Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
PERANG !


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tok…Tok…Tok…


Suara ketukan pintu menyadarkan Hiro dari rasa kesal karena di permainkan oleh Yue.


"Tuan… Ini saya Raphael hamba telah kembali" Ucapnya.


Hiro membuka pintu,"Oh cepat sekali kamu kembali… apakah Arphen sudah bersiap?" Tanya Hiro.


"Sudah tuan… Upperworld mempersiapkan seratus ribu pasukan malaikat" Ucapnya Raphael sambil berjalan mengikuti Hiro.


"Seratus ribu? Bukankah terlalu banyak bisa-bisa nanti Upperworld kekurangan pasukan untuk melindungi dunianya" Ucap Hiro.


"Anda tidak perlu khawatir tuan, karena pasukan dunia Upperworld terbagi menjadi 2 bagian yaitu pasukan khusus untuk berperang dan pasukan khusus untuk melindungi dunia sedangkan pasukan yang saat ini adalah pasukan khusus untuk berperang" Jelas Raphael.


"Begitukah? Tetapi bukankah terlalu berlebihan" Ucap Hiro.


"Tidak tuan karena ini adalah peperangan pertama kami bersama anda sudah pasti harus menang!" Ucap Raphael bersemangat.


"Hahhh… " Hiro hanya menghela nafas karena para bawahannya menurutnya terlalu berlebihan.


Hiro berjalan ke luar istana lebih tepatnya ke tempat pelatihan para prajurit, disana ia melihat sosok Arphen.


"Sudah lama tidak bertemu Arphen" Ucap Hiro tersenyum.


"Salam Yang Mulia" Ucap Arphen berlutut hormat.


"Berdirilah!… Jadi dimana pasukan mu?" Tanya Hiro.


"Mereka sedang menunggu di dunia Upperworld tuan, karena tidak mungkin saya membawa seratus ribu pasukan karena itu akan menarik perhatian semua orang" Ucap Arphen.


"Oh baiklah… " Ucap Hiro tersenyum.


"Skill Creation : Hell's Gate" Ucap Hiro membuat sebuah celah dimensi.


"Keluarlah! Kita akan segera menyerang!" Ucap Hiro.


Kemudian di dalam celah dimensi keluar sosok iblis yaitu Diablo bersama pasukan iblis lainnya yang berjumlah sekitar seratus ribu pasukan.


"Hormat kami Yang Mulia!!!" Ucap mereka serentak dengan berlutut di depan Hiro saat telah keluar dari celah dimensi.


"Berdirilah! Arphen panggil pasukan mu untuk segera datang" Ucap Hiro.


"Baik tuan!" Ucap Arphen kemudian memejamkan matanya dan di atas langit seketika terbelah memperlihatkan pasukan yang terbang melayang dengan perlengkapan perang dan hampir sama jumlahnya dengan pasukan iblis .


Para pasukan iblis pun terbang bergabung dengan para pasukan malaikat di atas langit. Peristiwa tersebut sukses membuat wilayah utara heboh.


"Wahai para pasukan ku! Dengarkan aku! Hari ini detik ini juga kita akan berperang dengan dunia ini ! Aku percaya pada kalian bahwa dengan adanya kalian kemenangan mutlak sudah pasti berada di tanganku! Jadi buktikan diri kalian jangan membuat kepercayaan ku hancur!" Ucap Hiro dengan keras.


"Hoooooo!!!" Teriak ratusan ribu pasukan di atas langit dengan penuh semangat. Mereka tidak takut akan namanya kematian tapi yang mereka takutkan adalah menghancurkan kepercayaan yang di berikan Hiro kepada mereka.


"Walaupun ku tau kalian tidak akan mudah mati tapi satu perintah dari ku Jangan Mati ! Karena kalian harus merayakan kemenangan bersama ku!!!" Ucap Hiro menyemangati pasukannya.


"Baik Yang Mulia!!!" Ucap mereka dengan keras.


"Bagus tapi sebelum kita pergi… Sembunyikan lah identitas kalian kalau terdesak boleh kalian kembali ke wujud asli" Ucap Hiro.


Mereka semua pun merubah wujudnya menjadi seperti pasukan biasa tetapi mungkin saja Escanor bisa mengetahuinya.


"Baiklah mari kita pergi !!!" Ucap Hiro kemudian memimpin mereka semua di depan.


***


Kekaisaran Argadwija


"Y-yang M-mulia… Gawat! Terlihat ratusan ribu pasukan prajurit menuju kemari dan pasukan pengintai mengkonfirmasi bahwa mereka adalah pasukan dari wilayah utara!" Ucap seseorang dengan terbata-bata.


