Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
The Red Evil


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada malam hari kelompok Tio dan Hiro beristirahat di tepian sungai yang berada di dalam hutan. Mereka memutuskan untuk bermalam disana karena akan sangat berbahaya apabila melintasi hutan pada malam hari, dimana para monster biasanya aktif pada malam hari untuk mencari makan.


Di dalam kegelapan malam hanya ada sebuah cahaya yang berasal dari api yang mereka buat untuk menerangi sekitar dan juga untuk membakar daging buruan yang mereka dapat sebelumnya.


Walau dalam kondisi gelap mereka tetap makan dengan lahap hingga menyisakan tulang belulangnya saja.


"Kalian istirahat lah biar aku dan Tom yang berjaga terlebih dahulu setelah itu kamu Hiro" ucap Tio.


Hiro mengangguk dan masuk ke dalam tenda yang berbeda dengan para wanita.


Di dalam tenda nya Hiro merasa janggal dengan sikap Tom yang tiba-tiba tenang tidak seperti sebelumnya.


'Sistem, apa mungkin ada penyebabnya monster-monster tiba-tiba menyerang kota?' tanya Hiro.


{Mungkin saja ada tuan, karena tidak normal sekelompok monster menyerang kota secara struktur sekali seperti ada seseorang yang mengaturnya}


'Benar, aku juga berpikir seperti itu dan ada satu orang yang membuat ku menaruh curiga padanya' ucap Hiro.


{Sistem akan mencoba mencari tahunya tuan}


'Baiklah terimakasih'.


Setelah obrolan singkatnya dengan sistem Hiro pun memutuskan untuk istirahat, tetapi mau bagaimana pun matanya tidak kunjung menutup.


"Sial, aku masih memikirkan hal yang tidak berguna yang membuat ku tidak bisa tidur" ucapnya kesal, ia tahu bahwa kalau tidak menuntaskan apa yang ada di pikirannya maka ia tidak akan pernah tenang.


"Aku harus mencari tahu dan mengumpulkan bukti... Karena tidak mungkin mereka dapat dengan mudah percaya kepadaku tanpa adanya bukti yang kuat" ucap Hiro.


SWOSHHH...


Sebuah aliran energi yang sebelumnya ia rasakan di kota Tulip tiba-tiba terasa kembali.


"Jangan-jangan... Aura ini..." ucap Hiro dengan bergegas pergi keluar untuk melihat sesuatu.


Dan ternyata saat ia keluar tenda melihat beberapa orang sedang mengkeroyok Tio dan salah seorang dari mereka Hiro mengenalnya, yaitu Tom!.


"Sial! Pantas saja dia tenang sekali akhir-akhir ini, ternyata ini yang dia rencanakan..."


"Apa aku harus pergi saja tidak usah ikut campur?" ucap Hiro bimbang.


"Kyakkkk-..."


Terdengar jeritan ketakutan yang berasal dari suaranya Tia.


Hiro tertegun sejenak di saat melihat perempuan tersebut di seret dengan cara yang sangat kasar.


"Hahaha bos, kami sudah bergerak sesuai rencana anda... Jadi kapan kami dapat menikmati mereka?" ucap salah satu dari mereka dengan wajah penuh nafsu.


Tio yang melihat hal tersebut tentu saja sangat marah tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena sedang di hadang oleh 5 orang sekaligus sehingga ia tidak dapat bergerak bebas.


"Hahaha oh Tia ku yang ku cinta, seharusnya kamu menerima saja lamaranku jadi aku tidak perlu menggunakan cara kasar seperti ini" ucap Tom.


"Oh yah kalian pergilah ke tenda itu dan habisi nyawa bajingan di dalamnya" ucap Tom sambil menunjuk ke tenda Hiro.


"Baik bos! Tapi jangan lupakan janji anda yah, setelah anda selesai maka giliran kami selanjutnya" ucap mereka.


"Hehehe beres bos tenang saja!".


Beberapa orang dari mereka kemudian pergi menuju tenda Hiro.


'Hahhh dasar para babi hutan yang gila, berani-beraninya menunjukkan taring ke predator yang sesungguhnya' pikir Hiro saat melihat hal tersebut.


{Tunjukkan pada mereka tuan siapa bos yang sebenarnya!}


Terdengar suara sistem yang sedikit emosional, Hiro hanya tersenyum kecil.


"Baiklah akan aku perlihatkan pada mereka, siapa yang memangsa dan pemangsa sebenarnya" ucapnya kemudian mengeluarkan sebuah pedang emas kebanggaannya.


SYUTTTT... CRATTT!


Setelah orang-orang tersebut masuk ke dalam tenda, kepala mereka langsung terputus begitu saja dan menggelinding ke arah para bandit yang sedang berkumpul senang ria.


"Aku boleh membunuhnya kan?" ucap Hiro dari balik kegelapan, dengan penampilan yang menyeramkan dimana seluruh bajunya basah oleh darah.


Suasana menjadi hening seketika, tubuh mereka kaku dan kepala mereka blank karena belum bisa mencerna kejadian yang sangat cepat tersebut.


Tanpa banyak bicara Hiro mulai memenggal satu persatu kepala mereka yang masih belum sadar.


TUK... TUK... TUK...


Suara kepala jatuh memecah keheningan dan membuat mereka tersadar dari lamunannya.


Tetapi semuanya telah terlambat di saat mereka tersadar, apa yang mereka lihat dari mata kepala mereka adalah tubuh mereka terlihat yang terbalik.


"A-apa yang terjadi.."


Mereka mati dalam keadaan tidak penuh pertanyaan, kini yang tersisa hanya Tom seorang diri.


Tom terkujur kaku dan terjatuh lemas karena kaki nya gemetar sangat hebat hingga tidak mampu menopang berat tubuhnya.


"A-apa yang terjadi?" ucapnya dengan terbata-bata.


Hiro tidak banyak bicara, ia memotong kedua tangan dan kakinya dengan sekali tebasan yang sangat cepat sehingga Tom sendiri tidak menyadari bahwa bagian tubuhnya telah terpotong rapi.


"Hahh baju ku jadi kotor karena darah mereka, Tia tolong cucikan baju ku besok yah" ucapnya sambil tersenyum manis.


Tia mengangguk secara cepat di bawah alam sadar nya karena ia belum tersadar dari keterkejutan nya akan kejadian barusan.


"Dan juga kalian mengijinkan aku untuk membunuhnya kan? Maka dari itu aku akan membunuhnya, karena dia sangat menjijikan" ucap Hiro dengan ekspresi wajah yang jelek saat melihat Tom.


SWOSHHH... BRUK...


Kepala Tom pun terputus dari badannya, kini tempat itu pun kembali sunyi namun pemandangan nya sangatlah mengerikan dimana banyak sekali tubuh manusia tanpa kepala tergeletak di sembarang tempat dan tercium bau amis karena genangan air darah di tempat tersebut.


Walaupun gelap tetapi cahaya bulan menerangi pemandangan tersebut dan sosok Hiro di mata mereka saat ini sangatlah menyeramkan, bagaikan malaikat pencabut nyawa yang menyerupai iblis hingga mendapatkan julukan di hati mereka masing-masing yaitu The Red Evil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Komen-komen and like nya dong.