
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak terasa beberapa hari kemudian terlewati begitu saja dan akhirnya perang akan segera di mulai.
Para prajurit Hiro telah di kirimkan sebelumnya menuju kekaisaran dengan di dampingi oleh Raphael, selaku penanggung jawab dan utusan Hiro.
Hiro pun ikut menuju tempat perang tetapi dirinya berada di tempat yang sama dengan kaisar yang tidak akan ikut serta perang.
"Mengapa anda tidak menuju medan perang Yang mulia?" tanya Hiro dengan santai.
"Lalu mengapa kamu juga tidak ikut bersama pasukan mu Duke? Mengapa kamu masih berada disini?" jawab kaisar membalas perkataan Hiro.
"Hahaha itu karena musuh-musuh anda sangat lemah Yang mulia, aku tidak ingin mengotori tangan ku sendiri dari darah serangga-serangga itu" ucap Hiro tersenyum kecil.
"Hahaha maka aku pun alasannya sama seperti itu" ucap Kaisar.
Mendengar perbincangan yang santai di antara Duke dan Kaisar membuat orang-orang di sekitar tercengang.
Itu Kaisar loh? Penguasa seluruh wilayah, tetapi dapat bercanda riang dengan seorang Duke penguasa suatu wilayah!
Mereka semua hanya memandang iri Hiro yang dapat berbincang santai dengan Kaisar.
Merasakan banyak sekali tatapan kecemburuan tidak sama sekali membuat Hiro peduli, ia mengabaikan mereka semua dan hanya fokus menatap perang yang akan segera di mulai.
"Oh yah Yang Mulia... Bukankah kita akan berperang dengan 5 wilayah? Bukankah itu berarti kita akan melawan ratusan bahkan hingga ribuan pasukan?" ucap Hiro.
"Hahaha kamu benar, berdoa saja agar kita dapat menang" ucap Kaisar sambil tertawa kecil.
"Haishh dasar penguasa tidak bertanggung jawab" ucap Hiro membalasnya sambil tersenyum kecil juga.
DUNG... DUNG... #SUARA TEROMPET.
Saat terdengar hal tersebut wajah semua orang menjadi sangat serius, tatapan tajam dan hasrat membunuh terasa pekat.
Keringat dingin bercucuran dan ketegangan semakin terasa di saat mereka melihat pasukan musuh yang sangat~ banyak sekali jumlah nya, bahkan apabila di bandingkan dengan jumlah pasukan kekaisaran pasukan mereka hanyalah setengahnya pasukan musuhnya.
Melihat lawan yang jumlahnya 2 kali lipat dari mereka sangat membuat semangat juang mereka menurun.
Kaisar sedikit bimbang saat melihat pasukannya telah kehilangan semangat juang.
Sedangkan Hiro tersenyum senang dan diam-diam mengangguk.
"Semuanya! Jangan lengah, ingat bahwa kita adalah pasukan terpilih tuan! Tunjukkan pada dunia kekuatan kita sebagai prajuritnya tuan!"
"Woahhh!"
"Serang!!!" ucap Ga Lu dengan tegas dan penuh semangat, 100 orang tersebut berlari dengan cepat dan tanpa rasa takut menghadapi ribuan bahkan puluhan ribu pasukan musuh.
Api semangat mereka yang sangat membara tersebut mematik seluruh pasukan kekaisaran, hingga mereka pun kembali bersemangat dan dengan cepat menyerbu pasukan musuh tanpa ragu-ragu.
"Serang!!!"
"Demi kemuliaan kekaisaran!"
"Demi kekaisaran!!!" teriak sorak soraya pasukan kekaisaran yang sangat bergemuruh.
Mendapati pemandangan tersebut seluruh orang yang ada di dekat kaisar sangat terkejut dan tidak menyangka ada sebuah pasukan yang tidak kenal rasa takut sama sekali saat di hadapkan dengan jumlah musuh yang berkali-kali lipat dari mereka sendiri.
Kaisar juga sangat terkejut, kagum dengan pasukan yang Hiro miliki. Pasukan kekaisaran benar-benar tidak dapat di bandingkan dengan pasukan Hiro.
"Hufftt hahhh... Pantas saja kamu hanya membawa 100 prajurit tetapi ternyata jumlah mereka hampir menyaingi 1000 prajurit kekaisaran" ucap Kaisar menghela nafas panjang.
"Hahaha mereka memang sudah terlalu lama berdiam diri, jadi pada saat ada pertempuran mereka jadi sangat bersemangat sekali" ucap Hiro.
"Benar-benar... Jangan merendah begitu, terimakasih Duke" ucap Kaisar dengan tulus.
