Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Memulai Perjalanan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Hoaammm … Sudah lama aku tidak tidur sepulas ini " Ucap Hiro yang baru bangun .


Tok…Tok…Tok…


Terdengar ketukan pintu saat Hiro akan pergi ke kamar mandi .


" Siapa ? Ada apa ? " Tanya Hiro .


" Ini saya tuan Rachel … Kapan kita berangkat tuan ? " Tanya suara yang di balik pintu ternyata Rachel .


" Ohhh sebentar aku membersihkan badan dulu dan nanti kita bicarakan saat sudah selesai sarapan " Ucap Hiro .


" Baik tuan " Jawab Rachel .


Setelah selesai mandi Hiro pun pergi ke ruang makan dan ia melihat disana sudah tersaji berbagai makanan dan Rachel yang menunggunya .


Mereka pun sarapan terlebih dahulu setelah nya membahas kepergian mereka .


" Kita berangkat sekarang Rachel … Apa kau sudah siap ?" Ucap Hiro .


" Sudah tuan " Jawabnya .


" Bagus lah kalau begitu ayo kita keluar " Ucap Hiro dan pergi keluar istana .


" Ryu sementara aku tidak ada kamu lah pengganti ku dan beritahu kaisar Githen bahwa Raja Kerajaan Moonlight akan di ganti siapa orangnya terserah dia saja " Ucap Hiro berpesan pada Ryu .


" Baik Yang Mulia akan saya laksanakan … Anda berhati-hatilah Yang Mulia kami menunggu kepulangan anda ! " Ucap Ryu .


Hiro tersenyum mengangguk dan menghilang bersama Rachel .


********


Hiro yang berteleportasi muncul kembali di perbatasan Kekaisaran Dewantara .


" Yue keluarkan peta misterius itu " Ucap Hiro .


Sebuah peta muncul di tangan Hiro dan ia melihat ke arah mana ia harus pergi .


" Hmmmm … Sepertinya kita harus pergi ke arah barat daya " Ucap Hiro memutuskan arah tujuannya saat membaca peta .


" Kira-kira disana terdapat hal menarik apa yah tuan ? " Tanya Rachel .


" Entah lah tapi aku harap sesuatu hal yang berharga dan menarik " Ucap Hiro tersenyum .


Rachel mengangguk dan tersenyum .


" Baiklah perjalanan kali ini sepertinya bakalan agak membutuhkan banyak waktu " Ucap Hiro kemudian melangkahkan kakinya ke arah barat daya .


Hiro dan Rachel terus melangkahkan kakinya mengikuti arahan dari peta sampai sore mereka harus membangun tenda untuk beristirahat .


" Yue apakah di toko sistem menjual makanan ? " Tanya Hiro .


{ Ada Tuan … }


Hiro pun melihat tabel disana ia melihat berbagai macam makanan di dunia sebelumnya .


Hiro memutuskan untuk makan dengan Ayam bakar asam manis dan minumnya Ice lemon tea sedangkan untuk Rachel minumnya Jus Mangga .


" Apa ini Tuan ? " Tanya Rachel yang melihat minuman dan makanan yang asing menurutnya .


" Ohhh ini adalah ayam bakar dan minuman nya Jus Mangga atau bisa di sebut Minuman berasal dari buah " Jelas Hiro .


Rachel hanya mengangguk walaupun masih tidak mengerti .


" Cobalah terlebih dahulu kamu pasti suka " Ucap Hiro kemudian membagi 2 ayam bakarnya .


" Selamat makan " ucap Hiro kemudian menyantap ayam bakar dengan begitu lahap .


Melihat Hiro makanya dengan lahap membuat Rachel penasaran dengan rasa nya .


Saat ia memasukan potongan daging ayam bakar itu , ia terkejut karena begitu enak dan cocok dengan seleranya ia pun memakannya dengan lahap sama seperti Hiro , setelah nya ia mencoba meminum minuman yang menurutnya mencolok karena berwarna kuning terang, sekali lagi ia terkejut dengan rasanya yang begitu segar manis dan asam itu .


" Enak sekali tuan … Boleh tambah ? " Ucap Rachel dengan malu-malu.


Hiro hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum kemudian mengeluarkan kembali ayam bakar dan jus nya .


Rachel dengan cepat memakannya , Hiro melihatnya tersenyum karena ia pun baru merasakan karena dulu ia tidak mampu membelinya .


" Baiklah tuan selamat malam " Ucap Rachel kemudian masuk kedalam tenda untuk tidur .


Hiro berjaga di bawah pohon dekat tenda dengan menatap ke arah langit yang penuh bintang .


' Aku harap tidak akan pernah lagi merasakan hal menyakitkan dan menyedihkan seperti di dunia sebelumnya '


Tidak terasa matahari pun terbit dan Rachel keluar dari tendanya melihat Hiro yang sedang bermeditasi tapi sebenarnya ia sedang mengobrol dengan Sistemnya .


