelah sekian lama tidak bertemu.


"Apa rencana anda tuan muda? Apa anda akan kembali?" tanya Ling San.


"Sepertinya begitu, tetapi tidak mudah dan akan sangat lama... "


"Pertama-tama yang harus ku lakukan adalah bersih-bersih dulu setelah itu penyaringan dan barulah membangun ulang kekuasaan ku" ucap Hiro.


"Apa anda membutuhkan bantuan saya, tuan muda?" tanya Ling San.


"Hemmm lihat saja nanti, kalau perlu maka aku akan meminta bantuan... Paman siap-siap saja" ucap Hiro sambil tersenyum tenang.


"Haha terimakasih paman.." ucap Hiro.


Kemudian mereka berbincang-bincang santai hingga malam hari dan Hiro pun di antarkan ke ruangannya yang telah di siapkan.


Hingga keesokkan harinya seluruh istana kekaisaran melakukan pemeriksaan besar-besaran ke seluruh penjuru wilayah Dunia Es. Entah apa yang mereka cari, karena tidak ada konfirmasi dari pihak kekaisaran.


"Hoammm~.. sial, malam tadi aku terlalu banyak minum" ucap Hiro yang baru bangun merasakan kepalanya masih pusing akibat minum dengan Ling San.


{Akhirnya anda telah bangun tuan, sistem kira anda tidak akan bangun lagi}


"Cihh, apa sih pagi-pagi sudah memancing keributan!" ucap Hiro.


{Ahh tidak, sistem hanya ingin memberitahukan kepada anda bahwa akan ada misi yang harus anda selesaikan...}


"Misi? Misi apa?" tanya Hiro.


{Misi mengungkap kebenaran tentang kehancurannya masa kejayaan anda dulu...}


"Haishh ternyata itu.. ku kira misi apaan"


"Tanpa di jadikan misi pun, aku pasti menyelidikinya" ucap Hiro.


{Oh baguslah, kalau begitu apa sistem harus menarik kembali misinya?}


"Apa dulu hadiahnya? Kalau bagus akan aku terima" ucap Hiro.


{Hadiahnya adalah kehidupan yang damai dan tenang selamanya hingga anda mati}


"Hemmm tidak mau, ganti hadiahnya" ucap Hiro.


"Itu bukanlah hadiah kalau begitu, karena sudah jelas kehidupan ku bakal damai dan tenang kalau semuanya telah selesai"


{Hemmm kalau begitu sistem akan berikan 1 kali kesempatan untuk mengajukan permintaan apapun dan akan dikabulkan}


"Menarik sih tapi kurang greget!" ucap Hiro.


{Hahh... Yasudah masalah hadiah bisa di atur, jalani saja dulu misinya!}


"Hemmm..."


"Tuan muda? Apa anda sudah bangun?"


Tiba-tiba terdengar sebuah suara dari luar memanggil Hiro.


"Ada apa?" jawab Hiro.


"Ini saya, Ling San... Apa anda akan ikut makan bersama kami?" ucapnya.


"Boleh tunggu sebentar" ucap Hiro kemudian bersiap-siap dan keluar.


Di ruang makan kini telah ada beberapa orang yang tentu Hiro sudah kenal, di antaranya Yan Xiu dan yang lainnya.


"Oh kalian belum pulang?" tanya Hiro.


"Kami bukannya belum pulang tuan... Tapi tidak di ijinkan pulang" ucap Ning Quan sambil melihat Ling San yang memalingkan wajahnya.


"Oh begitu, bagaimana kalau nanti kalian ajak aku ke wilayah kalian?" ucap Hiro.


"Ide bagus tuan muda! Saya mendukungnya!" ucap Ling San yang tiba-tiba bersuara sangat bersemangat.


Hiro cukup terkejut dengan suaranya Ling San, begitupun dengan yang lainnya.


"Ekhem, maksud saya ide bagus anda pergi bersama mereka tuan, karena kedatangan anda sudah pasti di sambut dengan baik oleh mereka semua" ucap Ling San.


"Benarkah? Apa kamu sudah memberikan kabar mengenai keberadaan diriku di sini?" tanya Hiro.


"Ahh belum tuan muda, saya tidak berani berbicara tentang anda tanpa seijin dari anda dulu" ucap Ling San.


"Baguslah, baik nanti siang kita langsung berangkat saja karena kalian juga pasti sangat merindukan keluarga kalian bukan?" ucap Hiro sambil tersenyum.


Sedangkan Yan Xiu dan yang lainnya pun tersenyum namun senyum nya di paksakan karena di dalam hati mereka sedang gelisah.


'Bagaimana ini?!'


***


Terimakasih buat teman-teman yang telah memberikan Like dan Vote nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


Author doakan semoga sehat selalu buat para pembaca yang suka memberikan Like dan Komen, entah itu komentar positif ataupun negative.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...