Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Toto


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kau?!! berani-beraninya seperti itu kepada guru kami!" ucap Ryu dengan penuh amarah.


"Pukul lebih keras kak! orang yang meremehkan guru harus di beri pelajaran lebih dari biasanya!" ucap Toru pun ikut terpancing emosi.


Bahkan Lalita pun tengah mengucapkan mantra yang sangat panjang yang berartikan bahwa ia akan mengeluarkan sihir tingkat tinggi.


Orang-orang telah menjauhi Hiro dan yang lainnya karena takut terlibat akan sesuatu yang tidak bisa mereka tangani nantinya.


Sosok yang di serang oleh Ryu ternyata masih hidup hanya saja di sekitarnya yang hancur berantakan.


Hiro yang melihat hal tersebut tersenyum menemukan kembali sesuatu yang membuatnya tertarik.


"Kalian berhentilah!" ucap Hiro dengan tegas.


Para muridnya tentu saja langsung berhenti saat mendengar perkataan Hiro yang begitu tegas, tetapi mereka bertanya-tanya mengapa Hiro menghentikan mereka padahal sosok tersebut telah bertindak keterlaluan.


"Diam dan tenanglah, biar aku yang urus" ucap Hiro kemudian mendekati sosok tersebut dengan tenang tanpa ada rasa takut sedikitpun karena ia sudah menyuruh sistem untuk bertindak cepat tanggap apabila sosok tersebut melakukan sesuatu yang aneh.


"Apa kau punya urusan denganku?" ucap Hiro.


Sosok tersebut masih tetap terdiam tidak berbicara sepatah katapun.


"Kalau tidak ada urusan mengapa kau melakukan penyerangan?" ucap Hiro kembali.


Sosok tersebut hanya melirik tajam ke arah Hiro dengan wajah yang tertutup tetapi terlihat dari matanya bahwa ia ada sesuatu yang akan di bicarakan.


"Hahh baiklah kalau tidak ada yang ingin kau bicarakan, silahkan bicara dengan para murid-murid ku" ucap Hiro berbalik badan untuk meninggalkannya.


Tetapi setelah beberapa langkah Hiro pergi, sosok tersebut tiba-tiba memanggilnya.


"Tunggu!" ucapnya dengan dingin.


Hiro tersenyum kecil dan membalikkan badannya menatap sosok tersebut.


"Ada apa? bukankah kita tidak ada urusan?" ucap Hiro.


"Duduk, kita perlu bicara" ucapnya.


Hiro mengangkat alisnya dan duduk begitu saja.


Sosok tersebut melambaikan tangannya dan tercipta lah sebuah pelindung beserta peredam suara.


Hiro tidak panik sama sekali malahan ia tersenyum tenang.


"Jadi ada apa?" tanya Hiro.


"Apa kau bukan dari dunia ini?" ucapnya.


Hiro terkejut mendengarnya, ia kira apa yang akan sosok tersebut bicarakan tetapi ternyata sesuatu yang mengejutkan keluar dari mulutnya itu.


"Bagaimana kau tahu?!" ucap Hiro berubah menjadi dingin, reaksi tenangnya tadi bagaikan angin lalu.


"Terlihat jelas dari aura mu yang sangat aneh, tidak kuning apalagi biru tetapi suatu perpaduan dari banyaknya warna hal tersebut bukanlah sesuatu yang wajar di dunia ini" ucapnya kembali.


Hiro terdiam tetapi ekspresinya tetap tidak berubah sama sekali.


"Terus?" ucap Hiro singkat.


"Tidak perlu waspada seperti itu, karena aku pun orang baru di dunia ini" ucapnya sosok tersebut mulai terbuka kepada Hiro.


Tapi tetap saja Hiro harus waspada terhadapnya karena ia telah mengetahui asal usulnya yang bukan dari dunia ini.


"Apa yang kau inginkan setelah mengatakan ini?" ucap Hiro.


"Bekerjasama lah denganku…" ucapnya dengan serius.


Hiro sedikit terdiam bisa di bilang tidak menduga akan ada pernyataan seperti itu darinya.


"Soal apa? menguasai dunia? menyerang musuh?" ucap Hiro.


"Bantu aku keluar dari sini" ucapnya.


"Keluar? memangnya kamu tidak bisa keluar sendiri?" ucap Hiro.


