
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di medan perang yang kacau balau para pasukan manusia lari kocar-kacir karena sudah tidak sanggup lagi menahan serangan gerilya yang di lakukan oleh para monster.
"Jendral! kita harus segera pergi karena formasi telah hancur lebur tidak sanggup menahan lebih lama lagi!" ucap seorang prajurit.
"Kalian lari lah terlebih dahulu, nanti aku menyusul. Tidak perlu khawatir lari lah karena aku akan mengulur waktu agar kalian selamat!" ucap jendral tersebut.
"Tidak jendral!!! kita harus selamatkan diri bersama-sama, kami tidak rela apabila harga diri kami terluka karena anda harus berkorban demi kami" ucapnya dengan tegas dan tidak terima atas usulan jendral tersebut.
"Jangan banyak bicara! cepat pergi saja dari sini, aku yakin pasti akan terjadi suatu keajaiban!" ucap jendral dengan keras memerintahkan prajuritnya itu melarikan diri.
DRAP…DRAP…DRAP…
DUG…DAG…DUG…DAG…
Suara langkah kaki yang berat dan besar terdengar dari ribuan monster yang berlari mengejar mereka.
Hati para prajurit bergetar karena ketakutan, semangat juang mereka telah pupus pada saat formasi pertahanan hancur.
"Jendral!! cepat kita pergi!"
"Haishh kau berisik sekali, cepat pergi dari sini jangan pedulikan aku!" ucap jendral.
BOMMMM…
Para monster raksasa, mereka melempari para pasukan manusia yang berlarian dengan menggunakan batu besar hingga tercipta suatu ledakan dan lubang yang sangat besar.
Beruntung nya tingkat akurasi lemparan monster tersebut jadi tidak ada yang terkena atas serangan lemparan batu tersebut.
"Sial!! untung saja mata dia picek kalau tidak banyak yang mati" ucap jendral.
"Sangat berbahaya sekali mereka jendral, melempar batu besar seperti melempar kapas" ucap prajurit.
"Lebih baik aku mati terhormat bersamamu jendral daripada pada saat lari aku mati dengan cara hina" ucap prajurit itu dengan tegas.
******GROAAAAAA******!!!
SWOSHHHH…
Tiba-tiba muncul segerombolan monster bersayap yang berterbangan di atas mereka dengan membawa sebuah batu besar di kakinya dan di jatuhkan ke bawah dimana para prajurit berlarian.
"Monster apalagi itu sialan?!! kenapa banyak sekali bermunculan" ucap jendral dengan marah dan kesal karena tidak ada habisnya muncul para monster tidak normal.
"Apa ini hukuman dari Dewa karena kita ada melakukan suatu kesalahan?" ucap prajurit tersebut.
"Dewa tidak akan asal menghukum hambanya, berpikir saja untuk melarikan diri saat ini karena firasat ku mengatakan bahwa semakin lama kita disini maka semakin berbahaya" ucap jendral, ia pun menyarung kan kembali pedangnya dan berlari bersama prajurit nya.
"Akhirnya anda mau mengikuti perkataan saya jendral, bukankah akan lebih baik lagi apabila sedari tadi anda setuju dengan perkataan saya?" ucap prajurit tersebut sambil berlari.
"Jangan dulu berbicara! sekarang fokus untuk menyelamatkan diri" ucap jendral.
"Hahaha aku tidak masalah apabila mati jendral karena suatu kehormatan dapat berlari bersama anda!" ucap prajurit tersebut.
"Cihh dasar gila! beritahu namamu dan dari kamp mana kamu? setelah ini berakhir aku akan mencari mu dan menghukum dirimu yang lancang ini" ucap jendral tetapi dengan raut wajah tersenyum lebar.
"Namaku Zigot jendral, dari kamp Alpha" ucap prajurit yang bernama Zigot tersebut.
"Baiklah setelah ini selesai nikmati lah hari-hari tenang mu sampai aku datang menemui" ucap jendral dengan wajah serius.
"Suatu kehormatan bagi saya jendral!" ucapnya sambil memberi hormat pada saat sedang berlari.
Sungguh suatu kejadian langka dan aneh, dimana posisi mereka saat itu tengah di kejar-kejar oleh ribuan monster tetapi mereka berdua masih dapat berbincang-bincang dan bercanda tawa dengan riang nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...