Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Suara misterius


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa ini?" tanya Tutu.


"Hemmm entahlah, tapi sepertinya sesuatu yang sangat berharga" ucap Hiro.


"Anting-anting?" ucap Tutu saat melihat benda tersebut.


Hiro pun memeriksanya dengan mengaliri anting-anting tersebut dengan energi nya.


'Hemmm seperti… Apa yah namanya lupa aku, jalur 9 Vena benarkan sistem?' pikir Hiro.


{Entahlah sistem juga lupa}


'Hah? masa kamu lupa sistem?' ucap Hiro terkejut.


{Mungkin benar, anggap saja seperti itu tuan tidak perlu ribet}


'Hemmm baiklah, apa gunanya ini sistem?' tanya Hiro.


{Belum di ketahui…}


'Hah?! apa maksudnya?' tanya Hiro.


{Pakai saja terlebih dahulu tuan, selama anda memakai nya maka sistem akan mengindentifikasi apa fungsi dari anting-anting tersebut}


'Haishh baiklah tinggal pakai kan?'


SWOSHHHH…


Hiro pun memasangkan nya di kedua telinga nya, saat telah di pasang seketika goa tersebut diterpa angin besar.


"T-tuan!!! sepertinya gua ini akan runtuh!" ucap Tutu panik saat goa mulai bergetar dan dinding nya retak.


'Berapa lama lagi sisa waktu ku sistem?' tanya Hiro.


{2 jam tuan}


Hiro mengangguk dan tersenyum tenang.


"Jangan khawatir kita keluar saja sekarang" ucap Hiro.


BZRRRRTTTT…


Hiro pun memasangkan array pelindung di sekitar mereka agar tidak terkena pecahan langit-langit goa.


***


Satu jam kemudian Hiro dan Tutu akhirnya telah berhasil keluar dengan selamat tanpa terluka sedikitpun.


"Hah…hah…hah… Terimakasih tuan, berkat anda kita semua bisa selamat" ucap Tutu dengan senang.


"Hahaha tidak masalah lagipula aku mendapatkan harta karun yang sangat berharga berkat dirimu, katakan saja apa yang kau inginkan sebagai hadiah dari ku" ucap Hiro.


"Ahh, tidak usah tuan…" ucap Tutu.


"Sudahlah cepat katakan saja, apa yang kau inginkan… Kalau sekarang tidak ada katakan saja kapan-kapan apabila kau memiliki keinginan apapun itu" ucap Hiro.


"Baik tuan, terimakasih" ucap Tutu.


Hiro mengangguk dan berjalan kembali mencari tempat peristirahatan.


Pada malam harinya Hiro terbangun karena merasakan hawa kehidupan yang tiba-tiba mendekat ke tempat mereka istirahat.



Tidak ada jawaban sama sekali tetapi dari suara langkah kakinya semakin mendekat.


Hiro pun mengeluarkan pedang Langit Suci nya dan bersiap-siap untuk menebas apapun yang muncul.


"Skil Creation : Lighting Slashing!" ucap Hiro.


SWOSHHHH…


CRACK… DUARRRR… ZRRTTT


Puluhan hingga ratusan pohon tumbang akibat terkena jalur tebasan pedang Langit Suci dan juga kilatan petir merambat di tanah membuat pemandangan di depannya terlihat sangat menakutkan.


Tetapi Hiro masih merasakan hawa kehidupan tersebut.


'Cihh apa sih itu? sampai-sampai tebasan dari pedang Langit Suci saja tidak bisa menghabisi nya' ucap Hiro dalam hatinya.


"Tenanglah, aku bukan musuh mu" tiba-tiba terdengar suara yang berat dari berbagai arah, Hiro melihat sekelilingnya mencari orang dari pemilik suara tersebut. Tetapi di sekitarnya sama sekali tidak ada yang terlihat siapapun itu.


"Ayolah! tunjukan wujud mu jangan hanya suara saja" ucap Hiro dengan keras.


"Ada apa tuan?" tanya Tutu yang terbangun karena mendengar keributan.


Hiro menyuruhnya untuk diam dan berjaga-jaga memantau sekitar mereka.


Hiro yang terlihat serius membuat Tutu pun berhati-hati tanpa lengah sedikit pun.


"Tunggulah sebentar lagi, kita akan segera bertemu dan pada saat itu telah tiba maka kamu akan tahu siapa kami" ucap suara tersebut kemudian menghilang tidak bersuara kembali.


Hiro terdiam mencerna perkataan suara misterius itu, satu hal yang aneh menurut nya yaitu ia yakin bahwa suara tersebut hanya satu orang tetapi apa maksudnya 'kami?'.


Hiro ingin bertanya kepada sistem tetapi tidak jadi karena ia tahu saat ini sistem sedang mengindentifikasi anting-anting miliknya itu, maka ia tidak boleh mengganggunya.


"Apa itu tadi tuan? suara siapa?" tanya Tutu.


"Entahlah aku pun tidak tahu, tiba-tiba datang setelah itu pergi kan tidak jelas" ucap Hiro.


"Anda tidak mengenal nya tuan?" tanya Tutu.


"Bagaimana bisa aku tahu, aku kenal dia atau tidak? sedangkan sosok batang hidungnya saja tidak nampak" ucap Hiro.


"Kalau begitu, lawan atau kawan?" tanya Tutu.


"Haishh sudahlah! kenapa kau cerewet sekali? aku tidak peduli mau lawan atau kawan juga" ucap Hiro kemudian kembali masuk ke tenda nya dan melanjutkan tidurnya. Sedangkan Tutu karena sudah terbangun maka ia berjaga sampai pagi.


Setelah pagi hari nya pun mereka langsung saja melanjutkan perjalanan entah kemana tujuannya tidak jelas sama sekali.


"Semoga terjadi sesuatu yang menarik lagi hari ini" ucap Hiro penuh harap.


"Benar tuan… Rasanya hidup damai dan tenang seperti ini pun sama sekali tidak menyenangkan, apa mungkin karena kita terlalu banyak terjun ke medan perang?" ucap Tutu.


"Entahlah mungkin saja seperti itu, lebih baik berperang dengan banyak pasukan daripada berperang melawan rasa bosan" ucap Hiro.


{Sistem telah berhasil mengindentifikasi anting-anting tersebut tuan…}


{Menurut hasil dari data yang sistem dapatkan, anting-anting tersebut adalah…}


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...