Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Basa-basi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa yang sebenarnya terjadi sayang? kenapa kamu sampai bertranformasi menjadi raja naga?" Tanya Yue yang tiba-tiba datang ke tempat Hiro.


"Yah aku terpaksa melakukannya karena kalau tidak bagaimana bisa aku menghentikan mereka yang kehilangan kesadarannya karena terlalu memaksakan diri" Ucap Hiro.


"Haishh bagaimana mungkin mereka bertindak gegabah begitu? ya sudah nanti akan aku suruh para pelayan untuk membawa mereka ke ruang pengobatan" Ucap Yue.


"Hahaha tapi tadi sangat seru sudah lama aku tidak merasakan sensasi pertarungan" Ucap Hiro tertawa senang.


"Hahhh…" Yue menghela nafasnya.


Mereka pun pergi kembali menuju ke istana, sebelumnya Yue telah menyuruh para pelayan untuk membawa bawahan Hiro yang tidak sadarkan diri.


Di dalam ruangannya Hiro memikirkan cara agar para bawahannya bisa mengendalikan kekuatan yang mereka miliki secara sepenuhnya.


"Hmmm kekuatan mereka sangat luar biasa tetapi masalahnya mereka tidak bisa mengendalikannya" Ucap Hiro serius.


"Mungkin sedikit pelatihan akan meningkatkan kontrol pengendaliannya" Ucap Yue.


"Mungkin saja tetapi butuh berapa lama untuk sepenuhnya terkendali?" Ucap Hiro.


"2 tahun paling lama" Jawab Yue.


"Hahh terlalu lama…"


"Mau bagaimana lagi? kekuatan mereka tidak lah kecil makanya memerlukan waktu yang lumayan lama untuk mereka bisa mengendalikannya" Ucap Yue.


"Ahh sudahlah… Aku akan kembali ke dunia luar, katakan kepada mereka kalau aku sangat senang dengan perkembangan mereka tetapi jangan berhenti untuk terus berlatih" Ucap Hiro kemudian menghilang.


***


Hiro yang telah keluar dari dunia jiwa, diri nya berada di ruangan sekte Lautan Suci.


"Ahh benar juga, aku harus segera memasuki laut suci" Ucap Hiro kemudian ia bergegas keluar dan menemui patriak Le In.


Di suatu ruangan sekte Lautan Suci, Patriak Le In yang tengah rapat bersama dengan para tetua di kejutkan dengan kedatangan Hiro.


"Tuan Hiro? ada apa sampai anda menemui saya kemari?" ucap Le in terkejut.


"Ahh tidak aku hanya ingin masuk ke laut suci, bagaimana caranya?" Ucap Hiro dengan tenang.


Para tetua lainnya menatap tidak suka ke arah Hiro, para tetua menganggap Hiro sangat tidak tahu malu dan tidak sopan karena masuk tanpa ijin di saat rapat di lakukan.


"Apa-apaan ini?! tidak tahu malu sekali kamu nak!" Ucap salah seorang tetua.


"Apa kamu tidak tahu kami sedang rapat penting? lancang sekali mengganggu kami dengan masuk tanpa ijin!"


Seketika suasana menjadi panas para tetua yang tidak mengenali Hiro, mengekspresikan rasa tidak suka mereka secara langsung dengan cara memaki Hiro.


Tetua yang sebelumnya memiliki masalah dengan Hiro memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyudutkan Hiro, ia berpikir apabila semua tetua menyudutkan Hiro maka Patriak tidak akan berani membelanya walaupun pemuda di depannya itu adalah tuannya Patriak.


Hiro tidak menanggapi teriakan para tetua, ia hanya tersenyum dengan tenang dan berbicara sekali lagi, "Le In cepatlah aku harus segera memasuki laut suci" Ucapnya.


Semua orang menjadi sangat marah disaat Hiro mengabaikannya, aura membunuh memenuhi ruangan tapi Hiro tenang-tenang saja.


Tetapi pada saat itu seorang tetua mencoba menyerang jiwa Hiro, tentu saja Hiro mengetahuinya dan hal tersebut membuat Hiro yang menahan diri tiba-tiba merasa sedikit kesal dengan perlakuan seseorang tersebut.


