Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Mahkluk Asing


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya setelah bermalam di tepian hutan, Hiro dan yang lainnya mulai memasuki hutan untuk melanjutkan perjalanan menuju kota yang ada di wilayah timur.


Di setiap istirahat Hiro selalu memberikan anak-anak itu suatu pengetahuan tentang pengendalian energi mana di dalam tubuh mereka, yah tentu itu semua juga di bantu oleh sistem karena Hiro hanya menjelaskan apa yang di jelaskan oleh sistem.


Rasa hormat dan patuh anak-anak itu semakin meningkat di saat akhir-akhir ini mereka mulai bisa mengendalikan mana dan mengeluarkan sihirnya masing-masing.


Berpuluh-puluh kilometer jarak perjalanan mereka tempuh untuk sampai di kota wilayah timur.


Hiro sengaja tidak menggunakan skil teleportasi nya karena ingin menjelajahi terlebih dahulu setiap penjuru dunia baru tersebut.


Hingga akhirnya sebuah kota besar terlihat di depan Hiro, aura kuning melimpah ruah di kota tersebut mungkin karena mayoritas penduduknya adalah penyihir.


"Apa kalian tahu kota itu?" tanya Hiro.


Toru dan Lalita menggelengkan kepalanya sedangkan Ryu seperti ragu-ragu.


"Apa kamu tahu sesuatu Ryu?" tanya Hiro.


"Kalau tidak salah itu adalah kota Balan, menurut sejarah setiap penyihir yang berasal dari kota tersebut pastilah sangat luar biasa hebat. Seratus tahun yang lalu ada seorang pahlawan yang menyelematkan dunia dari kejadian yang mengancam kepunahan umat manusia dan kejadian itu berhasil di hentikan oleh pahlawan yang berasal dari kota tersebut" ucap Ryu.


"Wah menarik sekali, apa cerita itu benar adanya?" tanya Hiro.


"Entahlah guru karena aku pun mendengarnya sewaktu kecil" ucap Ryu.


"Kota Balan yah, baiklah kita akan tinggal beberapa hari di sana" ucap Hiro tersenyum mengharapkan sesuatu yang menarik.


Ketiga anak itu hanya mengangguk karena mau apapun dan kemanapun Hiro, mereka tidak akan membantah ataupun menentangnya.


Mereka melanjutkan kembali langkah kaki yang sempat terhenti.


Tidak ada yang berbeda untuk memasuki kota, yaitu menunjukkan identitas serta menjawab beberapa pertanyaan formal dari para penjaga gerbang.


Para anak-anak membantu Hiro untuk masalah tersebut dengan alasan bahwa guru mereka yaitu Hiro baru keluar dari tempat pengasingan jadi tidak tahu apa-apa dan tidak memiliki apa-apa untuk identitas.


Berkat alasan yang sangat masuk akal itu mereka di perbolehkan masuk dengan mudah.


Hiro tersenyum puas dengan apa yang murid-muridnya lakukan, ia pun menjanjikan akan memberikan hadiah untuk mereka.


{Energi mana yang sangat murni, sistem sarankan anda untuk menyerapnya tuan}


'Tidak ah malas, lebih baik aku berkeliling ke segala penjuru kota daripada berdiam diri' ucap Hiro.


{Terserah anda tuan, sistem hanya memberikan saran saja}


'Nanti saja masalah serap menyerap mah' ucap Hiro.


Saat memasuki kota tentu tujuan Hiro yang pertama adalah mencari penginapan terlebih dahulu untuk tempat tinggal mereka.


Hiro dan murid-muridnya menjadi pusat perhatian para warga sekitar karena penampilan mereka yang berbeda yang lebih membuat perhatian mereka tertuju adalah tidak ada sama sekali aura yang keluar dari tubuh Hiro, hal tersebut membuat orang-orang merasa aneh kepadanya.


'Hemmm sudah lama aku tidak melihat tatapan mereka itu' ucap Hiro dalam hatinya.


{Anda sedikit aneh tuan}


'Bukan sedikit tapi sangat aneh, lihatlah tatapan mereka seperti melihat mahkluk asing' ucap Hiro.


{Anda memang mahkluk asing tuan, bahkan sebutan mahkluk asing terlalu lembut untuk anda}


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...