Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Mahkluk Abadi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Benua Langit tingkat atas sedang terjadi kekacauan akibat kedatang Yue dan yang lainnya memburu para bangsawan yang berniat untuk membelot dari kaisar dan mendukung kebangkitannya para raja iblis.


Yue dan yang lainnya tak segan-segan menghabisi seluruh bangsawan yang mempunyai niat secara terang-terangan mendukung para raja iblis.


Seluruh keluarga bangsawan tersebut di bantai hingga ke akar-akarnya, raja Han Qu sendiri tidak mempermasalahkannya. Bahkan ia pun menurunkan perintah kepada para prajuritnya untuk membantu Yue dan yang lainnya.


Seketika saat itu juga Benua Langit kegemparan terjadi seluruh penjuru dunia, para rakyat biasa tentu saja bersorak gembira karena para bangsawan yang membuat mereka menderita telah tiada.


Mereka sangat berterimakasih kepada Yue dan yang lainnya, karena kedatangan mereka membawa angin segar bagi mereka semua.


"Apa sudah semuanya?" tanya Yue yang sedang menerima laporan dari Diablo.


"Sudah nyonya ... Sebagian dari mereka meminta pengampunan, kita serahkan saja mereka pada Kerajaan Langit" ucap Diablo.


"Baiklah tidak masalah, kita juga tidak bisa ikut campur terlalu dalam" ucap Yue.


"Benar... A-anu nyonya"


"Hemmm ada apa?" ucap Yue.


"Apa kita akan menunggu tuan disini?" tanya Diablo.


Yue terdiam dulu sesaat setelah itu ia mengangguk dan berkata, "Kalau pun kita ada disana, maka hanya akan menambah beban Hiro saja".


Diablo pun murung seketika saat mendengar perkataan Yue, karena hal tersebut benar adanya. Adanya atau tidak mereka pun sama sekali tidak merubah apapun.


"Selesaikan dulu masalah disini setelah itu kita lihat keadaan di bawah sana... Soalnya pertarungan mereka pasti akan memakan waktu yang sangat lama, apalagi kini kekuatan Memphistopheles hampir setara dengan The Dark Lord" ucap Yue.


***


"Tusuk!"


"Pelindung!"


DUG...


BOOM...


"Hah..hah..hah.. sungguh menyebalkan sekali, bagaimana cara mengalahkan nya?!" ucap Hiro.


{Memang sulit sih, tetapi sepertinya dia juga kelelahan akibat tubuhnya sudah tidak mampu lagi menahan energi kematian yang terlalu banyak dalam waktu yang lama}


"Aku harus bagaimana kalau begitu?"


{Hemmm... Aha!}


{Coba gunakan energi Dewa Kehidupan! Karena energi tersebut berlawanan dengan energi kematian}


{Bagian dalam tubuhnya kan sudah tertekan, jadi cobalah untuk menekan dari luar agar tubuhnya tidak mampu lagi menahan energi kematian tersebut}


{Paham tidak?}


"Hemmm sedikit, tapi intinya adalah melawannya dengan menggunakan energi Dewa Kehidupan kan?" ucap Hiro.


SWOSHHH...


Aura biru semu hijau pun muncul dari dalam diri Hiro, mengganti aura emas yang sebelumnya.


Memphistopheles terlihat tidak suka dengan aura tersebut, ia seperti seekor singa pemberani namun tidak akan bergerak sebelum di serang terlebih dahulu.


Seakan-akan sebisanya ia tidak melakukan pertarungan secara langsung.


"Hoo, benar... Lihat wajahnya yang lucu itu? Seperti kucing takut air" ucap Hiro.


{Haishh kenapa sebelumnya tidak terpikirkan yah... Padahal lebih awal lebih bagus}


"Sudahlah yang terpenting kita berhasil menemukan kelemahannya" ucap Hiro sambil tersenyum lebar.


"Skill Creation : Life Spreader"


Sesaat setelah Hiro mengeluarkan skill nya, tanah yang awalnya tandus/kering berubah menjadi hijau kembali. Pohon-pohon yang sebelumnya tumbang, hidup kembali dan memunculkan anak pohon yang baru.


Bunga-bunga cantik bertebaran dimana-mana dan angin terasa lebih segar daripada sebelumnya.


Memphistopheles terbang dengan cepat ke atas langit mencoba menghindari area pertempuran.


Hiro tersenyum senang dan hanya diam saja di bawah karena percuma ia mengejar juga. Sebentar lagi Memphistopheles pun pasti akan turun dengan lemas.


"Hahaha percuma kau lari, karena sekeliling kita telah di pasang pagar pembatas yang tidak akan bisa di tembus!" ucap Hiro tertawa senang.


"Sebentar lagi area ini akan di penuhi dengan energi Dewa... Energi yang paling kau benci dan hindari" ucap Hiro kembali berbicara dengan senyum sinis.


"Menguap!" ucap Memphistopheles.


Namun kekuatan kegelapan nya tidak mampu menandingi energi kehidupan yang sudah melimpah ruah di tempat tersebut, sehingga ia tercemari oleh energi yang sangat bertolakbelakang tersebut.


"Ugh-.. "


SWOSHHH...


Dan benar saja apa kata Hiro, saat ini Memphistopheles melayang-layang tidak karuan dan akhirnya terjatuh dengan keras ke atas tanah yang penuh bunga.


Memphistopheles terbaring lemah dengan bekas luka bakar yang banyak sekali di tubuhnya.


"Oh? Dia terbakar?" ucap Hiro yang juga terkejut saat melihat hal tersebut.