"Le In? apa boleh aku menghancurkan wilayah mu? aku tidak peduli lagi dengan laut suci kalau kau tidak bertindak maka aku akan menghancurkan semuanya sekarang juga" Ucap Hiro dengan dingin yang berarti perkataannya serius tidak main-main.


"T-tunggu tuan Hiro, jangan seperti itu… A-aku akan bertindak anda tenang saja" Ucap Le In dengan terbata-bata karena ketakutan.


"K-kenapa a-anda seperti itu patriak?" Ucap para tetua yang terkejut tidak menyangka kalau Patriak akan benar-benar menuruti perkataan pemuda tersebut.


"DIAM SIALAN KALIAN SEMUA!!!…" Teriak keras patriak, ia sangat marah besar dengan sikap para tetua tersebut yang berani-beraninya menyinggung Hiro.


"Kalau kalian ingin mati maka mati saja sendiri! jangan mengajak aku dan semua orang yang tinggal di wilayah ini!!!" Ucap nya.


Hiro hanya diam saja melihat Le In, ia sebenarnya hanya mengancamnya saja tidak benar-benar akan menghancurkan wilayah ini karena laut suci sangat di rekomendasikan oleh sistem yang berarti hal tersebut akan sangat berguna untuknya.


"T-tapi patriak…"


"Tidak ada tapi-tapi! sekali lagi kalian membantah ku maka tidak akan segan-segan aku membunuh kalian semua saat ini juga!" Ucap Le In dengan serius.


Mereka semua pun terdiam tidak berani melawan kembali.


"Aku minta maaf tuan atas tindakan mereka semua kepada anda" Ucap Le In menundukkan kepalanya di depan Hiro.


Mereka yang melihatnya terkejut tetapi tidak berani berbuat apa-apa, mereka hanya bertanya-tanya kenapa sebenarnya patriak sangat menghormati pemuda itu?.


"Tidak apa-apa karena kamu pun sudah bertindak dengan baik, aku senang jadinya" Ucap Hiro tersenyum.


Patriak yang mendengarnya akhirnya bisa bernafas dengan lega.


"Anda ingin segera memasuki laut suci tuan? baiklah akan saya antar" Ucap Le In kemudian pergi di ikuti oleh Hiro.


Di ruangan tersebut para tetua akhirnya bisa berbicara saat patriak telah keluar dari ruangan.


"Siapa pemuda itu sebenarnya? bagaimana mungkin patriak yang memiliki harga diri tinggi dan jarang sekali membela orang luar daripada kita menundukkan kepalanya?" Ucap mereka kebingungan.


"Entahlah tetapi satu hal yang kita perlu ketahui pemuda itu bukan lah sosok yang bisa kita singgung, sebaiknya mulai saat ini bersikap hati-hati dengan pemuda itu hormati dia walaupun kalian tidak suka" Ucap salah seorang tetua dengan bijak.


"Tapi…"


"Tidak ada tapi-tapi! apa kalian ingin mempertahankan keegoisan kalian daripada keselamatan semua orang?" .


"Baiklah kalau begitu" Ucap mereka akhirnya setuju.


Sedangkan tetua yang memiliki masalah dengan Hiro, menggertakan giginya, ia semakin benci kepada Hiro.


***


Hiro yang mengikuti patriak Le In tidak tahu sama sekali tentang diskusi para tetua tadi.


Ia hanya berjalan secara tenang mengikuti di belakang patriak.


"Kalau boleh tahu sebenarnya ada apa di dalam laut suci itu?" Tanya Hiro.


"Saya tidak bisa memberitahukan nya sekarang tetapi anda bisa tahu setelah masuk ke dalam tuan" Ucap Le In.


"Oh baiklah".


Setelah beberapa saat akhirnya Hiro telah sampai di suatu tempat yang di depan Hiro terdapat sebuah pintu besar dengan banyak sekali array penyegelan.


'Sepertinya ada sesuatu yang menarik di dalam, aku merasakan sebuah energi terus menarik ku untuk masuk' pikir Hiro.


"Saya hanya bisa mengantarkan anda sampai sini tuan, seterusnya anda akan berjalan sendiri" Ucap Le In.


"Baik tidak masalah dan terimakasih" Ucap Hiro kemudian masuk ke dalam pintu raksasa tersebut setelah array-array penyegelan di buka oleh Le In.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...