
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Diablo dan Long Wang tanpa memikirkan hal lainnya, mereka berdua segera melakukan perintah Hiro tanpa bersama pasukan karena menurut mereka itu akan memperlambat pergerakan mereka yang sedang terburu-buru.
"Ingat jangan pedulikan yang lainnya bunuh saja semua yang mengancam kedamaian dunia!" Ucap Diablo dengan serius.
"Aku mengerti" Ucap Long Wang sama seriusnya.
"Baiklah kamu pergi ke arah barat dan aku ke timur, setelah itu kamu ke selatan dan aku ke utara" Ucap Diablo.
Long Wang mengangguk dan ia segera pergi ke arah barat sedangkan Diablo ke arah timur, mereka memutuskan untuk berpencar agar segera selesai.
***
Hiro yang mengetahui bahwa Diablo dan Long Wang panik karena perkataannya, ia tertawa terbahak-bahak.
"Mereka benar-benar bawahan ku yang paling setia dan terlalu takut kepadaku" Ucap Hiro yang lelah karena tertawa.
"Kasihan mereka sayang" Ucap Yue tetapi dirinya juga tertawa melihat kelakuan keduanya.
"Hahh… Akan ku tanyakan bagaimana keadaan dunia dewa" Ucap Hiro setelah selesai tertawa.
"Raphael, bagaimana keadaan disana? Apakah sudah selesai?" Tanya Hiro lewat telepati.
"Ahh baik tuan, di perkirakan 2 hari lagi selesai tuan" Jawab Raphael.
"Apakah tidak bisa di percepat? kalau bisa lebih bagus kalau tidak bisa yasudah tidak masalah" Ucap Hiro dengan tenang.
"Baik akan saya usahakan tuan" Ucap Raphael dengan serius.
"Baiklah kalau begitu" Ucap Hiro memutuskan koneksi telepati nya.
"Kita tidak perlu terlalu mengurus Upperworld karena disana ada Arphen yang sangat bisa di andalkan dalam permasalahan keamanan dunianya" Ucap Yue.
"Hmmmm… Baiklah kalau kamu sudah berkata begitu" Ucap Hiro.
'Ahh benar telur misterius yang aku berikan ke Liya, apakah sudah menetas yah?' Pikir Hiro.
"Liya, kau berada dimana?" Tanya Hiro.
"Saya di hutan suci tuan, dunia jiwa" Jawab Liya.
"Baiklah kau tunggu sebentar, aku akan kesana" Ucap Hiro.
Setelah itu Hiro pun segera pergi ke tempat Liya, sedangkan Yue tidak ikut.
Setelah beberapa saat akhirnya Hiro bertemu dengan Liya yang tengah menjaga dengan baik telurnya.
"Apakah sudah ada tanda-tanda menetas?" Tanya Hiro.
"Tidak tahu tuan…" Ucap Liya.
"Kenapa tidak menetas-menetas yah?…" Ucap Hiro bingung.
'Apakah ada yang salah sistem dengan telurnya?'
{Sebenarnya ada tuan…}
'Apa itu?'
{Telur ini adalah telur gagal muda yang jadi menyebabkan masa menetas nya akan membutuhkan waktu yang lumayan lama, dan mungkin juga pada saat menetas mahkluk yang keluar kemungkinan akan cacat}
'Yang benar saja! Haishh kasian sekali dia… bagaimana mencegah supaya dia tidak cacat?' ucap Hiro.
{Anda bisa memberikan energi anda dalam jumlah yang cukup besar sebagai penopang hidupnya, karena telur muda akan sangat menyulitkan mahkluk yang akan keluar dari telur}
Hiro diam-diam mengangguk, "Liya segera beritahukan aku saat ada tanda-tanda telur ini akan menetas, jadi kamu jaga dan perhatikan terus jangan sampai terlewatkan hal sekecil apapun itu" Ucap Hiro dengan serius.
"Baik tuan, saya mengerti!" Ucap Liya dengan tegas.
Hiro mengangguk dan ia pun pergi keluar dari dunia jiwa.
***
Dunia Dewa
"Kamu bawahannya Hiro? Terus dimana Hiro sekarang?" Tanya seorang wanita kepada Raphael.
"Iyah nyonya, tuan Hiro saat ini sedang ada urusan di dunia bawah" Jawab Raphael dengan sopan.
"Beraninya anak itu!!" Ucap wanita itu dengan kesal.
"Sayang ada apa?" Tanya seorang pria tiba-tiba datang.
"Aku sedang menanyakan anak kita kepada bawahannya, dan ia bilang kalau anak itu sedang pergi ke dunia bawah!" ucapnya kesal.
"Apa!!! Pantas saja selama ini ia tidak terlihat" Ucap pria itu terkejut.
"Ada apa saudari?"
"Ada apa adikku, kamu seperti kelihatan sedang kesal?"
Mereka semua ternyata keluarga Hiro yang sedang mencari-cari keberadaan nya.
"Hiro pergi ke dunia bawah tanpa memberitahu kita! Bagaimana aku tidak kesal?!" Ucapnya.
