
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro kemudian melangkah masuk ke dalam ibukota tersebut.
Dengan langkah kaki yang tenang dan damai, ia menuju ke tempat yang di janjikan sebelumnya oleh Tutu untuk bertemu.
'Akan lebih baik apabila kaisar memilih pilihan bijak apabila terjadi gesekan denganku, karena kota ini terlalu indah untuk di hancurkan' ucap Hiro dalam hatinya.
Berjalan sambil mengamati sekitarnya Hiro akhirnya bertemu dengan Tutu.
"Tuan…" Tutu memberi hormat sederhana agar tidak terlalu menarik perhatian.
"Apa kau sudah mendaftar?" tanya Hiro.
"Sudah tuan dan pendaftaran anda juga sudah saya urus" ucap Tutu.
"Baguslah kalau begitu… Jadi kapan kita akan pergi ke wilayah misterius itu?" tanya Hiro kembali.
"Menurut pengumuman tadi… Sekitar 1 jam lagi kita di suruh berkumpul di pertengahan ibukota sebelum pergi" ucap Tutu.
"Hemmm begitu… Apa kaisar juga ikut?" tanya Tutu.
"Tentu saja tuan… Karena rombongan ini di pimpin oleh kaisar beserta beberapa jendral besar lainnya" ucap Tutu.
"Baguslah, informasi yang kau berikan cukup memuaskan… Sebelum waktunya berkumpul lebih baik kita standby di tempat saja agar nanti berada di garis depan" ucap Hiro.
"Baik tuan… Mari lewat sini" ucap Tutu memimpin jalan menuju ke tengah kota.
Hiro dalam jalannya pun sebenarnya ia memikirkan satu cara agar tidak berakhir dengan pertumpahan darah antara dirinya dan prajurit kekaisaran, tetapi bagaimana caranya?
Pada saat sedang berpikir keras akhirnya ia mendapatkan cara agar kaisar dan pasukannya mundur tidak mengusik wilayah misterius yang ia duga itu adalah dunia jiwa.
Akhirnya Hiro dan Tutu sampai di tempat yang di tentukan sebagai berkumpulnya para relawan ataupun prajurit kekaisaran.
Di tempat tersebut memang belum terlalu banyak orang karena para relawan memilih datang terakhir agar tidak berada di garda terdepan, mereka sedikit khawatir apabila terjadi sesuatu yang akan mengancam nyawanya jika berada di garis depan.
Hiro dan Tutu sedikit berjauhan dengan orang-orang yang berada di tempat tersebut, tetapi pendengaran mereka di pertajam.
'Cihh dasar orang-orang bodoh! nyawa mereka bisa saja terancam di ekspedisi kali ini tetapi mereka hanya membicarakan tentang bayaran? sungguh konyol' ucap Hiro dalam hati pada saat mendengar pembicaraan orang-orang tersebut.
"Tutu, apabila terjadi sesuatu antara kita dengan orang-orang kekaisaran aku harap dirimu lebih baik mundur dan berjaga di depan wilayah misterius tersebut biar aku yang urus mereka" ucap Hiro.
"Walaupun saya tidak mengerti tapi baik tuan! apapun perintah anda akan saya laksanakan!" ucap Tutu.
"Bagus, setelah ini selesai aku janji akan memberikan hadiah bagus untukmu" ucap Hiro tersenyum puas.
"Baik terimakasih tuan" ucap Tutu senang.
{Sepertinya memang benar tuan, wilayah misterius tersebut adalah dunia jiwa karena sistem merasakan energi nya sangat tidak asing}
{Tapi sepertinya untuk saat ini pelindung dunia jiwa sangat lemah yang mengakibatkan ketidakstabilan terhadap sistematis cara kerjanya, maksudnya adalah pelindung tersebut akan menyerang siapapun yang mendekati teritorial nya tanpa pandang bulu dan juga perlindungannya di perkuat sampai ke tingkat maksimal jadi sampai energinya habis maka siapapun itu sekalipun anda apabila tidak di kenali maka tidak akan bisa tertembus! penyerangan dan perlindungan mutlak telah di terapkan saat ini!}
'Haishhh merepotkan sekali! bagaimana mungkin dunia jiwa tidak mengenaliku?' ucap Hiro.
{Tentu saja bisa tuan karena anda dan dunia jiwa telah terputus sangat lama kemungkinan bisa saja tidak ada lagi jejak bahwa anda pemilik dunia jiwa}
{Tapi sistem akan usahakan membantu anda agar dunia jiwa dapat mengenali anda}
'Baiklah bagus, terimakasih' ucap Hiro sambil tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...