
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa saat sebelum meteor menabrak pasukan musuh.
"Waaaaa!!!"
"Cepat! Kita akan segera sampai"
"Kita akan serang Sekte sesat itu!"
"Woahhhh!"
Para pasukan musuh bergerak dengan semangat menuju ke Sekte 3 Wajah, tujuan mereka tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memusnahkan Sekte tersebut.
Mereka terdiri dari beberapa Sekte besar dan Sekte kecil yang untuk sementara waktu bekerja sama dalam melakukan penyerangan, para Sekte kecil sebenarnya tidak ingin ikut campur terkait masalah ini tetapi karena mereka terus-menerus di tekan oleh Sekte besar dengan alibi membalaskan dendam saudara-saudara mereka yang telah di musnahkan oleh Hiro sebelumnya, maka mau tidak mau mereka terpaksa ikut bergabung bersama para Sekte besar.
Para Sekte besar tersebut yaitu Sekte Wajah Putih, Sekte Wajah Suci dan Sekte Wajah Buruk Rupa. Sedangkan Sekte kecil lainnya terdiri dari 4 Sekte yaitu Sekte Wajah Datar, Sekte Wajah Suram, Sekte Wajah Hitam dan Sekte Wajah Tampan.
"Hey pak tua Kun! Apa masih jauh?" tanya seorang pria paruh baya.
"Tidak terlalu sebentar lagi kita akan segera sampai, apa kamu lelah? Wajar saja karena kamu sudah terlalu tua dari pada aku untuk melakukan perjalanan ini Wang Xi" jawab pria paruh baya bernama Kun itu.
"Sialan aku tidak setua dirimu!" ucap Wang Xi dengan nada kesal.
"Haishh sesama pria tua tidak baik saling menghina begitu"
"Diam kau Yu Lu yang penuh ubanan!" ucap mereka berdua secara serentak.
"Hey!!! Apa yang kalian katakan hah?!" ucap pria tua Yu Lu.
"Sudahlah para pria tua, jangan ribut begitu fokus saja dan persiapkan diri kalian agar tidak membebani kami" ucap pria paruh baya lainnya.
"Heyy kalian semua berhenti!" ucap salah seorang wanita paruh baya dengan sangat keras.
Mendengar teriakan tersebut mereka semua seketika langsung berhenti serentak dan menatap wanita tersebut.
"Ada apa Ling Wei?"
"Iyah, ada apa? Kenapa kita harus berhenti sedangkan Sekte sesat itu saja sudah terlihat di depan sana" ucap Wang Xi menunjuk ke depan.
"Apa kalian tidak sadar? Lihatlah ke arah atas kalian!" ucap Ling Wei yang tiba-tiba wajahnya pucat pasi.
Mendengar hal tersebut mereka semua langsung mendongak kan kepala nya dan menatap ke arah langit yang tiba-tiba gelap.
"A-apa itu?!!" ucap mereka semua dengan panik saat melihat sesuatu yang sangat membuat bulu kuduk merinding.
Sebelum mereka dapat menghindar ataupun menyiapkan pelindung, batu besar tersebut telah terlebih dahulu menampar mereka semua yang ada di tempat tersebut.
Ledakan nya sangatlah besar hingga hanya beberapa orang saja yang tersisa dalam keadaan penuh luka. Mereka yang bertahan terselamatkan oleh ketahanan tubuh yang hanya bisa di dapatkan pada kultivator tingkat Bintang Bumi tahap menengah.
Sisanya hanya tersisa menjadi kabut darah yang bergelimangan di tempat tersebut.
Suasana menjadi hening dan mencekam, para pemimpin Sekte hanya bisa terdiam tidak bisa berkata-kata.
Mereka terlalu lemas untuk mengeluarkan suara, prioritas nya saat ini adalah menyembuhkan diri sendiri.
"Hoooo~ ternyata sisa para indung tikus nya saja, bagaimana? Apa kalian senang dengan acara penyambutan ku?"
Disaat keheningan di tempat itu terjadi, ada sebuah suara yang memecahkan nya dan suara tersebut berasal dari atas langit.
Mereka pun mendongakkan kepalanya dan melihat ada seorang pria muda berpakaian elegan tengah terbang di atas mereka semua dan tersenyum lebar.
"M-monster!" ucap Ling Wei dengan nada suara bergetar.
"Hebat juga kalian dapat bertahan dari serangan ku, yah walaupun serangan yang tadi tergolong lemah" ucap sosok tersebut yang ternyata adalah Hiro.
"A-apa yang t-telah kau lakukan?!" ucap para pemimpin Sekte bergetar ketakutan.
