
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
{Selamat tuan! Anda mendapatkan Buku Surgawi Kuno}
"Apalagi itu? Buku apa?" Ucap Hiro.
{Buku yah hanya sebuah buku tuan}
"Iyah aku tau itu buku! tetapi maksud ku buku apa itu!?" Ucap Hiro kesal.
{Buku Surgawi Kuno}
"Sialan! tidak bisakah kamu berhenti mempermainkan aku Yue!?" Ucap Hiro frustasi.
{Kenapa tuan terus bertanya? Kalau anda ingin tahu buku apa itu bukankah anda hanya tinggal melihat dan membacanya?}
Sudut bibir Hiro berkedut mendengar jawaban dari Yue.
'Sungguh aku ragu untuk membuatkan kamu tubuh karena kamu yang tanpa wujud dan hanya bisa bersuara saja sangat menyebalkan!!!'
***
Pagi harinya Hiro yang sudah memakai pakaian rapi pergi keluar ruangan untuk sarapan.
"Ibu pertama… Ibu kedua… Aku akan pergi ada hal yang harus ku urus" Ucap Hiro saat melihat kedua ibunya yang sedang mengobrol bersama.
"Tidak boleh!!!" Ucap mereka berdua secara bersamaan.
Hiro terkejut saat mendengar suara penolakan keras dari kedua ibunya. Ia sudah menduganya bahwa tidak akan di perbolehkan untuk berpergian kembali.
"Hahh baiklah bu… Aku tidak akan pergi" Ucap Hiro tersenyum dan bergabung dengan kedua ibunya.
"Nak kamu kan sudah memasuki usia dewasa bukankah saat nya kamu mencari pasangan dan memperkenalkan pada kami?" Ucap ibu pertamanya dengan senyum manis di wajahnya.
"Hoo benar juga saudari, tetapi ia tidak terlihat sekalipun bersama wanita" Ucap ibu keduanya.
"Ahh jangan-jangan kamu tidak menarik di mata wanita?!" Ucap ibu keduanya menggoda Hiro.
Hiro hanya tersenyum pahit mendengar kedua ibunya.
"Bisakah kalian berhenti membahas itu bu?" Ucap Hiro.
"Tidak bisa!!! Kamu ingin ibumu mati terlebih dahulu sebelum melihat cucunya?!" Ucap kedua wanita itu.
"Hahh bagaimana aku mau mencarikan menantu untuk kalian bu sedangkan aku tidak di perbolehkan untuk berpergian" Ucap Hiro menghela nafas.
Kedua wanita itu saling bertatapan kemudian tersenyum.
"Baiklah kami mengijinkan mu untuk pergi tetapi hanya selama sebulan dan kamu harus pulang kembali bersama menantu ibu! Mengerti!?" Ucap Karmelia.
"Kau mengerti kan Nak?!!" Ucap Chloe menatap Hiro dengan tersenyum manis tetapi di pandangan Hiro senyuman itu mengerikan.
"Bukankah kalian terlalu terburu-buru ibu?" Ucap Hiro.
Kedua ibunya tidak menjawab tetapi hanya menatap tajam pada Hiro.
Hiro yang melihat keduanya menatap tajam ke arahnya, ia menghela nafasnya dan mau tidak mau mengiyakannya.
Setelah pembicaraan tentang 'Wanita' tiba-tiba kedua ayahnya menghampiri mereka.
"Hoo betapa senangnya aku melihat kita bisa berkumpul seperti ini" Ucap Hara tersenyum senang.
"Benar tetapi apa yang kalian bahas sebelumnya sampai-sampai teriakan kalian terdengar keluar?" Tanya Alphonse.
"Ahh itu kami menyuruh anak kita untuk membawa menantu untuk kita" Ucap Karmelia.
Kedua ayahnya terdiam dan menatap Hiro dengan tatapan seperti berkata 'Ayah turut berdukacita untuk mu nak…'
'Tidak bisakah kalian tidak menatap ku seperti itu ayah? Bantu aku!!!' Pikir Hiro.
"Oh yah nak… Bagaimana dengan wilayah utara? apa kau tidak segera kembali untuk mengurusnya?" Tanya Hara.
"Tidak apa-apa… Karena ada bawahan ku yang mengurusnya" Ucap Hiro.
"Ingat nak seminggu lagi kita akan mengadakan perayaan hari kedewasaan mu" Ucap Hara.
"Haruskah ayah?" Ucap Hiro berniat untuk menolaknya.
"Harus!! Karena selama ini kami tidak pernah mengadakannya dan juga acara itu untuk memperkenalkan dirimu kepada seluruh penjuru dunia dewa!" Ucap ayah keduanya dengan tegas.
Hiro hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya.
"Ayah berada di level berapa?" Tanya Hiro.
"Hahh… Ayah berada di level Heavenly Mortal puncak dan mentok tidak bisa naik lagi karena tidak ada yang bisa membuat pemicu untuk kenaikan" Ucap Hara menghela nafas.
