
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro dan Yue saat ini tengah menuju ke arah timur yaitu tempat tinggalnya Klan Si.
Selama di perjalanan tidak ada masalah yang menghambat mereka berdua, entah itu karena monster ataupun orang-orang, karena Hiro menggunakan kapal terbang nya.
"Kita turun di depan" Ucap Hiro saat melihat di depannya telah terlihat sebuah kota dengan di kelilingi oleh gunung atau bukit tinggi.
Kapal terbang tersebut mulai memperlambat kecepatannya dan mengurangi ketinggian terbangnya.
Setelah menyentuh dengan tanah, Hiro mulai turun dan menyimpan kembali kapal terbangnya ke dalam inventori.
"Jadi bagaimana rencana mu sayang? Apakah membuat kekacauan langsung dengan menyerang atau ada sedikit penyamaran?" Tanya Yue.
"Hmmm entahlah lebih baik kita lihat dulu situasi dan keadaan kota tersebut" Ucap Hiro sambil memikirkan rencananya matang-matang.
"Tidak langsung menyerang? bukankah itu lebih menyenangkan" Ucap Yue.
"Matamu! baru saja kamu menyarankan aku agar berhati-hati dalam bertindak tetapi dirimu juga lah yang menyuruh aku bertindak seenaknya" Ucap Hiro.
"Hehe" Yue hanya tertawa.
"Kita rubah dulu penampilan agar dapat bergerak dengan bebas" Ucap Hiro kemudian menggunakan skill nya untuk mengubah tampilan wajahnya.
Setelah selesai Hiro dan Yue menuju ke arah kota yang sudah terlihat di depan mata.
Di dalam kota Hiro dapat melihat banyak sekali orang-orang berpakaian hitam corak emas yang berpatroli.
"Seragam mereka sangat bagus sekali, apakah mereka murid-murid klan Si atau prajurit kota?" Ucap Hiro yang terkagum-kagum.
Hiro mencari restoran dan penginapan untuk mencari informasi-informasi tentang kota ini.
Di dalam sebuah restoran Hiro duduk di ujung dan memesan makanan, sambil menunggu pesanannya Hiro membuat sebuah pelindung kasat mata untuk meredam suara tetapi dapat meningkatkan ketajaman pendengaran.
"Hey apa kau tahu kenapa pergerakan orang-orang klan Si sekarang sangat agresif? mereka seperti mencari sesuatu" Ucap salah seorang pengunjung berbincang dengan temannya.
"Benarkah? aku tidak tahu karena aku baru saja kembali ke kota ini" Ucap temannya.
"Haisshh sepertinya kalian ketinggalan beritanya… Apakah kalian tidak tahu? kalau putra satu-satunya Patriak Si Alan di kabarkan mati dan penyebabnya masih belum di ketahui" Ucap teman mereka satunya dengan bicara pelan dan melihat kesana kemari.
"Apa? benarkah?" Ucap mereka berdua dengan suara cukup keras.
"Syuttt jangan berisik dasar kalian bodoh! kita di larang untuk membicarakan hal ini karena kalau sampai ketahuan oleh orang-orang klan Si maka kita akan di habisi" Ucap orang yang tadi bercerita dengan memukul kedua temannya agar diam.
"Ah maaf, aku tidak tahu" Ucap mereka berdua.
"Tidak apa-apa asalkan kalian tutup mulut saja jangan membicarakan ini kepada yang lain" Ucap orang tersebut.
"Tapi apa itu benar? karena orang bodoh mana yang berani menyinggung klan Si? dan juga berani membunuh anak dari Patriak" Ucap pemuda satunya dengan agak tidak percaya.
"Haishh kau ini, bagaimana pun juga semua orang pasti punya tingkat kesabaran masing-masing, apa kau lupa bagaimana sikap si brengsek itu? jadi yah wajar saja ia terbunuh karena salah menyinggung orang" Ucap pemuda satunya lagi.
"Hah kau benar, ada baiknya kita bersyukur karena ia saat ini telah mati".
"Bodoh! apa kau mau mati? bagaimana kalau ada yang mendengarnya".
Perbincangan mereka pun terhenti sampai sana selanjutnya mereka berbicara mengenai hal yang lain karena takut akan ada yang mendengar pembicaraan mereka.
Sedangkan Hiro yang telah mendengar semuanya sedikit tersenyum ternyata Klan Si benar-benar kerepotan mencari pelaku pembunuh tuan muda mereka.
"Kamu memang ahlinya mempermainkan orang" Ucap Yue.
"Hahaha tapi ini lumayan seru seperti permainan anak kecil yaitu polisi dan penjahat, aku penjahatnya dan mereka polisinya" Ucap Hiro.