"Kau tahukan bahwa orang luar masuk ke dunia ini maka levelnya akan di rubah kembali menjadi dari awal? tentu saja hal itu cukup merepotkan ku, kalau menggunakan kekuatan ku yang dulu bukanlah hal yang sulit untuk keluar dari sini tetapi saat ini…" ucapnya dengan perasaan tertekan.


Hiro mengangguk mengerti apa yang sosok itu maksud karena dirinya pun sama sepertinya.


"Apa membantumu keluar dari sini menguntungkan ku?" tanya Hiro.


"Akan aku buat kamu tidak merasa kecewa karena telah bekerjasama denganku?" ucapnya.


"Seberapa yakin kamu?" tanya Hiro kembali.


"96% yakin bahwa kamu pasti tidak akan menyesal" ucapnya dengan yakin sekali.


Hiro cukup tertarik dengan keyakinannya itu, tetapi ia harus memikirkan hal lainnya terlebih dahulu.


"Baiklah tapi aku minta satu hal padamu dan itu adalah sesuatu yang harus di lakukan oleh mu" ucap Hiro.


"Syarat? baiklah aku akan memenuhi nya apapun itu" ucap sosok itu.


"Selidiki tentang penyihir hitam atau BLACKLIST dan cari tahu dimana markas mereka, cukup itu saja" ucap Hiro.


Sosok itu sedikit terkejut mendengar persyaratan yang Hiro ajukan.


Ragu-ragu terlihat di wajahnya, hal itu membuat Hiro sedikit merasa curiga ada sesuatu antara sosok itu dengan BLACKLIST.


"Apa BLACKLIST ada kaitannya dengan mu?" tanya Hiro.


Sosok itu untuk beberapa saat hanya terdiam tidak mengucapkan apapun.


Dan itu membuat Hiro semakin yakin adanya kaitan antara BLACKLIST dengan dirinya.


"Hah sudahlah kalau kau tidak mau terima persyaratan ku itu, hubungan kerjasama ini tidak bisa di laksanakan" ucap Hiro saat melihat sosok itu masih terdiam selama beberapa menit lamanya.


Sosok itu kemudian berdiri dan mengeluarkan auranya.


"Ada urusan apa kamu dengan BLACKLIST?" tanya nya dengan dingin.


Hiro tidak merasakan apapun saat aura sosok itu berusaha menekan nya.


"Kau tidak perlu tahu, tapi kalau kau memiliki kaitan dengan kelompok atau apalah BLACKLIST itu maka satu hal yang perlu kau tahu, aku adalah Malaikat Pencabut Nyawa kalian!" ucap Hiro dengan dingin pula, serta melawan balik aura sosok itu hingga menjatuhkan terkapar di lantai.


Bergetar? tentu, ia sangat ketakutan sekali saat ini karena sekian lama dirinya hidup di dunia sekarang baru kali ini ia merasakan aura yang luar biasa hebat menekan dirinya hingga jatuh terkapar di lantai.


Ia menatap pucat Hiro yang sedang menatap tajam pula ke arahnya, ia benar-benar merasa bahwa dirinya hanyalah seekor hewan buruan sedangkan Hiro adalah hewan pemburu yang sesungguhnya.


"Baik-baik aku terima syaratmu!" ucapnya ketakutan.


Hiro tersenyum kecil sambil berkata, "Aku berubah pikiran karena sepertinya dirimu ada kaitannya atau hubungannya dengan BLACKLIST".


"Jadilah bawahan ku dan tunjukkan dimana lokasi persembunyian BLACKLIST" ucap Hiro dengan senyum dinginnya.


Merasa melawan pun tidak akan bisa membuat sosok itu terpaksa menerima semua perkataan Hiro untuk menyelamatkan nyawanya.


Hiro tersenyum puas kemudian menarik kembali semua auranya beserta melambaikan tangannya menghancurkan pelindung yang di buat oleh sosok tersebut.


Sedangkan pelaku yang membuat pelindung tersebut hanya bisa tercengang saat melihat Hiro yang begitu mudahnya menghancurkan pelindung buatannya itu.


"Sudah cukup terkejutnya sekarang jalinlah kontrak denganku!" ucap Hiro kemudian membuat sebuah lingkaran sihir antara tuan dan budak.


Sosok itu hanya bisa berdiam pasrah menerima semuanya dan dalam beberapa menit, kontrak perjanjian telah di buat saat ini Hiro telah sah atau resmi menjadi tuan dari sosok tersebut.


