
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di suatu tempat telah terjadi suatu pertempuran hebat dan besar yang melibatkan banyak sekali para pasukan dari berbagai macam wilayah. Mereka semua saling menyerang satu sama lain, situasi menjadi sangat kacau dan mengerikan. Potongan tubuh dan darah berceceran dimana-mana hingga menampilkan suatu pemandangan anti-mainstream.
Tetapi kini jalannya pertempuran terlihat condong sebelah kepada para pasukan dunia jiwa yang di pimpin oleh Diablo dan Raphael!.
Sedangkan Yue menyaksikan dari jauh sambil mengamati jalannya pertempuran di temani oleh Luci, Rachel, Meng Luo dan Elizabeth.
"Hahhh apakah benar-benar tidak bisa di hentikan saudari?" tanya Meng Luo yang sebenarnya tidak setuju akan pertempuran tersebut.
"Sekali-kali mereka harus di beli pelajaran agar dapat mengerti kita yang selama ini diam bukan berarti takut akan siapapun, bahkan kekaisaran sekalipun!" ucap Yue.
"Mengapa kamu tiba-tiba emosional saudari? Biasanya kamu selalu berpikir rasional" ucap Elizabeth.
"Entahlah mungkin karena kelelahan yang sangat berat di tambah rindu akan suami kita, jadi aku melampiaskan nya pada mereka" ucap Yue dengan tenang sambil tatapannya tidak pernah lepas dari pertempuran.
"Apa suami tidak akan marah saudari, apabila kita bertindak seenaknya? Bahkan melakukan pertempuran tanpa seijin dia" ucap Rachel.
"Sudahlah untuk masalah itu nanti saja di pikirkan nya, sekarang fokus saja pada pertempuran di depan"
"Apa kalian ingin kita kalah? Kalau sampai kalah maka suami kita akan sangat marah di bandingkan karena bertempur tanpa seijinnya" ucap Yue.
Mereka pun hanya bisa mengangguk diam dan memfokuskan pandangannya ke depan.
Tiba-tiba...
BOMMMM... DUARRRR...
Sebuah benda jatuh di tengah-tengah medan perang yang membuat semua pasukan terhempas menjauh.
"Lancang sekali!" ucap suara tersebut yang sangat dingin terdengar marah.
Para pasukan musuh yang mendengarnya tidak mengerti dan tidak tahu suara siapa itu, tetapi berbeda dengan para pasukan dunia jiwa yang di pimpin oleh Diablo dan Raphael.
Mereka semua gemetar ketakutan, wajah mereka pucat pasi. Begitupun dengan Diablo dan Raphael, mereka berdua dengan cepat berlutut kemudian menundukkan kepalanya hingga menyentuh tanah.
"Maafkan kami tuan!" ucap mereka berdua dengan suara agak bergetar.
"Atas perintah siapa melakukan hal ini?! Apakah kalian sudah meminta ijin kepadaku? Apakah aku sudah mengijinkan kalian hah?!" ucap suara tersebut berteriak marah dan mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.
Melihat hal tersebut semakin membuat mereka semua ketakutan setengah mati, mereka hanya bisa pasrah apabila nyawanya melayang saat itu juga.
"Yue! Kemari!" ucap suara tersebut.
Yue yang dari kejauhan sedang ketakutan pun langsung segera tersadar dan menghampiri sosok tersebut dengan cepat.
Sesampainya disana Yue hanya bisa menundukkan kepalanya, dengan suara bergetar berkata "S-sayang..."
"Apa kau tahu yang kau lakukan ini menimbulkan kekacauan yang sangat besar?" ucapnya dengan dingin.
"A-aku bisa menjelaskannya..." ucap Yue terbata-bata.
Sosok itu adalah Hiro! Ia terbang dengan sangat cepat untuk menuju medan perang ini, saat sesampainya ia sangat marah karena ternyata peperangan telah terjadi dan bahkan sudah banyak menimbulkan korban jiwa, entah itu di pihak musuh ataupun dari pasukannya.
Hiro mengalihkan pandangannya dan menatap Diablo beserta Raphael.
"Siapa tuan kalian?!" ucap Hiro dengan dingin.
"A-anda t-tuan..." ucap mereka berdua.
"Kalau begitu kenapa semua ini bisa terjadi?!" tanya Hiro.
"M-maafkan kami tuan... Kami tidak bisa membantah perintah nyonya karena selama anda tidak ada maka penggantinya adalah nyonya Yue" ucap Diablo.