"Kalau ayah pertama?" Tanya Hiro.
"Ayah berada di level semi Abadi puncak" Ucap Alphonse.
"Terimalah ayah untuk bisa naik lagi" Ucap Hiro memberikan Pil kelas 8 kepada mereka berdua.
"Nak ini ?!"
"Seraplah dan jadilah kuat" Ucap Hiro tersenyum.
"Terimakasih nak"
"Ayah!!! Apaan itu terimakasih? Mengapa harus berterimakasih! Kita kan keluarga sudah sewajarnya aku membantu kalian agar menjadi kuat?!" Ucap Hiro marah.
Mereka semua terdiam sesaat kemudian tersenyum haru melihat sikap Hiro yang penuh kasih sayang dan peduli terhadap keluarganya.
"Tetapi bukankah pil ini lebih baik kamu gunakan sendiri kenapa memberikannya kepada kami?" Tanya Hara.
"Pill itu sudah tidak berguna lagi untukku" Ucap Hiro dengan tenang.
"Apa maksudmu nak?" Ucap heran Hara.
Hiro hanya tersenyum dan mengeluarkan sedikit auranya yang berada di level Heavenly God puncak.
Seketika seluruh ruangan menjadi mencekam, walaupun hanya sebentar dan sekilas mereka merasakan kengerian yang luar biasa.
"N-nak! A-apa kamu?…"
"Benar ayah" Ucap Hiro tersenyum tenang.
"Hahhh… Kamu benar-benar luar biasa kami malu karena kami dan kamu jaraknya terlalu jauh" Ucap Alphonse.
"Tenang saja ayah kalian pasti bisa karena aku akan membantu kalian" Ucap Hiro.
Mereka pun berbincang-bincang dengan penuh kebahagiaan.
Setelah hari mulai gelap Hiro pamit terlebih dahulu pergi ke kamarnya.
"Yue Status" Ucap Hiro.
......................
>Level : Immortal Venerable 9
>Status :
- PENGUASA TANAH KULTIVATOR
- PENGUASA DUNIA ATAS ( Upperworld )
- Penguasa Dunia Bawah ( Underworld )
>Ras :
- God ( Dewa )
- Dragon Storm ( Naga )
- Lucifer ( ½ Malaikat - ½ Iblis )
>Gelar :
- Pemilik System
- King of Destruction
- Dragon Lord
- Lord Human
-The Great Ruler
>Job :
- Alkemist - Master Array - Penempa
- Summoner - Necromancer
>Elemen :
- Void ( Kehampaan )
>Tipe Tubuh :
- Perfection
>Teknik/Skil :
- Penciptaan ( Creation )
>Poin Sistem : ∞
>Poin Pengalaman : 10.000/1.000.000.000
>Koin Emas : ∞
>Senjata :
- Pedang Penghancur Surga Dan Neraka(Dewa)
- Pedang Langit Suci (Dewa)
>Artefak :
- Gelang Mustika Naga
- Gelang Kekacauan
- Absolute Ring
>Penyimpanan :
- Kotak Hadiah Misteri (???)(10)
- Kotak Hadiah Misteri Spesial (99)
- Kotak Hadiah Misteri Legendaris (99)
- Telur Misterius
>Partner/Beast Kontrak :
- Long Wang ( Raja Naga )
- Yuki ( Kura-kura )
- Raa ( Phoenix )
>Bawahan :
- Raphael ( Malaikat )
- Diablo ( Iblis )
- Rachel ( Dewa )
- Liya ( Elf )
- Gorgon ( Dwarf )
>Shop
......................
"Yue apakah aku bisa pergi kembali ke tanah kultivator?" Tanya Hiro.
{Tentu saja bisa tuan karena anda memiliki Skil Teleportasi dan anda pun mempunyai bayangan tentang tanah kultivator sebagai persyaratan memakai Skil Teleportasi}
"Baguslah dengan begitu akan mudah untuk menjemput para wanita yang ada disana kalau tidak nanti mungkin aku akan habis oleh mereka" Ucap Hiro merinding ketakutan.
{Akses Skil Teleportasi akan Yue blokir sebelum anda membentuk tubuh untuk Yue!!!}
"Baik-baik aku mengerti, kamu tenanglah karena bisa ku pastikan bahwa kamu lah yang akan menjadi wanita pertama yang ku kenal kan kepada keluarga ku" Ucap Hiro tersenyum manis.
Tidak ada jawaban dari Yue yang membuat Hiro memutuskan untuk tidur.
Tetapi tanpa Hiro sadari untuk pertama kalinya sistem mengalami Error karena terlalu emosional.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf Telat Banget 🙏
Tingkatkan Like dan Support Kalian dan Terimakasih Untuk Yg Selalu Stay Karena Tanpa Kalian Mungkin Author Sudah Surrender Dalam Menulis Karya Ini 🙏
See You Next Up 👋