Hiro pun perlahan-lahan turun dan mendarat tidak jauh dari mereka semua.
"Tidak ada, aku hanya menyambut kedatangan kalian saja... Walaupun aku seorang bajing4n tapi aku masih memiliki sopan santun dalam menyambut tamu" ucapnya sambil tersenyum kecil dan membuka lebar kedua tangannya.
"Kau, monst- iblis!" ucap Ling Wei.
"Bagaimana mungkin ada iblis setampan ini? Sangat tidak masuk akal sekali candaan mu" ucap Hiro.
"Jadi kita akan bagaimana sekarang? Para anggota kalian sudah banyak yang mati jadi hanya tersisa beberapa saja, apa kalian akan mundur atau tetap memaksa untuk melawan diriku sekarang?"
"Keputusan ada di tangan kalian, selagi perasaan aku masih baik jadi cepat tentukan" ucap Hiro merubah ekspresinya menjadi serius.
GLEK!
Para pemimpin Sekte menelan air ludahnya secara kasar, mereka tidak bisa menentukan nya karena dua-dua nya adalah pilihan yang buruk.
Kalau mereka mundur maka reputasi Sekte mereka akan turun drastis sehingga mungkin akan banyak para anggota nya akan keluar dari Sekte dan penilaian di hadapan rakyat Benua Langit akan berubah. Sedangkan apabila melawan Hiro tentu saja itu sama saja dengan menyerahkan nyawa mereka, terlebih lagi mereka telah melihat satu serangan yang Hiro keluarkan dapat membunuh banyak sekali anggota Sekte mereka.
Wang Xi segera mengintruksikan ke lima pemimpin untuk mengelilingi Hiro dan kemudian menyerangnya.
Dengan gerakan sangat cepat, para pemimpin tersebut telah muncul di setiap sisi Hiro dan mengepungnya.
"Tentu saja kami akan menghabisi iblis seperti mu!" ucap Kun.
Salah satu pemimpin di belakang Hiro tiba-tiba bergerak memukul ke arah kepalanya, hendak meledakkan kepalanya.
Hiro hanya menggerakkan sedikit kepalanya untuk menghindari serangan tersebut, lalu mengangkat kakinya dengan sangat cepat dan memutar badannya 180° derajat tepat mengenai perut pemimpin tersebut.
BOOM...
Daging bercampur darah berhamburan di udara, ledakan yang berasal dari tubuh pemimpin tersebut mengagetkan semua orang yang berada di situ. Hanya dengan satu tendangan Hiro yang santai dapat membunuh salah satu pemimpin Sekte hingga hancur menjadi berkeping-keping.
Keempat pemimpin yang tersisa segera mengeluarkan senjata mereka dan menggunakan seluruh kekuatan penuhnya, langsung menyerang bersamaan ke arah titik vital dan titik berbahaya Hiro.
Hiro dengan gerakan cepat menghindari serangan serentak yang mereka lakukan dan perlahan mundur menjaga jarak.
"Kami akan membunuh mu dengan sangat kejam sebagai pembalasan dendam anggota kami dan Yu Lu yang telah kau bunuh tadi!" ucap Wang Xi dengan nada penuh amarah.
"Benarkah? Apa kalian mampu?" ucap Hiro sambil tersenyum meremehkan mereka semua.
"Sebagai bentu penghormatan diriku atas keberanian kalian, maka kematian kalian akan cepat dan tidak akan menyakitkan".
"Arghhhhh!!!"
Mendengar hal tersebut memancing kemarahan besar semua pemimpin yang ada disana, mereka tidak terima atas hinaan yang keluar dari mulut seorang pemuda di depan mereka.
Kecepatan serangan mereka semakin menjadi sangat cepat bahkan secepatnya kedipan mata dapat di anggap masih sangat lambat daripada pergerakan mereka semua.
"Aku rasa kalian tidak cocok untuk memimpin sebuah Sekte, kalian saja sangat LEMAH begini"
Di tengah-tengah pertarungan yang sangat cepat itu Hiro sempat-sempatnya memprovokasi mereka semua hingga kemarahan mereka sampai ke titik tertinggi.
"Sialan!!!! Bocah bajing4n" ucap Kun berteriak keras sangat kesal mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut Hiro.
***
Pertempuran mereka telah berlangsung sangat lama, lebih tepatnya 5 jam telah berlalu.
Para pemimpin Sekte tersebut terlihat sangat kelelahan dan kehabisan energi, sedangkan Hiro terlihat bugar dan sehat. Bahkan setetes keringat saja tidak terlihat pada Hiro.
"Segini saja? Hahhh membosankan" ucap Hiro menghembuskan nafas panjang.