"Sebutkan namamu biar aku mudah memanggil mu" ucap Hiro.


"Nama saya Tutu tuan!" ucapnya dengan hormat.


"Hemmm Tutu?"


"Benar tuan" ucap sosok tersebut bernama Tutu.


"Baiklah, tugas pertama mu sebagai bawahan ku adalah beritahukan semua tentang BLACKLIST secara lengkap!" ucap Hiro dengan tegas.


"Baik tuan! apapun yang anda inginkan akan saya kabulkan" ucapnya hormat.


Setelah itu semua Hiro menyuruh para muridnya untuk menemui pemilik restoran dan memberikan satu kantong koin emas sebagai kompensasi kerusakan yang terjadi pada bangunannya.


Setelah itu Hiro pergi ke suatu tempat untuk berbicara empat mata dengan Tutu.


***


Di suatu hutan belantara di atas batu besar terdapat seorang pria menatap ke arah pria yang ada di bawahnya.


"Jelaskan semuanya kepadaku!" ucapnya dengan tegas.


"Baik tuan…"


"BLACKLIST adalah sekelompok penyihir hitam yang saya bentuk waktu pertama kali terjebak di dunia ini, saya mengumpulkan beberapa penyihir hitam yang sengsara dan hidup menyedihkan di dunia ini. Pada awalnya saya membuat kelompok tersebut hanya untuk penelitian tentang dunia ini beserta mencari cara untuk keluar dari dunia ini tetapi karena hasilnya nihil membuat saya frustasi dan memutuskan untuk menghancurkan dunia ini…"


"Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun kelompok BLACKLIST mulai menjadi sangat kuat hingga membuat seluruh orang di dunia ini ketakutan, teror demi teror kami lakukan untuk menghancurkan secara perlahan dunia ini hingga suatu saat saya merasakan energi yang sangat besar tiba-tiba muncul di dunia ini dan saya sangat yakin sekali bahwa pemilik dari energi itu bukanlah dari dunia ini melainkan orang luar sama seperti saya"


"Dan di restoranlah pertemuan kita tuan…" ucapnya menjelaskan secara menyeluruh tentang BLACKLIST.


"Hemmm begitu, dimana letak persembunyian kelompok mu itu?" tanya Hiro.


"…"


"Hemmm…"


{Bisa tuan, mohon tunggu sebentar…}


{Memperbarui misi…}


{Mengendalikan/menguasai kelompok BLACKLIST dan batalkan misi kelompok tersebut dalam menghancurkan dunia}


'Terimakasih sistem' ucap Hiro tersenyum senang karena dengan begini maka akan semakin mudah menyelesaikan nya.


"Kembalilah ke kelompok mu itu dan segera batasi pergerakan mereka, tunggu aku disana" ucap Hiro dengan tegas.


"Baik tuan, hamba akan selalu menunggu anda sampai kapanpun!" ucap Tutu memberi hormat dan pergi menjalankan perintah Hiro.


Satu masalah yang mengganggunya kini telah selesai, hingga saat ini ia dapat hidup tenang terlebih dahulu di dunia baru ini.


'Apa aku harus berkuasa lagi seperti dulu?' pikir Hiro.


***


Setelah pembicaraan dengan Tutu, Hiro kembali ke tempat para muridnya berada.


Ternyata para muridnya telah menyewa penginapan baru dan pemiliknya sama dengan penginapan/restoran sebelumnya yang ia hancurkan.


Pihak penginapan memberikan harga setengah karena kantong berisi koin emas Hiro terlalu banyak untuk sebagai kompensasi.


Hiro tidak peduli sebenarnya tentang hal tersebut, jadi ia masuk saja kedalam ruangannya tanpa membicarakan apapun.


Hiro pun menuju ke dunia jiwa untuk memberi kabar keluarganya.


Di dalam dunia jiwa tentu saja terjadi suatu drama pertemuan antara Hiro dan keluarganya karena sudah lama tidak memberi kabar.


"Kemana saja dirimu nak? kau tahu kami sangat mengkhawatirkan dirimu karena kami tidak mendapatkan kabar apapun setelah waktu itu!" ucap ibunya memarahi Hiro karena khawatir.


"Maafkan aku bu, karena banyak sekali hal yang harus kulakukan di luar" ucap Hiro menenangkan keluarganya.


"Hoo kenapa kalian diam saja? tidak merindukan aku?" ucap Hiro sambil tersenyum manis ke arah para istrinya.