Yue menggelengkan kepalanya karena kelakuan Hiro memang kekanak-kanakan.
"Tuan pesanannya" Ucap seorang pelayan dengan membawa berbagai makanan pesanan Hiro.
"Oh iyah terimakasih" Ucap Hiro kemudian mulai menikmati makanan di depannya tetapi telinga nya masih saja mendengar sekitarnya siapa tahu dia mendapatkan informasi yang bagus.
"Hey kau bocah bau yang disana! pergilah tinggalkan tempat duduk ini untukku dan wanita disana temani aku" Tiba-tiba terdengar suara yang begitu angkuh dan sombong.
Hiro melihat ke arah suara tersebut berasal dan melihat seorang pemuda berpakaian mewah bersama dengan dua pemuda mungkin temannya dan beberapa pengawalnya yang terlihat kuat, Hiro hanya melirik sebentar dan fokus pada makannya kembali, ia mencoba untuk mengabaikannya dan tidak mendengarkan suara tersebut.
Tetapi hal tersebut malah semakin membuat pemuda berpakaian mewah tadi berteriak mencaci maki Hiro karena kesal ucapannya di abaikan oleh Hiro.
'Dimanapun aku berada kalau membawa gula pasti akan ada semut yang datang menghampiri' ucap Hiro dalam batinnya.
"Pergilah sebelum kesabaran ku habis" Ucap Hiro dengan dingin.
Mendengar perkataan Hiro membuat pemuda berpakaian mewah dan teman-temannya tertawa terbahak-bahak, mereka menganggap kalau ucapan Hiro barusan adalah lelucon yang sangat lucu untuk mereka.
"Apa kalian mendengarnya? kalau kehabisan kesabaran kenapa memangnya brengsek?" Ucap pemuda berpakaian mewah dengan sinis.
"Jangan bercanda hey bodoh? apa kau tidak tahu siapa dia?" Ucap teman pemuda tersebut.
"Memang aku peduli siapa dia? dan juga kenapa aku harus tau dia siapa?" Ucap Hiro dengan dingin.
"Sialan! aku sudah berbicara baik-baik dengan mu tetapi apa ini balasan mu? baiklah kalau begitu kita cara kekerasan!"
"Kalian semua bunuh pemuda tidak tahu diri itu dan bawa wanita yang bersamanya itu untuk menemani malam yang dingin denganku" Ucap pemuda tersebut dengan kesal dan menjilat bibirnya saat membayangkan hal-hal yang akan ia lakukan dengan wanita tersebut.
Semua pengawal pemuda itu mengangguk dan dengan cepat mengelilingi Hiro dan Yue.
Orang-orang di sekitarnya mulai menjauh karena tidak ingin terlibat.
Mereka hanya melihat dari kejauhan dan berbisik-bisik karena betapa sialnya Hiro berurusan dengan pemuda tersebut.
"Hahhh… Tadinya aku ingin sedikit memberi pengampunan terhadap kota ini dan klan Si tetapi sepertinya aku harus mengurungkan niat tersebut, menghancurkan klan Si beserta orang-orang busuk di dalamnya sudah termasuk ide yang bagus" Ucap Hiro.
Hiro kemudian menggunakan Skil Creation nya dan membuat waktu di sekitarnya berhenti.
Dalam perhentian waktu tersebut Hiro membuat semua pengawal pemuda berpakaian mewah itu patah tangan, kaki dan patah masa depannya.
Setelah selesai Hiro mulai mengembalikan kembali waktu seperti semua, dan seketika suara jeritan kesakitan yang sangat keras membuat semua orang yang melihatnya terkejut.
"A-apa yang sebenarnya terjadi? ada apa dengan kalian?!" Ucap pemuda tersebut kebingungan dan ketakutan karena pengawal nya tersebut adalah orang-orang pilihan terbaik dari ayahnya.
Kalau orang-orang terbaik pilihan ayahnya dapat di kalahkan begitu saja itu berarti orang yang ia singgung saat ini bukanlah orang biasa.
"Sudah kubilang sebelumnya pergi sebelum kesabaran ku habis tetapi kalian menganggap perkataan ku lelucon? baiklah akan ku beritahukan kalian apa itu lelucon sebenarnya" Ucap Hiro dengan dingin dan tatapan yang sangat tajam yang membuat suasana di sana menjadi sangat mencekam bahkan untuk bernafas saja mereka sampai lupa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Masih sedikit tetapi tetap up 🙏
Dan FYI author agak kurang fit fisik dan jiwa jadi agak kurang dalam mencari ide, maaf yah kalau kurang ceritanya 🙏