"Kalau begitu aku tanya sekali lagi, siapa tuan kalian?!" ucapnya kembali sambil menatap tajam.
"Anda tuan!" ucap mereka dengan tegas walaupun sedang ketakutan.
"Setelah ini pergilah ke dunia Long Wang berada, renungkan kesalahan kalian!" ucap Hiro dengan sangat tegas.
"Baik tuan!" ucap mereka.
"Jelaskan!" ucap Hiro mengalihkan kembali pandangannya kepada Yue.
Yue pun dengan terbata-bata menjelaskan semuanya, dari awal mula permasalahan.
"Kalau begitu..."
"Skill Creation : The Thunder Dragon!" ucapnya sambil mengangkat tangannya.
SWOSHHHH...
Tiba-tiba dari atas langit muncul awan gelap yang sangat menakutkan di tambah kilatan petir yang membuat gemuruh membahana.
Muncullah seekor naga dengan tubuhnya yang di baluti petir menatap tajam ke bawah tanah, tatapannya tertuju pada pasukan musuh.
Sebelum melesat turun yang menatap Hiro terlebih dahulu untuk memastikan mana musuh yang harus ia musnahkan.
Hiro pun menunjuk nya dan naga tersebut mengangguk, kemudian mengaum....
"ROARWAWWRRR...."
SWOSHHHH.... BZZRTTTT.... BOMMMM... DUARRRRR....
"Arhghhhhh...."
"T-tolong!!!"
"Sakit!!!"
Jeritan para pasukan musuh terdengar menyayat hati nurani manusia biasa, mereka-mereka yang berada jauh dari area jangkauan serangan naga tersebut merinding ketakutan saat mendengar jeritan itu.
Setelah itu naga tersebut menghilang dan hanya meninggalkan kehancuran pada titik tempat ia turun, seketika itu langit kembali menjadi cerah dan keheningan pun terjadi di sekitar tempat tersebut.
"Kalian semua pergilah, sebelum aku berubah pikiran!" teriak Hiro pada pasukan musuh yang tersisa.
Dengan sekuat tenaga mereka semua kocar-kacir tanpa memperdulikan menang atau kalah, karena pada benat mereka semua tertuliskan satu hal yaitu 'nyawa lebih penting!'.
"Aku tunggu kalian semua di ruanganku, kita perlu berbicara lebih lanjut" ucap Hiro kemudian menghilang dari tempat tersebut meninggalkan Yue, Diablo, Raphael, keluarganya dan pasukannya.
Yue kembali ke tempat berada saudari lainnya, sambil menundukkan kepalanya menyesal.
"Hahh sudah saudari tidak perlu bersedih lagi, yang sudah terjadi biarlah berlalu" ucap Meng Luo.
"Akan kami temani nanti saat bertemu suami" ucap Elizabeth.
"Aku kan sudah bilang suami akan sangat marah apabila mengetahuinya, walaupun begitu aku pun akan menemani pun karena mau bagaimana pun kita juga terlibat dan kita adalah keluarga" ucap Rachel.
Yue mengangguk setelah mendengar perkataan para saudarinya, ia sedikit tenang dan memberanikan diri untuk menemui Hiro setelah kembali ke rumah.
***
"Hahhh apa aku terlalu keras yah? Lagipula menyerahkan kuasa kepada perempuan sangat keterlaluan, tetapi bukankah sebelum Yue tidak seperti ini saat aku tinggalkan selama 5 tahun?" ucap Hiro.
{Anda tidak tahu saja tuan... Selama nona Yue bertanggung jawab mengurus dunia jiwa, banyak sekali pertempuran yang selalu terjadi apabila ada suatu hal yang membuatnya marah}
"Oh begitu ternyata, apa dia ingin menjadi Tiran?" ucap Hiro menggelengkan kepalanya tersenyum lucu.
{Mungkin ia hanya ingin menguatkan keberadaannya agar tidak di ganggu terus...}
"Hahaa yasudah tidak masalah, biarkan aku mendengar penjelasan lebih detail nya saat mereka kemari" ucap Hiro menunggu dengan tenang.
"Oh yah sistem, mengenai Long Wang bagaimana kabar dia?" tanya Hiro.
{Ia baik-baik saja tuan... Bahkan dunia kekuasaan nya telah sangat di kenal di seluruh dunia}
{Mereka di kenal sebagai Dragon World}
"Hahh sungguh luar biasa... Sepertinya suatu saat nanti aku harus menemuinya" ucap Hiro yang sangat merindukan bawahan setianya itu.