"Apa! Bagaimana bisa dia seperti itu?" Ucap Chloe dengan terkejut.
"Haishh apakah kamu lupa sayang kalau dia adalah penguasa tanah kultivator? Jadi wajar saja dia sesekali pergi ke dunia bawah" Ucap Alphonse menenangkan istrinya.
"Penguasa dunia bawah? Oh begitu yasudah biarkan saja ia melakukan tugasnya" Ucap Hara.
"Tapi yang jadi masalahnya kenapa ia tidak memberitahukannya kepada kita?" Ucap Karmelia masih kesal.
"Sudahlah sayang, dia seperti itu karena tidak ingin kalian mencegahnya ataupun mengkhawatirkan nya" Ucap Hara.
"Hahaha hebat juga keponakan ku, masih muda sudah menjadi penguasa sebuah dunia walaupun dunia bawah tetap saja luar biasa" Ucap Escanor tertawa senang.
"Maaf mengganggu kalian semua tuan-tuan dan nyonya, tapi saya ada tugas yang harus di lakukan, jadi saya mohon pamit undur diri terlebih dahulu" Ucap Raphael dengan sopan.
"Ahh maafkan kami yang tidak menyadari keberadaan dirimu" Ucap Karmelia.
"Tidak apa-apa nyonya" Ucap Raphael tersenyum.
"Hmmm dia siapa adikku?" Tanya Escanor dengan tatapan selidik.
"Oh dia adalah bawahan Hiro katanya" Jelas Karmelia.
"Bawahan anak itu? Yasudah lah" Ucap Escanor.
"Kalau begitu saya pamit tuan dan nyonya" Ucapnya kemudian menghilang.
Escanor masih diam dalam pikirannya, Hara yang melihatnya menanyakan kenapa ia seperti itu.
"Aku seperti merasa ada yang aneh dengannya, ia bukan dewa dan bukan juga manusia tetapi insting ku mengatakan bahwa ia sangat berbahaya" Ucap Escanor dengan serius.
"Haishh saudaraku tidak usah di pikirkan, dulu nya kami pun berpikir seperti mu tapi setelah kami sesuatu itu kami tidak dapat berkata-kata" Ucap Alphonse dan Chloe tersenyum.
"Memang apa yang kamu tahu saudara ku?" Tanya Hara, begitupun dengan yang lainnya mereka menatap penasaran.
"Apakah kalian tahu bahwa semua bawahan Hiro bukanlah orang-orang biasa?" Ucap Alphonse.
Mereka menggelengkan kepalanya karena belum di beritahu oleh Hiro.
"Baiklah akan ku katakan sesuatu bahwa semua bawahan Hiro adalah dari ras yang berbeda…" Ucap Alphonse.
"Apa maksudmu?" Tanya Escanor terkejut begitupun dengan yang lainnya.
"Aku tahu bahwa ini tidak mudah dapat kita percaya tapi itu benar adanya bahwa semua bawahan anak kita itu adalah semua dari ras yang berbeda dan yang barusan adalah Raphael dari ras Angel" Ucap Alphonse.
"Raphael? Angel?" Ucap Karmelia kebingungan.
"Tunggu… Jangan bilang!" Ucap Escanor terkejut seperti mengetahui sesuatu.
"Kenapa kak?" Tanya Hara.
"Aku pernah dengan bahwa zaman dulu ada seorang penguasa dari Upperworld yang bernama Raphael ini… Tidak, tidak mungkin" Ucap Escanor tidak percaya.
"Apa! Jadi yang kakak maksud kalau yang barusan itu adalah leluhur nya para Angel di Upperworld?!" Ucap Hara yang mengerti.
Seolah menyadari sesuatu wajah Escanor pucat pasi dan badan bergetar.
Semua orang yang melihatnya pun terkejut.
"Kenapa kak? Ada apa denganmu?" Tanya Hara.
"D-dia benar Raphael leluhur ras Angel!…" Ucap Escanor terbata-bata.
"Bagaimana kakak bisa yakin?" Tanya Hara.
"Apa kamu tidak ingat? Pada saat pertama kali kita bertemu Hiro yang waktu itu kita akan berperang? Hiro membawa pasukan malaikat" Ucap Escanor.
Hara terdiam karena mengerti apa yang di maksud oleh Escanor.
Mereka semua terkejut mendengarnya karena setelah di pikirkan bagaimana mungkin ras malaikat yang sangat terhormat dan angkuh menuruti perintah Hiro?
"T-terus menurut saudara Alphonse, bahwa Hiro memiliki bawahan dari setiap ras yang berbeda-beda… jangan-jangan…" Ucap Escanor semakin terkejut.
Ia melihat ke arah Alphonse yang mengangguk membenarkan apa yang Escanor pikirkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan-jangan… Kalian sudah bosan membaca karya author 🥲
Dan jangan-jangan… Pada saat sepi seperti ini kalian menabung bab 🥲
Sungguh kejam sekali perlakuan kalian terhadap author 🥲
See you next up 👋
^^^^~ASMODEUS~^^^^