"B-baik!" .


Seluruh istana kekaisaran saat ini tengah tegang karena mereka mengetahui kabar tenang ratusan ribu prajurit yang tengah menuju ke kekaisaran.


"Apa!!! Wilayah timur dan barat tidak bisa memberi bantuan?" Ucap Escanor terkejut karena setelah mendengar kabar Kekaisarannya akan di serang dengan segera ia menyuruh orang untuk meminta bantuan pada wilayah timur dan barat tetapi yang ia dapat adalah nihil karena menurut orang suruhannya wilayah mereka juga di ancam untuk tidak ikut campur dalam peperangan kali ini.


"Sialan! Siapa sebenarnya musuh ku itu?!" Ucap kesal Escanor.


"Ada apa kak?" Ucap tiba-tiba seorang pria paruh baya yang hampir mirip dengan Escanor.


"Hara bawalah istrimu dan putrimu untuk pergi dari kekaisaran karena akan terjadi peperangan yang sangat besar dan perang kali ini aku ragu akan memenangkannya" Ucap Escanor.


Pria paruh baya bernama Hara tersebut adalah adik kandungnya.


"Tidak mungkin aku meninggalkan mu sendirian! Aku akan ikut berperang dengan mu dan untuk masalah istri ku bersama putrinya akan ku titipkan ke saudara Yu" Ucap Hara.


"Hahh… Kau memang tidak pernah berubah, baiklah kalau begitu segera bersiap karena sebentar lagi mereka akan segera sampai di perbatasan Kekaisaran" Ucap Escanor.


Hara dengan segera pergi untuk bersiap-siap dan menyuruh istri bersama putrinya untuk meninggalkan kekaisaran pergi ke tempat aman.


"Sayanggg… Segera bersiap-siap dan pergi dari sini karena peperangan akan segera di mulai" Ucap Hara saat telah sampai di kediamannya.


"Bagaimana dengan dirimu suami?" Tanya wanita tersebut.


"Aku akan membantu kakak… Aku mohon untuk kali ini saja kamu dengarkan perkataan ku, pergilah ke saudara Yu bawa putri kita bersamamu karena mungkin saja dalam peperangan kali ini kekaisaran akan kalah" Ucap Hara.


"Baiklah aku akan segera bersiap" Ucapnya tanpa membantah.


***


"Kita hampir sampai di depan sana letak kekaisaran… Ingat saat berperang kalian fokus untuk menghancurkan kekaisaran tidak boleh membunuh orang-orang yang tidak terlibat!" Ucap Hiro.


"Kami mengerti tuan!!!"


"Baiklah kalau begitu terus jalan!!!" Ucap Hiro.


Setelah beberapa saat kemudian Hiro melihat sebuah barisan prajurit kekaisaran menunggu nya dari arah depannya.


Hiro memberi tanda mereka untuk berhenti dan maju sendirian ke arah pasukan yang berada di depannya.


Pasukan kekaisaran yang melihat Hiro maju sendirian ingin segera menyerangnya tetapi di tahan oleh Escanor.


"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kau ingin berperang denganku?" Tanya Escanor menghampiri Hiro.


"Kau tidak perlu tau siapa diriku tetapi yang perlu kau tau kedatangan diriku kemari dan tujuan ku untuk menyerang dirimu adalah karena dendam masa lalu" Ucap Hiro menatap tajam Escanor, di matanya di penuhi oleh percikan api kemarahan.


"Dendam? Apa maksudmu?" Ucap Escanor heran.


"Hahaha bagus-bagus kau pura-pura tidak tahu? Baiklah akan aku ingatkan dirimu… Penyerangan Tanah Kultivator!" Ucap Hiro dengan dingin.


"Tanah Kultivator?" Ucap Escanor kebingungan.


"Masih pura-pura tidak tahu? Baiklah aku akan membantu mu untuk mengingatnya dengan cara membunuhmu dan tanyakan hal tersebut pada penguasa alam kematian!!!" Ucap Hiro kemudian mengeluarkan seluruh auranya.


"Skill Creation ; Jari pertama : Telunjuk Dewa"


Seketika awan menjadi gelap dan di atas langit terlihat sebuah batu berapi yang sangat besar tengah melesat jatuh dengan cepat ke arah mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf Kalau Tidak Jelas Ceritanya 🙏


Like,Komen,Hadiah,dan Vote ya Kalau Ceritanya Bagus Menurut Kalian 👍🙏


See You Next Up 👋