Tok...tok...tok...
Terdengar seseorang mengetuk pintu dari luar.
"Masuk" ucap Hiro.
Pintu pun terbuka memperlihatkan Yue, Elizabeth, Meng Luo dan Rachel.
"Duduk" ucap Hiro.
Mereka pun duduk dengan patuh, "baiklah siapa yang akan menjelaskan kepada ku terlebih dahulu atas semua yang terjadi sebelumnya" ucap Hiro.
Yue pun angkat bicara dengan pelan-pelan menjelaskan semuanya secara jelas dan detail.
"Hahhh... Baiklah aku mengerti" ucap Hiro.
"Tapi apa kalian tahu, apa yang membuatku sangat marah?" tanya Hiro pada mereka.
"Aku takut terjadi masalah pada kalian! Bukankah kalian tahu bahwa aku memiliki banyak sekali musuh yang selalu memperhatikanku dari suatu tempat?"
"Mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena terlalu lemah, jadi mereka hanya diam saja sampai aku lengah... Tetapi karena aku tidak akan pernah lengah, bagaimana kalau mereka mengubah sasarannya dari asalnya hanya diriku menjadi orang-orang terdekatku?" ucap Hiro sambil menghembuskan nafas panjang.
"Musuh ku yang sekarang bukanlah orang-orang seperti di dunia ini maupun di dunia-dunia sebelumnya! Tetapi mereka berada di tingkatan yang paling atas, kalau kalian ingin tahu musuhku adalah para Dewa yang sebenarnya bukan dewa-dewa rendahan yang selama ini kita temui!"
"Seharusnya kamu tahu dan mengerti apa yang aku katakan Yue" ucap Hiro sambil menatap Yue
"Maafkan aku sayang, aku terlalu terbawa suasana dan tidak dapat mengontrol emosi" ucap Yue menundukkan kepalanya menyesali perbuatannya tersebut.
"Sudahlah lagipula semuanya sudah terjadi... Panggilkan Raphael setelah kalian keluar" ucap Hiro.
"Yue kamu diam dulu disini" ucap Hiro mengecualikan Yue.
"Baik"
Setelah mereka bertiga pergi keluar meninggalkan ruangan, kini yang tersisa hanya Hiro dan Yue. Tidak lama kemudian Raphael datang menghadap.
"Bagaimana laporan peninjauan wilayah?" tanya Hiro.
"Sudah selesai tuan..."
"Baiklah kalau begitu coba kau pegang dulu wilayah itu, cari orang yang cocok untuk mengemban tugas mengurus nya setelah kita pergi"
"Sebentar lagi kita akan meninggalkan dunia ini" ucap Hiro.
"Apa tidak boleh orang dari pihak kita tuan?" tanya Raphael.
"Jangan... Kasihan orang itu kalau di tinggalkan di dunia yang tidak ia ketahui dan juga bukankah sekarang kita sedang di rundung oleh banyak musuh?" ucap Hiro.
"Kira-kira anda menginginkan orang yang kriteria nya seperti apa tuan?" tanya Raphael.
"Yang paling penting bertanggung jawab, pintar agar tidak membuat malu kita yang memilihnya" ucap Hiro.
"Baiklah kalau begitu tuan, saya pergi dulu untuk mencari orang tersebut... Yakinlah saya tidak akan memilih orang yang akan membuat anda kecewa!" ucap Raphael dengan tegas dan percaya diri.
"Bagus, aku percaya kepadamu" ucap Hiro tersenyum senang.
Raphael pun pergi meninggalkan dunia jiwa, ia tidak akan pernah kembali sebelum menemukan orang yang cocok untuk menjalankan perintah Hiro.
"Baiklah, Yue sekarang kamu bantu aku untuk mempersiapkan persiapan mengembalikan dunia jiwa ke tempat asal" ucap Hiro.
"Apa kamu benar-benar dapat melakukannya?" tanya Yue.
"Tentu saja, bukankah aku melakukan latihan tertutup agar bisa melakukan hal tersebut?" ucap Hiro.
"Baiklah kalau kamu sudah yakin bisa, katakan saja aku harus bagaimana?" ucap Yue.
"Begini... Dan begitu... Ini dan itu" ucap Hiro.
"Baiklah aku akan segera melakukannya" ucap Yue kemudian pergi meninggalkan Hiro seorang diri.