"Baiklah waktu bermain telah habis..."
"Skill Creation : THE DIVINE AURORA!"
Hiro pun mengeluarkan skill yang menurutnya cukup untuk membunuh mereka semua.
Sebuah kabut berwarna warni tiba-tiba muncul tepat di atas mereka semua. Kabut tersebut menurun setetes demi setetes air yang terlihat tak lazim karena dari warna nya pun hitam pekat, firasat buruk terasa oleh para pemimpin Sekte itu. Mereka pun membuat sebuah pelindung yang sangat kuat dan tebal yang terbuat dari energi mereka dan di kumpulkan menjadi satu.
Di saat tetesan air tersebut menyentuh pelindung mereka, tiba-tiba...
BOOM... DUARRR...
Ledakan dahsyat tercipta dari setetes air tersebut, sedangkan kabut warna-warni mengeluarkan lebih dari ratusan tetes air.
BOOM...
BOOM...
BOOM...
Ledakan demi ledakan terus mengiringi suasana di tempat tersebut, banyak pohon musnah, batu-batu besar pun hancur berkeping-keping.
Tidak lama kemudian terdengar suara retakan dan teriakan dari para pemimpin Sekte tersebut.
BOOM...
Setelah ledakan terakhir tadi kabut warna-warni yang ada di atas langit pun perlahan-lahan menguap dan menghilang.
Kondisi di tempat tersebut benar-benar hancur berantakan, bahkan tidak ada satupun rumput hijau di tempat tersebut akibat dari ledakan-ledakan sebelumnya.
Lubang-lubang besar berdiameter 5 meter tercipta, Hiro memandang ke depan dengan tatapan tenang dan tersenyum kecil.
"Ternyata masih ada yang selamat, hebat juga" ucapnya yang langsung seketika melihat seorang wanita yang bernama Ling Wei, pemimpin Sekte wajah suci.
"S-siapa k-kau s-sebenarnya?"ucap Ling Wei terbata-bata.
"Aku? Hiro pemimpin Sekte 3 Wajah" jawabnya dengan tenang.
"B-bagaimana mahkluk s-seperti mu ada di Benua Langit?!" ucap Ling Wei yang ketakutan.
"Tentu saja untuk memburu tikus yang ada di Benua Langit ini"
"Baiklah, waktunya ke bagian yang terpenting..."
"Apa kau tahu siapa itu Yaamaa?"
"Dimana orang itu tinggal?" ucap Hiro melayangkan beberapa pertanyaan sekaligus.
"Y-yaamaa? A-ada apa kau mencari Dewa Yaa-maa?" ucap Ling Wei terkejut.
"Tidak ada, bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya? Untuk memburu tikus" ucap Hiro dengan tenang.
"T-tidak t-tahu..." ucap Ling Wei.
"Benarkah? Tapi tadi kau berkata seperti mengenalnya dan tahu dimana dia" ucap Hiro tersenyum manis.
Hiro pun melambaikan tangannya dan Ling Wei seketika menghilang di masukkan olehnya ke penjara yang ada di dunia jiwa.
"Baiklah cukup sama disini saja bersenang-senangnya... Sistem tolong bereskan kekacauan ini yah" ucap Hiro tersenyum kecil.
{Cihh! Sistem selalu saja di suruh untuk membereskan atau membersihkan sesuatu yang telah anda lakukan... Memangnya sistem ini babu anda tuan?}
"Hahaha..." Hiro hanya tertawa dan pergi meninggalkan tempat yang telah hancur itu kembali ke Sektenya.
***
Baiklah Author Akan Menjelaskan Tingkatan Kultivasi Yang Ada Di Dunia Sekarang.
Semuanya Terbagi Menjadi 9 Tingkatan Yaitu :
-Bintang Perunggu
-Bintang Perak
-Bintang Emas
-Bintang Berlian
-Bintang Bumi
-Bintang Langit
-Bintang Raja
-Bintang Kaisar
-Bintang Saint
Dan Bagi Setiap Tingkatan Juga Di Bagi Menjadi 9 Tahapan, Sejak Dunia Ini Mengalami Kehancuran Dahulu Kala. Tidak Ada Lagi Satupun Orang Di Benua Langit Yang Mampu Mencapai Tingkatan Bintang Saint.
Apabila Bertanya Level Hiro Di Bandingkan Dengan Tingkatan Kultivasi Di Atas Maka Bisa Di Sandingkan Dengan Tingkatan Bintang Kaisar
Mengapa Begitu Rendah? Karena Hiro Baru Saja Menjadi Dewa Dan Itu Pun Baru Semi.
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...