Tentu saja dengan cepat para istrinya melesat ke pelukan Hiro karena sangat-sangat merindukan Hiro.


"Kalau kalian seperti ini maka malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang" ucap Hiro tersenyum mesum.


Wajah para istrinya menjadi sangat merah mendengar perkataan Hiro yang sangat memalukan itu karena disana terdapat seluruh anggota keluarganya.


Tetapi Hiro tidak peduli karena memang sudah sangat lama menahan hasratnya.


Dan benar saja malam berlalu menjadi sangat panjang sekali, suara lembut para istrinya sangat merdu menambah kesan malam yang indah.


Keesokan harinya Hiro telah kembali menjadi segar karena sesuatu yang telah ia tahan begitu lama akhirnya keluar juga.


Wajahnya pun menjadi cerah dan penuh senyum membuat seluruh istana dunia jiwa merinding.


Keluarganya pun menghela nafas panjang melihat perilaku putranya itu.


"Nak, apa kita tidak bisa kembali ke dunia kultivator?" tanya ibunya yang pertama.


"Ada apa bu?" tanya Hiro heran karena tiba-tiba ibunya ingin kembali.


"Apa kamu sudah melupakan kakak wanita mu hah? dia kan tidak ikut karena harus latihan tertutup yang di lakukan nya untuk menambah kekuatannya saat melihat dirimu lebih kuat darinya" ucap ibu pertama Hiro.


Hiro pun terkejut mendengarnya karena memang ia sudah melupakan kakaknya tersebut.


"Maaf aku lupa bu, tapi untuk saat ini kita belum bisa karena kekuatan ku belum cukup untuk menembus ruang dan waktu di dunia baru tersebut" ucap Hiro menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Hahh baiklah kalau begitu nak tidak apa-apa, tapi perkiraan berapa lama kita bisa kembali?" ibunya kembali bertanya.


"Untuk saat ini masih belum bisa di perkirakan" ucap Hiro.


Mereka pun terdiam. Hiro benar-benar sangat merasa bersalah karena melupakan kakak satu-satunya.


"Tapi akan aku usahakan kita akan kembali dalam 1 tahun" ucap Hiro dengan serius dan yakin.


Ayahnya pun mengalihkan pembicaraan karena suasananya terlalu berat.


Setelah berbincang-bincang dengan keluarganya Hiro pun memutuskan untuk kembali ke dunia luar karena para muridnya pasti akan mengkhawatirkan dirinya apabila terlalu lama di dunia jiwa.


***


................


>Nama : HIRO AKAME


>Umur : 10.020 Th


>Level : Murid (Gold)


>Status :


- SANG ABSOLUTE


- Penyihir (A+)


- Bela Diri (B)


>Ras : -


>Gelar : -


>Job : -


>Elemen :


- Void ( Kehampaan )


>Tipe Tubuh :


- Perfection


>Teknik/Skil :


- Penciptaan ( Creation )


>Poin Sistem : 7.000 poin


>Poin Pengalaman : 0/1.000 poin


>Senjata :


- Pedang Penghancur Surga Dan Neraka(Dewa)


- Pedang Langit Suci (Dewa)


>Artefak :


- Gelang Mustika Naga


- Gelang Kekacauan


- Absolute Ring


>Penyimpanan :


- Kotak Hadiah Misteri (???)(10)


>Partner/Beast Kontrak :


- Long Wang ( Kaisar Naga )


- Yuki ( Kaisar Kura-kura )


- Raa ( Ratu Phoenix )


- Savier ( Sleipnir )


- Combine ( Emperor of Monster )


>Bawahan :


- Raphael ( Kaisar Malaikat )


- Diablo ( Kaisar Iblis )


- Rachel ( Ratu Dewa )


- Liya ( Ratu Elf )


- Gorgon ( Raja Dwarf )


................


{Misi Darurat telah selesai…}


{Memberikan hadiah, sebelumnya sistem harap anda pergi ke tempat jauh dari penduduk tuan}


"Hemmm? apa akan bahaya kalau langsung berikan disini?" tanya Hiro.


{Tentu tuan karena akan ada suatu dampak yang sangat besar dari efek kembalinya kekuatan anda}


"Hemmm baiklah carikan tempat aman tersebut" ucap Hiro kemudian pergi ke suatu tempat sesuai arahan sistem.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...