"Tidak masalah" ucap Hiro tersenyum tenang, ia pun duduk dan menikmati peperangan dengan secangkir kopi panas.
"Slurpp~ ahh~..."
***
Selama berjalannya pertempuran tidak ada satupun dari pasukan kekaisaran yang mundur, bahkan mereka memukul mundur pasukan musuh yang jumlahnya lebih banyak dari mereka sendiri.
Pasukan Hiro yang berjumlah seratus orang seolah-olah telah menjadi arah tujuan pasukan kekaisaran, karena kemanapun mereka pergi pasti akan di ikuti oleh semua prajurit.
Ga Lu yang sebelumnya memimpin 100 orang pasukan kini telah menjadi pemimpin seluruh pasukan yang ada.
"Jangan biarkan musuh bernafas lega! Terus serang, pukul mundur... Kita harus menang!!!" teriak keras Ga Lu yang serentak di ikuti oleh yang lainnya.
"Kita harus menang!!"
"Kita akan menang!!"
Sorak soraya para prajurit membuat mental para pasukan musuh menjadi down, mereka sama sekali tidak menyangka walaupun telah kalah jumlah tetapi mereka masih dapat bertarung, semangat juang mereka tidak dapat di hancurkan hanya karena kalah jumlah saja.
"Begitulah seharusnya... Tidak ada kata menyerah ataupun putus asa, selagi belum mencobanya maka jangan pernah mengakui kekalahan" ucap Hiro dengan tenang.
"Lagi dan lagi aku tidak mengerti mengapa banyak sekali perbedaan antara kita? Walaupun aku kaisar, tetapi aku merasa bahwa dirimu yang sebenarnya berada jauh dariku" ucap Kaisar.
"Aku saat ini Duke, jadi anggaplah seperti itu" ucap Hiro.
"Hahhh... Syukurlah keputusan ku sudah sangat tepat saat pertama kali menemui wilayah misterius, kalau salah langkah maka kondisi ku akan sama seperti mereka" ucap Kaisar.
"Hahaha begitulah menjadi seorang pemimpin yang sejati... Tidak boleh salah memberikan keputusan yang dapat menuntun para pengikutnya menuju kehancuran" ucap Hiro.
"Baiklah karena perang ini hampir selesai aku pamit undur diri Yang mulia..." ucap Hiro berdiri dan memberi hormat sederhana kemudian pergi menghilang dari tempat tersebut, tetapi sebelum menghilang ia terlebih dahulu memberikan telepati kepada Ga Lu agar segera menyusulnya secepat mungkin setelah perang usai.
Akhirnya peperangan pun di menangkan oleh pihak kekaisaran, semua pasukan musuh berhasil di pukul mundur hingga wilayah-wilayah yang memerangi kekaisaran memberikan sebuah upeti ganti rugi dan meminta maaf secara resmi.
***
"Hahhh terlalu membosankan..." ucap Hiro yang telah kembali ke dunia jiwa.
Tok... Tok... Tok...
"Tuan ini kami"
"Kami menghadap anda tuan" ucap Ga Lu dan yang lainnya sambil membungkukkan badannya.
"Duduklah, bagaimana kabar kalian? Apa kalian terluka?" tanya Hiro.
"Kami baik-baik saja tuan, hanya saja ada beberapa rekan kami yang terluka tetapi hanya luka ringan saja dan sekarang sudah di obati" ucap Ga Lu.
"Hoho kalian sudah bekerja keras, apa ada yang kalian inginkan?" tawar Hiro.
"Tidak ada tuan!" ucap mereka dengan tegas.
"Mengapa tidak ada? Apa kalian meragukan diriku yang tidak akan mampu mengabulkan permintaan kalian?" ucap Hiro sedikit bercanda.
"Tidak tuan! Bukan seperti itu maksud kami" ucap Ga Lu dan yang lainnya dengan cepat membantahnya.
"Hahaha baiklah-baik aku hanya bercanda, tetapi apabila ada yang kalian inginkan katakan saja aku pasti akan mengabulkannya" ucap Hiro.
"Baik, terimakasih tuan" ucap mereka semua.
"Oh yah satu hal lagi, bagaimana kesan kalian dengan peperangan itu?" tanya Hiro.
"A-anu, kalau boleh jujur... Mereka terlalu lemah tuan, mereka hanya mengandalkan kuantitas saja sedangkan kekuatan individualnya sama sekali tidak sebanding dengan kami..."
"Maaf apabila ucapan saya terdengar sombong tuan" ucap Ga Lu.