{Tentu saja begitu... Bagi para mahkluk hidup lainnya, mungkin energi kehidupan sangatlah menyegarkan namun bagi bangsa iblis apalagi mahkluk yang di penuhi energi kematian itu sangat mematikan}


"Berarti dia sudah kalah?"


{Tidak tahu... Mungkin saja masih ada sesuatu yang ia sembunyikan}


"Hemmm..."


Hiro berjalan dengan tenang mendekati sosok Memphistopheles yang terkapar di atas tanah.


Dengan penuh kehati-hatian, Hiro melihat keadaannya dengan lebih jelas.


"Apa kau sudah mati?"


"Ohok-... Tentu saja tidak sialan! Aku tidak akan mati semudah ini" ucap Memphistopheles dengan keras namun tubuhnya tidak dapat bergerak.


"Tapi kau sudah terbaring begini, apa perlu aku serang lagi biar kematian mu lebih cepat?" ucap Hiro dengan tersenyum kecil.


Memphistopheles tidak berbicara lagi, Hiro kemudian mengeluarkan pedangnya dan menusuk dada bagian kanannya Memphistopheles.


JLEB...


Setelah itu ia menggulingkan nya untuk membuatnya menghadap ke atas.


"Nah, bagaimana apa masih ingin lanjut?" ucap Hiro.


"Uhuk-.. uhuk.. Aku masih belum kalah!" ucap Memphistopheles dengan sangat keras kepala menolak kekalahannya.


"Haishh, masih belum kalah gimana? Keadaan dirimu saja menyedihkan begini" ucap Hiro.


"K-kau.. jangan kira semuanya akan berhenti saat aku telah kalah ataupun m-mati..."


"M-masih banyak musuh-musuh yang tengah memperhatikan mu dan menunggu waktunya yang tepat untuk m-membunuhmu"


"A-aku h-hanya sebagian kecil dari eksistensi mereka..."


"Di luar sana masih banyak yang lebih kuat lagi daripada diriku... Namun karena di dalam dasar dirimu terdapat sesuatu yang mengerikan, mereka tidak akan bergerak gegabah begitu saja.."


"Satu nasihat ku untukmu sebagai rival ku sedari dulu, yaitu... "


Hiro tertegun sejenak setelah mendengar perkataannya Memphistopheles.


Ia tidak tahu harus merespon bagaimana, ia tidak tahu harus melakukan apa. Tetapi entah mengapa timbul api kebencian dari dalam hatinya.


Nafas menggebu-gebu dan merasakan rasa kesal yang teramat sangat besar.


"Baiklah terima kasih..."


Hiro mendekat kan pedangnya ke leher Memphistopheles, "Kini semuanya telah berakhir..."


Sebelum Hiro menggerakkan pedangnya, tiba-tiba...


WUNGGG...


Langit terbelah dan pembatas yang tadi mengelilinginya menghilang.


Kemudian setelah itu muncul sebuah bola mata raksasa yang menatapnya dengan sangat tajam.


{Bahaya kak! Itu adalah mahkluk legendaris yang bertugas melindungi seluruh dunia...}


{Ia akan muncul apabila terdapat sebuah mahkluk yang seharusnya tidak ada di dunia, seperti kakak!}


{Karena keberadaan kakak harusnya ada di dunia illahi}


{Selama ini aku menahannya agar tidak menyadarinya tetapi saat ini ia telah menemukan kakak... Kalau tidak secepatnya pergi dari dunia ini maka ia akan mengamuk dan membunuh kakak!}


Hiro melihat ke atas, menatap bola mata tersebut yang seolah-olah berkata, 'Pergi ke tempat seharusnya dirimu berada atau mati disini?'.


Hiro hanya tersenyum kecil dan berkata, "Baik aku akan pergi tetapi berikan aku waktu sedikit lagi untuk membereskan urusan ku di dunia ini... Setelah itu aku janji akan segera pergi" .


Sepertinya bola mata raksasa itu mengerti perkataan Hiro, ia melihat ke arah Memphistopheles dan tiba-tiba melotot lebih tajam daripada kepada Hiro sebelumnya.


WUNGGG...


Dunia bergetar dengan sangat hebat, Memphistopheles yang melihat itu hanya tersenyum.


"Bunuh saja aku... " ucapnya.


Kemudian bola mata raksasa itu mengeluarkan sebuah sinar terang yang sangat besar dan menghantam tepat kepada Memphistopheles.


BOOM...


DUARRR...


Hiro terpental cukup jauh karena dampak dari ledakan tersebut, saat ia bangun kembali ia telah melihat tempat Memphistopheles berada telah hancur dan hangus.


Bahkan sosok Memphistopheles pun tidak terlihat kembali yang berarti ia telah di bunuh oleh bola mata tersebut.


Hiro menelan seteguk air ludah saat melihat hal tersebut, "Aku juga tidak akan bisa selamat kalau terkena serangan itu, kan?" ucapnya.


{Dia itu mahkluk abadi dan mustahil di kalahkan...}


{Para Dewa Agung menciptakan nya demikian karena memang tugasnya yang sangat berat, yaitu menjaga tatanan alam semesta agar tidak hancur oleh ciptaan mereka sendiri}


"Pantas saja..."


Bola mata itu kembali menatap Hiro, seolah-olah berkata kalau melawan kehendak dirinya maka nasibnya akan sama seperti Memphistopheles.


"Berikan aku waktu 10 hari, setelah itu aku akan pergi!" ucap Hiro dengan keras.


***


Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...