"Hahhh... Pertempuran besar dan maha dahsyat akan segera di mulai, tetapi anehnya aku sama sekali tidak tegang ataupun takut... Melainkan sangat menantikannya, apa ini karena statusku sebagai Dewa Ashura?" gumamnya pelan.
Hiro bersandar ke kursinya dan menatap ke atas dengan tatapan menerawang.
"Aku datang untuk menggoncangkan kembali dunia kalian yang damai..."
***
"Persiapan telah selesai Yang mulia, kini kita hanya perlu menunggu saja"
"Bagus! Tidak lama lagi kemuliaan dunia ini akan kembali, para biadab yang keji itu akan segera musnah dari dunia ini!"
"Saya sungguh tidak sabar menantikan nya Yang mulia..."
"Hahaha kau benar, aku pun sudah sangat tidak sabar... Sudah cukup kita bersabar selama ribuan tahun bahkan hingga jutaan tahun, kini waktunya kita bergerak mengerahkan seluruh nya yang kita punya"
"Saya terima perintah anda tuan!"
***
"Menurut para ahli tafsir, apa yang di katakan oleh guru agung adalah sebuah ramalan!"
"Ramalan? Ramalan apa?"
"Ramalan yang telah lama kita nantikan guru"
"Maksud mu ramalan yang itu?!!"
"Benar guru, begitulah kata para ahli tafsir"
"Benarkah?! Kalau begitu ini adalah suatu kabar yang sangat baik! tidak mungkin saja ini adalah takdir!"
"Apa kita perlu melakukan sesuatu guru?"
"Tentu saja! Cepat kumpulkan para biksu, kalau ada yang di luar maka panggil dia! Kita akan melakukan doa khusus secara serentak dan bersama-sama hingga beliau muncul!"
"Baik guru!"
***
"Master, persiapan telah hampir selesai..."
"Cepat selesaikan! Aku rasa tidak akan lama lagi beliau akan muncul!"
"Baik akan kami selesaikan secepat mungkin!"
"Bagus! Jangan buat aku kecewa, kalian tahu kan bagaimana kemarahanku?"
"T-tentu master, kalau begitu saya pergi dahulu"
***
{Apa anda akan melakukan reset tuan?}
"Tentu lakukan saja cepat!" ucap Hiro.
{Baik kalau begitu...}
Hiro memejamkan matanya dan berkonsentrasi penuh mengalirkan aura nya ke seluruh penjuru dunia jiwa.
"Ughhh-..."
Hiro sedikit memuntahkan darah setelah mengeluarkan aura yang cukup menguras energi Qi nya.
{Tahan tuan, sedikit lagi hampir selesai}
Hiro kembali memfokuskan kesadarannya mengatur alur dan volume yang pas untuk mengisi seluruh dunia jiwa dengan energi Qi nya.
Setelah seluruh dunia jiwa di lahap oleh energi Qi nya, Hiro pun mencoba menariknya. Tetapi untuk penarikan nya sangat lah tidak mudah, karena kali ini ia harus mengeluarkan seluruh energi Mana nya untuk membantu dirinya menarik dunia jiwa.
"Sial!!! berat sekali"
{Tentu saja berat tuan, karena yang anda tarik adalah sebuah dunia!}
{Semangat tuan! anda pasti bisa}
"Hah…hah…hah…"
Hiro menarik napas panjang dan dengan sekuat tenaga ia menariknya.
"Arghhhhhh- bergerak lah sialan!!!"
"Hahh…hahh…hahh…"
{Fokuskan energi Mana anda untuk memperkuat tarikannya tuan}
"Kalau bicara saja mudah! tapi melakukannya sangat sulit" ucap Hiro terengah-engah.
Hiro pun tidak menyerah, ia terus menerus menarik semua energi yang di miliki dunia jiwa hingga lama kelamaan menipis.
Dunia jiwa bergetar dengan sangat hebat, bahkan tiba-tiba langit terasa sangat menjauh.
{Anda berhasil tuan! kini dunia jiwa telah sedikit menyusut, terus lakukan lagi tuan jangan berhenti! sedikit lagi!}
Hiro pun melakukan sekali lagi, tetapi kali ini ia mengerahkan seluruh tenaga dan kekuatannya dalam sekali tarikan.
"Hiyyaaaaaa!!! cepat mengecil sialan!!!" teriak Hiro dengan kencang dan setelah itu ia pun terbaring pingsan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
#Apabila ada yang mengatakan ceritanya tidak masuk akal, berarti tidak mengerti arti fantasi itu sendiri.
Apapun bisa terjadi di dalam dunia fantasy.