"Tidak masalah, lagipula apa yang kamu katakan itu ada benarnya" ucap Hiro.
"Mereka tidak dapat di bandingkan dengan kalian semua, bahkan yang paling lemah di pasukan kita pun dapat mengalahkan 10 orang dari mereka" ucap Hiro.
Mereka mengangguk setuju, kekuatan prajurit di dunia ini sangatlah lemah tidak dapat di sandingkan dengan mereka semua yang ada di dunia jiwa.
"Baiklah kalian boleh kembali... Katakan kepada yang lainnya bahwa mereka dapat libur pelatihan selama 1 minggu dan mereka masing-masing akan mendapatkan 10 juta koin emas" ucap Hiro mengusir mereka semua sambil memberikan hadiah atas kemenangan mereka.
"Terimakasih banyak tuan!!!" ucap mereka yang sangat senang.
Hiro mengangguk dan mereka pun pergi keluar meninggalkan dirinya seorang diri.
Hiro yang saat ini duduk diam tiba-tiba raut wajahnya menjadi sangat serius, tatapan matanya sangat tajam dan seluruh auranya memberontak keluar dengan sangat ganas.
'Hahhh baiklah waktunya serius dalam menjalankan tugas... Sistem siapa dulu target pertamaku?'
{Target pertama anda adalah... Dewa Yaamma penguasa alam kematian}
...----------------...
Di suatu tempat misterius...
"Yang mulia?!! Gawat..." ucap sesosok yang terengah-engah dan terlihat sangat gelisah ketakutan.
"Ada apa?"
"Pergerakan mereka, orang-orang itu sangat aneh, seperti seakan-akan menunggu sesuatu!"
"Apa maksudmu?! Jelaskan lebih rinci agar aku dapat memahaminya" ucap sosok yang tengah duduk dengan gagah di sebuah kursi singgasana.
"Aduh Yang mulia... Apa anda masih belum menyadari sesuatu? Apa anda masih belum mengerti?"
"Jangan-jangan…" ucap sosok itu tercengang saat menyadari sesuatu.
"Segera lakukan persiapan! Tarik kembali seluruh pasukan dan kunci rapat-rapat seluruh pintu masuk... Kita akan melakukan penyegelan keseluruhan!" ucapnya dengan tergesa-gesa dan ketakutan.
"Baik Yang mulia!" ucap bawahannya dan segera pergi dengan cepat untuk melaksanakan perintah tuannya itu.
"Sialan! mengapa harus sekarang?!" ucapnya dengan gelisah dan kesal.
...----------------...
Di suatu tempat lagi yang entah dimana...
"Master! Bola energi menunjukkan getaran yang aneh"
"Hah?! Yang benar? Mana, aku akan melihatnya sendiri..."
"Baik"
...----------------...
Di suatu tempat lagi dan lagi yang entah dimana letaknya...
"Seluruh alam semesta akan porak poranda... Akan ada banyak teriakan kesedihan, keputusasaan tetapi di balik itu semua akan ada perubahan yang banyak sekali selalu di nantikan oleh seluruh mahkluk hidup... Tidak lama lagi... Tidak lama lagi... Tidak lama lagi" ucap pria botak sambil duduk semedi, setelah berkata demikian ia pun kembali memejamkan matanya.
"Cepat sebarkan apa yang di katakan oleh guru besar! Suruh orang yang dapat menafsirkan nya, aku yakin ini sebuah nubuat!" ucap salah seorang di antara mereka.
...----------------...
Di suatu tempat untuk yang terakhir kalinya...
"Hahaha mampus kalian semua! Sang Maha Agung telah kembali, kalian saat ini pasti ketar-ketir... Persiapkan pasukan dalam jumlah besar! Kita harus menyambut beliau dengan sangat-sangat meriah agar ia melihat kita yang begitu antusias menunggu kedatangannya!" ucap seseorang berjubah emas dengan singgasana yang terukir patung naga bercorak warna warni di belakangnya.
"Baik pemimpin!"
"Hahaha sudah lama! sudah lama sekali aku menantikan saat-saat seperti ini…" ucapnya dengan tertawa gila.
...----------------...
"Hachhuuuu~ sialan! pasti ada orang-orang gila sedang membicarakan ku!" ucap Hiro.
{Mungkin anda terkena flu tuan…}
"Tidak mungkin, tubuh ku saja tidak selemah itu untuk terkena penyakit" ucap Hiro.
"Baiklah terserah kalian, mau sebanyak apapun yang kalian bicarakan tentang diriku cepat atau lambat kita akan segera bertemu di medan pertempuran" ucap Hiro sambil tersenyum misterius.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...