" Tuan ? " Panggil Rachel .


Hiro pun membuka matanya menatap ke arah Rachel .


" Kau sudah bangun ? Baguslah mari bersiap untuk melanjutkan perjalanan " Ucap Hiro sambil bangkit berdiri .


" Baik tuan " Rachel pun membereskan tenda dan hal lainnya .


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sesuai arah peta yang menunjukkan bahwa kalau mereka terus berjalan ke arah barat daya mereka akan menemukan sebuah desa yang terpencil .


Tidak lama kemudian perjalanan dengan berjalan kaki mereka menemukan sebuah desa ? menurut peta namun yang Hiro liat adalah kota kecil bukan desa ! .


" Apa-apaan ini ? Apakah peta nya salah ? Disini seperti desa namun liat kedepan itu bukan lah desa kecil tapi sebuah kota kecil !! " Ucap Hiro .


" Hmmmm Mungkin desa kecil itu sudah berkembang menjadi kota kecil tuan " Jawab Rachel .


" Yah mungkin saja ? " Ucap Hiro tenang kembali .


Mereka pun mendekati kota kecil itu dan melihat banyak sekali orang yang keluar namun mereka tidak melihat adanya orang yang mengantre memasuki kota seperti hal nya kota yang biasanya .


' Mungkinkah karena terpencil dan di tengah huta jadi tidak banyak yang tau tentang kota ini ? ' Pikir Hiro .


" Siapa kalian ! " Teriak penjaga gerbang saat melihat Hiro dan Rachel menuju ke arah kota nya .


" Maafkan kami tuan … kami hanya seorang petualang yang tersesat " Ucap Hiro berbohong .


" Petualang ? Di tingkat apa kalian ? " Tanya nya ragu .


" Kami di tingkat SS di kota sebelumnya " Jawab Hiro .


Penjaga itu agak kebingungan karena tidak mengerti dengan tingkatan petualang Hiro karena mungkin berbeda dengan tingkat petualang di kota ini .


" Kalau begitu kalian di test kembali agar bisa memasuki kota ini , apa tidak masalah ? " Tanya penjaga itu sopan dan bertindak berhati-hati .


" Tidak masalah " Ucap Hiro .


" Baik kalau begitu mari ikuti aku " Ucap penjaga itu kemudian memimpin arah jalan .


Mereka pun sampai di pos penjaga di sebelah timur gerbang kota .


" Komandan ada 2 orang baru yang ingin memasuki kota dan mereka para petualang di kota sebelumnya jadi perlu untuk di tes kembali " Ucap nya melaporkan hal yang terjadi tadi kepada komandan nya .


" Hmmmm… Baiklah " Ucap komandan itu kemudian mengeluarkan Kristal yang hampir sama saat di Guild Rangker di kekaisaran Dewantara.


" Letakan tangan kalian disini dan semua identitas kalian akan terlihat apabila kalian tidak ada tindak kriminal sebelumnya kalian boleh memasuki kota tapi kalau identitas kalian sebagai bandit atau perampok maka kalian akan kami tahan " Ucapnya .


Hiro dan Rachel hanya mengangguk dan meletakkan tangannya disana bergantian .


Saat tangan Rachel menyentuh bola kristal tersebut mengeluarkan warna putih dan sebuah kertas tiba-tiba muncul di atas bola kristal itu .


Komandan prajurit itu mengambil nya dan memeriksa nya namun seketika badannya bergetar dan langsung berlutut , " Maafkan sikap kami sebelumnya Dewi ! " Ucapnya ketakutan .


Penjaga yang mengantar Hiro dan Rachel Kesana pun terkejut dan langsung berlutut mengikuti Komandan nya meminta maaf kepada Rachel .


Rachel hanya diam dan melihat ke arah Hiro yang meletakkan tangannya ke bola kristal itu mengeluarkan warna emas yang agung dan kertas yang muncul pun berwarna emas .


Hiro mengambil nya dan memberikan ke komandan yang sedang berlutut, " Komandan silahkan di lihat " Ucap Hiro tersenyum .


Komandan itu hanya mengangkat kedua tangannya seperti menerima penghormatan dan saat ia melihat nya badannya langsung lemas keringat dingin keluar di seluruh tubuhnya .


" H-hormat s-sya Y-yang M-mulia P-penguasa ! " Ucapnya dengan sopan dan terbata-bata.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf Teman Sistem Ku 3 Bab Dulu Yah Sore Pulang Kerja Author Up Lagi Kok Tenang Gk Bohong Kalau Sekarang Author Nya Capek + Ngantuk 🙏


Sekali Lagi Maaf Yah 🙏


See You Next Up 👋